agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ular betina
lea memegang kedua tangan yang sudah mulai berkeriput itu, "sudahlah bik tak apa" diusapnya air mata yang mengalir di pipi wanita paruh baya itu
bibik baik baik sajakan dirumah itu, apa mereka memperlakukan bibik dengan baik? tanyanya lembut
non jangan pikirkan bibik, bibik baik-baik saja, harusnya non yang perlu jaga diri," serunya sedikit panik
apa maksud bik sri? tanya lea
non nyonya jenar menyewa mata mata untuk mencari non, mulai sekarang non haris hati hati, bibik tak tau pasti apa yang di rencanakan nyonya, ucapnya pelan takut di dengar orang lain
agam dan agler berpandangan mendengar penjelasan nek sri, "*ternyata nenek sihir itu memulai perangnya, jangan salahkan aku jika aku bertindak"
agam memegang ponselnya mengirim email kepada orang yang telah berjanji akan membantunya jika dia memerlukan , dan sekaranglah saatnya "paman sekarang aku tagih janjimu, akan aku kirim photo dan dan alamat tempat tinggalnya, datanglah ke indonesia sudah kukirim uang untuk di perjalananmu- AA*
ya agam tak pernah menggunakan nama aslinya dia selalu menggunakan inisial saja, "tunggu dan rasakan pembalasan untuk kalian"
baiklah bi aku akan lebih berhati-hati bibi tak usah khawatir ya, bibi tetaplah dirumah itu, jadilah mata untuk lea, awasi setiap tindakan mereka, tapi ingat jangan sampai mereka curiga, "tukas lea lembut
jangan khawatir non bibi akan melakukannya secara sembunyi sembunyi" bik sri meyakinkan lea
kalau begitu saya permisi non aden kecil, kalian juga hati hati ya
merekapun mengangguk "hati hati bi"
mari kita pulang, mobilpun membela jalanan menuju apartemen
di apartemen clara menyiapkan serangkaian rencana licik untuk menjebak erik, keamanan yang berjaga di depan pintu di buisnya, tapi dia hanya menggunakan bius yang hanya bertahan selama 30 menit, dia harus cepat dan bersembunyi, dia meletakkan aroma terapi yang mengandung perangsang di beberapa tempat, menyalakannya kemudia dia bersembunyi menunggu saat yang tepat.
hari sudah malam tapi erik tak kunjung kembali ke penthouse, kaki clara kesemutan badannya pun terasa aneh, seperti terbakar, dia melangkah keluar, ruangan itu gelap pertanda pemiliknya belum juga kembali.
dia tak bisa menahan gejolak yang di rasakan tubuhnya, dia ingin merasakan kepuasan, dia terjebak akan ulahnya sendiri, tak menduga jika erik tak jua kembali, clara mendekati pintu, menempelkan telinganya kedinding untuk mendengar apakah ada orang di luar atau tidak.
tapi tidak terdengar suara apapun jadi dia memutuskan untuk membuka pintu, di bukanya pintu, melihat ke kanan dan ke kiri tak ada orang dia merasa aman untuk keluar, kaki jenjangnya melangkah menuju lift, memasuki lift menuju lantai dasar, ketika dia pergi penjaga kamar erik tersenyum sinis, beberapa saat lalu erik menelpon mereka dan memberitahukan jika ada penyusup di kamarnya, dan erikpun tau apa yang dilakukan clara di dalam kamar pribadinya, dia mengetahuinya karna melihat cctv kamarnya.
seringai licik terbit dari bibir erik "ular betina itu ingin bermain denganku jangan harap"
sampai di lantai dasar clara menabrak lelaki gendut paruh baya, tatapan matanya menatap clara seperti menatap mangsa, air liurnya hampir menetes melihat tubuh seksi clara, "apa kau butuh bantuan nona" clara yang hasratnya sudah membuncah berharap cepat tersalurkan, ia menerima ajakan pria tua itu, mengikutinya sampai ke dalam apartemennya".