NovelToon NovelToon
DI BALIK SENYUM VARA

DI BALIK SENYUM VARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Nikahmuda
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Dirga mengira Vara adalah istri polos yang mudah dibohongi. Namun, Vara sudah mengetahui perselingkuhan dan rencana busuk suaminya.
Kini, hanya perlu berpura-pura menjadi wanita yang sama... sebelum semuanya kebalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perintah Vara

"Aku ingin kembali ke perusahaan."

Dirga mendadak berhenti menyuapkan makanan ke mulutnya. Ia menoleh ke arah Vara.

"Maksud kamu apa, Vara?"

"Sayang, aku bosan di rumah terus," jawab Vara sambil cemberut. "Aku ingin ada kegiatan."

Dirga terdiam sejenak, lalu menggenggam lembut tangan istrinya. "Sayang, bukannya aku melarang. Kamu baru saja sembuh. Aku nggak ingin kamu kecapean."

"Aku sudah merasa lebih baik. Tinggal di rumah juga membuatku bosan."

Dirga terdiam. Jika Vara kembali bekerja, dia tidak bisa bebas berduan bersama Monica dan melanjutkan rencananya.

"Vara, bukannya kamu ingin hamil? Kamu lupa kata dokter? Kamu harus banyak istirahat dan tidak banyak kegiatan."

"Itu dulu, saat aku belum tahu kebusukanmu, Dirga," batin Vara.

Vara menarik napas pelan, lalu menatap suaminya dengan tatapan lembut.

"Soal anak, kita serahkan saja kepada Tuhan," ucap Vara. "Aku nggak mau terlalu memikirkan hal itu sampai membuatku terus-terusan di rumah."

Dirga terdiam.

"Aku hanya ingin kembali bekerja, Sayang. Perusahaan itu bukan sekadar tempat mencari uang bagiku. Itu perusahaan yang diwariskan oleh kedua orang tuaku. Aku punya tanggung jawab untuk menjaganya."

Dirga mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia ingin sekali mengatakan tidak.

Ingin melarang Vara kembali ke perusahaan. Namun, kalau ia terlalu keras menolak, Vara pasti akan bertanya-tanya. Bahkan mungkin mulai curiga alasan sebenarnya.

Karena itu, Dirga akhirnya mengundurkan genggamannya dan tersenyum. "Kalau itu memang yang kamu inginkan, aku nggak akan melarang."

"Benarkah?"

"Iya." Dirga mengangguk. "Aku cuma khawatir kamu terlalu lelah."

Vara tersenyum manis. "Terima kasih, Sayang." Ia kembali menyuapkan makanan ke piring Dirga, seolah tidak ada apa-apa.

"Kalau begitu, besok aku mulai kembali ke perusahaan."

Senyum Dirga langsung terlihat kaku. "Besok?"

"Iya. Kenapa?"

"Bukannya kita akan liburan, besok?"

"Oh iya, yah. Ya sudah setelah balik deh."

Dirga mengangguk pelan. "Aku akan selalu mendukungmu."

Vara tersenyum semakin lebar. "Suamiku memang paling pengertian."

Dirga hanya membalas dengan senyum. Namun, di dalam hatinya, ia mulai merasa tidak tenang.

Vara kembali ke perusahaan berarti rencananya harus bergerak lebih cepat.

••••

"KANIA!"

Kania yang sedang bersiap-siap untuk pulang terkejut mendengar Diana memanggilnya.

"Aduh, Mak lampir itu kenapa lagi sih?" gerutu Kania dalam hati. Padahal sebentar lagi ia pulang, tetapi Diana malah memanggilnya lagi. Mau tidak mau, Kania harus menahan kesal dan menghadapi mertua bosnya itu.

"Sabar, Kania. Tunggu saja sampai Bu Vara kembali dan menyingkirkan perempuan itu dari restoran ini."

Kania segera menghampiri Diana di ruangannya. Para pegawai yang melihat Kania hanya bisa menyuruhnya bersabar menghadapi Diana.

Kania masuk ke dalam ruangan Diana, yang sebenarnya merupakan ruangan milik Vara.

"Ibu, manggil saya?" ucapnya sopan.

Diana menatapnya sinis, lalu berkata. "Kamu yang membeli bahan makanan hari ini?"

"Iya, Bu."

"Kenapa kamu membelinya di tempat yang berbeda, hah?!"

Kania terdiam sejenak. "Karena bahan yang Ibu rekomendasikan tidak sesuai dengan standar bahan yang biasanya digunakan di restoran ini. Tempat itu juga tidak menyediakan bahan premium seperti yang biasa kami gunakan untuk menu restoran."

Diana langsung menggebrak meja. "Terus kenapa, hah?! Memangnya kamu yang punya restoran ini?"

Kania terdiam. "Saya hanya mengikuti standar bahan yang biasa digunakan, Bu."

"Dengar, Kania!" Diana menunjukkan dengan tatapan tajam. "Saya yang sekarang mengurus restoran ini. Jadi, saya yang berhak menentukan mau membeli bahan di mana!"

Kania mengepalkan tangannya di sisi tubuh.

"Iya, Bu."

"Kalau saya menyuruh membeli di tempat itu, ya beli di sana! Jangan merasa paling tahu hanya karena sudah lama bekerja di sini."

Kania menarik napas dalam-dalam. Ia ingin sekali membantah, tetapi mengingat pesan Vara, ia memilih menahan diri.

"Baik, Bu. Saya mengerti."

Diana masih terlihat kesal.

"Mulai besok, jangan ulangi lagi. Saya tidak mau melihat bahan makanan dibeli sesuka hati tanpa persetujuan saya."

Kania mengangguk. "Baik, Bu."

"Keluar."

Kania kemudian membalikkan badan dan keluar dari ruangan.

Begitu pintu tertutup, ia mengembuskan napas panjang. Tangannya masih mengepal erat.

"Kalau bukan karena Bu Vara menyuruhku bersabar, sudah aku jawab dari tadi," gumamnya kesal.

Di luar ruangan, beberapa pegawai menatap Kania dengan prihatin.

Kania hanya menggeleng, seolah tidak terjadi apa-apa.

Sebelum meninggalkan ruangan, Kania sempat menoleh ke arah pintu ruangan Diana.

"Tunggu saja, Bu. Sebentar lagi pemilik sebenarnya akan kembali."

Setelah selesai membereskan beberapa pekerjaan, Kania akhirnya meninggalkan restoran.

Namun, sebelum melanjutkan perjalanan pulang, ia memilih singgah di sebuah tempat yang cukup sunyi.

Kania mematikan mesin motornya, lalu mengambil ponsel dan menghubungi Vara.

Tak lama kemudian, panggilannya tersambung.

"Halo Kania, ada apa?"

"Bu Vara, saya ingin memberitahukan sesuatu tentang mertua Anda."

Mendengar itu, Vara langsung berjalan menuju kamar mandi. Ia tidak ingin Dirga mendengar percakapannya.

"Kenapa dengan dia lagi?" tanyanya dengan nada kesal.

"Hari ini saya mengganti bahan makanan seperti sebelumnya karena banyak pelanggan yang komplain. Koki juga menyarankan hal yang sama. Tapi Nyonya Diana tahu dan malah marah kepada saya, Bu."

Vara menghela napas berat. "Benar-benar dia ingin menghancurkan restoranku."

Kania terdiam sejenak. "Lalu saya harus bagaimana, Bu?"

"Turuti saja permintaannya."

"Turuti?"

"Iya. Mulai besok, beli bahan makanan dari tempat yang dia rekomendasikan. Tapi jangan semuanya."

Kania mengernyitkan dahi.

"Beli lima puluh persen saja dari sana. Bahan itu tidak perlu kamu gunakan untuk memasak. Simpan saja sesuai prosedur agar Diana tidak curiga. Untuk kebutuhan dapur, tetap beli bahan yang biasa saya gunakan."

"Baik, Bu. Tapi..." Kania ragu sejenak. "Uang restoran mulai menipis."

"Saya akan mentransfer uang ke rekening pribadi kamu."

"Ibu serius?"

"Iya." Suara Vara terdengar tegas. "Jangan khawatir soal uang. Yang penting, jangan sampai Diana mengetahui apa yang sedang kita lakukan."

Kania mengangguk meskipun Vara tidak bisa melihatnya.

"Iya, Bu. Saya pasti melakukannya."

"Dan satu lagi, Kania?"

"Iya, Bu?"

"Sampaikan permintaan maafku kepada karyawan lainnya. Aku tahu mereka pasti sudah lelah menghadapi Diana."

"Baik, Bu."

"Suruh mereka tetap bersabar dan menunggu sedikit lagi."

Kania tersenyum kecil. "Menunggu apa, Bu?"

Vara terdiam sejenak sebelum menjawab. "Menunggu sampai aku kembali."

Kania langsung memahami maksudnya. "Iya, Bu. Saya akan menyampaikannya."

"Jaga kepercayaan saya, Kania."

"Pasti, Bu Vara."

Panggilan berakhir.

Kania menghela napas panjang, lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas.

"Sabar, Kania. Bu Vara sudah tahu. Tinggal ikuti saja perintahnya."

Sementara itu, Vara memasukkan ponselnya ke dalam saku dan menatap pantulan dirinya dicermin kamar mandi.

"Ini tidak biasa dibiarkan lagi."

1
Ayudya
Dirga tidur mu terlalu nyenyak hingga lupa bangun🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Sabar, Vara ada kejutan🫰🫰😁😁
Meee
vara mending keluarga toxik begitu di lebas secepatnya😡😡
Ayudya
gimana sadar orang matanya Uda ketutup ma batu kerikil🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
siapa pun akan berubah ibu diana.apa lagi masalah yg menyangkut pekerja 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah Bu Diana menghancurkan Vara yg ada kamu akan hancur di buat ma Vara Bu diana🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ok Dirga nikmati aja dulu masa senang mu kan ntar lagi kamu bakalan kembali kesetalan pabrik🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Karma Be Like: Tunggu aku Monica😁🫰
Ayudya
lah hasil ngerebut songong Lo monika.ntar yg ada kamu nyesel dan malu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
saat rencana kamu berhasil yg ada dirga stres banget🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Kak Dirga, bukan Arga😭🤭😁😂
Ayudya
hadeh monica kamu bilang Arga ga tergoda ma Vara kamu salah Arga sudah tergoda habis oleh vara🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Bu Diana kalau mimpi jangan siang hari ntar yg ada sakit
Nona Jmn: Wkwkwhhh
total 1 replies
Ayudya
vara kamu jangan kelihatan lemah di depan Dirga dan monika.kamu harus lebih badas lagi biar tau tu si Dirga dan Monika kalau kamu ga gampang di tindas🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn: Kita lihat kejutan Vara, ya🤭
total 1 replies
Nona Jmn
/Sob/
Ayudya
mampir kak
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Ayudya
niat banget Bu Diana dan Dirga buat merebut harta vara
Ayudya
Daras Dirga mokondo tapi banyak tingkah🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!