NovelToon NovelToon
MARRY YOU, MY ENEMY

MARRY YOU, MY ENEMY

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: REZ Zha

Azkia dan Raffasya bagaikan tikus dan kucing yang tidak pernah bisa akur jika bersama. Kebencian Raffasya terhadap Azkia sudah tertanam saat masih duduk di sekolah dasar karena Azkia berhasil mengalahkan Raffasya yang saat itu sedang melakukan body shaming kepada Gibran, kakak kelas Azkia lainnya.

Dan setelah mereka dewasa, permusuhan itu tetap berlangsung. Azkia yang akhirnya menjalin asmara dengan Gibran terpaksa harus hidup dengan Raffasya karena suatu peristiwa buruk.

Akankah Azkia bisa bertahan dengan Raffasya atau memilih kembali bersama Gibran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Ini Suami Kamu

Sementara saat Azkia keluar dari ruang kerja Raffasya, Billy langsung menarik Raffasya hingga Raffasya terduduk di sofa ruang kerjanya.

" Raf, siapa sebenarnya cewek tadi? Penasaran gue jadinya." Billy merasa penasaran karena baik Raffasya maupun Azkia tadi tidak saling terbuka tentang siapa Azkia sebenarnya. Tapi sikap Raffasya yang terlihat sangat perduli dan perhatian kepada Azkia membuatnya bertanya-tanya, karena memang Raffasya hampir tak tersentuh oleh wanita meskipun dia termasuk pria yang keras kepala, susah untuk diatur dan selalu mengundang masalah.

" Ck, ngapain sih lu tanya-tanya dia? Dia itu bukan siapa-siapa! Kalau gue tadi tolong dia, itu karena gue yang tadi menabrak dia dan ini cafe gue. Kalau gue acuh, bisa-bisa pelanggan gue pada kabur karena gue nggak bertanggung jawab!" Raffasya merasa apa yang dilakukannya masih dalam batas yang wajar sebagai pemilik cafe.

" Tapi kalau yang lu tabrak itu ibu-ibu sudah tua atau cowok nggak mungkin lu gendong dia ala bridal style juga, kan?" Hendra menyeringai seraya menggaruk tengkuknya.

" Sudah, deh! Ngapain juga sih kalian bahas cewek bar-bar itu?" Raffasya kemudian berdiri." Kalian ada apa kemari? Gue ada janji sama orang jadi kalau lu ada perlu sama gue, cepat katakan sekarang, gue mau pergi." Raffasya melirik arloji di tangannya.

" Kami cuma ingin tahu tempat baru lu ini. Karena selama ini gue sama Hendra belum pernah mampir kemari. Kami ke La Grande, kata orang di sana lu jarang ke La Grande dan lebih sering kemari," ujar Billy menjelaskan kenapa mereka datang ke tempat Raffasya sekarang ini.

" Lu kalau kemari kabari gue dululah, lihat gue kosong nggak jadwalnya hari ini."

" Kayak orang penting saja lu, Raf! Pakai bikin appoitment segala!" sindir Billy lagi.

" Eh, buat karyawan-karyawan gue, gue itu orang penting! Memangnya lu-lu pada yang pengangguran nggak ada kerjaan?! Sudah lu pada bubar sana! Gue mau ada urusan bisnis." Raffasya berjalan ke arah pintu seolah mengusir kedua temannya itu.

" Kagak asyik banget sih lu, Raf! Kita berkunjung kemari malah diusir!" Hendra memprotes Raffasya yang dianggapnya mengusir dirinya itu.

" Bukannya gue mengusir kalian. Kan gue sudah bilang kalau gue ada janji ketemu sama orang." Raffasya menyakal pendapat Hendra. " Buruan, deh!"

Akhirnya Billy dan Hendra pun dengan terpaksa meninggalkan ruangan kerja Raffasya bersama Raffasya.

" Raffa ...!"

Raffasya, Billy dan Hendra menoleh ke arah seseorang yang memanggil nama Raffasya saat mereka bertiga keluar dari bangunan cafe dan berjalan ke arah parkiran. Terlihat Gladys keluar dari mobilnya dan berlari kecil menghampiri Raffasya.

" Raffa kamu mau ke mana?" tanya Gladys saat sudah berdiri di samping Raffasya.

" Nah, siapa lagi ini cewek?" tanya Billy melihat Gladys yang kemudian merangkulkan tangannya ke lengan Raffasya.

" Oh Hai ... kalian teman Raffa, ya? Aku Gladys, teman dekatnya Raffa." Gladys lalu memperkenalkan dirinya kepada Billy dan Hendra.

" Gue Billy ...."

" Hendra ...."

Billy dan Hendra langsung membalas memperkenalkan diri mereka.

" Lu bisa nggak sih nggak usah nemplokin gue?!" Raffasya langsung menepis tangan Gladys yang merangkul lengannya.

" Wah, kok sama yang ini lu ogah ditempelin, Raf? Padahal dia cantik sek si begini." Hendra berdecak memperhatikan bentuk tubuh Gladys yang terlihat indah dengan pakaian mini dan wajah cantiknya.

" Benar, Hen. Beda banget sama cewek yang di dalam tadi. Raffa sampai peluk-peluk, digendong segala berasa pengantin baru. Kalau nggak ada orang lain mungkin sampai dibawa ke kamar cewek tadi itu." Billy sengaja memprovokasi seraya menyeringai. Sepertinya dia senang jika wanita-wanita di sekitar Raffasya saling bertengkar.

" Wanita tadi? Wanita tadi siapa, Raf?" Gladys langsung menatap curiga Raffasya.

" Siapa wanita tadi, nggak ada urusannya sama lu!" Raffasya lalu membuka pintu mobilnya. " Gue cabut duluan." Raffasya lalu masuk ke dalam mobilnya.

" Raffa, kamu mau ke mana? Siapa wanita yang dimaksud teman kamu tadi?" Gladys yang ditinggal Raffasya merasa kesal karena Raffasya selalu mengacuhkannya.

" Cewek model begini, Raffa mana suka." Hendra berbisik ke Billy.

" Be go nya teman kita ya begitu. Dikasih ikan yang seger malah dicuekin." Billy menimpali seraya terkekeh.

" Kalian, siapa wanita yang kalian katakan tadi?" Gladys yang melihat Billy dan Hendra sedang menertawakannya langsung menatap curiga dan bertanya penuh menyelidik.

" Siapa, ya? Raffa juga nggak terbuka sama kita siapa dia? Tapi kalau dilihat si Raffa itu perduli banget sama itu cewek. Tadi saja waktu cewek itu mau jatuh, Raffa spontan memeluk cewek itu. Terus mengendong cewek itu karena cewek itu kesakitan untuk berjalan. Raffa juga mencoba mengurutnya, menenangkan cewek itu karena kesakitan. Pokoknya care bangetlah Raffa sama sama cewek tadi. Aneh juga kita lihatnya, karena nggak pernah kita lihat Raffa seperduli itu sama cewek selama kita kenal dia. Benar nggak, Hen?" Billy mendramatisir kejadian sesungguhnya.

" Benar, benar banget tuh!" Hendra semakin mendukung cerita Billy membuat Gladys langsung memberengut kesal.

" Apa cewek itu datang ke sini?" selidik Gladys.

" Iya, tadi dia di cafe tapi sepertinya dia sudah pergi sekarang." sahut Billy.

" Kalian tahu ciri-cirinya seperti apa?" Gladys rasanya tidak bisa terima jika ada wanita lain yang merebut Raffasya darinya.

" Cantik yang pasti," jawab Billy. " Hmmm, kalau Raffa nolak lu, lu mau nggak sama gue saja? Raffa itu kaku menghadapi cewek, mending sama gue. Tampang nggak beda jauh sama Raffa." Billy menyeringai mencoba merayu Gladys.

" Atau sama gue juga, gue maulah." Hendra menimpali membuat Gladys memutar bola matanya.

" Lu yakin bisa bawa mobil sendiri, Az?" Dari arah pintu cafe terdengar suara Atika bertanya kepada Azkia yang telah selesai dengan pertemuan mereka.

" Bisa, lu tenang aja, Tik." Azkia menyahuti.

" Ya sudah hati-hati ya, gue duluan kalau begitu." Atika berjalan lebih dahulu menuju mobilnya dan Azkia pun kembali ke mobil dia.

" Eh, itu tuh cewek yang sama Raffa tadi!" Billy menunjuk ke arah Azkia, membuat Gladys menolehkan pandanganya ke arah Azkia.

" Cewek itu?" Gladys merasa familiar dengan Azkia.

" Hai, cantik!" Billy langsung mendekati Azkia disusul dengan Hendra.

Azkia menoleh saat melihat Billy dan Hendra mendekatinya.

" Kakak-kakak ini panggil aku?* tanya Azkia yang hendak membuka pintu mobilnya.

" Iya, dong! Memangnya siapa lagi yang cantik di sini?" Kini Billy berganti menggoda Azkia.

Gladys yang merasa jika Azkia menjadi pusat perhatian kedua teman Raffasya langsung mendengus kesal.

" Ada apa Kakak ini memanggil aku?" tanya Azkia kemudian.

" Hmmm, gue masih penasaran soal kedekatan antara kamu sama Raffa. Sebenarnya ada hubungan apa sama kalian sampai Raffa seperduli itu sama kamu?" tanya Hendra menyelidik.

Azkia memutar bola matanya mendengar pertanyaan Hendra. " Aku sama Kak Raffa itu nggak ada apa-apa, kok." Azkia mengatakan hubungan yang sebenarnya dengan Raffasya.

" Masa sih? Gue nggak percaya, deh!" sanggah Hendra.

" Terserah Kakak mau percaya atau nggak. Sudah ya aku mau pergi, Kak."

" Eh, tunggu dulu!"

Azkia tidak memperdulikan ucapan Hendra dan langsung masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan halaman cafe milik Raffasya.

" Wah, beneran cocok cewek itu sama Raffa, Bil."

" Gue pikir juga begitu, Hen." Billy ikut menimpali mengetahui sikap Azkia yang terlihat keras.

***

" Mbak Kia kakinya kenapa? Kok jalannya begitu?" Aliza yang melihat Azkia sedang berjalan menuju kamarnya langsung bertanya heran.

" Mbak Kia habis berkelahi, ya? Aliza bilangin ke Mama lho, Mbak Kia berkelahi sampai nggak bisa jalan begitu," ujar Aliza kembali.

" Iiisshh, anak kecil tukang mengadu." Azkia memutar bola matanya.

" Terus kenapa bisa jalannya begitu, Mbak?"

" Ini yang namanya terkilir." Azkia menjelaskan. " Mama ada di mana?" tanya Azkia kemudian.

" Ada di dapur kayaknya," sahut Aliza.

" Oh, ya sudah ..." Azkia kemudian melangkah perlahan menuju kamarnya. Dia kemudian terduduk di tempat tidur seraya memperhatikan kakinya yang sedikit membengkak.

" Nanti kalau sampai rumah dikompres pakai air dingin kalau membengkak."

Seketika Azkia teringat ucapan Raffasya yang menyuruhnya mengompres kakinya

" Kenapa aku selalu apes kalau ketemu Kak Raffa? Bawa si al banget sih cowok itu. Menyebalkan!" gerutu Azkia.

" Tapi tumben Kak Raffa tadi menolong aku. Kerasukan setan apa ya tadi?" Azkia masih merasa heran dengan sikap Raffasya, karena selama ini Raffasya itu tidak perduli akan dirinya. Jika dia mengalami musibah, biasanya pria itu pasti akan bersenang-senang atas penderiataannya, seperti kejadian di rumah Raffasya saat pria itu menceburkan dirinya ke dalam kolam.

" Eh, tapi dia juga sempat tolong aku ganti ban, ya?" Azkia kembali bergumam.

" Iihh, ngapain aku mikirin Kak Raffa? Nggak penting banget, deh!" Azkia kemudian keluar kamar karena dia ingin meminta bantuan Mamanya untuk mengompres kakinya.

***

" Saya terima nikah dan kawinnya Almayra Azkia Atmajaya binti Yoga Atmajaya dengan mas kawin tersebut tunai!" Gibran dengan lantang menyempurnakan prosesi ijab qobul dengan satu tarikan nafas penuh kemantapan.

" Sah?"

" Sah ...!!" teriak semua tamu yang hadir merasa bahagia dengan pernikahan Azkia dan Gibran yang diadakan pagi ini di masjid dekat dengan rumah kediaman Yoga.

Setelah acara demi acara dalam prosesi ijab qobul dilalui, kini Gibran membawa Azkia ke dalam kamar Azkia yang sudah dihias dekorasi seindah mungkin.

" Aaakkkhh, Kak Gibran ... nanti jatuh iihh, pakai gendong aku naik tangga segala." Azkia memprotes Gibran karena mengangkat tubuhnya menaiki tangga.

" Kita ini pengantin baru, Sayang. Jadi ini hal yang wajar kalau aku menggendong kamu ala bridal style seperti ini." Gibran beralasan seraya menghempaskan tubuh Azkia ke atas ranjang pengantin.

Azkia terdiam, karena dia teringat jika Raffasya pernah mengangkat tubuhnya seperti itu. Kalau sudah menikah adalah suatu yang wajar, lantas apa yang dilakukan Raffasya terhadap dirinya itu tidak wajar?

" Hei, kenapa melamun?" Terdengar suara di telinga Azkia, bahkan hembusan nafas terasa hangat di dekat telinga Azkia kini. Namun bukan suara Gibran yang dia dengar tapi suara seseorang yang juga dia kenal, membuat Azkia langsung menolehkan wajahnya untuk meyakinkan dugaannya tentang orang yang berbisik dengannya tadi.

" Kak Raffa??" Azkia langsung membulatkan bola matanya saat melihat Raffasya lah yang saat ini sedang mengungkung tubuhnya.

" Iya, Sayang." Raffasya mengulum senyuman.

" Kak Raffa sedang apa di sini? Awas ...!! Mana suami aku?" Azkia mencari keberadaan Gibran.

" Aku ini suami kamu, Sayang. Memangnya kamu cari suami kamu yang mana lagi?" Setiap kalimat yang terucap dari bibir Raffasya terdengar sangat lembut di telinga Azkia, tidak seperti biasanya yang selalu diwarnai dengan umpatan dan cacian.

" Nggak! Nggak mungkin!! Suami aku itu Kak Gibran bukan Kak Raffa!! Lepaskan aku!! Aku mau mencari suami aku!!" Azkia memberontak berusaha lepas dari belenggu tubuh Raffasya yang masih mengurungnya.

" Sssttt ... kamu jangan berisik, nanti orang yang diluar pada masuk kemari. Apa kamu ingin malam pertama kita menjadi tontonan orang-orang?"

" Nggak mungkin! Kak Raffa bukan suami aku!! Awas minggir!!" Azkia memukuli tubuh Raffasya karena dia merasa jika pria yang menikahinya adalah Gibran, pria yang selama ini dicintainya.

" Kamu sama suami kasar banget, Sayang." Raffasya justru terkekeh melihat Azkia yang memberontak.

" Kak Raffa awas!! Kak Raffa bukan suami aku! Aku nggak menikah dengan Kak Raffa!! Kia nggak mau punya suami seperti Kak Raffa!" Azkia masih terus memukuli tubuh Raffasya sementara Raffasya yang merasa jika Azkia semakin kencang memukuli tubuhnya langsung mengunci kedua tangan Azkia di atas kepala wanita itu.

" Kak Raffa mau apa??" Azkia semakin terbelalak saat melihat wajah Raffasya semakin dekat mendekati wajahnya. " Kak Raffa jangan perko sa Kia! Kia nggak mau!!" Azkia memalingkan wajahnya saat Raffasya hendak mencium bibirnya.

Raffasya yang gagal menyentuh bibir Azkia akhirnya memanfaatkan pipi dan leher jenjang Azkia yang kemudian dia jelajahi dengan bibirnya. Bahkan kini tangannya mulai membuka satu persatu baju kancing baju yang dikenakan oleh Azkia.

" Aaaakkkhh aku nggak mau!! Papa!! Mama!! Kak Gibran!! Kak Alden!! Tolong Kia!! Kak Raffa mau memper kosa Kia!!" Azkia beteriak histeris sementara Raffasya benar-benar tidak memperdulikan jeritan Azkia yang ketakutan, Dia kini justru berhasil membuka baju bagian atas Azkia. Dia mendapati kedua bongkahan indah yang belum sempat dia lihat sebelumnya dari Azkia dan rasanya saat ini adalah saat yang tepat untuk merasakan keindahan itu.

Buuugghh ...!!

Belum sempat Raffasya menyentuh keindahan aset kembar milik Azkia, tiba-tiba dia merasakan sebuah pukulan mendarat di wajahnya.

" Apa yang kau lakukan pada Azkia, Raffa?!"

Raffasya menoleh ke arah orang yang menghajarnya. Dia melihat Gibran yang menatapnya dengan sorot mata seperti ingin membunuhnya.

" Dasar breng sek!!" Gibran kembali menghajar Raffasya hingga tubuh Raffasya terjatuh dari tempat tidur.

" Aaaakkhh ...!" Raffasya mengerjapkan matanya saat merasakan tubuhnya mendarat kencang ke lantai. Dia lalu membuka matanya dan segera bangkit untuk melihat ke atas tempat tidurnya.

" Astaga, gue mimpi?" Raffasya mengusap kasar wajahnya karena apa yang tadi dia alami ternyata hanya bunga tidur semata.

" Si al! Kenapa gue bisa bermimpi tentang si cewek bar-bar itu?" Raffasya mengacak rambutnya. Dia pun tidak mengerti kenapa dia bisa-bisanya bermimpi aneh tentang Azkia apalagi sampai bermimpi menjadi suami Azkia.

Sementara itu di rumah Yoga ...

" Kia!! Kia kamu kenapa? Kenapa kamu teriak-teriak?!" Natasha yang baru saja keluar dari kamarnya langsung berlari menghampiri kamar Azkia saat mendengar Azkia berteriak-teriak memanggil namanya.

" Aku nggak mau!! Papa!! Mama!! Kak Gibran!! Tolong, Kia!!"

" Kia bangun, Nak! Kamu mimpi, Nak!" Natasha mencoba membangunkan Azkia sampai akhirnya Azkia terbangun dari tidurnya.

" Kamu mimpi apa, Sayang?" Natasha mengusap wajah Azkia.

" Astaghfirullahal adzim ..." Azkia mengusap wajahnya.

" Kenapa? Kia mimpi buruk, ya?" tanya Natasha.

" Iya, Ma. Kia mimpi buruk sekali." Azkia langsung memeluk tubuh Mamanya. Dia berharap mimpinya itu hanya akan menjadi bunga tidur dan tidak akan menjadi kenyataan.

*

*

*

Bersambung ...

Happy Reading❤️

1
fitri anwar
Karyamu bagus, luar biasa.. sukses terus dalam berkarya kak Author tersayang.❤️🔥🔥
fitri anwar
Terimakasih banyak kak Author tersayang, tercinta..😘😘 sehat selalu sukses selalu, terus berkarya dengan novel² bagus Mu kak. ceritannya bagus gak buat bosan, love you kak Author, kak Raffa sekeluarga.😘❤️❤️❤️❤️
fitri anwar
awal yang menegangkan😍🔥🔥
fitri anwar
gersang yang selalu buat candu😍🤣🤣
fitri anwar
iya benar kia😍😍😍
fitri anwar
ihhh kasian gibran tau, author jgan kejam2 sama kak gibran plisss😭😭
fitri anwar
menyala mama lusi🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
hmmm ocha yang kami bilang jahat itu kaka kamu si hot daddy😍🔥🔥❤️❤️❤️
fitri anwar
Ya ampun thor, menyala gak tuh🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
2 tahun belum move on😭, cepat dapat jodoh ya Gibran. padahal Azkia udah hamil anak ke 2, papa Raffa tocker.🤣🔥🔥🔥
fitri anwar
sedih😭😭😭
fitri anwar
Masya Allah Raffa paket lengkap😍😍😍😍
fitri anwar
hahaha ada yg terselubung papa Raffa😍🔥🔥
fitri anwar
si Raffa paket lengkap🔥😍😘😘😘😘
fitri anwar
Masya Allah, jadi ikut senang.. selamat yah Raffa sama Kia😍😘😘😘
fitri anwar
mama Tata yg kasi ide, kok istigfar😍🤣🤣🤣
fitri anwar
tiga kata yang penuh arti.😍❤️❤️❤️
fitri anwar
aduh Raffa hobby sekali buat emosi🔥🔥🔥😍🤣
fitri anwar
Menyala papa Raffa🤣🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
ehmmm papa mode sweet😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!