NovelToon NovelToon
Bayi Kesayangan Caelan

Bayi Kesayangan Caelan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Single Mom
Popularitas:619
Nilai: 5
Nama Author: Ann Soe

Amelia Cameron nekad mendatangi kantor Best Idea Design milik seorang arsitek terkemuka, Caelan Harrison, untuk menuntut hak keponakannya, Emi. Amelia percaya bahwa Caelan merupakan ayah biologis dari Emi, putri kecil dari adiknya, Olivia yang sudah meninggal. Namun, seperti sebelumnya ketika Olivia menuntut hal yang sama, Caelan menolak untuk bertanggung jawab. Caelan berkata dirinya bukan ayah Emi, bahkan belum pernah bertemu Olivia sebelumnya.
Amelia berkeras, karena memiliki bukti hubungan Olivia dan Caelan. Akan tetapi, Caelan sama kerasnya dan meminta bukti tes DNA. Sebelum tes DNA yang dijadwalkan dilakukan, Caelan muncul di pintu rumah Amelia, berkata ingin bertanggung jawab membesarkan Emi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ann Soe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 13

Acara makan siang berlangsung dengan menyenangkan.

Sepanjang makan siang Emi duduk di pangkuan neneknya sambil menggigiti gelang plastik dengan bersemangat. Biasanya, Emi tidak menyukai keramaian, tapi sekarang anak itu menikmati perhatian dari semua orang.

Amelia mengatasi semuanya dengan baik dan sudah tidak terlalu kesal lagi pada Caelan. Ia menyimpan semua kekesalannya, memutuskan akan membahasnya nanti setelah berdua saja dengan Caelan.

Orangtua Caelan bersikap ramah dengan tidak mengajukan pertanyaan menyelidik tentang Amelia. Bahkan memberikan pujian pada makanan sederhana yang Amelia sajikan.

Semua terasa menyenangkan, nyaman, dan menenangkan. Amelia merasa seperti menemukan keluarganya kembali. Kebersamaan, obrolan ringan, dan kasih sayang yang ditunjukkan orangtua Caelan membuat Amelia bahagia. Seperti inilah kehidupan yang Amelia inginkan, kebahagiaan biasa-biasa saja yang sederhana.

Emi terlihat mengantuk, Amelia memutuskan untuk menidurkan Emi dulu. Ana mengikuti Amelia ke kamar tidur sembari menanyakan mengenai pola tidur Emi. Sementara Caelan berjanji akan membereskan piring-piring dan sisa makanan.

“Emi sangat menggemaskan,” ucap Ana sambil memandangi Emi yang terlelap di ranjang bayi.

“Begitulah yang kupikirkan setiap kali melihatnya.” Amelia langsung menyetujui.

“Kau merawatnya dengan baik,” kata Ana, “terima kasih.”

Amelia menggangguk. “Aku menerima banyak bantuan dari Caelan.”

“Caelan menceritakan sedikit mengenai pertemuan pertama kalian. Itu pasti tidak menyenangkan untukmu,” ujar Ana.

Amelia mengenang pertemuan pertamanya dengan Caelan. “Awalnya memang tidak terlalu bagus, tapi kami bisa mengatasinya. Sekarang kami jadi partner yang solid.”

Ana tersenyum meraih tangan Amelia dan menggenggamnya erat. “Kau pasti kesusahan selama ini. Harus membesarkan Emi sendirian sambil bekerja.”

“Tidak terlalu, Emi bukan bayi yang merepotkan. Sepertinya dia mengerti kalau aku harus bekerja sambil menjaganya. Lagi pula, ada Caelan di akhir pekan. Kehadirannya sangat membantu, terutama kebaikannya yang mau membantu memenuhi kebutuhanku dan Emi. Bahkan membantuku dengan pekerjaan juga. Aku punya masalah finansial yang cukup parah.” Dengan menahan malu, Amelia mengakui Itu yang membuatku datang pada Caelan, aku ingin Caelan memberikan tunjangan untuk Emi.”

“Dia memang selalu baik,” ujar Ana. “Selalu merasa bertanggung jawab pada segala hal, terutama yang berkaitan dengan Henry.”

Amelia mengangguk setuju. Begitulah gambaran Caelan dalam pikiran Amelia, pria bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

“Kau juga sama. Kau perempuan kuat dan bertanggung jawab.”

“Terima kasih. Tapi kadang, aku tidak merasa sekuat itu.”

“Tentu saja, kita tidak harus selalu kuat. Karena itulah, kita para wanita perlu seseorang yang menjaga kita. Benar, kan?”

Amelia mengangguk.

“Bagaimana menurutmu tentang Caelan?”

“A-aku …” Amelia tidak bisa menjawab ketika pertanyaan itu tiba-tiba diajukan padanya.

“Kau tahu, Amelia. Caelan selalu merasa bertanggung jawab atas segala hal terutama mengenai adiknya Henry.”

Saat Ana mengulang perkataan mengenai Caelan, Amelia merasa ada maksud lain yang ingin disampaikan wanita itu padanya.

“Sejak kecil, Caelan terbiasa menyelesaikan masalah yang disebabkan Henry. Saat mereka masih sekolah hingga dewasa. Henry seringkali membuat masalah, meskipun Caelan mendumel mengenai hal itu, tapi tetap saja dia selalu membantu Henry. Mungkin itulah salah satu penyebab Henry tidak bisa menjadi dewasa, selain kurangnya perhatian kami sebagai orangtua.”

“Aku mengerti,” Amelia menanggapi. “Karena aku juga berada di posisi yang sama. Seringkali aku merasa bersalah karena tidak bisa membantu Olivia menyelesaikan masalahnya. Dan penyesalan terbesarku adalah ketika aku tidak bisa membantunya saat dia mengalami trauma pasca melahirkan. Andai saja aku lebih perhatian, mungkin-“ Amelia tidak bisa meneruskan kalimatnya.

Rasa bersalah itu masih ada dalam hati Amelia, mengerogotinya, menjadi luka yang tidak akan pernah sembuh.

“Oh, Sayangku. Itu sama sekali bukan kesalahanmu.” Ana merengkuh Amelia ke dalam pelukan. Perhatian yang tulus dari Ana membuat Amelia tidak bisa menahan air matanya. Amelia menangis di bahu wanita yang baru dikenalnya beberapa jam lalu, mengeluarkan semua kesedihan yang selama ini disimpannya sendiri.

“Terima kasih sudah menemaniku menangis, Mrs. Harrison,” ucap Amelia setelah tangisannya reda.

“Panggil aku Ana, atau panggil saja Tante Ana.”

Amelia segera memperbaiki panggilannya. “Terima kasih, Tante Ana.”

“Terima kasih kembali, Amelia. Kau pasti sudah menahannya sangat lama. Kau tahu, kau sangat kuat. Olivia pasti tidak menyalahkanmu.”

Amelia mengangguk. Sekarang perasaannya sudah lebih baik. Rasa bersalah itu memang tidak benar-benar hilang, tapi berkurang. Amelia bisa membuka pintu untuk memaafkan dirinya sendiri.

“Tante, tadi kau menanyakan pendapatku tentang Caelan, bukan?” Amelia kembali membahas hal yang mereka bicarakan sebelum Amelia mulai menangis.

“Anggap saja aku tidak bertanya mengenai hal itu,” ujar Ana.

“Aku akan memberitahumu,” kata Amelia. “Jujur saja, aku menyukai Caelan. Dia sangat baik dan perhatian. Caelan datang di saat yang sangat tepat, meskipun bisa dibilang aku yang menariknya masuk ke dalam kehidupanku, tapi kehadirannya sangat berarti untukku.” Amelia mengakui dengan jujur mengenai apa yang dirasakannya.

“Semula, aku tidak ingin berharap. Sebab orang seperti Caelan berada jauh dari jangkauanku. Dunia kami berbeda, dan kupikir dia hanya kasihan padaku. Caelan memang mengakui kalau dia kasihan padaku.”

“Apa? Anak itu, harusnya dia tidak mengatakan hal seperti itu.” Ana terlihat kesal sehingga Amelia segera melanjutkan.

“Kata Caelan, rasa kasihannya padaku sudah berkembang jadi perasaan lain …”

“Cinta?” Ana melanjutkan kalimat Amelia.

“Tidak persis seperti itu.” Amelia diam sesaat. “Caelan bilang belum bisa dikatakan sebagai cinta, tapi dia ingin bersamaku.”

Ana menghela napas. “Aku sedikit kesal pada putraku itu. Untuk hal-hal seperti ini dia begitu kaku, bahkan memberimu kata-kata ambigu seperti itu. Pantas saja dia jarang punya pacar, dan masih belum menikah di usianya yang sekarang.”

Amelia berpikir, andai Caelan ada, pastinya Ana sudah mengomeli Caelan panjang kali lebar.

“Aku tahu, kalau menanyakan ini artinya aku terlalu ikut campur, tapi aku tetap ingin bertanya.”

“Apa?” Amelia menunggu penuh antisipasi kalimat yang akan Ana keluarkan selanjutnya.

“Apa hubunganmu dengan Caelan sekarang?”

Amelia terdiam sesaat, lalu berkata, “Aku pun tidak tahu harus menyebut hubungan ini apa. Aku ingin menyebutnya pacaran, tapi kami terlalu tua untuk hubungan semacam itu, bukan? Kami baru menyatakan perasaan masing-masing, dan aku belum tahu hubungan ini akan dibawa ke arah mana.”

Ana menghela napas dan mengeluhkan sikap Caelan. “Anak bodoh itu. Harusnya dia memberimu kejelasan.”

“Situasi kami sedikit rumit, tidak seperti pasangan pada umumnya.” Amelia memberikan pembelaan yang membuat Ana tersenyum.

“Sepertinya, aku tidak perlu terlalu khawatir dengan hubungan kalian,” ucap Ana. “Tapi aku akan sangat menantikan perkembangannya.”

Amelia tidak bisa menahan kebahagiaannya. Senyumnya terkembang. Dari reaksi Ana sepertinya wanita itu tidak ada masalah dengan hubungan Amelia dan Caelan, bahkan terlihat memberikan dukungan.

Nyatanya, bertemu dengan orangtua Caelan, terutama Ana, ternyata tidak semenakutkan yang Amelia pikirkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!