VALENSIA DOHARE adalah seorang mahasisiswi lulusan terbaik di salah satu fakultas di jakarta jurusan keperawatan anak terpandang dari keluarga kaya. namun tetap bekerja keras memenuhi keperluan nya di rumah sakit terbesar di kota nya dan mengambil sift penuh untuk menunjang isi tabungan. pekerjaan itulah yang membuatnya melupakan duka hatinya yang dalam setelah di tinggal mati oleh seorang polisi yang sudah menjadi tunangan nya dan di jodohkan kembali oleh keluarganya dengan VARISMAN HUL seorang tentara pasukan khusus berpangkat tinggi yang bertugas jauh di luar kota. yang tidak lain adik kandung dari mantan tunangan nya.
Apakah ini awal yang baik untuk memulai sebuah hubungan yang baru?
Akankah perjodohan mereka berujung bahagia? ataukah menjadi petaka?
Akankah pekerjaan Varisman Hulu sebagai tentara pasukan khusus diluar kota membuat hidup dan pekerjaan Valensia terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochiecookies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
V & V 31
BERTEMU KEMBALI
Seketika pandangan Komandan mengarah ke orang tua Valr dengan memasang wajah yang sulit untuk di artikan, Bapak Hul hanya bisa menganggukkan kepala nya tanpa tau arti dari tatapan Komandan.!
"Selamat siang Pak.!"
Komandan TNI AL menghampiri bapak Hul dan ibu Ris
"selamat siang Dan.! apa ada berita baik yang harus kami dengar.?"
ucap pak Hul langsung tanpa basa basi sambil melirik istrinya seolah memberi kode pada Komandan agar memberitaukan nya nanti disaat berdua.!
seakan mengerti Komandan TNI AL menyuruh agar orang tua Varl memperhatikan mobil ambulance mana yang ditumpangi Varl apa bila helikopter sudah mendarat.
"apa dia selamat.?"
"tenanglah ma kita doakan yang terbaik"
Bapak Hul dan ibu Ris sedang harap harap cemas 15 menit berlalu semua anggota sibuk dan terlihat berlari kearah helli sambil membawa brankar, korban pertama, kedua dan ketiga sudah di masukkan dalam mobil dan terlihat dalam kondisi lemah namun selamat.
kemudian terlihat seluruh anggota termasuk komandan yang merasa bangga dengan para bawahan nya memberikan hormat pada dua korban yang langsung diberi alat bantu pernafasan, spontan ibu Ris teriak histeris melihat kondisi putra satu-satunya yang menjadi alasan untuk nya bertahan hidup dalam keadaan lemah.
"Valris,, kamu selamat nak"
teriak ibu Ris dan anggota pengawal terpaksa menahan ibu Ris agar tidak menghalangi proses evakuasi korban selamat yang dilarikan di RSUM TNI AL.
dua hari berlalu kondisi korban perlahan membaik keluarga di perbolehkan menjenguk anak dan istri korban kapal tenggelam termasuk orang tua Valr yang sudah tidak bersedih lagi karna mengetahui anak nya selamat hanya saja masih butuh perawatan yang intensif.
"nak, makan lagi nak agar kamu cepat pulih"
"sudah cukup ma"
"sayang, tiga hari yang lalu Valen menghubungi mama"
"tumben, apa dia kira aku sudah mati.?"
"husssh omong mu itu lo nak.!"
"lalu.?"
"dia menanyakan kabar mama/papa dan juga menyuruh mama agar bersabar"
"itu saja.!"
"dia juga menangis dan mengaku sangat terbebani nak dengan kejadian yang menimpa mu"
Valr terdiam mendengar semua penuturan mama nya tentang Valen tanpa memberi tanggapan.
"sayang apa tidak sebaik nya kita percepat proses pernikahan kalian.?"
"biarkan dia bebas dulu ma, Valr kan sudah bilang jika terlalu lama menunggu saya akan datang langsung menjemput nya tanpa mendengar jawaban dari nya lagi"
"apa kamu sudah yakin nak.?"
"sangat yakin ma, dia wanita yang tidak neko-neko dan juga tidak banyak mau nya. Valr yakin tidak akan kewalahan mengontrol nya ketika berpisah karna tugas dan tanggung jawab kami di tempat berbeda setelah menikah"
"baiklah sayang, artinya kamu sedang memberinya waktu.! mama tenang kalau begitu, sebenarnya mama takut apa bila kamu menggagalkan pertunangan ini nak"
"dalam hidup ini tidak boleh ada sumpah dan janji yang di langgar ma.! saya harus menepati nya termasuk belajar mencintai nya, apapun resiko yang akan menghampiri kami"
"baiklah sayang, mama serahkan semuanya pada mu.! mama percaya anak mama ini bisa diandalkan"
"terimakasih ma"
waktu bergulir dan teruss berganti, Valr sudah pulih dari kondisinya begitu juga dengan orang tuanya yang sudah kembali ke kampung halaman sejak sebulan yang lalu, ia pun kembali beraktivitas seperti biasa dan menolak cuti untuk pulang kampung dalam memulihkan keada'an nya.
entah apa yang terjadi diantara keduanya baik Valr maupun Valen sama sekali tidak berkomunikasih, mereka fokus pada kehidupan pribadi dan kesibukan masing-masing dalam mengemban tugas dan tanggung jawab nya sebagai prajurid militer dan perawat. .