NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Insiden

Di sebuah cafe di mall besar itu.

Dion nampak menggelengkan kepalanya sambil membuang nafas panjang.

"Gue kaget, sih," ucapnya setelah mendengar cerita Vincent yang panjang lebar.

"Sumpah, gue nggak nyangka ternyata Lo punya cerita seperti ini," ungkap laki-laki itu

Vincent menyeruput kopinya. "Biasa, aja," ucapnya.

"Ternyata putusnya lo dari Alicia se nge f ek ini, ya."

Vincent tersenyum. "Ya, gitu, lah!"

Dion melirik sekilas ke arah sang teman seraya memainkan gagang cangkir kopinya.

"Jadi, sekarang Lo tinggal berdua sama cewek itu?" tanya Dion.

"Nggak!" Vincent mengelak. "Dia tinggal di apartemen gue. Gue tinggal di rumah gue sendiri. Gue cuma mampir aja kalau abis pulang kerja."

"Mampir doang?" Dion melirik dengan sorot mata menggoda.

"Ya, iyalah!" jawab Vincent yakin. "Ya, gue nggak mungkin sampai hati aja buat macem-macem lagi ama dia, Bro. Gue menyadari kesalahan gue udah cukup banyak sama dia."

Dion mengangguk paham. "Ya, gue paham." Laki laki itu kembali menyesap kopi hitamnya.

"Tapi...Lo yakin itu beneran anak lo?" tanya Dion lagi. "Maksud gue...dia cewek. Dari kampung. Ya, kita nggak tahu pergaulan dia di sana seperti apa. Asal usul dia gimana. Lu, yakin?"

Vincent diam sejenak. Lalu tersenyum tipis. "Gue yang pertama kali mendapatkan kesuciannya."

"Terhitung hampir tiga bulan gue dekat sama dia, kayaknya gue yakin sih, dia perempuan baik-baik," ucap Vincent. Sedangkan Dion hanya mengangguk.

"Ya, gue yakin lo nggak akan semudah itu percaya sama orang tanpa pertimbangan," ucap Dion.

Suasana hening sejenak.

"Lo sendiri? Gimana? Siapa yang sering lo post di insta story lo?"

Uhuukk...

Dion tersedak. Membuat Vincent pun mengernyitkan dahinya.

"Santai, Bro! Gue cuma nanya soal cewek yang sering lo post di IG lu," ucap Vincent. "Yang cuma keliatan tangan atau punggung nya doang," lanjutnya sambil menyeruput kopinya.

Dion memperbaiki ekspresi dan duduknya.

"Sorry, sorry! Gue agak kaget," jawabnya tenang.

"Jadi lo sering kepoin IG story gue juga?" tanyanya kemudian.

"Sesekali. Kalau lagi iseng buka hp aja," jawab Vincent.

Dion mengangguk sambil tersenyum kaku.

"Ya, gue emang lagi dekat sama seseorang. Lumayan lama. Cuma nggak pernah gue publish aja," lanjutnya.

"Oh, ya? Kok gue nggak tahu. Udah berapa lama?"

"Ya...lumayan," jawabnya.

"Setahun?" tanya Vincent.

Dion nampak berfikir sejenak. "Emm...lebih," jawabnya kemudian.

"Wow! Kok gue bisa nggak tahu! Gue kenal cewek itu?"

Dion diam lagi. Ia melirik Vincent. Satu sudut bibirnya terangkat namun terlihat kaku.

"Emm...enggak! Lo nggak kenal, sih. Dia mantan partner bisnis gue!" jawab Dion.

Vincent mengangguk. "Gue ikut senang dengernya. Lo yang jarang dekat sama cewek, tahu tahu udah punya gandengan aja. Dia pasti hebat banget bisa naklukin hati Lo," puji Vincent. Ia tahu, Dion memiliki karakter yang hampir mirip dengan dirinya. Tidak mudah bergaul. Dan hampir tak pernah terdengar kabar dekat dengan wanita.

"Kapan kapan bolehlah kita double date. Gue pengen ngenalin Lo ke Alina juga," tambah Vincent.

Dion diam. Ekspresinya terlihat kurang nyaman. "Ya, lihat nanti, ya. Dia soalnya bisnis juga. Jadi lumayan sibuk," jawabnya.

Vincent mengangguk seraya sedikit menyibikkan bibirnya. "Oke...oke..."

Perbincangan sepasang kawan itu pun berlanjut. Sesekali Dion nampak melongok ke arah arlojinya. Membuat Vincent yang duduk di hadapannya pun menyadari hal itu. Mungkin laki-laki itu buru-buru. Atau ada janji lain dengan seseorang.

"Kayaknya Lo lagi buru-buru, ya? Gelisah banget keliatannya," ucap Vincent.

Dion menatap ke depan, ke arah sang teman.

"Enggak. Nyokap gue pulang dari LA hari ini. Gue cuma mastiin aja, udah mau sampai atau belum," jawab Dion.

Vincent mengangguk. "Ya udah. Kalau gitu gue cabut dulu, ya. Mungkin Lo juga sibuk. Gue juga mau ke apartemen soalnya. Mau ngasih ini buat Alina," ucap Vincent seraya meraih beberapa paperbag di samping kursinya.

Dion tersenyum. Ia mengangguk paham.

"Oke. Salam buat Alina, ya!" balas Dion. Kedua kawan itupun lantas berpisah. Vincent terlebih dahulu pergi meninggalkan tersebut. Dion yang masih berada di tempatnya nampak menatap punggung sag kawan yang makin menjauh. Ia membuang nafas kasar lewat mulut, lalu bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.

.......

Sementara itu di tempat terpisah...

Alina keluar dari unit apartemennya. Penampilannya sederhana. Sebuah kaos longgar, celana pendek, dan sendal flat melekat di tubuhnya. Tanpa dompet, tanpa tas, hanya sebuah ponsel yang berada di genggaman tangannya.

Alina berjalan menuju lift, masuk ke dalamnya lalu turun di lobby apartemen. Ia lantas keluar dari bangunan tinggi bertingkat itu.

Gadis itu menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk apartemen. Udara sore tak se-sejuk udara di pagi hari. Panas, banyak debu berterbangan. Suara riuh lalu lintas, deru mesin kendaraan, suara bising knalpot, suara ramai klakson yang saling bersahutan seolah semua minta jalan duluan bahkan terdengar dari tempatnya ia berdiri. Padahal jarak jalan raya dan pintu utama apartemen cukup jauh. Tapi suaranya terdengar sampai telinga Alina. wanita itu justru merasa pusing karenanya.

Alina membuang nafas kasar. Ah, rupanya sore di kota tak se syahdu di desa. Tak ada langit oren dan senja yang perlahan mulai terbenam. Tak ada semilir angin lembut yang menyapa wajah seolah berucap 'sampai jumpa esok pagi'.

Ah, tidak seru. Alina jadi malas mau jalan-jalan.

Wanita itu lantas mengedarkan pandangannya. Ia sudah terlanjur turun. Sia sia rasanya kalau pulang tanpa membawa apa apa.

Alina lantas berjalan mendekati jalan raya. Ia berhenti di trotoar, lalu celingak-celinguk. Mencoba mencari cari keberadaan penjual makanan. Yang sederhana saja. Yang ramah dengan perutnya. Ia berniat untuk cari jajan saja lalu kembali ke apartemen dan menunggu kepulangan Vincent di sana.

Alina mengulum senyum, sebuah gerobak yang menjual martabak manis nampak bertengger indah di bawah pohon yang rindang di seberang jalan.

Air liurnya bergelora. Keinginan yang kuat untuk makan martabak tiba-tiba muncul tanpa diminta.

"Mama, aku mau itu! Ayo beli!" mungkin seperti itu yang diucapkan calon bayi dalam perut Alina.

Wanita itu mengusap usap perutnya lembut.

"Kamu mau?" tanyanya pada 'perut'.

"Oke! Kita beli, ya! Yang rasa coklat kacang!" jawabnya kemudian.

Wanita itu lantas menoleh ke kanan dan ke kiri. Posisi gerobak itu tepat berada di tepi jalan di samping pertigaan. Setelah memastikan kondisi lalu lintas aman untuk menyeberang, Alina pun lantas setengah berlari menuju seberang jalan. Namun tiba-tiba...

Buugghh..

"Aww...!

Tiiinnnn....

"Aakkhh....!!!"

1
Don't Call Me Mbak💅
lanjuttt
Don't Call Me Mbak💅
lah🤦🤦
Don't Call Me Mbak💅
🤣🤣🤣
Don't Call Me Mbak💅
najisss🤮
Don't Call Me Mbak💅
kebanyakan makan camilan sih😹
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!