NovelToon NovelToon
DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Balas Dendam / Romansa Modern / Romansa Fantasi
Popularitas:173.3k
Nilai: 5
Nama Author: nona manies

Elza Rose Arabella berniat membalas dendam akibat meninggalnya kakak kandungnya keluarga satu satunya , dia bunuh diri disebabkan oleh kandasnya hubungan percintaan akibat perselingkuhan yang pacarnya lakukan.Elza berjanji pada dirinya sendiri akan menuntut balas pada seorang pria yang sama sekali dia belum kenal.


Tama Aditya seorang pengusaha sukses, perusahaan nya sangat berkembang pesat saat bekerja sama dengan global grup perusahaan milik sahabatnya Arsenio kalandra bramantyo, selain itu pelindung dari perusahaannya adalah TIGER WHITE kelompok mafia nomor satu dinegara ini mampu membuat perusahaan peninggalan mendiang orang tuanya semakin kuat.

Selain kesuksesannya wajah Tama yang Tampan mampu membuat semua wanita manapun tertarik terhadapnya membuat Tama menjadi seorang Casanova dia memacari setiap wanita yang mengutarakan perasaannya. Tidak ada cinta, dia hanya membutuhkan belaian dari para wanitanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sangat berbahaya

Selepas kepergian Tama, Elza masuk kedalam apartemen, suasana sunyi langsung terasa karena apartemen luas ini hanya ada dirinya sendiri disini, tapi hal itu tak membuat takut gadis itu mengingat dia sudah terbiasa hidup sendiri selama ini, bahkan dulu saat kak Zara masih hidup dia sering kali sendiri saat malam, entah karena lembur atau kakaknya itu keluar kota untuk menangani proyek.

Elza duduk dikursi makan, dia menatap piring yang tadi digunakan oleh Tama, tatapan matanya yang saat ini menajam tersirat luka yang sangat dalam.

" sembari mencari tahu penyebab meninggalnya kak Zara,aku harus membuatnya jatuh hati sampai ketaraf cinta mati" batinnya bermonolog, dia mengepalkan tangannya yang dia letakan diatas meja.

"setelah itu tinggalkan dia! hahahaha" sekarang wanita cantik itu malah menyeringai, seperti psycopat.

"dia akan menerima akibat setelah mempermainkan banyak sekali wanita!"

Elza membuang nafasnya panjang sekali, dia mencoba menahan gejolak tak nyaman pada hatinya saat memikirkan betapa jahatnya pria yang beberapa waktu lalu bersama dengannya "kamu bisa melakukan ini el!" batinnya menyemangati.

"ahh... saatnya beberes" berdiri dengan semangat, dan segera mencuci piring dan bersiap membersihkan seluruh ruangan apartemen milik Tama.

Elza menenteng kantong sampah, dia menempelkan jarinya diatas lock door dan kunci pintu langsung terbuka.

"eh--"

Elza terkejut saat melihat ada dua orang yang berjaga didepan pintu, apalagi sekarang mereka menunduk menyapa. "selamat siang nona"

"siang, apa yang kalian lakukan disini?" pertanyaan bodoh terlontar begitu saja, padahal dia tahu sendiri kalau mereka adalah penjaga keamana apartemen.

"ini pekerjaan kami nona, berjaga disekitar sini"

Elza mengangguk, ternyata selain dilantai dasar diluar apartemen Tama ternyata dijaga ketat begini juga.

"nona mau membuang sampah ya? sini biar saya saja" mengulurkan tangan tapi dengan cepat Elza menggeleng.

"tidak! saya bisa sendiri"

Penjaga itu mengangguk dan membiarkan Elza membuang sampah ditempat sampah.

Pria itu terus menerus menatap Elza yang sedang memasukan sampah yang tadi dia bawa kedalam tempat sampah

"jaga matamu Van!!" penjaga yang bernama Evan itu tersentak kaget saat earpiece yang terpasang ditelinganya berbunyi, suara tuan nya yang memekik membuat telinganya berdengung.

Dia secara sepontan mendongak dan menatap kamera cctv yang terpasang disetiap sudut depan apartemen Tama itu.

"maaf tuan" menunduk dan tak mau lagi memperhatikan Elza.

"jangan memandanginya, menunduk saat dia lewat!!"

Evan tertegun sebentar, dia masih mencerna ucapan Tama.

"hey bodoh!! jangan menatapnya, kau dengar?! abaikan saat dia lewat!!"

Evan mengangguk mengerti, sampai saat wanita cantik itu melewatinya dia benar benar menunduk tak berani mendongak karena mengetahui sekarang Tama sedang memperhatikannya dari kamera pengawas.

Elza sedikit bingung melihat sikap penjaga pintu itu, padahal tadi dia sangat ramah tapi kenapa sekarang dia menunduk begitu? Elza angkat bahu acuh, tak mau memikirkannya dan dia langsung saja masuk kedalam apartemen.

Dimulai dari menyapu dan mengelap meja dan semua yang perlu dibersihkan, Elza kemudian mengepel lantai sampai benar benar bersih serta kinclong.

"hah bahkan sekarang aku bisa bercermin dilantai ini" selorohnya sembari terkikik geli, bahkan wanita itu berpose dengan hebohnya.

Tama yang masih memperhatikan wanita itu tersenyum melihat betapa polosnya Elza saat berbicara sendiri tadi "dia sangat imut" ujar Tama, dia benar benar senang sekali memandangi wanita itu.

"kalau mau menonton nanti saja tuan! pekerjaan anda sudah berteriak sedari tadi"

Tama menoleh kesal kearah Raka, asisten sekaligus temannya itu.

"apa? memang benar semua dokumen itu minta diperhatikan" ucap Raka sedikit ketus.

"merusak kesenangan orang saja!"

"oh ayolah tuan, saya ada acara kencan buta nanti malam, saya tak mau lembur dan melewatkan pengalaman baru ini"

Tama berdecih, dia menatap remeh Raka "kencan buta? dih nggak jaman!"

"bagaimana lagi tuan, saya setiap hari tak ada waktu untuk mencari wanita gara gara pekerjaan yang anda berikan, terpaksa saya melakukan ini agar tak terus menerus jomblo"

Tama kembali menatap sinis Raka "tuh Laras ambil"

"maaf tuan, saya tak mau bekas anda" ucap Raka ketus, dia mana mau bersama dengan wanita penggoda seperti sekertaris Tama itu, kalau ada dia mau wanita yang cantik baik dan masih polos.

"gue juga jijik sekarang"

"tendang saja tuan, saya juga sudah muak melihat tingkahnya"

"tunggu sampai dia melakukan kesalahan, dan tak akan kupertahankan lagi wanita itu"

"haiih yang benar saja, bukankah dia sekertaris kesayanganmu tuan?" tanya Raka dengan nada mengejek.

Tama menatap tajam Raka.

"apa? apa saya salah tuan? saya hanya mengatakan yang sebenarnya"

Tama menatap lelah Raka, dia memang tak bisa menampik kalau dia pernah bermain sekali dengan sekertarinya itu "diam! aku mau bekerja!"

Raka mengalah, dia tak mau lagi berbicara, jangan sampai tanduk Tama keluar dan dia sendiri yang akan repot nantinya.

Tama membuka berkas berkas yang tertumpuk dihadapannya, mengecek ulang sebelum dia menanda tangani berkas tersebut.

Leptop yang tersambung pada CCTV apartemennya dia biarkan menyala, membiarkan begitu saja sampai sudut matanya melihat apa yang sedang Elza lakukan didalam kamarnya.

"oh shiiit!!" umpatnya dengan kasar, dia melihat dengan jelas bagaiamana wanita itu membuka baju dan menggantinya setelah selesai membersihkan diri.

Wajah Tama memerah, dia tak pernah sampai salah tingkah begini saat pacar pacarnya berganti baju dihadapannya bahkan sampai telanja*gpun dia merasa biasa saja.

"sialan!!"

"ada apa tuan?" tanya Raka penasaran, dia mendengar beberapa kali tuannya itu mengumpat bahkan mengacak serta meraup wajahnya beberapa kali, dia khawatir melihat hal itu.

Karena penasaran, Raka hendak mendekati Tama, penasaran juga apa yang membuat Tama gusar seperti itu.

"stop!" Tama mengintrupsi, dia bahkan sampai mengangkat tangan agar Raka tak mendekatinya. jangan sampai asistennya itu melihat pemandangan indah dan menggoda asisten rumah tangganya.

"saya hanya penasaran saja tuan! memangnya apa yang anda lihat sampai membuat anda begitu frustrasi, bahkan wajah anda sekarang memerah!"

Tama membuang nafsanya panjang, berusaha menguasai diri agar hasrat dan fikiran mesumnya segera keluar dari dalam otaknya, dia mengumpati pikiran kotornya itu.

"jangan bilang anda sedang menonton film biru" terka Raka yang berhasil membuatnya mendapat hadiah bolpoint terbang, dan tepat mengenai keningnya.

"aww" pekiknya.

"diam dan segera selesaikan pekerjaanmu!"

Raka yang sedang mengelus keningnya yang terasa sakit memberengut tapi tetap menuruti ucapan Tama "sebenarnya apa yang dia lihat?" jiwa jiwa kepo Raka memberontak, tapi karena tak mau membuat Tama semakin marah, dia berusaha sekuat tenaga menahan rasa keingin tahuannya.

Tama menutup leptopnya "dia sangat berbahaya!" gumamnya pelan, memijit pelipisnya yang tadi berdenyut saat melihat betapa indahnya tubuh gadis itu.

1
Rinafm Utomo
Elza hobbynya nubruk orang...
nona manies
Luar biasa
T1 T1n
kapan sih ini tamatnya
Wulan Sari
kak update lg doooonggggg,🥺🥺🙏🙏
Desi Nyemot
ini lama gk update lagi
Lialia Lia
belum up
T1 T1n
aku penasaran malam pertamanya sang mantan kasanova🤭🤭🤭
Atik Marwati
good
Atik Marwati
semangat Elsa ...
Haryati
haiih.....Thor....kenapa digantung lagi siiih....😔
Maylaf Faizah
karya mu bagus kAk aku suka membacanya
👍👍👍👍👍
Maylaf Faizah
semangat Thor...
👍👍👍👍👍
Haryati
tahan Tama....kamu masih belum bisa buka puasa.....😁😁😁
Atik Marwati
kasihan tama haidnya masih lama..
Okti
lanjut kak di tunggu MP nya❤❤❤
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "pembalasan istri yang disingkirkan" makasih kak🙏
total 1 replies
Ari Mulyati
oh iya belum malam pertama yak hahahahahahaha kasian sang cassanova , sekali Nha dapet yg halal malah harus menunda hahahaha
T1 T1n
ya ampun ini othornya udah gak ada niat up lagi kayaknya
Chulsum Kasanah
kapan lanjutnya
Haryati
ngobati rindu kelakuan valley juga botak kesayangan...😁😁😁😁
Atik Marwati
makin seru....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!