NovelToon NovelToon
Aku Sayang Kakak Iparku

Aku Sayang Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.

Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.

Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.

Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 30

Malam ini, Rara tengah dalam perjalanan menuju apartemen Alisha. Ia melaju di tengah lengangnya jalan raya. Kira-kira 15 menit diperjalanan, kini ia sudah sampai parkiran apartemen.

Rara segera keluar mobil dan melangkah menuju apartemen Alisha. Setelah pintu lift terbuka, ia berjalan ke depan pintu. Ia mengetuk pintunya dan Alisha membukakannya.

Tidak butuh waktu lama bagi Rara dan Alisha untuk menyiapkan penampilannya. Kini mereka sudah tampak menawan dan memikat. Dengan sepatu high heels mereka melangkah keluar kamar.

Tepat saat Rara dan Alisha baru saja 1 langkah keluar, pintu lift terbuka. 2 pria berbadan tegap dan memakai jaket kulit hitam keluar dari sana. Pria itu tidak asing bagi mereka bedua.

"itu orang suruhan Rudi," kata Alisha panik.

"kita lewat tangga darurat aja ra, nanti naik liftnya dilantai bawah," ajak Alisha.

Rara dan Alisha langsung memutar badan menuju pintu darurat dengan hati-hati, agar pria itu tidak curiga.

"hei ! Tunggu sebentar !," teriak pria bertopi disebelah kanan.

"jangan berhenti, terus jalan terus," ucap Rara. Mereka berdua mulai mempercepat langkahnya.

Rara dan Alisha pun berhasil melewati tangga darurat. Kini mereka berdiri didepan pintu lift, 1 lantai dibawah lantai apartemennya. Mereka mulai cemas karena pintu cukup lama belum terbuka. Sesekali Rara menekan tombol lift, namun tak ada yang berubah.

Tidak lama kemudian, pintu lift terbuka. Rara dan Alisha segera melangkah masuk.

"ra kok Rudi tahu apartemen gue ?," tanya Alisha heran dan panik.

"aku juga nggak tahu. Sekarang kita harus menjauh dulu dari mereka. Nanti setelah sampai parkiran kita naik mobil masing," jawab Rara. Didalam hatinya, ia ingin segera melarikan diri.

Begitu pintu lift terbuka dan sudah sampai basement, Rara dan Alisha melangkah secepat mungkin ke mobil mereka. Sesekali Rara terjatuh karena high heelsnya yang merepotkan saat situasi seperti ini.

Alisha langsung melajukan mobilnya keluar parkiran. Sementara Rara sedikit terhambat. Saat ingin menghidupkan mobil, mesinnya mendadak tidak langsung berderu. Seakan tidak mendukung pelariannya.

"itu mobilnya !"

Suara itu seketika membuat Rara panik. Saat itu juga mesin mobilnya menyala. Ia pun segera keluar dari parkiran. Ia menginjak gas cukup dalam, sehingga mobil melaju cukup cepat dan semakin jauh dari gedung apartemen.

Saat Rara lihat ke spion dalam mobil, ia menyadari kalau pria suruhan Rudi mengejarnya menggunakan motor dan semakin dekat dengannya. Tanpa pikir panjang, ia kembali menambah kecepatan.

Rara panik dan mulai cemas. Batinnya ragu apakah ia mampu melarikan diri, karena kedua pria itu seakan mampu menyamai kecepatan mobilnya dan semakin mendekat.

Tanpa mempedulikan keselamatannya didalam mobil, Rara terus menancap gas agar tidak mudah dikejar.

Rara tak menyadari 500 meter lagi akan lewat persimpangan jalan. Walaupun lalu lintas didepannya lengang, ia tak pedulikan sisi jalan lainnya.

Lampu lalu lintas menyala merah. Rara tak mempedulikannya, ia tetap melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Sementara, disisi lain jalan yang lampunya sudah berubah hijau, melaju truk kontainer.

Ciiiiit....

Menyadari akan terjadi tabrakan, Rara langsung menginjak rem dalam-dalam dan membanting setirnya ke kiri. Jantungnya berdegup kencang karena ia kini tak mampu mengendalikan mobilnya.

Mobil Rara melesat beberapa meter dengan keadaan terbalik. Kepulan asap mulai muncul dari mobil. Sementara dirinya tak sadarkan diri. Cairan merah mengalir dari kepalanya akibat benturan didalam mobil.

Tidak lama kemudian, ambulan datang menuju lokasi. Rara langsung dievakuasi dari mobilnya untuk dibawa kerumah sakit.

1
Rumah Pena
lanjutt thorrr..
Pena Biru
jangan lupa like yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!