NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:587
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER (31)

Penulis: Linda Lubi

Mbak Kunti sudah berada di rumahnya. Ia menyihir kopi getirnya agar tetap panas. Kedua cup itu ia letakkan di atas meja kecil, khusus tempat makanan dan minumannya.

Meski sedih, ia merasa senang banget. Bisa bertemu Nurdin. Sesuatu yang tidak ia duga. Tadinya cuma pengin kopi getir, taunya bisa makan bareng Nurdin. Tentu saja ia sangat bahagia. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Kedua pepatah ini sangat dihafal Mbak Kunti. Gen Z dan gen Alpha mana tau pepatah ini. Apa Nurdin tau pepatah ini? Dia kan Gen Z juga?

Hati Mbak Kunti berbunga-bunga. Seperti anak kecil yang dikasih balon. Happy banget.

Ia mencium aroma kopi getir. Lalu meminumnya sedikit. Ia lupa pinisirin, kenapa beberapa hari ini ia tidak pernah melihat Abang Kunti yang menyebalkan itu. Mbak Kunti juga lupa, sudah berapa lama tidak minum darah. Keinginan itu sudah tidak ada lagi. Jiwa ke-hantuannya benar-benar hilang.

Jangan pula nanti ia dituding sebagai kuntilanak yang "LUPA KACANG AKAN KULITNYA'. Ia hanya beradaptasi saja. Karena ia sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia. Bahkan ia juga berteman dengan manusia. Waktu masih di Jawa, temannya Mbah Suroso. Sebenarnya sih bukan sebagai teman, tapi sebagai budak. Ia disuruh hasilkan uang yang banyak.

"Dengar! Manusia cuma tahunya yang bisa menghasilkan uang itu hanya tuyul saja. Kamu saya ambil dan saya pelihara, juga sebagai penghasil uang yang banyak. Hahaha....."Mbah Suroso tertawa jahat.

Ia kerja siang malam demi ambisi Mbah Suroso ingin cepat kaya. Mbah Darmi, istri Mbah Suroso justru kasihan melihat Mbak Kunti menjadi budak uang.

Mbak Kunti sedih tapi dulu karena ingin berubah jadi manusia, ia pasrah dijadikan budak.

Bahkan kalau Mbah Suroso lagi mumet, ia rela disuruh dancer ala-ala K-Pop gitu. Bukan tarian Jawa dengan gamelan suaranya yang memang disukai para hantu karena ikonik musik ber-aura mistis versi hantu. Bukan versi manusia yang sebagai musik leluhur yang tetap harus dijaga kelestariannya.

Awalnya Mbak Kunti malu-malu disuruh dancer sendirian di depan Mbah Suroso. Sedangkan Mbah Darmi hanya bisa ngelus-ngelus dada.

"Kenapa bukan tarian Jawa aja, Mbah? Seperti Tari Bedhaya. Itu lebih pantas. Kepriben si Mbah?" Tanya Mbah Darmi pada Mbah Suroso.

"Mbah diam saja. Wong K-Pop baru Mbah kenal di masa tua ini. Waktu masa muda belum ada. Hahaha....." Mbah Suroso ikutan goyang-goyang kepala.

"Owalah Mbah, sakarep-mu." Mbah Darmi menarik tangan Mbak Kunti ke dapur.

"Jangan dipikirin. Mending kita mangan tiwul, Nduk. Si Mbah wes gendeng." Mbah Darmi selalu baik kepada Mbak Kunti.

"Nanti kalau si Mbah wes turu, kamu pergi aja dari sini. Jangan mau jadi budak si Mbah. Masalah nanti, biar Mbah Darmi yang ngadepin si Mbah." Mbah Darmi menyuapi Mbak Kunti, tiwul.

"Kamu jangan tinggal di Jawa lagi. Cari suasana baru dan aman buat kamu, Nduk. Maafin si Mbah ini yang terlambat menolongmu." Mbah Darmi membuang jimat yang ditempelin Mbah Suroso di kalung Mbak Kunti.

Jimat untuk menunduk Mbak Kunti dan rela melakukan apa saja untuk Mbah Suroso. Begitu jimat dibuka, Mbak Kunti kembali ke mode awal. Pakaian Mbak Kunti pun kembali ke daster panjang warna putih.

Mbah Darmi mengintip Mbah Suroso yang sudah tidur di kursi goyangnya dari dapur.

"Syuttt...kamu jangan berisik. Nanti ketahuan dan kamu ditangkap lagi. Sana pergi! Bawa tiwul ini untuk perjalanan kamu." Mbah Darmi menutup mulutnya pakai jari.

Ia membuka pintu dapur dan menyuruh Mbak Kunti pergi.

"Matur nuwun, Mbah." Ujar Mbak Kunti terharu.

Mbak Kunti makan tiwul di sebuah gubuk kosong. Lalu ia menunggu hari sampai malam. Ia akan bersenang-senang naik pesawat diam-diam. Bukan ia tidak bisa menghilang dan sampai ke manapun yang ia mau. Ia hanya ingin menikmati suasana naik pesawat.

Mbak Kunti jadi terbawa emosi. Antara marah dan rindu. Marah pada Mbah Suroso yang sudah tua tapi masih demen melakukan pesugihan dan membuatnya menjadi budak pesugihan. Rindu pada Mbah Darmi yang penyabar dan baik hati.

Mbak Kunti meminum kopi getir dan berusaha melupakan kegetiran yang pernah ia alami. Padahal yang sering mengeluh hanya manusia. Dia yang banyak mengalami rintangan nggak pernah dikit-dikit mengaduh kepada Tuhan. Ia juga sadar, akibat dosa nenek moyangnya Iblis, ia pun harus menderita sebagai setan.

Mbak Kunti menyeruput kopi pelan-pelan. Ia sesapi di setiap getir-getir yang tersirat. Kopi ini benar-benar kopi khas milik warkop Nurdin. Tak ada yang bisa menyamakannya bagi Mbak Kunti.

Nurdin mengaku jika kopi getir miliknya mengandung filosofi orang di kampung. Kehidupan di kampung itu jauh lebih estetik dan nuansanya begitu adem. Meskipun terkadang tingkat rasa pinisirin orang di kampung lebih dominan dibandingkan orang di kota. Orang di kampung lebih cepat mengetahui gosip warganya. Tak perlu ada kamera CCTV meskipun Nurdin wajib punya demi memantau warkopnya dan Mbak Kunti mengakuinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!