Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Giovanni dan Beverly duduk bersebelahan dengan Benjamin yang masih berbicara dengan Beverly. Giovanni sempat melirik curiga, dia bisa melihat sebuah bungkus obat yang dia kenali, terselip di bawah kursi sofa.
Obat itu.. Bukankah.. ?? Batin Giovanni dengan nada penuh rasa penasaran karena bungkusnya mengingatkannya pada sebuah obat yang sempat dia konsumsi secara tidak sadar..
Giovanni membulatkan matanya, menyadari jika itu adalah bungkus obat lithikum.. Obat yang sebenarnya mengendalikan pikiran dari halusinasi berlebihan, tapi jika obat itu di konsumsi melebihi batas, maka bisa membuat emosi yang tidak terkontrol dari orang yang mengonsumsinya.
Giovanni menatap dengan tatapan penuh rasa curiga kepada Benjamin yang masih asyik berbicara pada Beverly. Tidak mungkinkan.. Lelaki tua itu.. Batin Giovanni dengan penuh selidik.
Disisi lain..
“Father.. Apakah.. Kau akan kembali ke Inggris ??” Tanya Beverly dengan rasa penasaran.
Benjamin tersenyum, “Aku akan kembali, setelah urusanku disini selesai. Jangan khawatir, aku masih bisa mengontrol perusahaanku meskipun aku jauh di sini.” Ujar Benjamin dengan nada lembutnya.
Tentu saja, Benjamin adalah pemilik perusahaan, tapi bukan CEO di perusahaannya, dia hanya sekedar menyelidiki dan memastikan jika perusahaan yang dia miliki tetap stabil meskipun tidak selalu dia pantau setiap waktu.
“Begitu ya..”
“Beverly..”
“Iya ??”
“Apakah.. Boleh jika aku meminta kau menginap disini satu hari ??” Pertanyaan Benjamin membuat Beverly dan Giovanni terkejut.
Beverly memang berusaha menjadi putri yang baik untuk Benjamin, tapi bukan berarti dia percaya sepenuhnya dengan Benjamin, ayahnya. Beverly masih menyimpan sedikit rasa takut jika hanya berdua dengan Benjamin, ayahnya.
“Uh.. Maaf, Father.. Tapi Oshea dan Oscar masih bergantung denganku.” Ujar Beverly berusaha menolak dengan halus.
Cih, gara-gara dua anak tidak berguna itu !! Aku tidak bisa menjebak Beverly !! Bagaimana jika.. Aku minta saja mereka kemari, supaya aku bisa dengan mudah melenyapkan mereka batin Benjamin dengan seringaian licik di bagian akhirnya, tapi dia berusaha untuk tetap tersenyum, meskipun ada kilatan kekecewaan di matanya.
“Lalu kenapa ?? Ajak saja mereka disini. Aku juga ingin.. Melihat kedua cucuku.” Ujar Benjamin dengan santai, membuat Beverly dan Giovanni terkejut dalam hati, tapi mereka masih mempertahankan ekspresi wajah mereka.
“Ah, tidak perlu, father.. Mereka akan sangat merepotkanmu disini, sementara aku membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa menjaga mereka.” Ujar Beverly kembali menolak dengan halus, Benjamin menghela nafasnya pelan.
“Apa.. Itu artinya, aku sudah tidak bisa menghabiskan waktu bersama putriku, sebelum dia pergi dengan lelaki lain..” Ujar Benjamin sedikit lirih dan terdengar sedih, tapi Beverly mencoba untuk tidak langsung terpancing dengan perkataan Benjamin.
“Maafkan aku, mungkin aku akan mengabarimu, jika aku bisa.. Father..” Ujar Beverly tersenyum lembut, membuat Benjamin menganggukkan kepalanya perlahan.
“Baiklah kalau begitu, segera beritahu aku, karena aku ingin sekali menghabiskan waktu denganmu.” Ujar Benjamin meraih tangan Beverly dan menggenggamnya dengan erat, seakan tidak mau terpisah dengan putrinya sendiri.
Beverly tertawa kikuk, sementara Giovanni melihat perilaku Benjamin yang sepertinya menyimpan sesuatu di dalamnya, kata-kata manis dan lembut terdengar palsu di telinga Giovanni, bahkan Beverly sendiri merasa tidak nyaman dengan sentuhan dari Benjamin.
...
Disisi lain.
“Jadi, bagaimana kau sudah paham ??”
“Lumayan.”
“Hah.. Ini akan menjadi pengalaman paling aneh yang pernah aku rasakan.” Ujar Gregor dengan nada kakunya.
Padahal ini sudah masuk 2 hari, dia di perusahaan Evety untuk mengajari Arlo mengenai cara menjalankan perusahaan yang baik dan benar. Dan Gregor masih merasa kikuk, bagaimanapun dia lebih muda, merasa minder dengan Arlo yang usianya sudah di atas 30 tahun.
“Hey santai saja.. Paman Arnold pernah berkata, jika kadang orang tua harus belajar banyak dari anak muda. Toh ilmu yang kau berikan semua, cukup bermanfaat bagiku.” Ujar Arlo dengan nada datarnya.
Gregor menghela nafasnya berat, bukan hanya masalah usia sebenarnya. Tapi dia sering mendengarkan perkataan Giovanni mengenai Arlo yang buruk, sehingga Gregor masih merasa asing dan kikuk dengan Arlo.
“Tetap saja.. Usiaku baru memasuki 21 tahun, dan kau sudah 32 tahun. Kita berjarak 11 tahun, asal kau tahu.” Ujar Gregor berceloteh mengenai jarak usia mereka yang sangat jauh.
“Cih, asal kau tahu.. Kakakmu itu sangat cemburu jika aku berdekatan dengan Beverly. Padahal jarak usiaku dengan Beverly sekitar 12 tahun !!” Ujar Arlo membalas perkataan Gregor. Arlo sedikit tidak terima dengan perkataan Gregor, apalagi jika membahas usia, seakan-akan Arlo adalah sosok yang sudah sangat tua, daripada Gregor.
“Kalau itu aku sudah tidak heran. Ayahnya Kak Beverly aja juga terobsesi sama Kak Beverly, eh-” Gregor langsung menutup mulutnya sendiri, membuat Arlo membulatkan matanya mendengarkan perkataan itu.
Aduh, keceplosan !! Batin Gregor dengan nada frustasi, terlebih Arlo sepertinya sudah mendengarkan perkataannya.
“Serius ?! Jadi.. Rumornya beneran ?!”
“Stt.. Sttt.. Sudah.. Sudah.. Jangan bahas lagi-”
“Tapi aku enggak yakin, masa iya ayah kandungnya naksir putrinya sendiri, yang bener aja-”
Gregor langsung menutup mulut Arlo dengan tangannya, seakan tidak mau lagi membahas masalah itu. Gregor hanya khawatir jika ayahnya tiba-tiba akan datang dan mendengarkan mereka berdua bukannya membahas masalah pekerjaan dan malah bergosip, bisa-bisa mobil mewah koleksi Gregor di jual oleh Arnold.
“Jangan bahas apapun disini, bagaimana jika Dad.. Mendengar perkataan kita.. ?! Kita bisa dihukum.” Ujar Gregor dengan nada berbisik, tapi tangannya tetap menempel pada mulut Arlo.
Arlo sendiri hanya menganggukkan kepalanya, seakan paham dengan ketakutan dari Gregor. Barulah tangan Gregor melepaskan mulut Arlo.
“Kalau begitu.. Kita lanjutkan pembahasan ini di rumah..”
“Haishh !! Kenapa kita malah jadi bergosip seperti ibu-ibu ?!”
“Biarkan saja, intinya kau berhutang penjelasan denganku !”
“Hmm.. Iya.. Iya..” Ujar Gregor mengalah saja dengan Arlo, dia mulai mengenali sepupunya itu.
Sebenarnya Arlo tidak seburuk Harper atau Rico, bagi Gregor. Dan dia mulai mengerti alasan rasa iri hati yang sempat mengisi Arlo saat melihat Keluarga Abraham.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️
Harusnya ini juga kemarin minggu updatenya, enggak tahu kenapa kok bisa ngelag, baru bisa sekarang kebacanya 😭😭
Btw Arlo dan Gregor malah akrab, kaya ibu-ibu lagi dapat bahan gosipan 🤣😂
lanjut thor, di tunggu visual wedding nya🥰
ya ampun kasian bevely udah hamil lgi....
Beverly hamil lagi🤣🤣🤣 anaknya aja masih bayi2 .. parah gio digempur Mulu Beverly 🤣🤣🤣