Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.
Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.
Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!
Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.
【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】
【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】
Mata Nara berbinar.
"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"
Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.
Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.
Let's Start The Story!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Aku Akan Mengurusnya.
Ketulusan dalam suara Nara Aeris, membuat Silas Crane sedikit lebih tenang.
"Kalau begitu jalani hari-hari seperti biasa, jangan khawatirkan hal yang lain." kata Silas.
Nara menggigit bibir untuk menahan tawanya. Suaminya memang pengertian dan bisa diandalkan!
"Sayang, kamu baik sekali."
Silas berkata dengan tenang. "Ini hanya tanggung jawab seorang suami kepada istrinya."
"Kamu memang suami terbaik di dunia." Nara menyandarkan pipinya pada telapak tangan. "Aku benar-benar beruntung bisa menikah denganmu."
Silas tidak segera menjawab. Tatapannya yang biasanya dingin kini melembut, sementara sudut bibirnya tetap terangkat.
"Kalau begitu, jangan membuatku khawatir."
"Kamu khawatir?"
"Hm."
Nara menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, lalu berdehem sebelum menjawab dengan suara lebih pelan. "Aku tidak akan membuatmu khawatir sekarang."
"Benarkah?" Silas mengetuk meja dengan ujung jarinya. "Untuk sekarang, aku akan mempercayaimu."
Nara tidak menjawab, dia hanya berdehem pertanda setuju. Silas tidak mempermasalahkannya lagi.
Setelah memastikan keadaan istrinya baik-baik saja. Silas akhirnya merasa lega, dia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tetapi setidaknya pikirannya tidak lagi dipenuhi kekhawatiran tentang Nara.
"Kalau begitu kamu makan dulu, aku akan kembali bekerja terlebih dulu."
"Baik, Sayang. Semangat kerjanya."
"Hm, terimakasih."
"Kalau begitu, aku tutup dulu. Aku mencintaimu!"
Silas Crane terdiam sesaat, lalu terkekeh dan menjawab dengan suara serak. "Aku juga mencintaimu."
Panggilan berakhir.
Nara menatap ponselnya selama beberapa detik sebelum memeluknya ke dada.
"Ah, suamiku benar-benar menggemaskan!"
Dia hampir ingin menelepon Silas lagi hanya untuk mendengar suaranya serak, tetapi akhirnya menahan diri. Suaminya sedang bekerja, dan ia sudah berjanji akan menjadi istri yang patuh.
Setidaknya, selama beberapa jam kemudian dia akan menjadi istri yang patuh.
Nara kembali mengambil sendoknya dengan senyum puas. Karena Silas sudah berjanji akan menangani masalah itu, dia tidak perlu menghabiskan waktu untuk memikirkannya. Bukankah menyenangkan memiliki suami yang bisa diandalkan?
Dengan begitu, dia bisa menjalani hidupnya dengan tenang. Sambil menunggu informasi harian berikutnya dari Lyra.
Yah, dia juga tidak akan mencari masalah. Tapi kalau masalah yang datang sendiri, itu berbeda ceritanya.
Setelah menyelesaikan makanannya, Nara duduk sebentar sambil memeriksa ponselnya. Dia sudah kenyang, suasana hatinya sangat baik, dan waktunya juga luang.
Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya, membuat Nara menegakkan punggungnya.
"Kalau aku langsung pulang, bukankah itu membosankan?"
Dia teringat suaminya yang bekerja sendirian di kantor, membuat senyumnya berubah menjadi senyum penuh rahasia.
"Suamiku sedang bekerja keras. Aku harus mengganggu, oh tidak. Maksudnya menemaninya. Hehe," Nara terkekeh bodoh membuat wajahnya terlihat konyol, tapi dia tetap terlihat cantik.
Dia membayangkan betapa terkejutnya ekspresi Silas, ketika melihat dia datang. Atau mungkin pria itu tersenyum bahagia, dan menariknya dalam pelukannya.
Imajinasi Nara semakin liar, membuat senyum Nara semakin lebar.
Wanita itu segera membuka tas, dan memeriksa barang-barang yang dibawanya. Ponsel, dompet, kunci, dan beberapa perlengkapan kecil masih lengkap. Setelah itu, dia pergi ke kamar kecil restoran untuk melakukan penyamaran.
Kalau dia tidak melakukan penyamaran, jika dikenali penggemar. Oh habislah dia nanti, hari-harinya pasti akan dipenuhi dengan pengejaran dari berbagai macam zombie.
Dia tidak ingin itu terjadi.
Nara mengenakan kacamata berbingkai besar, mengenakan topi, lalu menambahkan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Dia juga mengganti mantel luarnya, dengan jaket sederhana yang sebelumnya tersimpan di dalam tas.
Ketika bercermin, Nara terdiam sejenak.
Penampilannya sekarang benar-benar mencurigakan. Namun, selama tidak ada yang mengenalinya, semuanya baik-baik saja.
Setelah membayar biaya makanan, Nara langsung meninggalkan restoran Vellmont.
Karena tidak bisa menyetir, dia memesan mobil online untuk menuju gedung Crane Group. Sepanjang perjalanan, ia terus membayangkan berbagai kemungkinan ketika bertemu Silas nanti.
Nara bahkan sudah merancang kalimat pembuka.
Sayang, aku datang untuk mengganggu pekerjaanmu.
Tidak, ini terlalu jujur.
Ceo Crane Group yang tampan, Apakah Anda bersedia menerima kunjungan istri Anda yang cantik dan menawan ini?
Nara langsung tertawa sendiri.
Pengemudi di depan sempat meliriknya melalui kaca spion, tetapi ia segera berpura-pura fokus pada jalan di depan.
Tidak lama kemudian, mobil itu berhenti di depan gedung tinggi yang menjulang megah, di pusat kota Stellaris.
Crane Group.
Nara mendongak memandang gedung megah di hadapannya. Dinding kaca yang menjulang tinggi memantulkan cahaya matahari, sementara kendaraan mewah keluar - masuk area depan gedung.
Ini adalah pusat kekuasaan bisnis keluarga Crane di Provinsi Lumina.
Berbagai teknologi, sistem kecerdasan buatan, dan produk elektronik yang digunakan masyarakat memiliki hubungan dengan kerajaan bisnis keluarga tersebut.
Dan pria yang mengendalikan semuanya adalah suaminya.
Nara Aeris mengangguk puas.
"Suamiku memang luar biasa."
Dia merapikan topinya, memastikan maskernya terpasang dengan benar, lalu melangkah menuju pintu masuk.
Untungnya sebagai istri CEO dari Crane Group, Nara diberikan kartu akses untuk memasuki perusahaan. Jadi dia tidak dihentikan di tengah jalan.
Walaupun penampilannya agak aneh, para penjaga keamanan tidak berani menghentikan ketika melihat kartu akses eksklusif. Mereka sudah mengenali, kalau orang Ini pasti orang penting.
Nara naik lift eksklusif dengan mudah, dan langsung menekan tombol lantai paling atas. Dimana kantor suaminya berada di sana.
Begitu pintu lift tertutup, Nara segera melepas topi, masker, dan kacamata besarnya. Dia memasukkan semua benda tersebut ke dalam tas, lalu merapikan rambutnya yang agak berantakan.
"Ah, akhirnya aku bisa bernapas lega."
Nara menarik napas dalam, meskipun penyamarannya cukup sederhana, memakai masker dan kacamata dalam waktu lama membuatnya merasa tidak nyaman.
Untungnya, tidak ada yang mengenalinya selama perjalanan ke sini. Yah, dia memang selalu beruntung.
Ding!
Begitu pintu lift terbuka, dia bertemu dengan pria yang mengenakan setelan jas rapi, dan memegang sebuah dokumen.
Pria itu terkejut bertemu dengan Nara, lalu segera menunjukkan senyum sopan. "Nyonya Crane."
Nara juga cukup terkejut bertemu dengan Leo, Sekretarisnya Silas. Dia juga cukup sering bertemu dengan Leo, ketika berkunjung ke perusahaan ini bersama Silas atau sendiri.
"Leo!" Nara melambaikan tangan dengan riang. "Kebetulan sekali bertemu denganmu di sini."
Leo tersenyum. "Saya juga tidak menyangka, akan bertemu dengan Nyonya hari ini."
Namun, dia tidak terlalu terkejut dengan kedatangan Nara. Setelah beberapa kali melihat bagaimana bosnya memperlakukan istrinya, Leo sudah memahami bahwa wanita ini memiliki posisi yang sangat istimewa bagi atasannya.
Terlebih lagi, Nara tidak mungkin datang ke lantai teratas hanya untuk jalan-jalan.
"Tuan Silas masih berada di ruangannya, Nyonya," ujar Leo sebelum Nara sempat bertanya. "Beliau sedang menandatangani beberapa dokumen. Karena jadwal hari ini lumayan longgar, tidak ada rapat dalam beberapa jam kedepan."
...----------------...
tetap sehat dan semangat Thor