NovelToon NovelToon
Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:603.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Rahayu

Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Fatimah yang biasa di panggil Fatim berasal dari keluarga yang cukup berada namun sangat tomboy dia anak semata wayang yang tak pernah menyukai laki - laki karena menganggap semua lelaki adalah sama seperti ayahnya yang menurutnya berengsek karena tega meninggalkannya dan ibunya sewaktu ia masih kecil.

Akankah semuanya berubah sejak ia mengenal sosok Abas lelaki sederhana murid pindahan yang sekarang sekelas dengannya.

Apakah Fatim akhirnya akan merasakan jatuh cinta dimasa SMA nya???
Siapakah lelaki yang dapat memenangkan hatinya??? ikuti kisah selanjutnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEKCOK

"Eh Fatim tunggu.. "Teriak Rangga.

"Maaf kak gue piket.." Berlalu sambil menarik Yati yang masih kepo. Fatim sengaja menghindari Rangga karena ia sudah tahu maksud hati Rangga.

"Akhhhh.. " Teriak Rangga kesal.

"Udah bro nanti kita samperin dia ke kelasnya saja, yuk.. "Merangkul pundak Rangga.

*Gue harus bisa memilikimu Fatim, batin Rangga.*

Dengan perasaan yang sangat kesal Rangga berlalu ke kelasnya ditemani Dimas. Wajah Rangga dingin tanpa senyuman.

"Haii kak Rangga.. "

"Pagiii kak.. "

Semua saapan dari para wanita yang menggilai Rangga bergantian menyapa, namun tak satupun yang ditanggapi Rangga.

Semua penggemar Rangga keheranan mengapa pujaan mereka hari ini terlihat murung, tidak seperti biasanya karena rasa penasaran mereka berusaha mengoreknya dari Dimas.

"Kak Dimas...Apa yang terjadi ? Mengapa kaka Rangga dingin begitu hari ini?" Tanya mereka penasaran.

"Nanti loe - loe semua tanya saja keorangnya langsung ya gue nggak mau salah jawab nantinya, bye.. " Meninggalkan kerumunan para gadis.

Semua nampak kecewa namun mereka tidak bisa berbuat apa - apa.

Kini Dimas sudah menyusul Rangga memasuki kelas, dan duduk disampingnya.

"Kenapa loe jadi badmood, apa karena Fatim yang nyuekin loe? "

"Iya, entah mengapa hati gue kesel banget, mengapa Fatim seolah tak sama sekali tertarik melihat gue, nggak seperti gadis - gadis yang lain.."

"Justru itu kelebihan Fatim, bisa membuat seorang Rangga yang playboy mati kutu dan mati gaya.." Sambil menepuk pundak Rangga.

"Ini menarik bro, kita lihat sampai berapa lama loe bisa naklukin Fatim, kalau loe berhasil tuh motor gue ambil buat loe.." Ucap Dimas sambil tersenyum.

"Loe benerana mau ngasih tuh motor buat gue?"

"Iya jika loe bisa jadian dalam satu bulan ini.."

"Thanks Bro, loe emang selalu bisa buat gue kembali mood, gue siap belajar jadinya.. " Tertawa menepuk pundak Dimas.

Bel panjang tanda masuk kelas berbunyi....

" Teeeeeeeettttt.."

Semua anak telah berbaris rapi dilapangan upacara, dan bagi anak - anak kelas 10 ini adalah upacara perdana mereka sebagai siswa di SMA Unggulan.

Yang menjadi petugas hari ini adalah kelas 11A yaitu kelas idola sekolah. Para petugas sudah menempati posisinya masing - masing, Gladis kebagian sebagai dirjen, Dimas sebagai ajudan pembina upacara. Riska, Weni, juga Mitha menjadi pembawa bendera, dan Wilson menjadi pembaca Undang - Undang Dasar 45, sedangkan Rangga sebagai pemimpin upacara.

Rangga terlihat sangat gagah dan tampan dengan seragam yang rapi, lengkap dengan atribut sekolahnya. Suaranya yang lantang membuat semua gadis ingin berteriak memanggil namanya, namun semua ditahan dulu karena mereka sedang upacara.

Upacara berjalan dengan sangat hikmat, semua mata teruju pada idola sekolah mereka, siapa lagi kalau bukan anak - anak kelas 11A. Semua pentolan sekolah berkumpul dikelas yang sama.

Setelah Bapak Kepala Sekolah selesai memberikan sambutan yang intinya mengucapkan wellcome to anak - anak yang sudah lulus MOS kemarin.

Upacara akhirnya selesai setelah hampir satu jam. Dan kegiatan rutin setelah uoacara adalah razia kelas dan seluruh ruangan yang akan dilakukan piha osis bersama bagian kesiswaan disekolah mereka.

Kali ini razia akan dilakukan untuk anak - anak yang tidak upacara, tujuannya adalah untuk mendisiplinkan siswa.

Raziapun digelar banyak juga anak - anak yang terjaring dan salah satunya Fatim, ia terjaring karena tidak memakai seragam lengkap, Fatim tidak memakai dasi.

Semua anak yang terjaring hampir dua puluh orang, dan mereka diarak sampai kelapangan upacara. Disana semuanya disuruh berdiri menghadap tiang bendera.

Melihat Fatim yang dihukum membuat Yati menangis sesegukan dari kejauhan, pasalnya karena dialah Fatim dihukum, Yati lupa membawa dasi dan menangis karena takut dihukum. Melihat Yati menangis tentu saja Fatim tidak tega, akhirnya ia memberikan dasinya pada Yati, jadilah Fatim berdiri disana sekarang.

"Semua salah gue.. hiks.. hiks.. " Suara tangisan Yati mulai terdengar.

"Frennn maafin gue, gara - gara gue loe dihukum.. hiks.. hiks.." Sambil sesegukan melihat Fatim yang berdiri dengan tegak dihadapan tiang bendera.

Satu jam sudah Fatim dan kawan - kawan menghadap tiang bendera, peluh mulai mengucur membasahi wajah dan tubuh mereka, malah sudah ada lima anak yang tumbang dan segera dilarikan ke UKS karena tidak kuat berjemur.

Akhirnya sang ketua Osis mendekati mereka dan memerintahkan hukuman berikutnya yaitu membersihkan semua toilet yang ada dusekolah sebab mereka tidak diperbolehkan ikut empat jam mata pelajaran.

Setelah pembagian tugas selesai, kini mereka meninggalkan lapangan upacara dan segera menuju gudang untuk mengambil perlengkapan untuk membersihkan toilet sekolah.

Terihat Fatim berjalan dengan santai bersama dengan beberapa teman perempuan lainnya yang dihukum. Saat akan memasuki gudang, tiba - tiba tangan Fatim ditarik oleh Rangga dan dibawa kebelakang gudang.

"Apaan sih kak, lepas.. gue nggak suka loe tarik - tarik.. "Sambil menarik tangannya supaya terlepas.

Pegangan tangan Rangga terlepas.

"Loe bisa nggak, nggak usah teriak - teriak, sekali - kali nurut sama kakak coba.." Ucap Rangga sedikit kesal.

Fatim diam memandang wajah Rangga yang sedikit terlihat merah karena menahan marah.

"Gue kesini mau nanyain loe,.apa kenapa loe sampai dihukum? Apa loe nggak tahu aturan sekolah kita hah?"

"Udah cuma itu aja, oke gue jawab, pertama gue dihukum karena nggak bawa dasi, kedua gue sangat paham aturan sekolah ini, puas kakak udah dapat jawabannya? "

Rangga terdiam, dia sadar mungkin nada ucapannya terlalu keras hingga membuat fatim ikut ketus.

"Hmmm bukan begitu kakak nggak maksud buat loe marah, maaf ya kakak cuma nggak mau ngelihat orang yang kakak sayang dihukum kayak gini, apa lagi harus membersihkan semua toilet disekolah ini yang jumalahnya banyak, kakak nggak mau loe capek dan sakit nanti.. " Ucap Rangga menjelaskan.

"Gue ngerti maksud kakak tapi maaf gue m

nggak bisa lari dari hukuman gue, kalau kakak nggak tega sama gue harusnya nggak tega juga pada semuanya bukan gue saja, dan satu hal kakak jangan menyayangi gue, karena gue nggak suka, gue nggak mau jadi bahan bullyan para gadis yang menyukai kakak, permisi.." Berjalan meninggalkan Rangga menuju gudang.

Rangga terlihat sangat frustasi dibuat Fatim.

"Ya Tuhannnn cara apa yang harus gue pake biar Fatim suka sama gue, akhhhh.." Teriak Rangga sambil meremas rambutnya.

Dari kejauhan Gladis melihat Rangga menarik Fatim kebelakang gudang dan ini membuatnya sangat marah pada Rangga dan Fatim, dalam benaknya pasti Rangga telah melakukan sesuatu seperti ciuman atau apalah, dan dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara Rangga dan Fatim.

Dengan tergesa - gesa Gladis mendekati Rangga yang masih diam mematung ditempatnya.

"Rangga..!"

"Apa yang loe lakuin berdua sama Fatim barusan, gue nggak terima kalau loe jadian sama Fatim, loe itu milik gue.. hanya mikik gue dan nggak ada yang boleh memiliki loe selain gue.. "Berteiak didepan Rangga.

Rangga yang sedang kesal semakin kesal dibuat Gladis.

"Loe apa - apaan sih Dis, datang - datang langsung ngamuk kayak beruang lepas aja, loe nggak usah gangguin gue, gue lagi kesel.. " Berjalan menjauhi Gladis.

Melihat Rangga yang berjalan menjauhinya Gladis semakin kalap.

"Rangga berhenti nggak loe..!"

"Rangga..Berhenti..! "

"Kalau loe nggak berhenti gue akan nyakitin Fatim loe itu.. " Menatap tajam kearah Rangga.

Mendengar Gladis akan menyakiti Fatim akhirnya Rangga berhenti.

Perlahan Gladis mendekat dan memeluk Rangga dari belakang.

"Lepasin gue Dis, gue nggak mau dilihat oleh orang lain, gue ketua Osis loe inget itu.."

"Oke gue akan lepasin loe dengan satu syarat.. "

"Apa..? "Tanya Rangga.

"Loe harus mencium gue seperti yang tadi loe lakuin ke Fatim.. "

"Loe gila ya, gue nggak ciuman sama Fatim, yang loe lihat tak seperti yang loe bayangin.." Ucap Rangga pelan.

"Gue nggak percaya sama lao.. "

"Kalau nggak percaya ya sudah, gue pergi.." Melepaskan pelukan Gladis.

Gladis sangat kesal, dan ia berencana memarahi Fatim ke toilet. Dengan cepat Gladis kembali Ke kelasnya mengajak Weni, Riska, dan Mitha untuk ngerjain si Fatim.

Setelah mencari dibeberapa toilet akhirnya mereka bertemu Fatim, dengan sengaja Gladis Cs kembali mengotori toilet yang sudah Fatim dan beberapa temannya.

"Yah.. kenapa kalian kotori lagi sih, kita baru saja membersihkannya, kita sudah capek Dis.. " Ucap Sari salah satu anak kelas 11A juga yang tadi dihukum bersama Fatim.

"Oh maaf ya Sari kita sengaja.. Ha. ha.. " Ucap Gladis dan diikuti ketiga temannya.

Sari terlihat sangat kesal dan hampir menangis, dia tahu tidak akan mungkin melawan Gladis CD.

Mendengar keributan yang terjadi akhirnya Fatim keluar juga dari dalam tolilet yang sedang dibersihkannya, dengan membawa seember air yang telah dicampuri pembersih lantai.

"Kenapa kak Sari ? Apa terja.. " Fatim tak melanjutkannya ucapannya saat tahu yang mencari ulah adalah Gladia CS.

"Kenapa diem.. takut loe hah.. " Bentak Gladis.

"Gue.. takut.. nggak.. " Ucap Fatim sambil menggelengkan kan kepalanya.

"Gue nggak takut sama loe, gue hanya nggak mau cekcok sama loe dan CS loe itu, sebaiknya loe segera pergi dan bawa sampah - sampah loe itu.. " Ucap Fatim santai.

Sari tampak semakin takut melihat Fatim yang berani ngejawab Gladis CS.

" Fatim.. udah nggak usah dilawan loe belum tahu siapa mereka.." Bisik Sari.

"Udah kak nggak apa - apa kok, gue kenal siapa mereka, kakak tenang saja.. " Ucap Fatim berbisik ditelinga Sari.

"Heh loe ngomongin kita ya hah.. nih rasakan ini.." Gladis mengambil tumpukan sampah dan Melemparnya kewajah Fatim dan Sari, namun dengan cepat Fatim menarik tubuh Sari menghindar, sehingga tumpukan sampah yang dilempar Gladis berhamburan memenuhi ruang toilet yang sudah Fatim. bersihkan.

"Loe bisa diomongin baik - baik nggak kak Gladis CS, gue nggak mau cekcok sama loe, jadi tolong segera bersihkan sampahnya dan tinggalkan toilet ini.. " Fatim mulai meninggikan suaranya.

"Kalau loe nggak mau cekcok sama kita - kita yang super dalam segala hal ini mau loe apa hah.. " Teriak Gladis.

"Kalian mau tahu apa mau gue.. ?" Perlahan Fatim berjalan mendekati Gladis sambil membawa ember yang penuh dengan air yang yelag bercampur dengan pembersih lantai dan..

"Byurrrr.. " Tubuh Gladis dibanjur oleh Fatim dengan air didalam ember.

"Akhhhh tubuh gue basah.. loe udah gila ya hah.. loe ti.. " Belum selesai Gladis bicara sekali lagi Fatim me menyiramnya dengan air itu dan sekarang dari atas kepala Gladis.

"Akhhhh.. loe.. gilaaa.. " Teriak Gladis marah.

Saat Riska, Weni, dan Mitha akan membantu mereka juga dapat guyuran air dari Fatim.

"Gue akan lebih gila kalau kalian tidak memunggut kembali sampah - sampah itu.. " Ucap Fatim siap dengan air dalam embernya.

Tanpa banyak suara keempat gadis itu memungut sampah yang tadi mereka tebar dan keluar dari toilet yang Fatim dan Sari bersihkan.

"Awasss loe Fatim, gue nggak terima loe perlakukan seperti ini, gue akan laporin loe ke kepala sekolah.. " Ancam Gladis sambil berlalu bersama teman - temannya dengan tubuh yang sudah basah kuyub.

"Fatimmm loe hebatttt.." Memeluk Fatim.

"Biasa aja kali kak.. "

"Baru kali ini gue lihat ada yang berani membalas Gladis CS.. "

"Oh Fatim you are my hero.. " Ucap Sari terharu.

Bersambung....

Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.

Jangan lupa Mampir juga ke Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku Arsitek Cantik. Aku tunggu ya.

1
Andi Fitri
bagus banget karya kmu Thor..tpi ko udh ga ada up nya
Bu Fit: insyaaAllah ini mau segera dilanjut setelah lama hiatus. maaf membuat kalian menunggu
total 1 replies
Andi Fitri
Yati tiap lht cowok ganteng lgsg jatuh kecentilan..😁
Andi Fitri
pak dokter alasan aja anggap adek padahal lain di bibir lain di hati
Andi Fitri
pak dokter jgn terlalu pede fatim tdk suka sama laki2 yg terlalu pede Krn dia sudah jdi calon istri lelaki Sholeh..
Andi Fitri
pasti putra atau gladis...
Andi Fitri
lah pak Komar pamer anakx hafalan 30 jus tau agama tpi ko maksa..tau agama tdk suka pamer dan memaksakan kehendak..🤭
Andi Fitri
sdh aku duga pelakunya putra sengaja dia rusak motor agar bisa mengajak Fatim di mobilnya..
Andi Fitri
ya Rabb msh ada kh manusia tulus seperti Nadya dan fatim di dunia nyata..
Andi Fitri
gladis baru jdi anak kepsek aja udh belagu blm tau siapa fatim..
Andi Fitri
author bikin air mata meluncur dgn sendirinya..😭😭
Andi Fitri
Yati jgn terlalu pede jual mahal dikit sm cowok dong..
Andi Fitri
karya2 author mmg sllu bikin hati tertampar tpi bikin adem dgn pesan2 agamanya ..👍👍👍
Andi Fitri
karya author memang sllu bikin terharu dan byk pelajaran yg bisa kita ambil..👍👍👍
Nata
thor saya SDH nunggu hampir 2 tahunan lohhh....

semangat Thor,, sehat selalu
Bu Fit: insyaaAllah aku udah kembali, izin melanjutkan kisah yang terlerai
total 1 replies
Ila Lain
kapan dilanjutin Thor???
Qina Zahra
jangan lama thor aq suka banget segera temukan lagi abas ma fatim
Agus Rachmad Riduwan
moga tetap semangat berkarya
Rasni 01
mampir kesini Krn rekomendasi dr KK fit.(cinta untuk dokter nisa)
maura shi
layangan putus nih
Hidayati Rizkia
up tiap hari dong......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!