Hi ☺️
BELUM DI REVISI DAN MASIH BANYAK TYPO
Seorang gadis yatim piatu yang mencintai kakak angkatnya yang bernama Ismail Marzuki.
Cinta mereka di uji ketika Pak Pandu mengancam Ismail Marzuki untuk menikahi anaknya yang bernama Zilla untuk menutupi aib anaknya yang hamil di luar nikah. Di sebabkan Pak Pandu tidak merestui Zilla menikah dengan Asril. Laki-laki yang kanan kiri otak perempuan dan jauh dari agama.
Ikuti kisah kelanjutannya Bagaimana cinta mereka apakah Ismail akan bersama dengan Uswa ataukah Ismail akan bersama dengan Zilla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Malam ini Zilla mengenakan gaun sangat indah, gaun itu pemberian dari Asril di hari ulang tahun kemarin. Zilla berpikir malam ini akan bertemu dengan Asril bersama Papa Pandu, yang di anggapnya Papa Pandu sudah merestui hubungan mereka.
"Mungkin saja Papa berubah pikiran melihat keadaanku akhir-akhir ini yang sangat kacau. Sepertinya Papa merasa kasihan kepada ku dan akhirnya merestui hubungan ku dengan Asril. Wah.... Aku tidak bisa mempercayai apa yang sudah terjadi dengan ku saat ini" Pikir Zilla melihat dirinya di depan cermin
Zilla menuruni anak tangga di lihatnya sudah ada Papa Pandu yang berada di ruang makan.
"Malam sayang" Sapa Papa Pandu kepada Zilla berjalan mendekat ke arahnya
"Malam juga Papa sayang" Jawab Zilla duduk di samping kursi Papa Pandu
"Makanlah yang banyak, Zilla mau makan pakai apa? Biyar Papa ambilkan?" Tanya Papa Pandu
"Hm... Zilla bisa ambil sendiri, Pa" Jawab Zilla
"Malam ini Tuan Putri tenang duduk di kursinya. Papa yang akan melayani makan Tuan Putri. Tuan Putri mau makan pakai apa?" Tanya Papa Pandu tersenyum
"Pakai ikan goreng saja, Pa. Nasinya satu centong saja" Jawab Zilla membalas senyuman Papa Pandu
"Oh... Rupanya Tuan Putri menyukai ikan goreng yha. Ini makanan Tuan Putri di habiskan iya makanannya" Ucap Papa Pandu meletakkan piring yang terisi makanan untuk Zilla
"Terimakasih Papa" Jawab Zilla
"Sama-sama Tuan Putri" Ucap Papa Pandu
"Kita jadi pergikan, Pa. Malam ini? Tanya Zilla memastikan
"Jadi sayang. Kenapa? Tanya Papa Pandu
"Zilla hanya memastikan saja, Pa" Jawab Zilla
"Kau terlihat sangat cantik malam ini dengan gaun itu" Ucap Papa Pandu
"Terimakasih Pa" Jawab Zilla
"Apa kamu sudah siap untuk malam ini? Tanya Papa Pandu
"Siap Pa. Zilla sangat berterima kasih kepada Papa karena malam ini Zilla dan Papa akan bertemu dengan Asril. Zilla sudah tidak sabar ingin menemuinya" Jawab Zilla
"Asril" Ucap batin Papa Pandu
"Pa..." Panggil Zilla
"Sayang, Kita akan makan malam terlebih dahulu terus kita akan berangkat ke..." Ucap Papa Pandu belum selesai menjelaskan kepada Zilla
"Pokoknya Zilla sangat-sangat berterimakasih, Pa. Zilla tidak habis pikir akhirnya Papa berubah pikiran dan merestui juga hubunganku dengan Asril" Ucap Zilla memeluk Papa Pandu
"Iya" Jawab Papa Pandu asal
Malam ini wajah Zilla berbinar-binar, Zilla nampak ceria dan tidak murung lagi. Papa Pandu yang melihat Zilla pun ikut senang melihat putrinya seperti itu. Meskipun ada sedikit ke salah pahaman di antara mereka.
"Pa... Zilla sudah menyelesaikan makan malam. Zilla pamit ke kamar dulu, mau ambil ponsel dan tas Zilla" Ucap Zilla
"Iya, Nak" Jawab Papa Pandu
Saat itu juga Pak Pandu langsung pergi menuju ke dapur mencari Bu Ain. Apa yang sudah Bu Ain bicarakan kepada Zilla, sampai Zilla berpikir malam ini akan menemui Asril.
"Ada-ada saja Bu Ain ini" Ucap Pak Pandu Mengacak-ngacak rambut miliknya
"Bu. Bu Ain" Panggil Pak Pandu yang berada di dapur
"Iya ada apa Pak? Tanya Bu Ain
"Bu Ain sudah berbicara apa saja kepada Zilla? Tanya Pak Pandu
"Bicara soal apa Pak? Saya tidak pernah membocorkan soal rahasia kehamilan Zilla kepada, Nak Zilla" Jawab Bu Ain ceplas-ceplos
"Bisa tidak kalau bicara itu jangan ceplas-ceplos. Turunkan sedikit suara Bu Ain nanti ada orang yang mendengarkan pembicaraan kita" Ucap Pak Pandu
"Tapi bener Pak. Saya tidak pernah membocorkan rahasia itu" Jawab Bu Ain pelan
"Bukan soal itu. Kalau itu masih aman" Ucap Pak Pandu
"Terus soal apa Pak? Tanya Bu Ain berbisik
"Soal kenapa malam ini Zilla beranggapan kalau aku akan mempertemukan Zilla dengan Asril dan sekaligus saya ini sudah merestui hubungan mereka. Aneh kan, siapa yang sudah membohongi Zilla dengan berbicara seperti itu" Jawab Pak Pandu
"Soal itu Pak. Anu eh a... Nu" Ucap Bu Ain terbata-bata
"Anu-anu apa Bu Ain. Tolong jelaskan kepada saya! Jangan buat salah paham di antara saya dan Zilla seperti ini" Jawab Pak Pandu
"Maaf Pak. Saya sudah berbohong kepada Zilla kalau malam ini Zilla akan bertemu dengan Asril. Saya lakuin itu semua agar Zilla mau makan dan minum obatnya. Saya perihatin melihat keadaan, Nak Zilla saat ini" Ucap Bu Ain menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi tadi sore
"Apa" Ucap Pak Pandu terkejut
"Sekali lagi saya minta maaf Pak, hanya itu yang bisa membujuk agar Zilla mau makan Pak" Jawab Bu Ain
.
.
"Papa. Zilla sudah siap ini, Pa!" Teriak Zilla saat berada di ruang makan
"Hm..." Pak Pandu berdehem saat keluar dari dapur
"Papa. Kenapa? Tanya Zilla dengan menunjuk ke arah dapur
"Oh... Papa hanya ingin berpamitan kepada Bu Ain. Iya berpamitan" Jawab Papa Pandu mengulanginya
"Kenapa? Tanya Zilla memastikan
"Iya gitu. Siapa tau nanti kita pulang malam dengan begitu kan mereka bisa tidur lebih dahulu" Jawab Papa Pandu
"Tapi Pak Tejo ikut kita kan Pa? Tanya Zilla
"Tidak. Pak Tejo di rumah" Jawab Papa Pandu
"Terus siapa yang akan mengantarkan kita? Tanya Zilla
"Boy yang akan mengantarkan kita. Ayo, kita ke depan. Pasti Boy sudah menunggu kita, Nak!" Jawab Papa Pandu
"Ayo, Pa" Ucap Zilla
.
.
Malam ini udara terasa sejuk dan dingin hingga menusuk ke tulang Zilla. Zilla sejenak berpikir kemana kita akan pergi malam ini. Kalau pun akan menemui Asril, kenapa mobil ini berhenti tepat di Klinik Ganesa.
"Apa terjadi sesuatu dengan Asril" Ucap batin Zilla saat turun dari mobilnya
"Pa" Pangil Zilla kepada Papanya yang baru turun dari mobil
"Iya. Kenapa, Nak? Tanya Pak Pandu
"Kenapa kita ke sini? Apa terjadi sesuatu dengan Asril, Pa? Tanya Zilla panik
"Tidak ada, Nak" Jawab Pak Pandu
"Kemarilah" Ucap Papa Pandu
Zilla langsung berjalan mendekat menuju Papa Pandu, seketika Papa Pandu mengandeng tangan Zilla dan berjalan beriringan masuk ke dalam Klinik
"Selamat malam, Pak" Sapa Dokter Fanya saat perpapasan dengan Pak Pandu dan juga Zilla
"Selamat malam Dokter Fanya" Jawab Pak Pandu tersenyum
"Mari, Pak ruangan saya di sebelah sana" Ucap Dokter Fanya menunjukkan arah ruangannya
"Iya, Dok" Ucap Pak Pandu
Dokter Fanya berjalan di depan Pak Pandu dan juga Zilla, sesampainya di depan ruangannya.
"Mari, Pak silakan masuk" Ucap Dokter Fanya
"Terimakasih" Ucap Pak Pandu
"Apa ini yang bernama Zilla? Tanya Dokter Fanya melihat ke arah Zilla
"Iya, Dok. Ini anak saya yang bernama Zilla" Jawab Pak Pandu
"Hallo Zilla. Perkenalkan saya Dokter Fanya" Ucap Dokter Fanya mengulurkan tangannya
"Hallo Dok. Nama saya Zilla, senang berkenalan dengan anda" Jawab Zilla menjabat tangan Dokter Fanya
"Zilla kamu berbaring di atas tempat tidur dulu, Nak" Ucap Dokter Fanya menunjuk tempat tidur yang berada di dalam ruangannya
"Berbaring, tempat tidur" Jawab Zilla menautkan kedua alisnya penuh dengan tanda tanya yang berada di pikirannya
"Iya" Ucap Dokter Fanya
"Kamu tunggu di sana dulu iya, Nak" Sambung Papa Pandu
"Mari, Pak kita berbicara di luar terlebih dahulu" Ucap Dokter Fanya kepada Pak Pandu
"Oh... Iya, Dok" Jawab Pak Pandu
"Berbicara di luar, Berbicara soal apa? Kenapa aku tidak boleh mendengarkan pembicaraan di antara mereka" Ucap batin Zilla bingung
Pak Pandu terlebih dahulu ke luar ruangan Dokter Fanya, kemudian di susul dengan Dokter Fanya dari belakang dan sebelum keluar ruangan Dokter Fanya tersenyum kepada Zilla.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi dengan ku? Aku harus menguping pembicaraan di antara mereka? Tanya batin Zilla
Zilla berjalan menuju ke arah pintu dan menempelkan telinganya agar mendengarkan membicarakan di antara Papa Pandu dan Dokter Fanya.
"Maaf Pak. Apa anak Bapak siap melakukannya di malam ini? Apa Bapak sudah mempertimbangkanya dengan baik-baik? Apa nantinya Bapak tidak akan menyesalinya? Tanya Dokter Fanya
"Tidak Dok. Saya sudah siap jika aborsi ini dilakukan malam ini. Anak saya juga sudah menyetujuinya" Jawab Pak Pandu
"Deg, seketika detak jantung Zilla berhenti. Lututnya terasa lemas, Zilla terjatuh dan tidak bisa berkata apa-apa. Hamil, Aborsi? Aku sedang hamil saat ini? Tanya Zilla kepada dirinya sendiri dengan mengelus perutnya
"Kenapa Papa tidak pernah memberi tahu ku kalau aku hamil saat ini? Dan kenapa aku begitu bodoh sampai aku tidak tahu kalau aku hamil mengandung anak Asril. Iya ini pasti anak Asril?" Ucap Zilla lirih
"Aku harus keluar dari Klinik Ganesa ini. Aku tidak mau mengugurkan kandunganku. Anak ini tidak bersalah dan tidak pantas untuk mati. Aku akan menjagamu, Nak. Tenanglah kamu bersama Ibumu pasti akan aman" Ucap Zilla menangis
"Mari Pak, sebaiknya Bapak menemui kembali anak Bapak" Ajak Dokter Fanya
"Iya. Aku akan menemuinya lagi" Jawab Pak Pandu
Zilla yang mendengarkan Ucapan Papa Pandu dan Dokter Fanya langsung berlari menuju ke tempat tidurnya.
"Zilla" Panggil Papa Pandu yang baru masuk ke dalam ruangan
"Papa. Zilla ingin ke toilet sebentar boleh tidak" Tanya Zilla santai seolah-olah tidak terjadi sesuatu
"Toilet. Boleh lah, Nak. Silahkan" Jawab Papa Pandu tersenyum
Zilla turun dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke luar ruangan. Saat pintu di buka Zilla terkejut melihat Boy dan anak buahnya begitu banyak yang berada di sekitar ruangan tersebut.
"Apa ini juga perintah Papa? Tanya batin Zilla
"Zilla mau ke mana? Tanya Boy mengagetkan Zilla
"Mau ke toilet? Apa kamu mau ikut? Tanya Zilla berusaha berbicara santai agar tidak kelihatan gugup di depan mereka
"Tidak" Jawab Boy tersenyum
"Yasudah" Ucap Zilla
Zilla berjalan dengan biasa saja, sampainya di dalam toilet Zilla mondar-mandir mencari cara agar bebas dari Papanya. Zilla tidak ingin anaknya di aborsi, Zilla akan melakukan cara apapun untuk melindungi anaknya. Zilla berpikir untuk kabur ke rumah Nidya atau Mira. Tapi niat Zilla di urungkan karena Boy dan Papa Pandu sudah tahu rumah mereka, pasti akan segera menemukannya. Zilla berniatan meninggalkan Klinik tersebut melalui pintu belakang dan langsung menuju ke hotel yang jauh dari kotanya. Zilla keluar dari toilet dan berjalan mengendap-endap melihat keadaan sekitar apakah ada anak buah Boy yang melihatnya atau tidak. Saat Zilla berhasil ke luar dari pintu belakang, Zilla segera menghentikan ojek yang melintas di jalan tersebut dan langsung menuju ke hotel tempat tujuan akhirnya.
Tiga puluh menit kemudian tidak ada tanda-tanda Zilla keluar dari toilet. Pak Pandu yang menunggu di dalam merasa gelisah. Pak Pandu keluar menemui Boy.
"Boy. Dimana Zilla? Tanya Pak Pandu
"Tadi pamit ke toilet, Pak" Jawab Boy
"Cari ke toilet" Perintah Pak Pandu
Boy dan anak buahnya segera menuju ke toilet saat di lihatnya satu persatu di dalam toilet ternyata tidak ada Zilla. Boy segera melaporkannya ke Pak Pandu, sedangkan yang lainnya tetap mencarinya.
"Maaf Pak. Zilla tidak ada di toilet" Ucap Boy
"Sial" Teriak Pak Pandu
"Cari dia" Perintah Pak Pandu
"Siap Pak" Ucap Boy yang hendak pergi dari hadapan Pak Pandu, namun sudah ada anak buahnya yang datang untuk melapor sesuatu
"Bagaimana? Tanya Boy
"Maaf Pak. Sepertinya Zilla kabur" Jawab salah satu anak buah Boy
"Kalian cari Zilla sampai ketemu dan bawa Zilla ke hadapanku malam ini juga" Ucap Pak Pandu murka
Bersambung... ✍️
My Little prince dan VCPD 🤩
"vampir yg sangat lembut" ditunggu kakak
7in1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💜💜💜💜
7in1
💗💗💗💗💗💗💗
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕♥️♥️♥️
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
7in2
Rate ⭐⭐⭐⭐
kembali
💜💜💜💜💜
kembali
🖤🖤🖤🖤🖤