Jangan pernah menyalahkan cinta!
Salahkan saja waktu kedatangannya yang tidak tepat. Sebab, beberapa orang sering datang terlambat di kehidupan kita.
Bagaimana rasanya ketika cinta menjadi sebuah dilema? Kau ingin segera menghentikannya, tetapi di sisi lain ingin memeliharanya dan terus memupuk cinta itu.
Ketika cinta mampu menabrak semua pembatas dan penghalang yang ada di depan. Namun, di saat itu juga sang pengemudi kehilangan arah dan bingung harus membawa ke mana cinta mereka.
Novel yang mengangkat tema dunia gangster Jepang (Yakuza). Yu Hiroshi, ketua Yakuza termasyur di Jepang yang mendapat julukan Kaisar Bawah Tanah. Ia bersama Ken Ryuu—adik angkatnya—mempunyai misi balas dendam terhadap seorang wanita.
Ikuti kisah penuh aksi dan kejutan yang dibungkus dalam romansa mengharu-biru.
Warning!
***+ (Novel Dewasa)
Genre : Dark romance, Action, Misteri, Adult, and drama.
Setting : Japan.
Alur : Gabungan (maju-mundur cantikk 💃)
Visual : Ikemen (All pictures diambil dari fansclub artis bersangkutan)
Status : End 149 chapter
cover by pinterest, edit by me
Catatan penulis ✍️
Harap menjadi readers yang cerdas, novel ini mempunyai plot yang cukup berat dan mengandung banyak teka-teki.
Novel ini bersetting luar negri, jadi tolong pikirannya ikut dibawa keluar negeri. banyak adegan kissing scene dan dewasa.
Bukan penulis pro, hanya seseorang yang mempunyai imajinasi tinggi lalu menuangkannya dalam bentuk kata-kata.
Kenali aku lewat karyaku, maka akan kubawa kau hanyut bersama imajinasiku yang terangkai dalam kata.
©2020, Aotian Yu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
忘れないで : Merebut Perhatiannya
Pagi telah menyingsing. Di kamar mewah apartemen yang didesain modern, Chiba masih terbaring di ranjang empuknya. Ia mengerjapkan matanya perlahan, lalu bangun secara spontan karena melihat jam dinding yang sejajar dengan arah pandangnya. Ia meregangkan otot lehernya ke kiri dan ke kanan sebelum memutuskan berdiri dan beranjak menuju kamar mandi.
Sekitar tiga puluh menit, Chiba keluar dari kamarnya dan telah siap memulai agenda kesibukannya hari ini. Ia menengok ke kamar Hana dan menyadari gadis itu tak pulang semalaman. Sepertinya, pria yang berprofesi sebagai penyanyi itu mulai memedulikannya.
Chiba melangkah ke dapur mengambil selembar roti Gandum di kulkas guna mengganjal perutnya yang kosong. Ketika ia menuangkan segelas susu, terdengar suara bel dari pintu apartemennya. Ia bergegas membuka pintu apartemennya tanpa melihat layar CCTV yang terekam di luar. Pintu terbuka, dan ternyata yang datang adalah Ken yang telah siap menjaganya selama beraktivitas.
Chiba mendengus. Wajahnya sedikit kecewa. Tadinya dia berpikir, mungkin yang datang adalah Hana. Sejenak ia bertanya dalam hati, ke mana gadis itu semalaman? Ah, itu bukan urusannya! Namun, bukankah kemarin dia telah bertindak kasar pada gadis yang telah menjadi istrinya itu?
Chiba melirik Ken yang tengah berdiri sambil berkaca di depan cermin besar yang tersedia di ruang tengah.
"Hei, di mana kakakmu? Kenapa dia tidak datang bersamamu?" tanya Chiba heran karena seharusnya pria itu juga datang untuk menjaga Hana.
Ken tersentak. Ia melihat bayangan Chiba di cermin. Sambil tetap merapikan rambutnya, ia menjawab, "Tentu saja kakakku sedang di kampus menjaga istrimu!"
Mendengar jawaban Ken, membuat Chiba sedikit lega. Setidaknya ia tahu jika gadis itu baik-baik saja dan tetap melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.
Di kampus, Hana menghampiri Yu yang setia menunggunya. Gadis itu kembali ceria seperti biasanya seolah tak pernah mengalami masalah. Ia berdiri tepat di samping pria itu sambil menceritakan kejadian lucu di kelasnya dengan menggebu-gebu.
Tiba-tiba Yu berjongkok tepat di hadapannya. Hana menunduk heran melihat Yu. Ternyata pria itu berjongkok untuk mengikat tali sepatu boots Hana yang terlepas. Tak hanya itu, ia juga menggulung kecil ujung celana gadis itu agar tidak kotor.
Tindakan Yu yang begitu perhatian dan peduli memancing reaksi aneh dalam diri Hana. Yu kembali berdiri setelah selesai mengikat tali sepatu Hana. Gadis itu memegang telinganya dan bola matanya bergerak tak tentu arah karena salah tingkah.
Gugup.
Ya, pasti.
Wanita terlalu mudah tersentuh dengan hal-hal kecil namun terkesan romantis.
Pandangan Hana lalu teralihkan pada kerumunan orang. Tak jauh dari tempatnya berpijak, para mahasiswi tengah mengerumuni sebuah mobil mewah sambil berteriak histeris. Tak lama kemudian seorang pria tampan dengan aura artis yang kuat keluar dari mobil tersebut.
Mata Hana terbelalak. Ternyata pria tampan itu adalah Chiba Yamada! Sementara Ken yang berada di sampingnya tengah sibuk menangani fans yang hendak menyentuh idola mereka itu. Bukan rahasia umum lagi jika Chiba adalah penyanyi yang tak mau diajak bersalaman apalagi berfoto bersama. Julukan artis tersombong pun melekat pada dirinya.
Perhatian fans teralih pada bodyguard tampan tersebut. Tak bisa foto bersama dengan idolanya, mereka beralih mendekati Ken seraya mengambil foto bodyguard pribadi Chiba itu. Ken kelabakan dikerumuni gadis-gadis remaja. Hal itu membuat Chiba melebarkan matanya karena sekarang fans malah meninggalkannya dan mengerumuni Ken seraya meminta foto bersama.
"Hei, aku tidak menyuruhmu menemaniku ke sini untuk meladeni mereka," ketus Chiba dengan mimik menahan kesal.
Ken lalu keluar dari kerumunan gadis dan berdiri di samping Chiba sambil merapikan kembali jasnya. "Sepertinya kau mulai khawatir aku bisa merebut hati penggemarmu," sindir Ken dengan suara yang nyaris tak terdengar.
Chiba tak merespon perkataan Ken. Matanya malah fokus menatap Hana dan Yu yang tengah berdiri tak jauh darinya. Ia lalu melangkah menuju ke arah mereka. Tampaknya Hana masih kesal pada pria itu dan memilih memalingkan wajahnya.
"Ayo kita pergi bersama!" ajak Chiba padanya.
Chiba langsung pergi meninggalkannya dan kembali masuk ke mobil. Hana melirik ke arah Yu yang bergeming. Tak lama kemudian Ken memintanya dengan halus agar segera masuk ke mobil Chiba. Hana melangkah berat menuju mobil Chiba dan duduk tepat di samping pria itu.
Ken menghidupkan mesin mobil dan mulai mengendarainya. Sementara Yu masuk ke mobil yang berbeda dan bersiap untuk mengikuti mereka. Sepanjang perjalanan, sepasang suami istri itu hanya diam. Hana menyampingkan wajahnya menghadap jendela mobil. Dari kaca mobil, ia dapat melihat mobil yang di kendarai Yu berada di samping mereka.
Yu dan Hana kompak membuka setengah kaca jendela mobil masing-masing. Yu tersenyum padanya dan gadis itu membalas lengkungan bibir dengan tak kalah lebar. Di sisi lain, Chiba hanya sibuk bersama smartphone-nya dengan earphone yang menutup kedua telinganya.
Akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan, yaitu departemen store termewah di kawasan Ginza, Tokyo. Hana menatap sekeliling tempat yang begitu sepi dan hanya ada para pramuniaga.
"Kenapa tempat ini sepi sekali?" tanya Hana yang memerhatikan seisi tempat yang tak ada satu pun pembeli.
"Aku telah menyewa tempat ini satu jam sebelum kita ke sini. Jadi tak ada seorang pun yang boleh masuk selain kita," jawab Chiba.
Hana hanya dapat membuka mulutnya dengan mata yang membesar. Tidakkah pria ini terlalu berlebihan?
Chiba mulai memilih-milih barang yang akan dibelinya, sedangkan Hana hanya dapat mengekornya dari belakang. Matanya membeliak setiap melihat harga yang tercantum dalam barang. Departmen Store ini menjual fashion item mewah dan siap pakai hasil rancangan desainer lokal maupun luar negeri.
Chiba mengambil sebuah tas limited edition dengan harga fantastis. "Kau mau ini?" tanyanya ke Hana.
Hana langsung merebut tas itu dari tangan Chiba dengan ekspresi senang yang tak terkira. Melihat mimik wajah Hana, Chiba hanya dapat tersenyum sinis. Ya, tujuannya ke sini memang untuk membelikan barang-barang mewah pada gadis itu sebagai permintaan maafnya telah bertindak kasar. Namun, ia tak menyangka jika reaksi Hana seperti itu. Tadinya dia berpikir, mungkin Hana akan berbeda dengan gadis-gadis pada umumnya yang gampang terbuai dengan kemewahan. Entah mengapa dia belum menemukan sesuatu yang menarik dari gadis itu.
Sementara itu, pandangan Yu tak lepas dari sesosok suami istri yang tengah berbelanja barang mewah. Ada sangat banyak barang yang dibelikan Chiba, dan Yu dapat menangkap setiap ekspresi yang dikeluarkan Hana tatkala suaminya mengambil barang mewah untuknya.
Ketika Hana tengah mengekor ke manapun Chiba melangkah, tiba-tiba pandangannya teralih pada Yu yang berdiri di pintu yang serba kaca. Pria itu melambaikan tangannya sambil mengedipkan mata. Hana membalas lambaian tangannya dengan senyum yang lebar. Perhatiannya kini malah tertuju pada bodyguard-nya. Yu membuat tingkah konyol dengan menempelkan bibirnya di pintu kaca hingga bibirnya yang seksi tercetak di kaca pintu tersebut. Yu mengulang tindakannya itu berkali-kali hingga membuat Hana tertawa geli.
Dari jauh Ken melihat kekonyolan kakaknya itu. Ia seakan tak percaya Yu dapat berbuat hal demikian hanya untuk menarik perhatian gadis itu.
"Apa ini adalah kakakku? Wibawanya benar-benar jatuh bersama gadis itu!" cibir Ken dengan mata mendelik.
Chiba yang terus berjalan sambil memilih-milih barang, tiba-tiba menyadari jika Hana tak lagi ada di belakangnya. Matanya menengok ke sana kemari mencari gadis itu. Chiba pun menangkap Hana tengah asyik mengobrol bersama bodyguard-nya. Keduanya terlihat sangat akrab bahkan sesekali tertawa bersama.
.
.
.
.
ini baca utk kedua kalinya
semngat kak💪
mayan suwi moco iki, siki gur jikuk misi tok sepuluh" heleh heleh sok sibuk awakku 🤭