ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.
Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.
Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.
Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.
Posesif yang sudah di level atas.
Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?
Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Siapa yg Blink?😆
Siapa yang Army?😆
Siapa yang Treasure Maker?😆
...▪▪▪...
Happy Reading..🙆😻
...○○•○○...
Sekarang lagi jamkos. Guru yang mengajar dikelas Syifa, sedang ada urusan.
Gurunya lagi tugas dengan lomba antar guru, mungkin untuk mengukur kinerja Guru dalam mengajar dan lain-lain.
Entahlah, murid-murid tidak terlalu mengerti akan hal ini. Yang paling penting mah jamkos.
Suasana kelas Syifa sungguh sangat ramai. Mereka semuanya asik dengan dunia mereka sendiri.
Ada yang bernyanyi, berghibah ria, juga ada yang bermain Game.
Termasuk Syifa, Ana, Lita, dan Nisa. Lita dan Nisa termasuk teman sekelas Syifa dan Ana.
Mereka berdua baru kali ini berinteraksi lebih intens, sebelumnya hanya sebatas teman satu kelompok.
"Ayo, kapan mulai ngegame-nya?"
Syifa menatap teman-temannya sebal.
"Eh iya. Ayo-ayo sekarang aja"
Refleks, Lita yang langsung sigap mengklik game-nya.
Ana dan Nisa juga segera bersiap memulai game.
5 menit
10 menit
Mereka berempat masih fokus dengan Game masing-masing. Tidak ada pembicaraan yang serius. Karena fokusnya sudah ada pada Ponsel digenggaman mereka.
Dimenit ke 20, Salah satu dari mereka kalah.
"Yahhh Game Over"
Syifa merengek tidak terima.
Ia kalah lebih dulu dari yang lain.
"Ya tinggal Replay aja Fa" balas Nisa singkat.
"Gak mau ah"
"Lho kenapa?"
Ana menengok ke samping, dimana Syifa duduk. Ia menunggu balasan dari mulut Syifa. Tetapi matanya sesekali tetap menatap ponselnya. Takut Game Over.
"Syifa gak mau main lagi.."
Syifa mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Iya, tapi kenapa Fa? Asyik kok Gamenya"
Lita bertanya dengan pertanyaan hampir sama dengan Ana. Matanya tetap fokus pada Game yang sedang ia mainkan.
"Enggak kenapa-napa. Syifa cuma bosen"
Yang lain hanya mangut-manggut mengerti. Ya sudahlah terserah apa kata Syifa.
"Syifa mau nelfon Calon Suami Syifa aja deh. Lagi ngapain ya Kak Alfa?"
Ana, Lita, dan Nisa menoleh cepat pada Syifa. Mendengar kata 'Calon Suami' yang keluar dari bibir Syifa.
"Lo udah punya Suami?!" Lita dan Nisa serempak bertanya.
Tentunya mereka berdua kaget dengan itu. Karena belum banyak yang tahu kalau Syifa sudah bertunangan.
Untuk sekolah, tentu tidak mempermasalahkan. Karena Sekolah ini milik Winata.
Jadi, bebas dong tidak akan ada yang melarang Syifa bertunangan.
Ana menepuk keras jidat Lita dan Nisa.
"Sembarangan!! Baru Calon!! Denger C-A-L-O-N!"
"Iya iya maap" Lita mengelus jidatnya yang ditepuk keras oleh Ana.
"Ouhh calon toh" Nisa hanya mengangguk kecil, dengan membulatkan mulutnya.
"Iya, Calon Suami Syifa itu. Kalian jangan suka sama Kak Alfa yaa"
"Enggaklah" Lita menjawab sewot
"Nggak akan" Nisa bergeleng cepat.
"Aku kan udah punya Sandi" Ana menjawab santai, karena merasa sudah punya doi.
"Nah, jangan pokoknya. Gak boleh! Punya Syifa ini" Syifa menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
"Iya iya" balas mereka bertiga pasrah.
Nggak mungkin juga mereka bakal merebut pacar orang. Ini malah udah jadi calon suami.
Mereka mana mau jadi PHO.
De yang gatal gatal sa🎶
De yang mati gila sa🎶
Eh, malah nyanyi.
Ana juga udah cinta banget sama Sandi. Nggak mungkin dong bisa berpaling.
Mereka bertiga kembali fokus pada ponsel masing-masing.
"Lanjut main yuk ah" ajak Nisa pada Lita dan Ana.
"Yuk!"
"Siap"
Membiarkan Syifa yang sibuk juga dengan ponselnya.
Yang katanya mau nelfon Calon Suami.
Syifa mulai mengklik tombol Call pada ponsel.
"Semoga diangkat telfonnya Syifa"
Tuuuuut~~~
Tuuuuut~~~
Syifa harap-harap cemas. Takut Alfa tak mengangkat telfonnya.
"Kak Alfa lagi sibuk gak ya?"
Syifa menggigit ujung jari telunjukknya.
"Hallo Sayang"
"YESS DIANGKAT!"
Pekik Syifa kencang. Semuanya menoleh pada Syifa yg tadi berteriak.
Syifa meringis, lalu tersenyum malu.
Syifa menggelengkan kepalanya, agar mereka tidak lagi menatap dirinya.
Akhirnya semua anak kelas sudah tidak memfokuskan pandangan pada Syifa lagi. Syifa bernagas lega.
Ana bergeleng takjub, Syifa memang ajaib. Cuma gara-gara diangkat telfonnya sama doi, langsung heboh.
Biasa orang lagi kasmaran mah beda, soalnya Ana pernah ngerasain juga.
"Hallo Kak Alfa. Kakak lagi sibuk gak?"
"Enggak kok Sayang. Aku baru aja selesai Meeting, tadi Meetingnya cuma sebentar."
"Ouhh, Syifa takut ganggu Kakak"
"Ya enggak dong Sayang. Sekalipun Aku sibuk, Aku bakal tetep sempetin waktu buat Kamu."
Pipi Syifa memerah.
Ia malu sekaligus senang. Perasaan bahagia membuncah.
Ia jadi senyum-senyum sendiri.
Aihh Syifa malu...
"Sayang?"
"Iya Kak"
"Oouh Aku kira Kamu pergi kemana. Kamu dari tadi diem sih"
"Maaf Kak"
"Gak papa Sayang. Ouh iya, Kamu manggil Aku gak usah pake embel-embel Kakak yah"
"Lho kenapa?"
Syifa kaget tentunya. Ia sampai berpikiran macam-macam.
Apakah Kak Alfa marah padanya?.
"Kita ngobrolnya pake Aku-Kamu aja ya. Kalo Kamu manggil Aku pake embel-embel Kakak. Kita nanti dianggap Adek-Kakak dong. Gak mau Aku"
Diakhir kalimat Alfa sedikit merengek.
Syifa ketawa mendengar rengekan Alfa.
"Ishh! Kok ketawa sih!"
"Iya iya maafin Syifa. Oke kita ngobrol pake Aku-Kamu"
"Makasih Sayang"
"Makasih kembali,
Hening beberapa detik
"Sayang"
Syifa menutup wajahnya dengan satu tangan, karena malu. Pipinya pasti memerah.
Alfa terdiam membeku.
Barusan ia tidak salah dengar kan?
Gadisnya memanggilnya Sayang. Ahh rasanya membahagiakan.
Terlalu senang membuat Alfa tersenyum-senyum sendiri.
Sampai melupakan pekerjaannya.
Ah bodo amat. Yang terpenting sekarang adalah bisa mendengar Gadisnya semanis ini.
Dengan memanggilnya Sayang saja sudah membuatnya sungguh bahagia.
Alfa segera tersadar.
"Ahh senangnya, sekarang Gadisku sudah berani memanggilku Sayang hmm."
"Ih apaan sih!"
Syifa malu sekali.
Ana, Lita dan Nisa sudah berhenti bermain Game. Mereka bertiga dari tadi memperhatikan Syifa yang bertelfonan dengan 'Calon Suami'.
Kelihatannya seru tuh, Syifa aja sampe senyum-senyum sendiri.
Aihh, Lita dan Nisa jadi kepengin punya pacar. Tapi apalah daya yang jomblo dari lahir.
Syifa asyik sendiri dengan telfonnya. Mengabaikan tatapan-tatapan penasaran dari teman-tamannya itu.
Yang tak lain dan tak bukan adalah Ana, Lita, dan Nisa.
Mereka bertiga hanya mengela nafas pasrah. Melihat Syifa yang bisa telfonan dengan doi.
Ana bisa saja nelfon Sandi. Tapi kan kelas Sandi lagi berlangsung. Nanti malah dimarahin guru kalau ketahuan.
Sedangkan Lita dan Nisa. Sudah jelas mereka tidak punya pacar. Jomblo ya begini nasibnya.
"Sabar, harus sabar. Gue Jomblo, apalah daya Gue"
Lita menyentuh dadanya dengan dramatis. Sedikit lebay.
Nisa mendengus lalu tangannya menepuk lengan Lita kuat. Membuat Lita meringis kesakitan dan mengusap-usap lengannya.
"Kamu lagi bolos ya Sayang? Kok bisa nelfon Aku sih"
"Ih.. enggak! Syifa gak bolos ya."
Syifa membantah tuduhan Alfa padanya.
"Ya terus?"
"Ini kelas Syifa lagi Jamkos"
"Ouhh jamkos"
"He'em gitu"
Kriiingg~~
Kriiingg~~
Kriiingg~~
"Yah udah bell. Udah dulu ya Sayang, Bye"
Syifa menutup telfonnya tanpa mendengar terlebih dahulu balasan Alfa.
Ia sudah malu duluan karena lagi-lagi ia memanggil Alfa dengan sebutan Sayang.
Syifa yakin ia akan terbiasa nanti.
Biarlah semuanya berjalan apa adanya.
Ia juga tahu. Di setiap hubungan pasti bakal datang masalah.
Entah ringan maupun berat.
Syifa harus berusaha menghadapinya nanti.
Syifa bisa berpikiran sedewasa itu, karena diberi arahan sama Adnan.
Adnan banyak menasehati Syifa tentang sebuah hubungan. Pahit manisnya, suka dukanya semuanya.
Untungnya Syifa paham dengan apa yang disampaikan Kakaknya, Adnan.
Walau harus mengulang dua kali, apa yang Adnan sampaikan.
Adnan sih gak masalah, apapun buat Ifa-nya.
...■■♤■■...
1100 Karakter
Aku Update nih...
Semoga suka sama cerita ini..
Makasih semuanya yaa yang udah support terus Cerita OAF💖
Yang selalu semangatin Aku, pokoknya makasih banyak❤💜😘
Follow IG aku yaa
@auliaprinch
Follow juga akun Mangatoon ku
@Chnslai
JANGAN LUPA
VOTE✅✅✅
COMMENT✅✅✅
👋BYE👋
^^^Senin, 16 November 2020.^^^
makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor