NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Terungkap

"Kalian dari mana saja kok sampai pulang larut malam ini? Tadi Papa pulang sebelum kalian lama keluar dari rumah, tapi saat kami menghubungi kalian handphone kalian tidak ada yang aktif."

Hampir pukul dua belas malam mereka baru pulang dan orang tuanya belum juga tidur, mereka sengaja menunggunya.

Di situ Nina diam tidak menjawab. Dia menunjukkan wajah lelah dan juga kecewa.

"Maaf Ma, handphonenya ketinggalan di mobil. Kami tadi masih ngobrol di luar, Nina masih butuh waktu untuk lebih tenang."

Widya mengerutkan alisnya. "Memangnya apa yang sudah terjadi? Apakah kalian mendapatkan masalah di luar?"

Rendra mengangguk, dia tidak akan menutupi apapun dari orang tuanya, bahkan memang sudah seharusnya Widya jujur kepada Nina.

"Iya, kami mendapatkan masalah terutama Nina," jawab Rendra.

Widya melangkahkan kakinya mendekat pada anak perempuannya yang duduk di sofa dengan tatapan tanpa ekspresi.

"Nina, katakan pada mama. Ada masalah apa denganmu?"

Dengan menunjukkan wajah penuh kekecewaan dia menjawab. "Masalah itu datang dari masa lalu, ma! Ada sesuatu yang telah kau sembunyikan dariku!"

"Maksud kamu apa? Tolong jelaskan padaku! Aku nggak ngerti dengan maksud ucapanmu!"

Widya mulai panik. Dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh anaknya. Seolah-olah di situ Nina menunjukkan kekecewaan terhadapnya.

"Wiryo! Ada hubungan apa antara Mama dengan pria itu?"

Deg,,

"Ap—apa? Wiryo? Apa kamu tadi bertemu dengannya?" tanya Widya.

Widya terlihat begitu panik. Dia khawatir pria itu tengah mengejar anaknya, atau bahkan mengakuinya sebagai anak kandungnya.

"Jawab saja Ma!" Dengan geramnya Nina membentak.

Hermawan yang baru keluar dari ruang kerjanya langsung bergabung bersama mereka. Alisnya tertaut saat mendapati anak sambungnya terlihat begitu marah pada ibunya.

"Nina, ada apa nak?" tanya pria itu berusaha menghilangkan ketegangan di ruang tamunya.

"Aku lagi bicara dengan Mama, Pa!"

Hermawan beralih menoleh pada Widya dan memintanya untuk jujur, apapun yang terjadi.

"Katakan padanya dengan jujur apapun yang ditanyakan padamu."

"Tapi pa...?"

Pria itu menggeleng, sepertinya dia telah memberikan peluang agar dia bisa bicara sejujurnya.

Widya menarik nafas berat. Ia hanya takut Nina akan kecewa padanya. Jika saja Wiryo tahu gadis itu adalah putri kandungnya entah apa yang akan dilakukan oleh pria itu. Ia hanya khawatir akan merebut putrinya.

"Nina, maafkan Mama yang udah bikin kamu kecewa. Mama memang sengaja sembunyikan masalah ini dari kamu, tapi bukan berarti Mama jahat, Mama ingin kamu nyaman bersama kami."

Di situ Nina diam, masih bisa menerima alasan dari ibunya. Ia bisa memahami apa yang ibunya lakukan, tapi ia juga berhak tahu siapa orang yang sudah membuatnya ada di muka bumi ini.

"Kalau kamu tanya mengenai pria itu, Mama akan jawab sejujurnya sebenarnya pria itu ayah kandung kamu. Dia yang mengukir jiwa ragamu, tapi dia juga yang sudah mentelantarkanmu di saat kamu masih berada di kandungan mama."

"Terus kenapa Mama harus berbohong? Kenapa kemarin mama katakan kalau kedatangannya ke sini untuk mencari keluarganya yang hilang, intinya dia salah alamat."

Dengan mata berkaca-kaca Widya terpaksa mengatakan semuanya. "Iya, memang dia datang untuk mencari Mama. Dia pikir hubungan kami masih sah sebagai pasangan suami istri. Wiryo tidak pernah merasa sudah menceraikan mama. Dia berpikir untuk menuntut mama karena Mama sudah menikah kembali."

Nina tersenyum devil. " Menuntut? Menuntut apa maksudnya?"

"Dia menuntut karena merasa telah diselingkuh dan dibohongi, tapi pada kenyataannya dulu aku ditinggalkan dan ditelantarkan begitu saja. Waktu masih mengandung kamu Dia pergi  berpamitan ingin merantau untuk merubah nasib, tapi nyatanya dia bukan hanya merantau, dia memantapkan hatinya pada wanita lain dan mengabaikan Mama. Dia pernah datang sekali membawa wanita selingkuhannya pulang. Dia mengatakan akan lebih lama tinggal di luar kota, dan sampai kamu lahir dia juga tidak kunjung pulang."

Mendengar penjelasan dari ibunya Nina emosi. Tidak seharusnya ia dipertemukan kembali dengan ayah kandungnya. Sekalipun harus bertemu ia tidak akan pernah mengakuinya sebagai orang tua.

"Nin, apa yang dikatakan oleh Mama kamu itu memang benar adanya. Papa ini saksinya," sahut Hermawan. "Dulu Papa nggak sengaja ketemu sama Mama kamu. Waktu itu ada penyuluhan di sebuah desa tempat tinggal Mama kamu. Melihat ada wanita hamil duduk sendirian di tepian sungai, hatiku tergerak ingin mengenalnya. Berhubung Papa bertugas beberapa hari di sana, Papa bisa mengenal  Mama kamu, dan dia menceritakan semua yang dialaminya."

Hampir saja ia salah paham dengan ayah sambungnya. Ia pikir Hermawan sudah merebut ibunya dari tangan ayah kandungnya.

"Papa nggak tega melihat penderitaan Mama kamu. Dia jarang makan, bahkan rumahnya sangatlah tak layak. Dia hidup sebatang kara dalam kekurangan."

Hermawan kembali mengingat masa lalunya bersama Widya. Jika saja dulu ia tidak pernah datang ke desa untuk melakukan penyuluhan terhadap warga yang kurang mampu, ia tidak akan pernah mengenalnya, mungkin sampai saat ini kehidupannya tak jauh lebih baik dari seperti dulu, dan anak yang dilahirkannya benar-benar menderita menjadi korban ayah kandungnya.

"Mengetahui kisah mama kamu, hati Papa tergerak untuk membujuknya. Dalam kondisi hamil tua dia butuh tempat istirahat yang nyaman, pelayanan yang tepat. Akhirnya Papa bawa Mama kamu ke rumah ini, dan dia tidaklah keberatan."

Widya hanya bisa menangis. Ia bersyukur suaminya membantu menjelaskan pada putrinya mengenai kondisinya saat itu.

"Aku tunggu niat baik Ayah kamu untuk mencarinya ke sini, bahkan sampai kamu dilahirkan dia nggak ada kabar sama sekali. Aku bahkan sudah memberitahu kepada warga disekitar tempat tinggalnya, aku memberikan alamat lengkap, tapi tak seorangpun datang ke sini buat mencarinya."

Nina meneteskan air matanya. Sungguh malang nasibnya harus memiliki ayah sekejam itu, tapi ia bersyukur karena sudah dipertemukan dengan orang sebaik Hermawan.

"Tapi kenapa dia masih mengakui Mama sebagai istrinya? Apa Mama memang masih berstatus sebagai istrinya?"

"Tentu saja tidak Nina," jawab Hermawan. "Berhubung tidak ada kabar sama sekali aku putuskan menyewa seorang pengacara untuk mencarinya dan meminta tandatangannya, dan itu berhasil. Ayah kamu ternyata sudah memiliki keluarga baru dan tidak benar-benar peduli terhadap kalian." Hermawan meluruskan agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman diantara mereka. "Pengacara papa berhasil mendapatkan tandatangan dirinya, dan itu bukan tanda tangan biasa, melainkan tandatangan surat perceraian."

"Oh..., jadi antara Wiryo sama mama itu sudah bukan pasangan suami istri?" Akhirnya Nina lega setelah tahu kebenarannya.

"Tentu saja bukan. Dia hanya mantan, bukan lagi pasangan, dan kamilah yang sah dianggap sebagai pasangan," jawab Hermawan.

Nina menarik nafasnya. "Kenapa baru sekarang kalian cerita? Kenapa aku harus mendengar dari mulutnya?" Nina mengungkapkan kekecewaannya. "Andai saja aku tahu Sari awal mungkin aku bisa terima. Jujur aku kecewa banget sama kalian, tapi... "

Widya menyahut. "Tapi apa nak?"

"Tapi sampai kapanpun aku tidak akan mengakuinya sebagai orang tua kandungku!"

1
aku
asekk!! aku suka keributan mereka 😁😁🤣🤣
aku
gass wir, tuntutlah, biar endingnya ente yg masuk bui 🤣🤣🤣
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!