NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Pagi yang Canggung

Malam itu terasa sangat panjang. Liora tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya terus berputar-putar, mengulangi adegan-adegan di film tadi malam, dan ekspresi Alex saat ia meminta untuk mencoba. Sesuatu yang membuat hatinya terasa sesak.

Ia menatap langit-langit kamarnya, mendengar suara jangkrik di luar, dan merasakan udara malam yang dingin merayapi tubuhnya. Pukul dua pagi, ia masih terjaga. Pukul tiga, ia masih menatap gelap. Baru menjelang fajar, ia akhirnya tertidur dalam keadaan yang tidak nyenyak.

Pagi harinya, Liora bangun dengan mata yang sedikit bengkak. Ia menatap dirinya di cermin, lalu mengusap wajahnya dengan air dingin. Hari ini ia harus kuat. Ia tidak bisa membiarkan Alex merasakan bahwa ada jarak di antara mereka.

Liora turun ke dapur dan mulai membuat sarapan. Kali ini, ia membuat menu sederhana—telur dadar, roti panggang, dan segelas susu hangat. Sembari memasak, ia mencoba menenangkan pikirannya. Ia tidak ingin Alex merasakan bahwa ia sedang menghindar.

Suara langkah kaki dari tangga terdengar. Liora menoleh, dan Alex muncul di ambang pintu.

"Selamat pagi, Liora," sapa Alex, suaranya sedikit lebih tenang dari biasanya.

Liora tersenyum, meskipun senyumannya sedikit canggung. "Selamat pagi, Alex. Sarapan sudah siap."

Alex mengangguk, lalu duduk di meja makan. Ia mulai menyantap sarapan dalam keheningan. Tidak ada percakapan yang riuh seperti biasanya. Alex hanya makan dan sesekali menatap Liora, lalu menunduk kembali.

Liora merasakan ada yang berbeda. Alex tidak bercerita tentang mimpi-mimpinya tadi malam. Ia tidak meminta susu coklat. Ia hanya makan dengan tenang, seolah ada sesuatu yang ia pikirkan.

"Alex, apa kamu tidak mau susu coklat?" tanya Liora, mencoba memecah keheningan.

Alex menatap Liora. "Alex sudah minum susu putih. Sudah cukup."

Liora sedikit terkejut. Alex biasanya sangat antusias dengan susu coklat. Tapi hari ini, ia menolak tanpa alasan yang jelas.

Setelah sarapan selesai, Alex bangkit dan berjalan menuju ruang tamu. Ia mengambil set Legonya dan mulai menyusunnya, tetapi tidak dengan semangat seperti biasanya. Ia hanya duduk di lantai, menatap balok-balok Lego itu tanpa benar-benar menyusunnya.

Liora mendekat dan duduk di sofa, menatap Alex dengan hati-hati. "Alex, apa ada yang kamu pikirkan?"

Alex tidak menjawab. Ia terus menatap Lego di depannya.

Liora menghela napas. "Alex, tentang film tadi malam... Liora minta maaf. Liora tidak bermaksud membuat Alex sedih."

Alex mengangkat wajahnya. "Alex tidak sedih. Alex hanya bingung."

"Bingung tentang apa?" tanya Liora.

Alex menatap Liora dengan tatapan yang serius—tatapan yang jarang ia tunjukkan. "Alex bingung, kenapa Liora menikah dengan Alex. Di buku, di film, suami istri selalu berpelukan, berciuman, dan melakukan hal-hal itu. Tapi Liora selalu menolak. Apakah Liora tidak suka dengan Alex? Apakah Liora menyesal menikah dengan Alex?"

Pertanyaan itu seperti sebuah pisau yang menusuk hati Liora. Ia menatap Alex yang tampak begitu rapuh di depannya. Pertanyaan itu sangat dewasa, sangat dalam, dan sangat tidak seperti Alex.

"Tidak, Alex. Liora tidak menyesal," kata Liora dengan tegas. "Liora menikah dengan Alex karena Liora sudah memilih Alex. Dan Liora tidak akan pernah menyesal."

Alex menatap Liora, seolah mencoba membaca kebenaran di mata Liora. "Kalau begitu, kenapa Liora tidak mau melakukan hal-hal yang ada di buku dan di film?"

Liora menelan ludah. "Karena Liora masih belajar, Alex. Liora belum siap. Dan hal-hal itu bukan hanya tentang gerakan. Hal-hal itu butuh perasaan yang dalam. Liora ingin memastikan Liora benar-benar siap sebelum melakukannya."

Alex diam untuk beberapa saat. Matanya menatap lego di depannya, lalu perlahan ia mengangguk. "Alex akan menunggu Liora siap. Alex janji."

Mendengar itu, Liora merasa dadanya lebih ringan. Ia berjalan mendekati Alex dan duduk di lantai di sampingnya. "Alex, bagaimana kalau kita menyusun Lego ini bersama?"

Alex tersenyum kecil. "Benarkah, Liora? Alex boleh menyusun Lego dengan Liora?"

"Iya. Liora ingin membantu Alex," jawab Liora.

Mereka berdua mulai menyusun Lego bersama. Awalnya masih ada sedikit jarak, tetapi semakin lama, mereka mulai saling berbicara dan bercanda. Alex mulai menunjukkan bagian-bagian kapal yang sudah ia susun, dan Liora membantu memasang balok-balok kecil yang sulit.

"Liora, itu bukan tempatnya! Itu harus di bagian depan!" seru Alex dengan semangat.

Liora tertawa. "Oh, maaf! Liora kira itu untuk layar."

"Layarnya lebih besar, Liora! Ini yang kecil untuk tiang bendera!" jelas Alex.

Mereka tertawa bersama. Suasana pagi yang canggung perlahan mulai memudar. Alex kembali menjadi Alex yang ceria, dan Liora merasa bersyukur.

Setelah Lego kapal itu akhirnya selesai, Alex bertepuk tangan dengan bangga. "Selesai! Kapal Alex sudah jadi!"

Liora tersenyum. "Ini sangat bagus, Alex. Kamu benar-benar hebat."

Alex menatap Liora, lalu tersenyum. "Terima kasih, Liora. Karena Liora sudah membantu Alex."

Mereka duduk di lantai, menatap kapal Lego yang megah itu. Di luar, matahari semakin tinggi, dan udara pagi terasa semakin hangat.

Pada sore harinya, Liora menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di sekitar rumah. Ada suara mesin mobil yang terdengar dari kejauhan. Liora berjalan ke jendela dan melihat sekilas sebuah mobil hitam melintas perlahan di jalan depan rumah.

Liora mengerutkan kening. Ia jarang melihat mobil asing di desa ini. Rasa penasaran dan sedikit kecurigaan mulai muncul di hatinya.

Namun, ia memutuskan untuk tidak memberitahu Alex. Alex masih terlalu senang dengan kapal Legonya, dan Liora tidak ingin merusak suasana.

Malam itu, Liora tidur lebih awal. Namun, ia tidak tahu bahwa di luar rumah, ada seseorang yang sedang mengawasinya. Sebuah mata sedang memperhatikan rumah itu, menunggu waktu yang tepat.

Dan rahasia Alex, perlahan tapi pasti, mulai terancam terbongkar.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!