NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Murid & Iblis Pertama

Pagi di hari ke-20, Kota Batu Hitam diguncang oleh berita besar.

Tiga karavan dagang dari Kota Utama Azure yang lewat jalur Pegunungan Tujuh Pedang hilang tanpa jejak. Tidak ada mayat, tidak ada barang, hanya jejak cakaran besar di batu dan bau belerang yang menyengat. Penjaga kota, yang biasanya hanya mengurus pencuri ayam, kini memasang papan pengumuman dengan hadiah 100 batu spiritual menengah untuk siapa saja yang berani menyelidiki.

100 batu spiritual menengah adalah kekayaan besar di kota kecil ini. Cukup untuk membeli Kedai Teh milik Xiao Chen sebanyak 50 kali. Para pemburu iblis bayaran, yang biasanya mabuk di kedai arak, langsung berbondong-bondong mendaftar. Termasuk Geng Harimau Hitam.

Hu San, dengan bekas luka kencing di celananya yang sudah kering, datang ke Kedai Teh pagi itu bukan untuk meminta uang keamanan, tapi untuk meminta izin.

"Bos Teh... kami... kami mau lewat gunung. Mau cari karavan hilang. Kalau... kalau kami tidak kembali, tolong jaga jalan ini jangan sampai ada geng lain ambil alih," kata Hu San dengan suara pelan, tidak berani menatap mata Xiao Chen.

Xiao Chen yang sedang mengajari Ling'er cara membedakan daun teh yang bagus dan yang jelek, hanya mengangguk tanpa melihat. "Hati-hati. Jangan pergi lewat jalur utara dekat retakan jurang. Lewat selatan."

Hu San mengangguk patuh dan pergi. Dia tidak tahu kenapa Bos Teh bilang begitu, tapi dia percaya. Naluri bertahan hidupnya berkata, kata-kata pria penjaga kedai teh ini lebih bisa dipercaya daripada peta resmi penjaga kota.

Setelah Hu San pergi, Ling'er menarik jubah Xiao Chen.

"Bos Teh, aku juga mau ikut. Adikku sudah sembuh total, aku mau cari uang buat beli rumah yang tidak bocor."

Xiao Chen menatap Ling'er. Gadis 12 tahun itu kini terlihat berbeda. Dalam 20 hari, berkat Kitab Teh Iblis, kultivasinya sudah mencapai Pemurnian Qi tingkat 4. Lebih tinggi dari Xiao Chen yang palsu selama 1000 tahun. Tubuh Yin Iblis Murninya menyerap energi yin di sekitar Kota Batu Hitam yang tercemar abu iblis dengan kecepatan gila. Wajahnya yang dulu pucat kini bersinar sehat, matanya yang ungu samar jika diperhatikan di bawah sinar matahari langsung.

"Kau belum siap," kata Xiao Chen.

"Aku siap! Aku bisa bikin teh jadi es sekarang!" Ling'er membuktikan dengan menyentuh cangkir teh panas, dan dalam 3 detik teh itu menjadi es teh. Teknik kecil yang dia pelajari sendiri.

Xiao Chen menggeleng. "Membekukan teh dan membekukan darah iblis itu beda. Iblis tidak akan diam seperti cangkir teh."

Ling'er menunduk kecewa. Tapi Xiao Chen melanjutkan, "Tapi kau bisa ikut sebagai pembawa teh. Bukan pemburu."

Mata Ling'er langsung berbinar lagi.

Siang itu, Xiao Chen menutup kedainya untuk pertama kalinya sejak buka. Dia menggantung papan kayu: "TUTUP - PERGI CARI DAUN TEH". Dia, Ling'er, dan tanpa diduga, Hu San dan dua anak buahnya yang menunggu di gerbang kota, berangkat menuju Pegunungan Tujuh Pedang.

Jalur selatan yang disarankan Xiao Chen ternyata memang lebih aman. Mereka tidak menemukan iblis, hanya menemukan satu gerobak karavan yang terbalik karena roda patah, bukan karena iblis. Tapi saat mereka memutuskan untuk memutar sedikit ke jalur tengah untuk mencari petunjuk lebih banyak, mereka menciumnya.

Bau yang sangat dikenal Xiao Chen. Bau besi berkarat dan daging busuk. Bau Jurang Iblis.

"Semua berhenti," kata Xiao Chen pelan.

Hu San dan anak buahnya langsung berhenti, tangan di gagang pedang. Ling'er yang berada di belakang Xiao Chen tiba-tiba merasa sangat kedinginan, bukan karena takut, tapi karena Tubuh Yin Iblis Murninya bereaksi terhadap energi iblis yang pekat.

Dari balik batu besar di tikungan jalan, terdengar suara mengunyah. _KRAUK... KRAUK..._

Seekor Iblis Serigala Bayangan, seukuran kuda, dengan bulu hitam dan mata merah, sedang mengoyak mayat pemburu iblis yang mendaftar pagi tadi. Mayat itu masih hangat. Di sebelahnya ada dua mayat lagi.

Hu San pucat. Itu adalah Iblis Tingkat 2 Menengah, setara dengan kultivator Foundation Establishment puncak. Dia yang baru Foundation akhir saja tidak akan mampu melawannya sendirian.

Iblis Serigala itu mengangkat kepalanya, mencium bau manusia baru. Matanya menatap mereka berlima, dan berhenti pada Ling'er. Lidahnya menjulur. Dia bisa merasakan Tubuh Yin Iblis Murni itu. Bagi iblis, tubuh seperti itu adalah makanan peningkat kekuatan terbaik.

Iblis itu melompat. Cepat seperti bayangan. Targetnya bukan Xiao Chen atau Hu San. Targetnya Ling'er.

Hu San berteriak, "Lindungi gadis kecil itu!"

Tapi dia terlalu lambat. Cakar iblis itu sudah 1 meter di depan wajah Ling'er yang membeku ketakutan.

Saat itulah, sesuatu yang tidak diajarkan Xiao Chen terjadi.

Tubuh Ling'er bereaksi sendiri. Rasa takut yang luar biasa karena akan dimakan, bercampur dengan keinginan untuk hidup yang dia pelajari dari Xiao Chen, membuat energi Yin Iblis di dalam tubuhnya meledak keluar tanpa kontrol.

_WUSSS!_

Dari telapak tangan Ling'er yang terangkat refleks, keluar kabut hitam keunguan yang sangat dingin. Kabut itu tidak membekukan cakar iblis. Kabut itu masuk ke dalam mata merah iblis itu.

Iblis Serigala itu meraung, bukan karena sakit fisik, tapi karena ketakutan. Untuk pertama kalinya, predator menjadi mangsa. Dalam kabut itu, dia melihat bayangan yang sama yang dilihat Hu San di kedai teh - bayangan lautan darah dan Raja yang duduk di singgasana tengkorak. Bayangan Xiao Chen.

Iblis itu jatuh ke tanah, kejang-kejang, matanya memutih. Dia tidak mati, tapi jiwanya terluka parah oleh ketakutan murni.

Semua orang terdiam. Hu San dan anak buahnya menatap Ling'er seperti melihat hantu.

Ling'er sendiri jatuh terduduk, napasnya terengah-engah, tangannya gemetar. Dia melihat tangannya sendiri dengan tidak percaya.

Xiao Chen berjalan pelan mendekati Iblis Serigala yang kejang itu. Dia berjongkok, menatap mata iblis itu.

"Kau mencium bau tuannya, ya?" bisik Xiao Chen ke telinga iblis itu, suaranya hanya bisa didengar iblis itu. "Pintar. Tapi kau salah target. Dia muridku."

Xiao Chen meletakkan jarinya di dahi iblis itu. Tidak ada cahaya, tidak ada ledakan. Iblis itu langsung menjadi patung es hitam, lalu pecah menjadi debu hitam yang tertiup angin.

Dia berdiri, menatap Ling'er yang masih duduk di tanah.

"Kau lulus ujian pertama," kata Xiao Chen.

"Ujian?" Ling'er masih gemetar.

"Ujian untuk tidak lari saat takut. Banyak kultivator Golden Core yang gagal ujian itu. Mereka lari saat melihat iblis pertama mereka. Kau tidak lari. Kau melawan, meskipun caranya masih berantakan," kata Xiao Chen sambil mengulurkan tangannya.

Ling'er meraih tangan itu dan berdiri.

Hu San yang dari tadi diam, akhirnya memberanikan diri bicara. "Bos... Bos Teh... murid Bos Teh... monster juga..."

Xiao Chen menatap Hu San. "Jangan bilang siapa pun apa yang kau lihat hari ini. Kalau tidak, lain kali yang kubekukan bukan teh."

Hu San mengangguk cepat sampai lehernya hampir patah.

Mereka melanjutkan perjalanan pulang. Di jalan, Xiao Chen menjelaskan kepada Ling'er apa yang terjadi.

"Itu adalah Ketakutan Iblis. Tubuhmu tidak mengeluarkan es, tapi mengeluarkan rasa takut murni yang kau serap dari jurang selama ini. Iblis hidup dari rasa takut manusia, tapi mereka juga bisa mati karena rasa takut yang lebih besar dari mereka. Dan di dunia ini, tidak ada rasa takut yang lebih besar dari rasa takut iblis kepada... aku."

Ling'er mengangguk, setengah mengerti.

Sesampainya di Kota Batu Hitam, berita menyebar: Kelompok Bos Teh menemukan bukti karavan hilang dimakan iblis, dan Bos Teh mengusir iblis itu hanya dengan menatapnya. Hadiah 100 batu spiritual menengah diberikan kepada Hu San, tapi Hu San dengan takut memberikannya semua kepada Xiao Chen.

Xiao Chen hanya mengambil 10 keping untuk sewa kedai bulan depan, sisanya dia berikan kepada Ling'er.

"Beli rumah yang tidak bocor. Dan beli sandal," katanya.

Malam itu, setelah Ling'er pulang dengan mata berbinar membawa karung batu spiritual, Xiao Chen duduk sendirian di atap kedainya, menatap ke arah pegunungan. Retakan di jurang yang dia tutup sementara 20 hari lalu, kini terbuka lagi selebar 5 meter.

Dan kali ini, dia merasakan sesuatu yang berbeda. Energi yang keluar bukan lagi energi iblis kecil yang lapar.

Energi itu adalah energi yang sangat tua, sangat lapar, dan sangat marah. Energi yang bahkan selama 1000 tahun dia jaga, tidak pernah berani keluar karena takut padanya.

Raja Iblis yang sebenarnya akan bangun dalam 10 hari.

Xiao Chen menyeruput teh dinginnya yang sudah jadi es karena tadi tersentuh Ling'er.

"Sepuluh hari lagi ya," gumamnya. "Cukup waktu untuk mengajari Ling'er cara membuat teh yang tidak jadi es batu."

Dia melompat turun dari atap, masuk ke kedainya, dan mulai menulis Kitab Teh Iblis - Bab Kedua di atas kertas bekas bungkus teh. Untuk murid pertamanya.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!