Kisah dari seorang dokter wanita yang jenius, cantik, baik hati, ahli meracik obat atau racun dan multi talenta yang menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya, kalau dia adalah anak angkat dari salah satu ketua anggota mafia kejam di dunia.
Callysta Angelina mengalami kehidupan yang penuh lika liku dan menguras segala emosinya yang terkadang bertentangan dengan hati nuraninya sendiri.
Callysta di hadapkan pada dua pilihan yang paling berat dalam hidupnya, hidup yang terus di tentukan oleh orang lain membuatnya semakin muak, Callysta tidak bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.
Callysta berpikir hanya kematiannnya saja yang bisa membuatnya lepas dari semua rasa sakit, tetapi bukannya mati malah dia berada pada dunia lain.
Mampukah seorang Callysta Angelina menemukan pilihan hidup yang di inginkanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TDT angreni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Latihan Bersama Keluarga Kerajaan.
***Ruang Kerja Istana Kerajaan Holmes***
Tiga pria sedang berkumpul di dalam ruang kerja istana Holmes, mereka adalah putra mahkota Leonard Theodore, pangeran kedua Damian Theodore dan pengawal pribadi putra mahkota Regio Misel.
Mereka sedang membahas penembakkan yang terjadi di area latihan istana, Damian menceritakan segalanya, dari awal kedatangan Carissa ke dalam area latihan istana, bagaimana Carissa menyelamatkan dirinya? dari sasaran tembakan dari para pembunuh bayaran tersebut, hingga bagaimana Carissa dengan sangat lihai menggunakan senapan laras panjang? dan menembak tepat sasaran dari jarak yang cukup jauh.
Leonard dan Regio tidak percaya pada cerita Damian, tentang kelihaian Carissa menggunakan senapan laras panjang, yang hanya seorang pria saja di kerajaan Holmes yang bisa dan tahu cara menggunakannya, apalagi Carissa bisa menembak tepat sasaran dari jarak yang cukup jauh.
"apa kau tidak salah lihat Damian? mungkin ada yang membantunya?" tanya Leonard tidak percaya akan cerita Damian tentang Carissa.
Pasalnya saat melakukan tantangan memanah dalam pemilihan calon istri untuk mereka, jangankan memanah tepat sasaran, bahkan Carissa tidak bisa dan tidak tahu cara memegang busur panah dengan benar, dan sekarang Damian cerita kalau Carissa bisa menggunakan bahkan lihai dalam menggunakan senapan laras panjang, dan lebih hebatnya lagi tepat sasaran dari jarak jauh.
"benar Leon, dengan kedua mataku sendiri aku melihatnya, dan di hadapanku pula, disana tidak ada siapapun yang sedang memegang senapan? lagi pula selain kita berlima di kerajaan ini siapa yang mempunyai keahlian menembak sebaik itu?" ungkap Damian memperjelas ceritanya.
Damian biasa memanggil Leonard dengan panggilan nama kecilnya bila tidak sedang di tempat umum, dan yang di ucapkan oleh Damian sangatlah benar, kalau di kerajaan Holmes hanya ada 5 pria yang mempunyai keahlian menembak dengan baik, yaitu putra mahkota Leonard, pangeran kedua Damian, pangeran ketiga Verdian, pengawal pribadi putra mahkota Regio Misel dan juga Master mereka yang mengajarkan mereka cara menembak dengan baik dan benar.
Jadi itu sangat mengejutkan bagi mereka, kalau Carissa bisa menembak dengan sangat lihai, cepat, tepat dan baik. Semua seperti mustahil bagi yang mendengar cerita Damian, apalagi mereka tahu Carissa adalah calon satu-satunya yang tidak memiliki keahlian apapun, jadi mereka harus membuktikan perkataan Damian tersebut.
"aku masih tidak percaya, gadis itu beberapa hari ini selalu berbuat kehebohan, mulai dari percobaan bunuh dirinya, melawan para pengawal dengan mudah, bisa menggunakan pedang dengan benar, dan sekarang bisa menembak dengan senapan laras panjang dengan lihai dan tepat sasaran, kalau memang dia tahu dan punya keahlian untuk apa dia tidak memakainya saat tantangan kemarin?" ucap Leonard ,ang masih tidak percaya.
"aku juga tidak mengerti, mengapa kemarin dia tidak bisa apapun, sampai tersisih? apa dia mempunyai maksud tertentu?" ucap Damian mulai curiga dengan Carissa.
"kita harus cari tahu, kita harus membuktikannya sendiri, jangan sampai dia mempunyai niat yang membahayakan untuk kerajaan Holmes karena dia berasal dari kerajaan Jericho, kerajaan yang terpaksa tunduk pada kerajaan Holmes." ungkap Leonard curiga pada Carissa.
"tidak mungkin dia ada niat jahat pada kerajaan Holmes Leon?"
"lalu kau pikir apa? jangan karena dia adalah calon selirmu jadi kau membelanya?"
"tidak…bukan begitu, kita buktikan dulu apa saja keahliannya yang dia sembunyikan, baru kita selidiki apa dia mempunyai tujuan pada kerajaan Holmes." ungkap Damian menengahi, karena Damian tidak percaya kalau Carissa ada niat jahat pada kerajaan Holmes.
"baiklah, kita akan buktikan lagi apa saja keahlian yang dia sembunyikan, setelah itu baru kita selidiki, apa dia memiliki maksud tertentu? jika dia terbukti adalah pengkhianat dia harus di tangkap dan di hukum." ungkap Leonard tegas.
"baiklah aku setuju…"
"Regio, umumkan pada para 15 calon istri dan selir untuk berkumpul di area latihan sekarang juga, katakan pada mereka aku dan para pangeran ingin melakukan latihan bersama mereka." perintah Leonard pada pengawal pribadinya.
"baik yang mulia…" balas Regio membungkukkan sedikit tubuhnya tanda hormat dan langsung berlalu dari sana.
"baiklah mari kita bersenang-senang Damian, dan katakan juga pada Verdian." ucap putra mahkota terlihat senang, karena dia juga penasaran dengan Carissa sejak melihat Carissa bisa melawan para pengawal, dan menodongkan pedang padanya tanpa rasa takut sekalipun.
"baiklah…aku juga tidak sabar…" balas Damian yang juga penasaran pada Carissa.
......................
***Di Area Latihan Istana***
Semua calon istri dan selir putra mahkota dan para pangeran telah berkumpul di area latihan istana, termasuk juga Carissa yang merasa tidak bersemangat sama sekali ikut latihan bersama dengan putra mahkota dan para pangeran.
Lain halnya dengan putri yang lainnya, sangat bersemangat dan senang bisa latihan bersama dengan putra mahkota dan para pangeran, ini adalah momen langka bagi mereka, mereka akan dengan senang hati menunjukkan semua keahlian yang mereka punya, untuk di perlihatkan dan menarik perhatian dari para ketiga pria yang menjadi idola di kerajaan Holmes.
Semua sudah memakai pakaian latihan mereka masing-masing dengan model pakaian sama seperti yang di pakai seorang pria, tidak menunggu lama putra mahkota dan para pangeran pun datang ke area latihan, bersama dengan Master mereka dan para pengawal pribadi mereka masing-masing.
Semua putri memberikan hormat anggun mereka pada putra mahkota dan para pangeran, termasuk juga Carissa melakukan hal yang sama karena tidak ingin membuat masalah.
Tanpa Carissa sadari pandangan mata putra mahkota dan pangeran kedua melihat padanya.
"hari ini para putri akan mempunyai kesempatan berlatih bersama, dengan putra mahkota dan para pangeran, ini adalah kesempatan langka bagi kalian, jadi gunakan lah kesempatan ini sebaik mungkin." ungkap salah satu pelayan pria senior membuka acara latihan.
Semua putri terlihat senang dan mulai menebar pesona senyum terbaik mereka, untuk menarik perhatian putra mahkota dan para pangeran, tetapi lain dengan Carissa.
Nampak jelas dari wajahnya, Carissa yang tidak berniat sama sekali akan acara latihan bersama ini, dia nampak tidak antusias sama sekali karena wajahnya terlihat datar dan dingin. Dan dia tidak sadar sama sekali, kalau putra mahkota dan pangeran kedua masih melihat Carissa yang kurang semangat akan acara ini, sedangkan putri yang lainnya sangat bersemangat.
'mengapa wajahnya tidak senang sama sekali?' gumam putra mahkota dan pangeran kedua dalam hati mereka melihat wajah Carissa yang datar dan dingin.
"ada satu hadiah yang akan di berikan pada putri yang bisa menyelesaikan tantangan pada acara ini, putra mahkota dan para pangeran akan memberikan hadiah atau permintaan apapun akan di kabulkan untuk para pemenang." ungkap pelayan senior tersebut, yang malah membuat perhatian Carissa merasa tertarik.
Wajah Carissa terlihat berpikir sejenak akan perkataan pelayan senior tersebut, dan tidak lama kemudian terlihat senyum tipis di bibirnya, yang malah membuat putra mahkota dan pangeran kedua tersenyum melihatnya, mereka berhasil memancing Carissa.
"baiklah mari kita mulai acara latihan bersama ini, untuk yang pertama kita persilahkan para putri yang masuk 3 besar, mulai latihan memanah bersama putra mahkota dan para pangeran."
Ketiga putri yang di panggil pun maju ke area memanah dengan di dampingi masing-masing oleh putra mahkota dan para pangeran, Carissa dengan tenang mengamatinya dia ingin tahu siapa yang lebih unggul dalam memanah dari ketiga pria yang sangat di hormati di kerajaan Holmes ini.
Terlihat putra mahkota dan pangeran kedua mendapatkan nilai sasaran yang sangat bagus, karena sasaran mereka tepat di tengah titik hitam, dan pangeran ketiga mendapatkan nilai 90% dari titik hitam, sedangkan ketiga putri tidak ada yang memiliki nilai bagus walau mereka menembak mengenai papan sasaran memanah.
Ketiga putri kembali lagi ke tempat mereka, setelah itu pelayan senior tersebut datang membawa toples kaca bulat besar, yang terlihat di dalamnya terdapat beberapa gulungan kertas, yang ternyata adalah nama ke 15 putri yang akan di undi untuk latihan bersama ketiga pria tersebut.
Carissa masih bersikap tenang dan hanya diam melihat putra mahkota mengambil satu gulungan kertas dari dalam toples kaca, saat pelayan senior tersebut membuka dan membaca nama yang terdapat dalam gulungan tersebut, semua putri terlihat senang karena mereka akan mendapatkan tontonan yang sangat menarik bagi mereka.
"Carissa Hubert…silahkan maju ke area memanah." panggil si pelayan senior tersebut, sedangkan yang di panggil masih diam duduk di tempatnya, yang membuat semua orang melihat padanya termasuk putra mahkota dan para pangeran.
Carissa yang merasa risih di lihat oleh semua orang pun, terpaksa berdiri dan dengan tenang berjalan mendekati area memanah, saat dia melewati para putri, Carissa mendengar seruan dari mereka kalau mereka akan mendapatkan tontonan yang menarik dari putri yang tidak bisa apapun, Carissa mendengarnya tetapi tetap cuek berjalan ke area memanah.
Kini Carissa berdiri di depan putra mahkota dan para pangeran yang melihatnya dengan wajah datar dan dingin mereka.
"apa tidak bisa di ganti undiannya, mana seru latihannya bersama nona ini, yang tidak bisa apapun." ungkap pangeran ketiga yang melihat tidak senang pada Carissa, karena dia tahu Carissa tidak bisa apapun.
Semua para putri tertawa mendengar perkataan dari pangeran ketiga, dan Carissa menatap tajam pada pangeran ketiga.
"apa anda akan memberikan hamba hadiah bila hamba bisa mengalahkan anda yang mulia?" tantang Carissa melihat tajam pada Verdian, Carissa tidak peduli akan teriak mengejek dari para putri atas sikapnya yang berani menantang pangeran ketiga.
"hahahaha…tentu saja akan aku berikan hadiah apapun bila kau bisa mengalahkan ku, tapi bila aku menang kau akan menjadi pelayan pribadi ku selama satu bulan, bagaimana…?" ungkap Verdian yang memang suka bermain-main.
"baik hamba setuju ." jawab tegas Carissa yang membuat Verdian senang akan mendapatkan mainan baru, sedangkan putra mahkota dan pangeran kedua hanya diam melihatnya.
Verdian dengan senang hati menerima tantangan dari Carissa Hubert yang tidak bisa apapun, dia sudah pastikan akan menang melawan Carissa.
Saat Carissa ingin maju terdengar ucapan dari putra mahkota, ada tambahan dalam tantangan memanah kali ini agar lebih seru lagi, dan itu adalah tantangan memanah dengan menunggangi seekor kuda, seketika Carissa diam menatap putra mahkota Leonard Theodore.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
semangat menulis kk😊😊