NovelToon NovelToon
LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:418
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Septianti

Kisah ini mengikuti perjalanan jiwa seorang wanita yang terjebak dalam siklus reinkarnasi lintas zaman demi mengejar satu cinta sejati yang selalu berujung tragis.
Pada kehidupan pertama (Era Romawi), ia adalah wanita dari kasta rendah yang mencintai seorang putra mahkota. Cinta mereka terhalang status sosial dan berakhir tragis dengan kematian.
Terlahir kembali di era kolonial (kehidupan kedua) sebagai putri gangster kaya raya, ia membawa ingatan masa lalunya dan berhasil menemukan kembali cinta pertamanya. Namun, takdir kembali merenggut kebahagiaan mereka akibat permusuhan darah antar keluarga besar.
Merasa lelah dengan takdir yang selalu menyakitkan, pada kehidupan ketiga (Era Modern) ia terlahir di keluarga biasa yang harmonis dan bertekad untuk menyerah serta menghindari cinta masa lalunya. Sialnya, semesta mempertemukannya kembali dengan pria tersebut yang kini menjadi CEO dingin di perusahaannya. Terikat kontrak kerja tiga tahun dengan penalti besar, ia mati-matian menghindar. Namun, tingkah lucunya justru meluluhkan hati sang CEO. Seiring berjalannya waktu, sang pria juga mulai mengingat kembali memori masa lalu mereka. Dan badai tidak di restu itu kembali menghatam cinta mereka, akan mereka kembali berpisah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 : Kelahiran Kembali

Sinar matahari pagi menyusup lembut melalui celah-celah jendela kamar berukuran sedang yang dihiasi tirai kain katun bermotif bunga matahari. Udara pagi di kota metropolitan Jakarta pada era modern ini terasa segar, bercampur dengan aroma harum masakan rumahan yang menguar dari lantai bawah rumah petak sederhana namun sangat asri. Di atas tempat tidur berlapiskan seprai bersih berwarna biru muda, seorang gadis muda perlahan membuka kedua kelopak matanya, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan retinanya dengan pantulan cahaya terang yang masuk.

Namanya Clara Pratama—atau dalam kehidupan reinkarnasi ketiganya ini, ia terlahir sebagai putri tunggal dari pasangan suami istri yang sangat sederhana namun dipenuhi kehangatan kasih sayang: Bapak Pratama, seorang pegawai administrasi perpustakaan kota yang ramah, dan Ibu Rini, seorang ibu rumah tangga penjahit pakaian lokal yang sabar dan penuh perhatian. Tidak ada lagi tembok tinggi rumah peristirahatan Menteng, tidak ada lagi bayang-bayang dunia hitam sindikat bawah tanah, dan tidak ada lagi aroma mesiu serta ketegangan pelabuhan kolonial. Yang ada hanyalah kedamaian mutlak yang menyelimuti kehidupan barunya saat ini.

Clara mendudukkan dirinya perlahan di tepi tempat tidur, mengusap keningnya yang terasa sedikit hangat. Kepalanya mendadak dipenuhi oleh denyutan pelan, bukan karena rasa sakit fisik, melainkan akibat jutaan kepingan memori dari dua kehidupan masa lalunya yang berputar bagaikan film dokumenter kuno. Ia masih mengingat dengan sangat jelas setiap detail dari kehidupan pertamanya sebagai wanita kasta rendah di bawah naungan kemegahan Kekaisaran Roma, detik-detik mengerikan ketika ia meregang nyawa di ruang bawah tanah, hingga reinkarnasinya yang kedua sebagai Clara van der Berg, putri tunggal penguasa sindikat di Batavia tahun 1928, yang sekali lagi harus berakhir di atas genangan darah di bawah guyuran hujan badai dermaga Sunda Kelapa bersama Julian.

Kenangan-kenangan berat itu membuat dada Clara mendadak terasa sesak. Air matanya tanpa sadar menetes perlahan membasahi pipinya, membawa kembali rasa sakit, kepedihan, dan kerinduan mendalam terhadap sosok pria yang selalu menjadi belahan jiwanya di setiap dimensi waktu—Pangeran Marcus di Roma, sekaligus Julian van Houten di era kolonial.

"Ibu... Ayah..." bisik Clara lirih, mencengkeram erat selimut tidurnya. Beban dari dua kehidupan terdahulu yang ia bawa serta ke dalam masa kini membuat jiwanya terasa jauh lebih tua daripada usia raganya yang saat ini menginjak angka dua puluh dua tahun. Clara adalah seorang gadis yang membawa beban ingatan ribuan tahun, sebuah kutukan memori yang tidak pernah luntur meskipun jiwanya telah dibasuh dan dilahirkan kembali di era modern.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu yang lembut menghentikan lamunannya yang panjang. Pintu kamar bergeser pelan, memunculkan sosok wanita paruh baya berwajah teduh dengan senyuman hangat di bibirnya—Ibu Rini, yang mengenakan daster rumahan sederhana sambil membawa segelas susu hangat di atas nampan kecil.

"Clara, Nak? Kamu sudah bangun?" sapa Ibu Rini dengan suara lembut yang langsung menenangkan gemuruh di dada Clara. Ibu berjalan mendekat, meletakkan nampan di atas meja nakas, lalu duduk di tepi tempat tidur sambil merapikan helaian rambut hitam panjang putrinya yang sedikit berantakan. "Ibu dengar dari luar tadi kamu bergumam sendiri. Kamu bermimpi buruk lagi, ya? Wajahmu pucat sekali, Sayang."

Clara mendongak menatap wajah ibunya. Di kehidupan modern ini, wajah Ibu Rini sangat mirip dengan bayangan samar figur keibuan yang ia rindukan di masa lalu. Tanpa ragu, Clara langsung menghambur memeluk pinggang ibunya, membenamkan wajahnya di dada wanita paruh baya itu sambil membiarkan air matanya tumpah menderas. Kehangatan pelukan seorang ibu di keluarga biasa ini memberikan ketenangan yang luar biasa bagi jiwa Clara yang selama berabad-abad selalu hidup dalam ancaman bahaya dan takdir yang tragis.

"Ibu... aku baik-baik saja..." ucap Clara tercekat, berusaha menahan isak tangisnya agar tidak membuat ibunya khawatir. "Aku hanya... merasa sangat bersyukur bisa terlahir di keluarga kita. Aku sangat mencintai Ibu dan Ayah."

Ibu Rini tersenyum lembut, mengelus punggung putrinya penuh kasih sayang sambil mengecup puncak kepala Clara dengan penuh kelembutan. "Anak gadis Ibu ini kenapa jadi manja begini pagi-pagi? Pasti kamu kecapekan lembur mengerjakan tugas-tugas kuliah atau pusing memikirkan lamaran pekerjaan kemarin, ya? Tenang saja, Clara. Apa pun keputusanmu nanti, Ibu dan Ayah akan selalu mendukungmu. Hidup kita mungkin sederhana secara materi, tapi rumah kita selalu kaya akan cinta."

Mendengar kata-kata tulus dari ibunya, Clara merasa hatinya yang tadinya terkoyak oleh kenangan masa lalu perlahan-lahan disembuhkan oleh kehangatan keluarga sederhana ini. Di kehidupan ketiga ini, ia tidak lagi dikelilingi oleh harta melimpah yang berdarah-darah, tidak ada lagi pengawal bersenjata yang mengawasi setiap langkahnya, dan tidak ada lagi musuh klan yang mengincar nyawanya. Ini adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh semesta untuk memulai lembaran hidup yang bersih, damai, dan penuh kebahagiaan murni.

Beberapa menit kemudian, suara ketukan pintu depan rumah disusul suara suara riang khas Bapak Pratama yang baru saja kembali dari warung kelontong membeli koran pagi dan sarapan kue tradisional. Suasana rumah petak itu langsung terasa begitu hidup, ceria, dan penuh gelak tawa kecil yang sederhana.

Clara bangkit dari tempat tidurnya, membasuh wajahnya di kamar mandi, dan menatap pantulan dirinya di cermin kecil wastafel. Ia menatap manik matanya sendiri yang kini memantulkan semangat baru. Di era modern ini, di bawah langit Jakarta yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit modern, Clara membuat sebuah sumpah dalam hatinya: ia akan menjalani hidup ini dengan senyuman, menikmati setiap detik kesederhanaan yang indah bersama keluarganya, dan yang paling penting—ia telah memutuskan untuk menutup rapat-rapat pintu hatinya bagi kisah cinta masa lalu yang selalu berakhir tragis. Ia tidak ingin lagi terseret dalam pusaran takdir cinta yang menyakitkan. Ia hanya ingin hidup tenang sebagai wanita biasa.

Namun, Clara tidak pernah menyadari bahwa semesta memiliki rencana lain yang sama sekali berbeda dari apa yang ia bayangkan. Di luar sana, di jantung kota metropolitan Jakarta yang sibuk, takdir dan waktu sedang bersiap mempertemukannya kembali dengan sosok pria yang juga membawa bayangan masa lalu yang sama—seorang CEO dingin di perusahaan multinasional elit yang akan mengubah seluruh keputusannya dalam sekejap mata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!