Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
"Guys! kita ikut gabung di sini ya. Semua kursi udah penuh nih" kata Keysha.
"Gabung aja, nggak masalah kok" jawab Bayu.
"Yoi, silakan duduk guys!" ucap Reno dengan penuh semangat.
Keysha juga memperkenalkan Alina kepada Naila. "Oh iya, aku lupa. Eh, Naila, kenalin ini Alina" kata Keysha dan mereka pun berjabat tangan.
"Hai, Kak Naila. Salam kenal yaa" ucap Alina dengan ramah.
"Salam kenal juga Alina, kamu ke sini sama siapa?"
"Bareng aku" Jawab Bayu singkat.
"Ya ampun, nemu di mana cewek baby face ini, Bay?"
"Beliau atasan aku, alias Bos aku sama Kevin."
"Yah, aku kira lebih dari itu. Aku kira kamu pacar atau calon istri Bayu, kelihatan sangat cocok sih" Kata Naila seraya menatap Alina yang hanya tersenyum.
"Naila, kamu sama Kevin juga kelihatan sangat serasi kok" ucap Keysha, seketika membuat Kevin tersedak makanan. "Uhuk... uhuk... uhuk..." Naila yang melihat itu pun secara spontan mendekat dan menepuk - nepuk pundak Kevin. "Pelan - pelan dong makannya. Gimana, udah lebih baik?" tanya Naila untuk memastikan dan Kevin hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu, Naila beralih mengambil minuman dan memberikannya kepada Kevin. Semua teman - teman yang melihat itu pun dibuat baper dan gemas karena Naila bukan hanya memberikan tetapi justru menyodorkan langsung minuman itu ke mulut Kevin. Mereka saling menatap, ada rasa kerinduan dan juga kecewa diantara Kevin dan Naila tetapi masih saling menjaga serta perhatian.
"Woy, udah itu Vin. Kebanyakan minum, yang ada bisa kembung perut Lo!" ucap Reno dengan sedikit nada tinggi, ia berusaha membuyarkan lamunan sepasang mantan itu.
"Kevin!" teriak Bayu di dalam mobil.
"Astaghfirullah, kenapa sih!" ucap Kevin balik membentak. Ia tidak sadar sejak tadi sedang melamun. "Lo dari tadi mikirin apaan sih, senyum - senyum sendiri gitu. Gue dari tadi manggil Lo, tapi nggak di jawab - jawab" ucap Bayu yang masih fokus mengemudikan mobil. Alina duduk di depan bersama Bayu, ia menoleh ke belakang yaitu dimana Kevin sedang duduk sekarang, "Besok kita masuk kerja, jangan sampai kamu berpikir besok hari libur ya, Kevin." Kata Alina dengan lemah lembut. "Siap, Bu Bos!" ucap Kevin dengan penuh semangat membuat Alina tersenyum lebar.
Alina bertanya kepada Bayu dan Kevin tentang hubungannya dengan Naila, "Eh, kalian ceritakan dong, gimana awal mulanya bisa kenal dengan Naila?"
"Kenapa emangnya?" tanya Bayu.
"Nggak apa - apa, aku pengen tahu aja. Kita kan selama di Vin Books jarang ngobrol. Maka dari itu, aku ambil kesempatan kali ini agar kita semakin mengenal, itu aja kok."
"Yah, Bu Bos. Harusnya tanya tentang kita dong, masa tentang Naila," ucap Kevin dengan tersenyum.
"Ya, sama aja. Kan ada sangkut pautnya dengan kalian, iya kan?"
"hmm, lebih tepatnya dengan Kevin bukan aku," jawab Bayu.
"Oh, no. Pertanyaan Bu Bos sangat tepat. Ini bukan tentang gue aja, pasti ada sesuatu yang Lo sembunyikan dari gue, Bay" ucap Kevin dalam batinnya, seraya menatap Bayu dari belakang.
"Yah, kalian nggak mau cerita nih?" tanya Alina dengan cemberut.
"Mau dong, siapa tahu nanti Bu Bos punya saran buat saya."
"Waduh, saran?" tanya Alina, yang mendapatkan anggukan dari Kevin.
Alina setuju dan ia berkata, "Oke, saya harap bisa memberikan saran yang tepat buat kamu."
Kevin pun mulai menjelaskan kepada Alina bahwa ia dan Naila dipertemukan dari semenjak sekolah SMA, lebih tepatnya karena kebetulan masuk ekstrakurikuler yang sama. Di luar itu, Kevin tidak satu kelas dengan Bayu, Naila dan juga Keysha, tetapi mereka satu angkatan. Keysha dan Bayu dekat karena mereka berdua merupakan ketua dan wakil ketua ekstrakurikuler PMR. Sedangkan Naila dan Kevin dekat karena mereka menjadi team unit kesehatan, sehingga mereka lebih sering bertemu dan juga komunikasi. Kevin juga menjelaskan bahwa ia sempat mengutarakan perasaannya kepada Naila, tetapi tidak di terima tanpa alasan yang jelas. Saat Kevin sedang asyik bercerita, tiba - tiba Alina berkata, "oke, cukup Kevin. Jangan terlalu banyak yang kamu share ke saya, nanti jadi baper" kata Alina dengan tertawa, walau sebenarnya ia ingin meneteskan air matanya karena kasihan dengan Kevin. "Oh iya, Bayu sama Naila juga tadi saya rasa cukup dekat ya, Bu Bos. Sampai potongan kue pertama aja ternyata yang dapat dia" Sindir Kevin, seraya melirik ke arah Bayu dari kaca mobil depan. "Gue sama Naila hanya sebatas teman aja, nggak lebih dari itu, Vin."
"Ya, dulu gue berpikir seperti itu. Karena gue tahu siapa yang lagi Lo kejar dan siapa yang ingin Lo pertahankan. Tapi kejadian hari ini, membuat pikiran gue meledak dengan berbagai pertanyaan" ucap Kevin dalam batinnya.
"Oke, teman - teman. Kesimpulan yang aku ambil dari cerita kalian ini ada dua hal yang harus diperhatikan. Yang pertama, tolong tetap jaga hubungan pertemanan kalian dengan baik ya, jangan sampai terpecah belah. Mengenai Kevin yang di tolak oleh Naila, jangan galau terus. Mungkin itu yang terbaik dan kamu harus yakin, kalau dia jodoh kamu, pasti akan kembali ke kamu." Alina yang semula menoleh ke arah Kevin beralih menatap Bayu dengan sama seriusnya. "Dan kamu, jika memang tidak ada hubungan apapun selain teman. Maka, cari tahu kenapa Naila melakukan hal seperti tadi. Bisa jadi Naila menganggap kamu itu sangat spesial, tapi kamu sendiri tidak menyadari hal itu." ucap Alina dengan lirih, ia sekilas menoleh ke arah Bayu, lalu mengalihkan pandangannya ke depan.
Deg
"Betul juga apa kata Alina, jangan sampai Naila berharap lebih dan hal ini bisa membuat hubungan pertemanan gue dengan Kevin menjadi hancur" kata Bayu dalam batinnya, seraya menatap Kevin dari kaca mobil.
Tidak terasa mengobrol selama perjalanan, ternyata sudah sampai di depan kontrakan Alina yaitu tempat tinggalnya sekarang. Alina turun dari mobil, "terima kasih banyak ya, kalian sudah mengantarkan aku pulang. Ingat, jangan bertengkar karena masalah yang di acara reuni dan tolong kalian jangan lupakan saran yang barusan" Kata Alina dengan panjang lebar tetapi tetap menjelaskan dengan nada yang santai.
"Oke, Bu Bos!" Jawab Bayu dan Kevin secara serempak.
"Ish, berasa kayak Ibu - Ibu aku" Alina pun menggembungkan pipinya karena tak suka.
"Nggak kok, justru itu panggilan spesial dari kita" ucap Kevin berusaha membujuk Alina.
"Hem, Ya sudah. Tapi, nanti kalau lagi di depan orang lain panggil aja pake namanya, ya" kata Alina dengan pasrah.
"Oke, Bu Bos" jawab Kevin dengan kegirangan.
"Jangan lupa kunci pintunya sebelum tidur. Ingat, jangan pergi ke mana - mana, ini sudah malam" ucap Bayu menasehati Alina.
"Iyaa."
"Aku sama Kevin pamit ya, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."
Bayu melajukan kembali mobilnya, Alina terdiam menatap kepergian Bayu dan Kevin.
Mendengar nasehat Bayu membuat Alina seketika mengingat Farhan, "Sikap mereka berdua terhadap aku ternyata hampir sama," ucap Alina dalam batinnya, lalu bergegas masuk ke dalam kontrakan.
...----------------...
"Bayu" tanya Kevin yang sedang rebahan di kasur.
"Apa, baju kerja buat besok udah siap belum? mau sekalian di gosok? kata Bayu yang sedang sibuk menggosok pakaian.
"Nggaklah, baju gue udah siap tuh di tas," jawab Kevin menunjuk ke arah tas dia yang ada di sofa.
"Oh, oke. Terus kenapa? Lo laper? makan aja tuh, masih banyak kok camilan di dapur," ucap Bayu, seraya berjalan untuk merebahkan dirinya di kasur.
"Bukan, Bayu Rafardhan." Ucap Kevin dengan nada bicara santai tapi penuh penekanan. Lalu ia berkata, "Lo serius, nggak ada hubungan apapun sama Naila?" pertanyaan Kevin membuat Bayu tersenyum, "sudah jadi mantan aja masih suka ikut campur kehidupan pribadi. Gimana mau bisa move on kalau kayak gitu," ucap Bayu dalam batinnya. Ia menolah ke arah Kevin yang sedang menatap langit - langit kamar, "Nggak Kevin, Lo juga kan tahu siapa yang gue kejar." Kevin terdiam, ia mengingat ucapan Alina saat di perjalanan pulang tadi. "Ah, udahlah. Pusing banget gue, tidur duluan ya, Bayu." Kevin menarik selimut dan tidur, Bayu yang melihat tingkah sahabatnya itu pun hanya tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepalanya.
Beberapa jam kemudian....
Nada dering dari handphone Bayu terus saja berbunyi, Bayu yang sudah tertidur pun terbangun. "Hah, Naila. Ada apa malam - malam begini" ucap Bayu yang ternyata di dengar oleh Kevin. Bayu menoleh ke arah Kevin, ia takut jika sahabatnya itu akan marah jika mengetahui hal ini. Ia pergi ke luar kamar khawatir tiba - tiba Kevin terbangun. "Gue harus ikhlas, kalau memang jika Bayu dan Naila pacaran" ucap Kevin dalam batinnya, yang pura - pura masih tertidur.