NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. Dua Sikap Berbeda Menyambut Pesta

Pagi itu langit tampak cerah, nyaris tak ada awan yang menggantung. Tampak suasana pusat ibu kota Kerajaan Nan-feng di pagi itu sudah ramai, terkesan meriah.

Para pedagang keliling nyaris memenuhi jalan utama ibu kota, seolah berlomba, berbondong-bondong menawarkan dagangan mereka masing-masing.

Sementara para nona bangsawan berserta pelayan mereka sudah sibuk mengunjungi berbagai toko butik, guna membeli pakaian terindah dan terbaik demi satu hal.

Apakah gerangan yang memicu keseriusan dan antusias penduduk ibu kota Kerajaan Nan-feng di pagi yang cerah itu?

Itu tidak lain karena pengumuman resmi dari istana sudah menyebar luar ke seantero ibu kota Kerajaan Nan-feng. Pengumuman tentang pesta penyambutan kepulangan Jenderal Besar Kerajaan, Jenderal Ling Guojin.

Akan tetapi, hal yang lebih membuat heboh lagi yaitu pengumuman tambahan dari Kaisar Zheng Fangxin yang akan mengumumkan sesuatu yang masih bersifat rahasia.

Para pejabat istana, para bangsawan ibu kota, para saudagar kaya, sampai rakyat biasa menunjukkan keseriusan mereka dalam menantikan momen tersebut.

"Huang Di Xia hendak mengumumkan apa gerangan? Katanya masih rahasia...."

"Pasti ini sesuatu yang penting...."

"Ya, itu sudah pasti...."

"Tapi apa ya?"

"Apa mungkin pengumuman rahasia itu tentang perjodohan Huang Tai zi?"

"Hah! Benarkah itu?"

Desas-desus penduduk ibu kota nyaris tak bisa dibendung, hampir mengisi setiap kedai makan, kedai minum, penginapan, dan toko-toko yang ada di ibu kota.

Sementara itu berita tentang pengumuman Kaisar Zheng Fangxin juga telah sampai di kediaman Jenderal Ling.

Ling Qingxue yang tengah duduk santai di paviliun kecil di belakang rumahnya bersama Liu Xui, hanya menanggapi berita-berita menghebohkan itu dengan tersenyum santai.

Sejak sistem memberinya misi baru, Ling Qingxue sudah menduga jika pesta penyambutan Jenderal Ling Guojin akan menjadi panggung pengumuman perjodohan dirinya dengan Putra Mahkota Zheng.

Liu Xui yang kerap berada di samping Ling Qingxue, menatap nona mudanya dengan penuh perhatian.

"Shao jie, apa kamu akan tetap menghadiri pesta itu?" tanyanya bernada risau dan khawatir.

"Tentu saja aku akan tetap hadir," sahut Ling Qingxue dengan nada ringan, tanpa ada beban. "Tapi tenang saja, aku tidak akan bertindak bodoh lagi seperti yang sudah-sudah."

Saat mengucapkan kalimatnya itu, benaknya sudah menyusun rencana yang bakal menggemparkan ibu kota saat acara itu telah tiba.

"Kalau begitu, aku akan mendukungmu sepenuhnya, Shao jie," tanggap Liu Xui penuh semangat dan keseriusan.

Sementara di Paviliun Mawar, Ling Yaofei yang juga telah mendengar beri yang menghebohkan itu, tampak penuh semangat dan percaya diri. Dengan bergegas dia menyuruh pelayannya untuk menyiapkan kereta kudanya.

"Aku harus membeli pakaian terbaik dan terindah untuk menarik perhatian Zheng Liang," ujarnya penuh percaya diri.

Di dalam hatinya, Ling Yaofei sudah merasa pasti bahwa pengumuman rahasia itu adalah pengumuman perjodohan antara dirinya dengan Pangeran Zheng Liang. Oleh karena itu, dia harus tampil sempurna pada pesta nanti.

Dia tidak mau terlalu sibuk memikirkan tentang kejadian di mana dia dihukum cambuknya oleh ayahnya.

Lagipula, Jenderal Ling Guojin sudah minta maaf dengan tulus. Sang ayah terpaksa melakukan itu demi untuk meredam amarah Putra Mahkota.

Sebagai kompensasi, Ling Yaofei silahkan berbelanja apa saja demi persiapan menyambut pesta nanti. Dan Ling Yaofei jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

Begitu pelayannya sudah menyiapkan kereta mewahnya, Ling Yaofei segera melesat keluar dari kediaman Jenderal Ling bersama dengan dua orang pelayannya.

Sedangkan Ling Qingxue hanya berdiam diri saja di paviliun sederhananya bersama Liu Xui, tanpa melakukan apa-apa untuk menarik perhatian siapa pun.

★☆★☆

Sementara itu suasana di istana Kerajaan Nan-feng tampak semakin sibuk, demi mempersiapkan pesta besar itu.

Seluruh pelayan istana tampak begitu sibuk, mengatur dekorasi yang megah di aula utama istana. Sedangkan para juru masak istana sibuk menyiapkan hidangan yang terbaik dan yang terlezat.

Di berbagai sudut ibu kota, persiapan menyambut pesta juga begitu terasa. Para bangsawan serta para saudagar kaya seolah berlomba-lomba ingin tampil memukau di pesta perayaan nanti.

Sementara itu di suatu pagi menjelang siang, di salah satu butik terkenal di pusat ibu kota, tampak tiga anak bangsawan tengah memasuki ruang utama butik.

Begitu diteliti lebih dalam, mereka ternyata adalah Ling Yaofei, dan kedua kakaknya; Ling Yujian dan Ling Yuchen. Ketiganya datang untuk membeli pakaian terbaik, itu jelas!

Ling Yaofei mengenakan jubah berkain mahal berwarna hijau muda berhiaskan bunga Peony. Namun wajahnya tampak cemberut, menampakkan rasa tidak puas.

Kemarin dia sudah berbelanja bersama pelayannya, tapi dirasa masih kurang, masih belum tercapai apa yang dia maukan.

"Aku ingin gaun yang tidak hanya indah dan mewah, tapi juga lembut dan elegan," ujar Ling Yaofei penuh minat sambil mengelus sebuah gaun dari sutra di lemari pajangan.

"Hahaha! Xiao mei mei kita tampaknya ingin tampil mempesona di pesta perayaan nanti," tanggap Ling Yuchen seraya tertawa kecil, seolah menggoda.

"Belanja lah sesukamu, Yao'er, biar hatimu senang," kata Ling Yujian penuh perhatian seraya tersenyum.

"Jian Gege, Chen Gege, pesta ini amat penting bagiku," ungkap Ling Yaofei penuh antusias. "Aku harus tampil lebih cantik dan mempesona di hadapan Zheng Huang Tai zi...."

"Itu bagus, Yao mei," dukung Ling Yuchen seraya mengacungkan dua jempolnya pada adik kesayangannya. "Gege mendukungmu!"

Ling Yujian yang cenderung pendiam hanya tersenyum saja. Tapi dari mimik wajahnya, jelas mendukung apapun yang diinginkan Ling Yaofei.

Ketika mendengar Ling Yaofei menyebut nama Pangeran Zheng Liang, beberapa pelayan toko segera membawakan beberapa set gaun cantik bercorak mewah dengan warna-warna lembut, sesuai selera sang nona bangsawan.

Beberapa saat Ling Yaofei cuma melihat-lihat saja gaun-gaun mewah nan cantik itu. Namun belum juga menarik perhatian bagi Ling Yaofei.

Hingga suatu ketika....

"Aku ingin gaun jubah yang lebih eksklusif...," komentar Ling Yaofei, "yang membuat Liang Wang ye tak bisa melepas tatapannya kepadaku...."

Mendengar komentar itu, salah satu pelayan toko yang sudah berpengalaman langsung paham maksud pelanggannya itu.

"Shao jie, kami memiliki satu set gaun jubah merah muda dengan bordiran burung phoenix warna emas. Itu mencerminkan keanggunan dan kelembutan. Sangat cocok bagi calon permaisuri...."

Tanpa menunggu lama si pelayan toko langsung memperlihatkan gaun yang dimaksud. Melihat itu, Ling Yaofei langsung tersenyum lebar penuh kepuasan.

"Aku ambil yang ini!" cetusnya penuh kegirangan.

Sementara Ling Yujian maupun Ling Yuchen, tidak berkomentar apa-apa lagi setelah adik kesayangan mereka telah menjatuhkan pilihannya. Bagi mereka, selama Ling Yaofei senang, apapun akan mereka belikan.

Ini juga sekaligus menebus rasa bersalah mereka karena kemarin tidak bisa membantu sang adik kesayangan yang terkena hukuman cambuk.

Untung saja Ling Yaofei penuh pengertian, mau berlapang dada dan menerima hukuman itu sebagai sesuatu yang layak dia terima.

Sedangkan Ling Yaofei yang seolah sudah lupa peristiwa itu, amat berekspektasi tinggi dengan gaun jubah yang dia pilih.

"Dengan jubah mahal ini, aku amat yakin tak ada yang bisa menyaingi kecantikanku di hadapan Zheng Liang," tuturnya dalam hati dengan senyum penuh percaya diri.

★☆★☆★

1
Muft Smoker
akhirnya ny yg aq tunggu2 dr jaman dinosaurus akhirnya di lakukan juga ma Ling qingxue ,,

luph byk2 buat km Ling er ,,
Adhie: hehehehe
total 1 replies
kaylla salsabella
yeeeeeeeee terus semangat qingxue
Adhie: semangat... pantang mundur
total 1 replies
kaylla salsabella
ah lagi thor😭😭😭
Adhie: siap....
diusahakan up tiap hari
total 1 replies
Muft Smoker
aaaaa d gantuuung ,,
pgen tak HI'IH tuh guru Bing ,,
awas jgn melongo yx kalo nanti Ling qingxue menang😏😏😏😏😏
Adhie: tentu saja dia bakal tercengang nanti
total 1 replies
Maysa Maysa
kannn bener bener pek ketiplek novel kak Yulianti
kak kalau berkarya jangan jiplak dong😡
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kakak aja ngeh. Apalagi aku yang penulisnya masih teringat jelas aku nulisnya. Cari idenya sampai lupa makan dan kurang tidur. Tapi enteng banget penulis ini malah nyontek.
total 1 replies
Maysa Maysa
semakin lama aku baca kok ceritanya bener bener mirip kayak punya kak Yulianti Azis ya.
Maysa Maysa
kok tetep mirip karya sebelah
Adhie: terima kasih sudah berkunjung...
total 1 replies
Maysa Maysa
kok alurnya gak asing ya, kek pernah baca
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Alurnya kan emang nyontek punyaku, kak. Yang Guo Mei. "Kesempatan Kedua: Sang Putri." 🤣🤣
total 1 replies
Kustri
lao tian itu apa dewa? 🤔
Adhie: benar, artinya dewa atau dewata yang agung
total 1 replies
Muft Smoker
aduuh knp gx langsung nunjukin Dy sypa siih ,, tutup mulut mereka dg kemampuan mu Ling quexue ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Adi Sudiro
terlalu bertele tele.. bukan seru malah bosen... 🤣🤣🤣🤣
Adhie: siap...
saran dan kritik diterima...
terima kasih
🙏🙏🙏
total 1 replies
kaylla salsabella
qingxue terlalu bertele-tele 🤣🤣
Adhie: biar penasaran kaka... hehehe...
terima kasih selalu mengikuti...
total 1 replies
L
Alur plek ketiplek Kesempatan Kesempatan Kedua; Sang Putri.

Author; Yulianti Aziz.

Dari banyaknya ide di dunia ini, coba deh kamu kreatif, jangan plagiat punya orang, terus kamu modifikasi.

Uang yang didapat gak akan berkah pun hasilnya gak seberapa, apa gak takut ke makan keturunan mu?
kaylla salsabella
lanjut thor
Adhie: siap...
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis
Kira-kira dong kalau plagiat. Kau pikir gak bakalan ketahuan? Sudah banyak pembaca yang kasih tahu mirip banget alurnya sama novelku yang judulnya "Kesempatan Kedua: Sang Putri"
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Aku udah baca sampek bab 40an. Aku tahu novelku karena aku yang tulis tiap detailnya. Jangan karena diubah beberapa jadi gak tahu, pembacaku aja yang udah baca novelku langsung tahu. Karena mereka yang kasih tahu aku.
total 2 replies
Muft Smoker
baru ujian larii aj ,,
udh pada iri dan heboh ,, gmn nanti kalo Ling quexue nunjukin kekuatan elemen ny ,,
Muft Smoker: waah udh gx sabar liat moment tu kak ,, dtggu2 banget ma aq ,,
total 2 replies
kaylla salsabella
yeeee akhirnya bersama nenek
Adhie: ya, zhu qianlu adalah satu satunya keluarga qingxue yang perduli...
entah nanti jika masih ada keluarga jauh
total 1 replies
Muft Smoker
aq sukaaaa
Muft Smoker: ooo gt kah???
ok klo gitu ,, 🫡🫡😁😁😁
total 6 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Adhie: lanjuuuut
total 1 replies
kaylla salsabella
lagi thor
Adhie: siap... lanjut...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!