NovelToon NovelToon
Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Demi membeli sebuah kue ulang tahun untuk sang adik, Rio yang baru berusia sepuluh tahun rela tak menebus obat hingga penyakit jantungnya kumat parah dan nyaris merenggut nyawanya. Tak ingin ibunya mati perlahan karena terjerat hutang biaya operasi sebesar lima ratus juta, Rio nekat kabur dari rumah sakit di tengah malam untuk menjemput ajalnya sendiri, meninggalkan ibunya yang hancur dalam tangisan. Namun takdir berkata lain; lima belas tahun berlalu, Rio yang diselamatkan oleh seorang konglomerat kini kembali sebagai Direktur Utama Grup Sentosa yang berkuasa, hanya untuk mendapati kenyataan yang menjijikkan. Rizky, adik kecil yang dulu sangat ia sayangi, kini tumbuh menjadi pria gila harta yang tega mengusir dan tak mengakui ibu kandung mereka yang pincang di tengah kemewahan pesta pernikahannya. Di detik itulah Rio melangkah maju ke tengah pesta, bukan lagi sebagai kakak yang rela berkorban, melainkan sebagai sang penguasa yang akan menghancurkan siapa pun yang berani meneteskan air

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Deru mesin jet pribadi memecah langit mendung di atas kota Surabaya.

Pesawat mewah dengan logo Grup Sentosa itu mendarat mulus di landasan pacu VIP bandara.

Pintu pesawat terbuka menampilkan Rio yang melangkah turun dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya.

Angin panas Surabaya langsung menerpa wajahnya namun tidak mengubah ekspresi dingin sang CEO.

Nadia dan beberapa pengawal berjas hitam mengekor rapat di belakangnya.

"Mobil sudah siap Tuan Rio, kita akan langsung menuju lokasi gudang yang terbakar," lapor Nadia membukakan pintu mobil.

Mobil melaju membelah jalanan kota yang cukup padat siang itu.

Kurang dari satu jam mereka tiba di kawasan industri yang masih dipenuhi kepulan asap hitam.

Bau karet dan plastik terbakar langsung menyengat hidung begitu Rio turun dari mobil.

Pemandangan di depannya sangat berantakan, gudang logistik raksasa milik perusahaannya kini rata dengan tanah.

Hanya tersisa rangka-rangka baja yang melengkung hitam akibat suhu panas api semalam.

Garis polisi berwarna kuning membentang di sekitar lokasi membatasi orang-orang yang menonton.

Beberapa petugas pemadam kebakaran masih sibuk menyemprotkan air ke titik-titik asap yang tersisa.

Seorang pria paruh baya berlari tergopoh-gopoh menghampiri rombongan Rio sambil menyeka keringatnya.

"Tuan Direktur! Maafkan saya Tuan, saya benar-benar tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi," ucap pria itu panik.

Dia adalah Pak Burhan, manajer cabang Grup Sentosa di Surabaya yang bertanggung jawab atas gudang ini.

Rio melepas kacamata hitamnya dan menatap lurus ke mata manajer cabang tersebut.

Tatapan itu begitu menusuk membuat Pak Burhan merinding ketakutan dan menundukkan kepalanya.

"Jelaskan kronologinya dalam sepuluh detik," perintah Rio dengan suara bariton yang datar dan tak terbantahkan.

Pak Burhan menelan ludah dengan susah payah sebelum mulai berbicara dengan cepat.

"Api mulai membesar dari dalam jam dua pagi tadi Tuan, penjaga malam bilang CCTV tiba-tiba mati sepuluh menit sebelumnya."

"Sistem alarm kebakaran dan sprinkler air juga dimatikan secara manual dari ruang kontrol utama."

Rio mendengarkan penjelasan itu tanpa mengubah ekspresinya sedikitpun.

Otaknya yang cerdas langsung memproses informasi dan menyimpulkan apa yang terjadi.

"CCTV dan alarm dimatikan dari dalam? Ini bukan kecelakaan biasa," gumam Rio melirik Nadia.

"Ada orang dalam yang membantu para pembakar itu masuk, selidiki semua penjaga malam yang bertugas semalam," perintahnya pada sang asisten.

"Baik Tuan, saya akan langsung menginterogasi mereka satu per satu," angguk Nadia sigap mencatat.

Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan pelan dari arah belakang kerumunan orang yang menonton.

Prok prok prok.

Suara itu terdengar sangat mengejek dan meremehkan.

"Wah wah wah, sungguh pemandangan yang menyedihkan ya Tuan Muda Rio."

Seorang pria tua dengan perut buncit dan jas berwarna mencolok berjalan mendekat dikawal beberapa preman berotot.

Pria tua itu adalah Darmawan, pemilik Grup Harimau yang menjadi saingan terbesar Sentosa di proyek Surabaya.

Darmawan tersenyum lebar memamerkan gigi emasnya yang berkilau terkena sinar matahari.

"Gudang sebesar ini bisa rata dengan tanah dalam semalam, manajemen Sentosa rupanya sangat ceroboh," ejek Darmawan tanpa malu-malu.

Rio membalikkan badannya dengan santai dan menatap Darmawan dari atas ke bawah dengan pandangan merendahkan.

Dia bahkan tidak repot-repot menyembunyikan rasa jijiknya melihat penampilan norak pesaingnya itu.

"Tuan Darmawan, saya pikir tikus tua seperti Anda lebih suka bersembunyi di selokan daripada muncul di siang bolong," balas Rio dengan senyum miring yang tajam.

Wajah Darmawan langsung merah padam mendengar hinaan terang-terangan dari CEO muda itu.

"Jaga mulutmu anak ingusan! Aku ini senior di dunia bisnis, kamu harus belajar sopan santun padaku!" bentak Darmawan marah.

Rio melangkah maju mendekati Darmawan hingga jarak mereka hanya tersisa satu meter.

Aura intimidasi yang memancar dari tubuh Rio membuat beberapa preman pengawal Darmawan mundur selangkah.

"Sopan santun hanya diberikan kepada orang yang punya etika, bukan pada pengecut yang bermain api di malam hari," desis Rio menekan setiap kata-katanya.

Darmawan terkejut dan sedikit gelagapan mendengar tuduhan langsung dari Rio.

"Apa maksudmu?! Jangan sembarangan menuduh kalau tidak punya bukti!" sangkal Darmawan mengelap keringat di dahinya.

"Kamu pikir aku membakar gudang rongsokan ini? Aku ini pengusaha bersih!" dustanya dengan suara bergetar.

Rio tertawa sumbang dan menggelengkan kepalanya pelan menatap pria tua itu.

"Bukti? Aku tidak butuh polisi atau bukti kertas untuk tahu kalau ini ulahmu Darmawan."

"Ketakutan di matamu saat ini sudah menjadi bukti paling jelas," bongkar Rio telak.

Darmawan semakin salah tingkah dan mencoba menutupi kegugupannya dengan tertawa keras.

"Hahaha, kamu masih terlalu muda untuk mengerti kerasnya dunia bisnis anak muda."

"Lebih baik kamu mundur dari tender proyek Surabaya ini sebelum perusahaanmu rugi lebih banyak," ancam Darmawan akhirnya menunjukkan niat aslinya.

"Anggap saja kebakaran ini sebagai peringatan kecil dari penguasa kota ini."

Mendengar ancaman itu, Rio tidak marah melainkan tersenyum semakin lebar dan mengerikan.

"Peringatan kecil ya? Baiklah kalau begitu," angguk Rio santai.

Dia menoleh ke arah Nadia yang masih berdiri tegak di belakangnya.

"Nadia, hubungi tim akuisisi pusat sekarang juga."

"Aku ingin seluruh saham Grup Harimau dibeli paksa hari ini juga, berapapun harganya," perintah Rio dengan suara lantang.

Mata Darmawan melotot seperti mau copot mendengar perintah gila tersebut.

"Kamu gila?! Grup Harimau bernilai puluhan triliun, kamu tidak akan bisa membelinya semudah itu!" teriak Darmawan tidak percaya.

"Bagi Grup Sentosa, puluhan triliun itu cuma uang jajan untuk membeli mainan baru," ejek Rio merapikan kerah jasnya.

"Dan mainan lamaku yang sudah rusak biasanya langsung kubuang ke tempat sampah."

Rio kembali menatap Darmawan yang kini pucat pasi dan berkeringat dingin sekujur tubuhnya.

"Aku kasih waktu sampai besok pagi Tuan Darmawan."

"Kalau kamu tidak datang bersujud minta maaf dan menyerahkan semua bukti sabotase ini padaku."

"Maka besok siang Grup Harimau hanya akan tinggal nama dalam sejarah kebangkrutan kota ini," ancam Rio berbalik badan memunggungi pria tua itu.

Darmawan hanya bisa terdiam membeku dengan mulut terbuka lebar melihat kepergian Rio.

1
Adelina Lin
mantap thor
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
kiyoe
hehehe sabar kak 🤭
Sri rahayu
hidup melarat punya anak dajjal tidak berguna .bukannya bantu ibunya malah nyusahin
ceuceu
kejam jg rio
ALEXIS A.😇
thorr.. up dong
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah rio ketemu orang baik
kiyoe: iyaa kak alhamdulilah hehe
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya kena karma juga anak laknat
Dewiendahsetiowati
dasar anak durhaka,jangan sampai kamu nanti ngaku anaknya Ibu Santi ketika ibumu diratukan Rio
Dewiendahsetiowati
bau2 adik durhaka nih
Dewiendahsetiowati
bikin nyesek bacanya😭😭😭
Dewiendahsetiowati: 1 ibu bisa merawat 10 anak giliran anak merawat 1 orang tua dioper2 bahkan di kasih dipanti jompo😭😭
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
kiyoe: terimakasih kak semoga senang dengan cerita nya 🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
author please harus buat Rio ungkapkan dirinya biar ibunya Rio Santi dan Rizky itu semua orang yang hadir juga harus terkejut. dan juga buat Rio putus hubungan dengan rizky supaya tidak kembali. dan Santi ikut ke Rio. 🙏😭😭😭
kiyoe: terimakasih kak atas masukannya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!