NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Keesokan harinya, atmosfer di kampus terasa jauh lebih ramai dari biasanya. Kabar mengenai kepulangan Elang, sang mantan pangeran sekolah zaman SMA yang populer, sudah mulai menyebar di kalangan mahasiswa angkatan tua. Namun, bagi Raelyn, fokusnya hari ini benar-benar terpecah.

Sepanjang jam kuliah, dia tidak bisa berkonsentrasi penuh pada penjelasan dosen. Pikirannya terus berputar pada raut wajah dingin Alvarez tadi malam. Rasa bersalah karena telah berbohong mulai menggerogoti hatinya.

Begitu kelas terakhir selesai pada sore hari, Raelyn segera mengemas barang-barangnya ke dalam tas. Tisha dan Angel yang melihat sahabat mereka tampak terburu-buru hanya bisa menggelengkan kepala.

"Gue duluan ya, Girls. Mau langsung pulang," pamit Raelyn canggung.

"Iyalah, yang ditungguin suami posesif mah beda," goda Angel sembari tertawa.

Raelyn melangkah lebar menuju area parkir luar kampus. Namun, begitu dia sampai di dekat deretan motor mahasiswa, sesosok pria yang sudah sangat dia kenal sejak kemarin kembali menampakkan dirinya. Elang berdiri di sana dengan senyum menawan yang sengaja dia pasang, bersiap untuk mendekati Raelyn kembali.

"Raelyn!" panggil Elang, melangkah mantap memotong jalur jalan Raelyn.

Raelyn langsung menghentikan langkahnya dan secara refleks memasang wajah yang teramat malas.

"Mau apa lagi sih lo?" gerutu Raelyn ketus.

"Aku anter pulang ya, Lyn? Aku bawa mobil hari ini. Kita bisa sekalian mampir makan malam kayak dulu," ucap Elang dengan nada suara yang lembut, terdengar sangat percaya diri bahwa taktiknya kali ini akan berhasil.

"Gak perlu! Gue bisa pulang sendiri!" tolak Raelyn mentah-mentah, berniat melangkah melewatinya.

Namun, sebelum Elang sempat membalas atau menahan lengan Raelyn, sebuah deru mesin mobil sport yang teramat bising dan menggelegar mendadak memasuki area parkir.

Sebuah mobil sport mewah berwarna hitam legam yang harganya setara dengan biaya operasional satu fakultas berhenti dengan presisi tepat di samping mereka.

Pintu kemudi terbuka. Alvarez Arran Danadiaksa melangkah keluar. Pria itu datang dengan setelan jas hitam formalnya yang sangat berwibawa, memancarkan aura kekayaan dan kekuasaan mutlak. Tatapan mata elangnya yang sejak tadi melihat pemandangan Elang mencoba mendekati istrinya langsung membuat darahnya mendidih.

Alvarez benar-benar naik pitam, namun dia berhasil menekan amarahnya di balik ekspresi wajah yang teramat tenang dan dingin.

Alvarez melangkah mendekat dengan wibawa yang mengintimidasi.

"Raelyn," panggil Alvarez, suaranya berat dan menggema rendah di area parkir.

Raelyn otomatis menoleh. Detik itu juga, matanya membelalak sempurna karena kaget bukan main.

"L-lo... lo ngapain di sini?!" tanya Raelyn terbata-bata, sama sekali tidak menyangka sang suami akan nekat mendatangi kampusnya sendiri.

"Jemput kamu," jawab Alvarez pendek, tatapan matanya beralih perlahan menatap Elang dengan pandangan yang sanggup membuat nyali orang biasa menciut.

Elang yang merasa suasananya mendadak berubah menjadi sangat mencekam, langsung menatap Alvarez dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan tidak suka. Dia kemudian menoleh ke arah Raelyn.

"Lyn... ini siapa?" tanya Elang bingung.

Alvarez memajukan tubuh tegapnya satu jengkal, mengurung pergerakan Raelyn di belakang punggungnya. Dia menatap lurus ke dalam manik mata Elang dengan kilatan mata yang teramat dingin.

"Saya suaminya Raelyn," ucap Alvarez dengan penekanan mutlak pada setiap kosa katanya.

Kalimat pendek yang keluar dari mulut Alvarez langsung membuat area parkir itu mendadak hening seketika. Beberapa mahasiswa yang kebetulan lewat bahkan sampai menghentikan langkah mereka untuk menonton drama tersebut.

Raelyn terbelalak tidak percaya suaminya akan membongkar status mereka secara terang-terangan di area kampus seperti ini.

Sementara itu, Elang langsung tertawa sinis, menggelengkan kepalanya dengan raut wajah meremehkan.

"Suami?" ucap Elang dengan nada mengejek.

Dia menatap Alvarez menantang. "Gak usah nipu deh lo! Raelyn itu cuma cinta sama gue. Dari dulu sampai sekarang, hatinya cuma buat gue. Dia gak mungkin nikah sama orang lain secara mendadak begini!" ucap Elang dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi.

Tanpa membuang waktu untuk berdebat kusir yang tidak efisien bagi otaknya, Alvarez langsung melakukan tindakan nyata. Dengan gerakan yang teramat tenang namun tegas, dia meraih tangan kiri Raelyn, mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara secara sejajar dengan tangan kanannya sendiri.

Di bawah terik matahari sore, dua buah cincin pernikahan bermata berlian yang melingkar manis di jari manis tangan Raelyn dan jari tangan Alvarez tampak berkilau dengan sangat nyata.

"Bisa lihat, kan?" ucap Alvarez dingin, telak menghantam seluruh kesombongan di wajah Elang.

Elang mendadak bungkam seribu bahasa. Wajah tampannya langsung berubah menjadi pucat pasi, menatap cincin itu dengan pandangan tidak percaya yang luar biasa.

Raelyn yang merasa situasi ini sudah semakin darurat dan panik jika Alvarez akan melakukan tindakan nekat lainnya, langsung menarik lengan jas suaminya.

"Udah, Al... ayo kita pulang sekarang," ajak Raelyn dengan nada suara yang memohon.

Alvarez menurunkan genggaman tangannya, lalu berbalik menatap Raelyn dengan tatapan mata yang mendadak melunak hangat.

"Kamu tunggu di mobil dulu ya, sayang," ucap Alvarez lembut, merujuk pada panggilan barunya yang sengaja dia tekankan untuk memanaskan telinga pria di hadapan mereka.

Raelyn langsung panik, memegangi lengan tegap Alvarez erat-erat.

"Lo... lo mau ngapain?!" tanya Raelyn dengan suara berbisik, dilanda ketakutan jika suaminya akan menghabisi Elang di tempat ini.

"Sudah, tunggu di mobil," ulang Alvarez, suaranya terdengar sangat tenang namun tidak menerima bantahan dalam bentuk apa pun. Dia membukakan pintu mobil sport untuk istrinya.

Raelyn menatap mata suaminya lekat-lekat, lalu mendengus pasrah. Sebelum masuk ke dalam mobil, dia menatap Alvarez penuh ancaman.

"Jangan macam-macam lo ya! Awas lo kalau sampai berantem!" ancam Raelyn, lalu masuk ke dalam kabin mobil dan menutup pintunya.

Alvarez menyunggingkan senyum tipis sangat tipis hingga hampir tidak terlihat menatap kepatuhan istri kecilnya.

Begitu pintu mobil sport tertutup rapat, senyuman di wajah Alvarez langsung lenyap seketika, digantikan oleh ekspresi wajah dingin sekeras es Antartika. Kini, di area parkir yang sepi itu, hanya tersisa Alvarez dan Elang yang saling berhadapan dalam perang urat saraf yang menegangkan.

bersambung....

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!