Seorang gadis cantik berusia 18 tahun bernama Tiara, terpaksa menikah dengan Kenan, Boss Ayahnya yang berusia 26 tahun untuk melunasi hutang Ayahnya.
Awalnya Tiara menolak karena ia masih ingin melanjutkan pendidikannya, tapi Kenan memaksanya sehingga Tiara tidak dapat menolaknya.
Tiara juga harus menerima kenyataan, setelah menikah dia hanya dianggap pelayan.Kenan sendiri sebenarnya memiliki seorang kekasih.
Penasaran sama kisah mereka?
Simak aja ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fani Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Malamnya jam 22:00 Kenan dikamarnya masih menunggu Tiara,Tiara tidak kunjung datang.Ia lalu kekamar Cempaka.Saat masuk kamar Cempaka, Ia mendapati Tiara tertidur disana.Kenan lalu menghampirinya dengan perlahan agar tidak membuat Cempaka terbangun.
"Ra. Bangun...,"ucap Kenan sambil menepuk pelan tangan Tiara.Tiara lalu pelan-pelan membuka matanya.
"Apa Mas?,"tanya Tiara lalu menguap.
"Pindah tidur dikamarku.Aku mau bicara sama kamu,"ucap Kenan.Tiara lalu beranjak dari kasur Cempaka dan mengikuti Kenan kekamarnya.
Sampai kamar Kenan,Tiara dan Kena langsung berbaring dikasur.Mereka tidur berhadapan.
"Mas.Mau bicara apa?,"tanya Tiara.
"Ujian kamu kapan?Apa masih lama?,"tanya Kenan.Kenan berharap ujiannya tidak lama lagi.
"Tiga minggu lagi.Emang ada apa?,"tanya Tiara.Hatinya dag dig dug.
"Ternyata lama.Haruskah aku menunggu?Aku sudah tidak tahan,"gumam Kenan.
"Mas. Tidak tahan apa?Kebelet pipis?,"tanya Tiara dengan polosnya.Kenan kelagapan tidak tahu mau menjawab apa.Kenan lalu membalikkan badannya.Tiara merasa Kenan aneh.
"Mas.Apa aku boleh kuliah?Kalau Mas nggak ngijinin nggakpapa kok,"ucap Tiara mengungkapkan keinginannya.Kenan membalikkan badannya menghadap Tiara.
"Boleh, tapi kuliahnya jangan diluar kota.Kamu sudah menikah bukan lajang lagi.Aku juga masih butuh kamu disini,"ucap Kenan.Tiara senang Kenan mengijinkannya kuliah.Ia dengan spontan mengecup bibir Kenan lalu membalikkan badannya.Kenan kaget lalu tersenyum.
"Aku ijinin kamu kuliah bukan berarti iti bisa jadi alasan kamu untuk menunda punya anak,"ucap Kenan lalu mematikan ponselnya yang terus berdering.Tiara yang tadinya senang jadi kesal.
"Aku jadi nyesal mengecupnya tadi,"batin Tiara.
"Aku belum siap, Mas. Umurku masih 18 tahun terlalu muda untuk punya anak. Kita tunda aja sampai aku lulus kuliah,"ucap Tiara.
"Nggak bisa. Umurku sudah 26 tahun.Temanku aja ada yang sudah punya anak.Lagian ada kok cewek seumuran kamu yang sudah punya anak,"ucap Kenan lalu memeluk Tiara.Tiara berpikir apa yang dikatakan Kenan memang ada benarnya.
"Tapi Mas nggak minta secepatnya kan?,"tanya Tiara ragu-ragu.
"Ya. Enggaklah.Udah tidur!,"ucap Kenan lalu memejamkan matanya.
Tiara lalu memejamkan matanya.Namun ponsel Kenan berdering lagi.Kenan mematikannya lagi, tapi ponselnya terus menerus berdering.
"Mas.Angkat aja telfonnya! berisik!,"ucap Tiara.Kenan lalu mematikan telfonnya dan membuka baterai ponselnya.Kenan merasa nggak penting mengangkat telfonnya karena itu telfon dari Sarah.
Kenan dan Tiara lalu tidur dengan nyaman.Sementara itu Sarah kesal Kenan membohonginya lagi.Sarah yakin Kenan berusaha menghindarinya.
***
Besoknua pagi-pagi Tiara bangun lalu cuci muka.Habis itu membuat sarapan dengan Bi Sumi.Selesai membuat sarapan, Ia menyiapkan air mandi Cempaka lalau membangunkan Cempaka.Setelahnya ia memandikan Cempaka.Cempaka sudah siap dengan seragam sekolahnya, Tiara kekamarnya untuk mandi.
Sampai dikamarnya ternyata Kenan masih mandi. Tiara menunggunya sambil merapikan tempat tidur.Tidak lama ponsel Kenan berdering terus menerus.Kenan sudah memasang kembali baterai ponselnya.Tiara penasaran yang menghubungi Kenan dari semalam.Ia membuka ponsel Kenan.
"O... Kak Sarah yang telfon dari semalam.Ternyata Mas Kenan masih berhubungan dengan Kak Sarah.Apa Mas Kenan masih mencintai Kak Sarah?,"batin Tiara.
"Mas. Ada telfon...,"teriak Tiara.
"Iya. Sebentar,"jawab Kenan lalu keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk.Kenan mengambil ponselnya dan sedikit menjauh dari Tiara.
Kenan:Kenapa kamu hubungi aku terus?
Sarah:Kamu ingkar janji.Katanya mau nginap dirumahku, nyatanya kamu nggak kerumah.
Kenan:Maaf.Kemarin aku mendadak sakit perut, kalau aku kerumahmu yang ada aku bikin susah kamu.
Sarah:Kenapa kamu nggak bilang kemarin?
Kenan:Iya maaf.Kamu berangkat jam berapa ke Bali?
Sarah:Sebentar lagi.
Kenan:Mau aku antar?
Sarah:Nggak usah.Aku berangkat sama teman aku.Ya udah.Aku pergi dulu. Muach..
Kenan lalu menutup telfonnya.Ia melihat Tiara memandanginya.Kenan menaruh ponselnya diatas nakas lalu mengambil pakaiannya yang sudah ditata dikasur sama Tiara.Sedangkan Tiara mengambil handuk dan mandi.Selesai mandi Tiara mengira Kenan sudah dibawa, tapi ternyata masih dikamar.
"Kenapa masih dikamar?,"tanya Tiara lalu menyisir rambutnya.
"Sini kamu duduk dulu!,"pinta Kenan.Tiarapun duduk disebelah Kenan.Kenan mengeluar cincin pernikahannya.
"Cincin itu?Mau Mas apain?Mau dikasih ke Kak Sarah?,"tanya Tiara.
"Cincin ini bukan buat Sarah, tapi buat kamu.Aku sudah putuskan untuk meninggalkan Sarah karena kamu lebih pantas jadi istriku.Aku mau kamu jadi istriku selamanya,"ucap Kenan.Mata Tiara berbinar.Ia tak menyangka akan menjadi istri Kenan selamanya.
"Bukannya Mas dulu bilang,kalau mama udah sembuh akan menceraikan aku dan menikah dengan Kak Sarah,"ucap Tiara.
"Lupakan saja soal itu!Aku lebih memilih kamu daripada Sarah.Kamu mau kan jadi istriku selamanya?,"ucap Kenan.
"Iya. Aku mau Mas,"jawab Tiara.Kenan melingkarkan cincin pernikahannya dijari manis Tiara.Tiara juga melingkarkan cincib pernikahannya di jari manis Kenan.
"Nanti setelah kamu pulang sekolah kita ke KUA untuk ambil buku nikah kita,"ucap Kenan. Tiara menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka turun kebawah untuk sarapan.Selesai sarapan Kenan mengantar Tiara dan Cempaka kesekolah.
tokohnya anak usia sekolah/pelajar
terkesan penulis ABG