Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 30
Warning 21++
(Bacanya pelan-pelan yah😉)
Saat mereka sudah berada di bawah dan terbungkus selimut tebal. Adinda menjadi salah tingkah karna ia berada di atas Aditya dan merasakan seseuatu yang belum pernah ia rasakan. Dengan diam, mereka saling menatap lekat.
"Ini gara-gara kamu." Celetuk Aditya mengalihkan karna ia merasa sangat tegang berada di bawah Adinda.
"Heyy jelas-jelas ini gara-gara kamu, kalo kamu tidak masuk ke dalam selimut dan memelukku.. tidak akan seperti ini. Dan sekarang gimana caranya kita lepas..!" Celoteh Adinda sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya berusaha ingin keluar dari bungkusan selimut yang bersama Aditya.
Karna goyangan tubuh Adinda sontak membuat Aditya semakin menegang.
"Heyy diam. Atau saya akan melahapmu sekarang juga." Ancam Aditya.
Adinda yang mendengar ucapan suaminya ia langsung terdiam karna takut dengan ancaman suaminya. Adinda menjadi semakin salah tingkah dan wajahnya berubah menjadi merah.
"Kalo kamu ingin keluar dari selimut sialan ini.. kamu diam dan pegang pundakku." Lanjut Aditya yang langsung di angguki oleh Adinda.
Adindapun melakukan apa yang Aditya perintahkan dan setelah itu, Aditya memeluk tubuh Adinda erat dan perlahan-lahan ia menggulingkan kembali tubuhnya bersama tubuh Adinda. Mereka hanya diam tidak bicara dan saling menatap lekat, dan kini mereka sudah lepas setelah Aditya berusaha melepaskan selimut tebal yang membungkusnya dengan cara menggulingkannya kembali. Setelah itu kini Aditya berada di atas tubuh Adinda dengan saling menatap mesra dan tiba-tiba Aditya Aditya sudah tidak bisa menahannya lagi ia sangat ingin melakukannya sekarang lalu ia memulainya dengan menc*um bib*r Adinda, karna ia merasa sudah tidak sangat tidak tahan lagi.
Adinda yang mendapat serangan itu ia sangat syok dan tidak membalas Cium*nnya, ia hanya diam tapi seakan menginginkannya. merasakan Adinda yang hanya diam lalu Aditya menggigit kecil bibir istrinya sehingga membuat Adinda membuka mulutnya lalu membalas ciumannya dengan mesra.
"Aku menginginkannya.." Lirih Aditya yang menahan hasratnya menghentikan aktivitasnya dan menatap lekat Adinda.
Mendengar ucapan suaminya tanpa berpikir panjang Adinda langsung menganggukan kepalanya tanda ia setuju, dan Aditya yang melihat istrinya itu menganggukan kepalanya ia sangat senang dan tersenyum lalu mengecup sekilas bibir Adinda dan langsung mengangkat tubuh Adinda menuju ke kasurnya.
Adinda semakin berdebar jantungnya seakan lari maraton karna perlakuan Aditya. dan dengan perlahan Aditya melempar tubuh Adinda ke kasurnya dan ia langsung membuka bajunya memperlihatkan perutnya yang kotak-kotak membuat Adinda semakin terpukau dan merasa sedikit malu melihatnya. Merekapun lalu melakukannya, melakukan hubungan suami istri.
Di malam ini di hari ke tujuh pernikahan akhirnya Adinda melepas keperawanannya ia merasa sudah memberikan hak suaminya dengan iklas. Dan malam ini menjadi malam yang sangat membahagiakan bagi kedua insan itu, bagaimana tidak akhirnya mereka melakukan penyatuan dimana ini menjadi penyempurna cinta mereka.. meski belum ada pengakuan dan pengungkapan cinta di mulut mereka, tapi.. mereka merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan di hatinya sekarang.
.
.
.
Pagi pun tiba, Adinda terbangun dan merasakan sesuatu yang memeluknya dari belakang. Ia merasakan hangat tubuh suaminya yang menempel di punggungnya, Adinda lalu membuka matanya dan melihat dirinya di balik selimut yang polos tanpa busana.. Ia lalu mengingat sesuatu dan tersenyum setelah mengingat kejadian tadi malam bersama Suaminya.
Dan tiba-tiba Aditya mengeratkan pelukannya memeluk tubuh Adinda dan membisikan sesuatu.
"Terimakasih.. aku sangat mencintaimun dan awali pernikahan ini dengan penuh cinta dan kebahagiaan meksi di awal pernikahan.. kita tidak saling mengenal dan kini aku merasakan cinta yang begitu luar biasa." Bisik Aditya yang membuat Adinda semakin bahagia mendengarnya.
"Adinda.. I Love You." Lanjut Aditya.
Adinda lalu membalikan badannya dan menatap wajah suaminya.
"I Love You Toooo.." Balas Adinda sambil terseyum senang.
Like Coment..