NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rhea dan teman temannya

Rhea dengan terburu buru mendekati teman temannya yang sedang tertawa tawa melihat kedatangannya. Detak jantungnya masih sangat kencang.

"Wow, hot banget, Rhe," puji Jani di sela tawanya.

"Kita sampai nahan nafas tadi," sambung Moli antusias.

"Laki laki itu pasti suhu, ya. Kamu ngga mau lanjut?" ejek Talisha.

Rhea baru kali menyesal sudah berteman dengan mereka. Gara gara mereka, laki laki itu pasti sudah mencapnya sebagai perempuan ngga benar.

Ingat waktu awal.datang tadi, dia langsung diusir. Sudah pasti laki laki itu menganggap dia ani ani.

Padahal baru kali ini dia dici-um laki laki. Apesnya ci-um@n laki laki tadi yang dia sudah lupa namanya, membuat dia tidak bisa berhenti. Sampai dia terlena hingga membiarkan saja salah satu d@d@nya direm@s....

Ini namanya pelecehan! geram Rhea dalam hati. Teman temannya bukannya merasa kasian, atau menolong menjauhkannya. Malah tertawa seakan dia adalah hiburan komedi yang super lucu.

Rhea ngga terima, dia jadi tercemar gara gara ulah ketiga temannya.

Tanpa mempedulikan ketiga temannya yang sedang tertawa senang, Rhea bangkit sambil mengambil tasnya.

"Mau kemana, Rhe?" Jani mencoba menahannya.

"Pulang." Rhea menjawab sambil merapikan dresnya.

"Nantilah Rhe. Belum malam juga." Moli juga mencoba membujuk Rhea.

Rhea mengabaikannya.

"Rhe....." Jani dan Moli memanggil bergantian, bahkan sampai berdiri juga.

Tetap Rhea abaikan. Dia terus saja berjalan pergi.

"Biarkan saja," larang Talisha dengan masih tetap tertawa. Cuek dengan kemarahan temannya.

"Besok besok pasti udah baik lagi," lanjutnya santai.

"Dia pulang naek apa? Kan, tadi bareng kita pake mobil kamu." Jani tetap merasa khawatir sambil terus menatap punggung Rhea yang sudah menjauh.

"Kan, bisa pesan online." Talisha tetap santai menjawab.

"Kita udah keterlaluan,ngga, sih." Moli jadi merasa ngga enakan.

"Nggaklah. Dia aja yang terlalu lebay." Talisha menyanggah tanpa rasa bersalah.

Jani menghembuskan nafas panjang.

"Kita pulang sekarang aja," pinta Jani karena tadi mereka pake mobil Talisha.

"Enggaklah. Kalo kamu mau pulang sekarang, pulang aja," jawab Talisha tetap cuek.

Jani berdecak.

"Aku mau pastikan dia dapat taksi online dulu." Jani langsung bergegas pergi menyusul Rhea dengan kesal.

"Udah ngga seru lagi sekarang." Moli juga jadi kesal melihat sikap santai Talisha.

"Sesekali dia perlu.digituin." Talisha menyahut ketus, merasa kesal karena disalahkan kedua temannya.

"Kan, mulai lagi. Kamu pasti masih nyalahin Rhea. Sudah jelas, kan, salah Baskara," umpat Moli baru sadar sudah masuk perangkap Talisha buat ngerjain Rhea.

Mata Talisha mendelik.

"Kalo dia ngga menggoda Baskara, ngga bakal Baskara meleng ke dia."

"Sakit kamu, Lis. Kalo tau kamu sengaja ngerjain Rhea karena perasaan cemburu kamu itu, aku ngga bakalan ikutan." Moli akhirnya berdiri juga. Selain membawa tasnya, dia juga membawa tas Jani.

"Aku pulang."

"Ya, udah pulang sana."

Moli mendengus sebelum melangkah pergi.

Sementara itu Jani berhasil menyusul Rhea.

"Rhe..... Maaf, ya."

Rhea hanya mengangguk, sekarang dia sedang menunggu taksi onlinenya.

"Kamu udah pesan taksi onlinenya? Kalo belum aku pesanin." Kalo tadi dia ngga lupa bawa tasnya, Jani mungkin akan ikut pulang bareng Rhea.

"Udah. Bentar lagi datang. Eh, tuh, kayaknya mobilnya." Tunjuk Rhea pada sebuah mobil berwarna putih yang sedang mendekat. Dia pastikan lagi nomor plat mobilnya.

"Oooh, iya." Jani memegang bahu temannya sebelum Rhea memasuki mobil.

"Rhea, nanti aku call kamu, ya."

Rhea mengangguk, berusaha tersenyum walaupun hambar sebelum masuk ke dalam mobil.

Jani bahkan sampai mendekatkan wajahnya di bagian depan mobil, di sebelah jok pak supir.

"Pak, anterin teman saya sampai selamat ke rumahnya, ya. Hati hati, ya, pak."

"Siap, mbak." Pak supir yang sudah paruh baya menyahut ramah.

"Sudah, Jani. Aman, kok." Baru Rhea bisa tersenyum yang lebih bermakna dari tadi. Perasaannya saat ini sedang kacau balau, berantakan banget.

Perlakuan laki laki itu cukup mengguncang jiwa murninya. Dia bodoh banget percaya begitu saja kata kata Talisha, kalo.cuma nempelin bibir aja. Ternyata malah lebih dari itu dan malah lanjut digre-pe gre-pe juga.

Dia jelas rugi banyak.

Setelah mobil yang membawa Rhea pergi, Moli baru tiba di samping Jani.

"Ini tas kamu."

Jani menerimanya dengan suka cita. Rencananya setelah mengambil tasnya, dia juga mau langsung pulang juga seperti Rhea.

"Kita dikerjain Talisha," cerita Moli kesal.

Jani sudah menduganya.

"Dia masih marah soal Baskara, kan," tebak Jani.

"Iya."

*

*

*

Akhirnya Rhea tiba juga di depan rumahnya.

DEG

Jantungnya berdebar cepat ketika melihat mobil papanya ada di garasi.

Papa.udah pulang? Katanya pulang besok, batinnya jadi sangat cemas.

"Makasih, pak, ya. Kembaliannya buat bapak aja." Rhea buru buru keluar dari dalam mobil setelah memberikan selembar uang ratusan.

"Iya, mba. Kembaliannya banyak banget. Makasih banyak, mba."

Rhea hanya tersenyum tipis sebelum menghilang ke dalam rumahnya.

Langkah kakinya terhenti ketika melihat papa dan mamanya sudah ada di ruang tamu. Rahang papanya tampak mengeras sedangkan wajah mamanya tampak serba salah.

"Jadi begini kerjaan kamu kalo papa dan mama ngga ada di rumah?! Keluyuran?!"

Rhea terdiam. Bisa panjang urusannya kalo papanya sudah marah.

"Pulang kuliah master malah tambah sukanya dugem ngga jelas. Besok kamu ikut papa. Kamu akan papa nikahkan saja!"

Rhea langsung ternganga saking kagetnya.

Haa.... Nikah?

"Aku ngga mau nikah, pa. Apalagi dijodohin," tolak Rhea cepat. Lebih baik disuruh kuliah lagi dari pada disuruh nikah, tegasnya dalam hati.

"Jadi kamu mau bebas begini?" Suara papanya semakin meradang sambil menunjukkan layar ponselnya.

"Sabar, Nazar. Ingat darah tinggi kamu," bujuk mamanya berusaha meredam kemarahan suaminya.

"Bagaimana aku ngga stroke kalo gini. Kenapa kelakuan kamu ngga kayak kakak kamu aja, haah!" marah papanya lagi.

Rhea masih membeku. Matanya tidak bisa dia alihkan dari layar ponsel papanya. Jantungnya seperti mau copot.

Papa dapat dari mana foto ini?

Siapa yang ngirim

Jani, ngga mungkin. Moli juga ngga mungkin.

Rhea terus berpikir keras. Kemungkinan siapa pelaku yang mengirimkan foto saat dia berci-um@n dengan laki laki itu tadi di Bar. Terlalu cepat menyalahkan orang lain yang dia ngga kenal.

Kemungkinan terakhir.... Hatinya langsung menggeram marah.

Talisha? Kurang ajar kamu!

"Rhea! Kamu tau, kan, papa punya banyak kenalan di luar sana. Jaga kelakuan kamu. Jangan jangan waktu kuliah di luar, kamu begini juga?" tuduh Papa masih dengan suara menggelegarnya.

Rhea jadi kecut juga. Belum pernah papanya semarah ini dengannya.

Tapi wajar, sih. Orang tua mana yang ngga bakalan ngamuk lihat foto anak gadisnya sedang begitu. Rhea menghela nafas pelan.

"Pa, aku dijebak." Hanya itu yang bisa Rhea katakan. Tapi Rhea yakin, dari raut wajah papanya, beliau sama sekali tidak mempercayai ucapannya.

1
sleepyhead
Emg disturbing sih, kalau byk orang-orang yg grouping dan toxic di lingkungan kerja kita...
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...

Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
sleepyhead: emang ngeselin kan Thor, perlu di beri paham ini miss² resek ni 😁🤭
total 3 replies
Rahmawati
ayo dave cepetan sblm Rhea di temukan oleh papanya, km gk rela kan kl Rhea menikah dengan orang lain
Ranita Rani
q ikutan t3gang nie,,
Herman Lim
nazar nanti di pulangkan kllo dah jadi mantu Airlangga 😃😃
Lia Kiftia Usman: doa semoga lebih dulu dave bertemu rhea..🤲
total 1 replies
Herman Lim
Edwin mau rebut gebetan dave harus lwtin barisan para apak muda dulu
🔵MENTARY
Hahaha🤣🤣🤣Dave panik Rhea mau di jodohkan
Lusi Hariyani
klo sdh msk ke keluarga mereka g bakal bs lepas
Zea Rahmat
panik kan dave🤣🤣🤣🤣🤣
Zea Rahmat
masa keluarga Airlangga bisa di ancam... ancam. balik dong🤣🤣
🔵MENTARY
Rival Dave, Baskara dan Edwin 🤣🤣🤣
anggita
like 👍iklan☝☝
Rahmawati
ayo dave masak km gk mau deketin rhea jg, emg km rela Rhea sama Edwin?
sleepyhead
Good choices, Abaikan aj hahaa
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 Mereka semua Buaya ulung yg insaf bro, jangan bermain main 😝 berbahaya kalau sdh berurusan dgn mereka apalagi berani menyentuh yg sdh digariskan utk circle mereka..
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk
Zea Rahmat: iya betulll🤭🤭
total 6 replies
Lusi Hariyani
dave sainganmu akn dtg lg lho jgn bnyk mikir ntar rhea pergi km nyesel
Paksi Winatha
typo thour ke jakarta bkn ke jakarat🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣/Curse//Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Rahma AR: j😄......
total 1 replies
Evi Solina
Hayoloh Dave saingan Lo muncul di sekolah😆
Rahmawati
Edwin gercep eyy, langsung nyamperin Rhea ke sekolah
Lusi Hariyani
bpk y rhea bnr2 dech...🙏
🔵MENTARY
Melipir Erwin, Rhea udh di targetkan calon Bini Dave/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!