Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern
Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.
sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Di halaman luar rumah kayu yang tenang, suasana mendadak hening begitu Gu Tian memanggil ketiga anggota keluarga Lu untuk berkumpul di hadapannya. Lu Ying, Wang Jiyi, dan Lu Yui kecil berdiri berjejer dengan pandangan penuh penghormatan yang mendalam.
Gu Tian menatap Lu Ying dengan raut wajah yang tegas dan penuh wibawa.
"Lu Ying, dengarkan instruksiku baik-baik," ujar Gu Tian dengan suara rendah namun memancarkan daya tekan yang tak terbantahkan. "Aku tidak bisa berlama-lama tinggal di lembah ini. Aku harus pergi mengembara untuk mencari sumber daya dan meningkatkan ranah kultivasiku kembali ke puncak."
Lu Ying membungkukkan badannya secara refleks. "Hamba siap mendengarkan dan melaksanakan setiap perintah Leluhur Agung!"
"Setelah ayahmu—Lu Chen—pulih sepenuhnya dan keluar dari ruangan kultivasi, sampaikan pesanku padanya," lanjut Gu Tian, matanya berkilat dingin. "Begitu meridian dan fisiknya pulih, dia harus berkultivasi hingga minimal menembus Ranah Inti Emas (Golden Core Realm)."
Lu Ying terkejut pelan mendengarnya, namun tetap menyimak tanpa menyela.
"Aku memiliki tugas khusus yang sangat krusial untuk ayahmu," terang Gu Tian dengan nada penuh intrik. "Setelah mencapai Ranah Inti Emas, Lu Chen harus menyusup secara diam-diam ke dalam Sekte Xian Guo—sekte busuk yang dulu dipimpin Feng Shui, musuh yang telah memenggal kepala Tetua Xi Yuan dan membantai saudara-saudara kita. Tugas Lu Chen adalah menggali informasi, menancapkan akar, dan menghisap kekuatan sekte itu dari dalam tanpa disadari oleh siapa pun!"
Gu Tian lalu melirik Wang Jiyi dan Lu Yui kecil.
"Kalian bertiga harus membantu ayahmu dengan sekuat tenaga untuk mempersiapkan rencana besar ini."
Dengan satu kibasan jubah birunya, empat buah kantong penyimpanan spasial berwarna keemasan melayang keluar dan mendarat rapi di tangan Lu Ying.
"Di dalam empat kantong penyimpanan ini, aku telah membagikan sumber daya yang disesuaikan untuk kebutuhan kalian masing-masing," kata Gu Tian. "Ada Batu Spiritual Tingkat Tinggi, pil pemurni meridian untuk Lu Yui, serta kitab teknik kultivasi kelas atas peninggalan masa kejayaan sekte kita."
Melihat kebaikan dan kemurahan hati yang begitu melimpah, Lu Ying, Wang Jiyi, serta Lu Yui kecil tidak sanggup lagi menahan rasa haru di dada mereka. Mereka bertiga seketika merosot berlutut di atas tanah dan menjatuhkan dahi mereka rapat-rapat.
"Terima kasih sebesar-besarnya atas kebaikan dan anugerah tak terhingga dari Leluhur Agung!" jerit mereka bertiga secara serempak dengan suara bergetar penuh rasa syukur.
"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai Leluhur kalian. Bangkitlah," ujar Gu Tian pelan.
Tanpa banyak bicara lagi, Gu Tian membalikkan badannya.
SWOOSH!
Dalam satu hentakan kaki yang ringan, tubuh tegapnya melesat ke udara bagaikan berkas cahaya keemasan, meninggalkan Lembah Timur dan meluncur kembali menuju wilayah reruntuhan pusat Sekte Dao Langit.
Beberapa menit kemudian, Gu Tian mendarat anggun di depan reruntuhan pelataran utama Sekte Dao Langit.
Angin sore yang dingin berhembus kencang, memainkan ujung jubahnya dan menerbangkan dedaunan kering di atas pilar-pilar giok yang hancur. Gu Tian berjalan perlahan menuju lokasi lorong bawah tanah tempat Gudang Harta Rahasia berada.
Dia berdiri mematung di sana. Bayangan kisah tragis yang diceritakan Lu Chen tentang pengorbanan Tetua Xi Yuan—yang memilih dipenggal oleh Feng Shui demi melindungi istri dan anaknya yang sedang dikandung—terbayang sangat jelas di dalam benaknya, hatinya sakit.
Gu Tian perlahan menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dia mengepalkan kedua tangan di balik jubahnya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih dan bergetar hebat.
"Maafkan aku..." bisik Gu Tian dengan suara berat yang dipenuhi penyesalan mendalam. "Maafkan aku karena sempat meragukan kesetiaan kalian di masa lalu... terutama padamu, Tetua Xi Yuan."
Darah di dalam tubuh Gu Tian mendidih oleh rasa bersalah dan niat membunuh yang tertahan.
"Darah kalian tidak akan tumpah secara sia-sia," janji Gu Tian pada tanah reruntuhan itu. "Setiap sekte dan setiap individu yang terlibat dalam pembantaian tiga puluh tahun lalu... akan kubuat membayar harga darah ini seratus kali lipat!"
Gu Tian mengangkat kepalanya kembali. Binar matanya kini telah berubah menjadi sangat tajam, dingin, dan bulat tanpa keraguan sedikit pun. Dia membalikkan badan, membiarkan jubah birunya tertiup angin segar yang berhembus dari atas tebing, lalu melangkah mantap meninggalkan reruntuhan sekte tempat masa lalunya bersemayam.
Setengah hari perjalanan melintasi belantara dan pegunungan...
Di sebuah jalan tanah yang sepi di batas wilayah selatan, seorang pemuda asing berjalan santai.
Pria paruh baya karismatik berambut perak bernama Gu Tian telah menghilang. Sebagai gantinya, sosok yang kini berjalan di jalanan tanah itu adalah seorang pemuda tampan berusia sekitar 20 tahun dengan rambut hitam terurai rapi dan jubah abu-abu sederhana.
Gu Tian telah menggunakan salah satu ilmu penyamaran tingkat tinggi miliknya: Teknik Penyamaran Wajah Seribu Bayangan (Thousand Shadows Faceless Technique).
Tidak hanya mengubah bentuk wajah dan struktur fisiknya menjadi pemuda gagah yang tampak polos, Gu Tian juga menyembunyikan aura Inti Emas (Golden Core) miliknya hingga ke tingkat paling dalam. Di mata dunia luar saat ini, tingkat kultivasinya ditekan hingga ke Ranah Fondasi Tingkat Awal (Early Foundation Establishment).
Selama bukan seorang pakar tingkat legenda atau ahli jiwa yang sangat kuat, tidak akan ada satu pun kultivator di benua ini yang mampu menembus penyamaran rahasia tersebut!
"Dengan identitas baru ini, bergerak di dunia luar akan jauh lebih mudah tanpa memicu kecurigaan musuh-musuh lamaku," batin Gu Tian dengan senyum tipis di bibirnya.
Tujuan utamanya saat ini adalah melangkah menuju sebuah sekte raksasa yang lokasinya cukup jauh dari tempat ini: Sekte Awan Hijau (Green Cloud Sect).
Sekte Awan Hijau adalah salah satu sekte terkuat di benua saat ini, yang kedudukannya sangat megah dan setara dengan kejayaan Sekte Dao Langit di masa lalu. Sekte ini dikendalikan oleh faksi aliansi tiga keluarga kultivasi besar yang sangat berpengaruh, yaitu Keluarga Hu, Keluarga Ji, dan Keluarga Xi.
Namun, saat Gu Tian sedang menikmati perjalanannya menyusuri jalan setapak di tengah rimbunnya hutan belantara...
TRANG! BZZZZZT!
BOOOOOOM!
Tiba-tiba, suara dentingan senjata pusaka yang beradu keras diselingi oleh ledakan gelombang energi Qi yang hebat terdengar bergema dari arah depan jalan setapak!
Gu Tian menghentikan langkah kakinya. Matanya yang tajam memicing menatap ke balik pepohonan di depan sana, di mana asap ledakan dan aura pertarungan sengit perlahan membumbung tinggi ke udara.
"Pertarungan di tengah jalan...?" gumam Gu Tian pelan, bibirnya terangkat membentuk garis senyum yang sulit diartikan.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/