sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
..
Selasa pagi. Ruang 11-A kembali seperti medan perang. Di atas meja setiap murid sudah ada dua paket soal paling horor di SMA Galaksi: fisika dan Kimia Analitik. Pak Bambang duduk di depan, matanya tajam mengawasi jam dinding.
"Waktu dimulai. Kerjakan sendiri atau masa depan kalian suram!" bentak Pak Bambang.
Rea menarik napas panjang, langsung menghajar deretan soal stoikiometri yang angkanya bikin mata sepet. Di sampingnya, Ziro juga terlihat fokus total. Tapi, baru saja menit ke-20 berjalan...
Sret... sret... sret...
Suara goresan pulpen di barisan paling belakang terdengar stabil dan sangat cepat. Axelle duduk dengan posisi santai, satu tangan menopang dagu, tangan lainnya menghitamkan lembar jawaban seolah-olah dia lagi main game silang-silang.
Tepat di menit ke-30, Axelle meletakkan pulpennya dengan bunyi plak yang bikin Ferro tersentak.
"Gila, udah kelar?" batin Ferro melongo.
Tapi Axelle nggak langsung maju. Dia justru menggunakan sisa waktunya buat hal yang paling nggak masuk akal: Memilih jawaban mana yang harus disalahkan.
"Kalau gue bener semua, Daddy bakal tarik gue ke dunia robot nya itu. Oke, nomor 25 jawabannya harusnya 5.0, gue ganti jadi 2.5 biar dapet poin nol. Kimia... senyawa ini harusnya polar, gue bikin non-polar aja. Biar rapor gue tetep stabil di angka 'anak bandel tapi naik kelas'," gumam Axelle dalam hati sambil menyoret kertas buram di depan nya, dia benci kesempurnaan, karena kata sempurna tidak jauh jauh dari kata Robot.
beberapa saat kemudian, axelle telah selesai dengan rutinitas pilih pilih soalnya dia bangkit menggeser kursinya sedikit kasar
BRAK!
"Selesai, Pak," Axelle berdiri, dengan santai mengumpulkan lembar jawabannya.
Ziro mendongak, matanya menatap tajam ke arah jam. "Baru 30 menit, Axelle. Jangan konyol."
"Otak gue udah mau meledak, Harata. Mending gue kantin daripada lumutan di sini," sahut Axelle santai. Dia lewat di meja Rea, sengaja mengetuk meja gadis itu dua kali. "Semangat, Koala. Jangan ampe mimisan gara-gara itung-itungan." ledek axelle dengan cengiran khas nya
Rea mendengus, tapi hatinya bergetar. Dia tahu persis, cowok yang baru keluar itu sebenarnya sudah melibas semua soal itu hanya dalam waktu setengah jam.
Pukul 10.30 WIB - Koridor Sekolah
Geng Badboy—Ferro, Zayden, Jaxon, arkan dan Liam—langsung mengerumuni Axelle pas bel istirahat bunyi.
"Xel! Sumpah ya, lo beneran upgrade otak di bengkel mana?!" seru Ferro nggak percaya.
"Tadi gue liat lo ngerjain soal Kimia kayak nulis daftar belanjaan! Cepet banget!" imbuh zayden
"Gue asal isi doang, elah. Lo kayak nggak tau gue aja," bohong Axelle sambil menyulut korek apinya yang langsung dimatikan karena liat Rea lewat
"Asal isi tapi pas di kelas fisika 3 bulan lalu lo bisa bantai soal Pak Bambang di depan kelas? Jangan bohong lo, Bos!" Jaxon curiga.
"Lo sebenernya pinter tapi pura-pura begok ya buat ngejek kita?!" sahut Liam menarik bibir nya sebelah ke atas
"Gue emang pinter, lo nya aja yang kelewat begok," ledek Axelle yang langsung dihadiahi sorakan dari temen-temennya.
Ziro berjalan mendekati kerumunan itu, wajahnya dingin seperti es. "Kecepatan bukan jaminan ketelitian, Axelle. Kita liat aja nanti hasil akhirnya, apakah cara kotor lo bisa ngalahin nilai gue." sindir pangeran catur itu
Axelle tersenyum miring, dia melangkah satu langkah lebih dekat ke Ziro. "Gue nggak butuh nilai tertinggi buat dapet apa yang gue mau, Harata. Gue cuma butuh waktu 30 menit buat kelarin urusan sekolah, dan sisa waktunya... buat urusan yang lebih 'pribadi' sama Ketua OSIS."
Mata Ziro berkilat marah, sementara Rea yang berdiri tak jauh dari sana langsung buang muka sambil megang pipinya yang mulai panas. Dia bener-bener jengkel karena Axelle selalu bawa-bawa dia tiap kali mau manasin Ziro.
Axelle kayak yang sengaja manas manasin ziro, dengan gaya tengil nya itu
...----------------...
Pukul 19.00 WIB - Apartemen
Rea lagi serius ngecek kunci jawaban Kimia di laptopnya. Tiba-tiba dia tersedak air minum pas liat coretan buram Axelle yang ketinggalan di meja makan tadi sore.
mata nya menatap serius kertas itu, alis nya terangkat, tangan nya mengambil kertas di atas meja makan itu.
"Hah? Nomor 25 ini... dia beneran salah isi di lembar jawaban tadi?!" Rea membandingkan coretan Axelle dengan hasil perhitungannya. Di coretan buram, jawaban Axelle benar, tapi di sekolah tadi Rea liat Axelle menghitamkan opsi yang salah.
"Lo sengaja salahin jawaban lo sendiri?" tanya Rea pas Axelle keluar dari kamar cuma pake handuk yang melilit di pinggang lagi-lagi berhasil bikin Rea eror
Axelle nyengir, dia ngambil kopi kaleng di kulkas. "Pinter juga lo, Koala. Iya, gue sengaja. Gue nggak mau jadi 'Anak Emas' kayak si pecatur itu. Gue lebih suka jadi 'Anak Haram' yang bikin pusing orang tua."
"Tapi kenapa, Xel? Potensi lo gede banget..." Rea menatap axelle serius
Axelle narik kursi, duduk mepet banget di samping Rea sampai aroma sabunnya bikin Rea pusing. "Karena gue nggak mau idup gue cuma tentang angka, Re. Gue mau idup gue tentang... hal yang lebih nyata. Kayak lo, misalnya."
Axelle tiba-tiba narik kacamata Rea, menatap mata istrinya itu dalam-dalam. "Ujian besok Sejarah sama Bindo. Gampang kan? Lo mau kita 'belajar' sejarah tentang gimana dua orang musuh bisa berakhir di satu apartemen malam ini?"
"AXELLE!" bentakan Rea keluar juga, axel malah ketawa ngakak lalu pergi.
Rasanya axelle benar benar terhibur selama ada Rea di apartemen nya, bahkan senyum nya masih mengembang sampe tongkrongan. menyisakan kebingungan teman teman nya
.
yang ANYA dan EL saja belom move on thorrr, muncul lah si tengil ell, makin cintaaa thor🤗🤗
😍😍
takut gula darah naik🤭
terlalu manis soalnya🥰🥰
akhir nya rea menyerah kan diri ooohh , sweet nya axelle bahagia. banget ya yg udh dapet jatah🤣🤣🤣🤣
nyari es batu lahhh🤭
love bagt sama Valerie 🥰🥰
meleleh adek bang🤣🤣🤣🤣
terimakasih Thor
love sekebonnnnn🥳🥳🥳
nangis bombay gak tu si vanya gimna hati vanya masih aman 🤣🤣
pengen ngegaplok si ziro deh sok sotoy banget terherman² aku nya🤣🤣
gedhek bgtsss sama Vanya n the geng, ziro harata apalah itu🤭
tapi saling berharap ,
di depan entar nemu bawang apa nemu krupuk thor , semankin penasaran sama kehidupan rea kedepanya , gimna nasib hubungan axelle sama rea nanti
cepet buntingin rea nya xel,
biar kelar hidup ziro.
wkwkwkwkkw