NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic / Tamat
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman baru

Sepanjang perjalanan Zhao terus murung dan menggegam liontin kalung miliknya. Dia merasa sedih dan hatinya terasa sangat berat, apa dia bisa melewati semua ini dengan baik? kenapa dia mulai ragu sekarang.

“Anda memiliki keluarga yang sangat hangat.” Seseorang yang menjemput Zhao mengajak bicara, sepertinya petugas di akademi.

“Hmm, bukankah semua keluarga seperti ini.” Lirih Zhao masih galau.

“Tidak semua, kebanyakan anak seusia anda itu sudah tidak dekat dengan orangtua. Mereka sibuk mengejar mimpi dan membanggakan orangtua, tapi anda bahkan sangat dekat dengan Ayah dan Ibu itu sesuatu yang langka.” Ujarnya.

“Kau pasti berbohong.” Zhao tidak percaya.

“Tidak, saya bicara apa adanya. Ada banyak murid yang sudah saya jemput, kebanyakan dari mereka hanya berpamitan formalitas saja berbeda dengan anda yang terlihat sangat sedih dan berat.” Ucapnya.

“Aku bersyukur karena Ayah dan Ibuku sangat baik.” Ucap Zhao.

“Apa adik anda baru saja lahir? pasti itu membuat anda semakin berat untuk pergi ya?.” Ujarnya mengajak mengobrol.

“Iya, adikku sangat lucu.” Zhao tersenyum.

“Saat anda kembali nanti pasti adik anda sudah bisa memanggil Kakak atau bahkan bicara banyak hal.” Ucap nya.

“Benarkah?.” Zhao berbinar.

“Benar, dulu anak saya sangat cerewet saat memasuki usia 3 tahun. Dia tidak berhenti bicara dan ingin tahu banyak hal, tapi saat berusia 12 tahun dia jadi pendiam dan menjaga jarak, seperti nya memang seperti itu fase menuju dewasa.” Ucap nya curhat.

“Bisa berubah seperti itu?.” Heran Zhao.

“Anda pasti akan merasakan perubahan itu nantinya, karena kebanyakan anak menjauh dari orangtua setelah berusia belasan.” Ucapnya sok tahu.

“Mana mungkin? usiaku harusnya 14 tahun dan aku tetap dekat dengan Ayah dan Ibu. Dasar pembohong, kau ingin menghasut ku jadi anak durhaka ya?.” Batin Zhao salah paham.

Perjalanan Zhao jauh lebih cepat karena menggunakan jalur rahasia, sampai di akademi dirinya di pandu menuju asrama. Zhao yang memakai hanfu berwarna putih bersulam emas mencuri perhatian, karena terlihat seperti pangeran.

“Nah ini dia kamar mu, berteman baik lah dengan teman sekamarmu.” Ujarnya memberitahu.

“Aku usahakan.” Zhao menjawab apa adanya.

Beberapa pelayan membawakan barang bawaan Zhao, saat Zhao masuk ke dalam kamar sudah ada dua anak yang sedang duduk diam di tempat tidur masing-masing. Sepertinya mereka tidak akrab, atau sengaja tidak mengakrabkan diri.

Zhao sibuk menata barangnya dengan rapih, setelah itu menulis surat untuk orangtua nya. Untunglah dia mendapatkan tempat tidur yang nyaman, bahkan luas meskipun bersama beberapa orang.

“Hei, kau yang waktu itu sangat kuat kan? siapa nama mu?.” Tanya salah satu dari mereka, berambut panjang berwarna coklat kemerahan dengan warna kulit tan skin.

“Namaku Wu Zhaolong, kau bisa memanggilku Zhao.” Jawab Zhao.

“Long? memangnya kau keturunan naga?.” heran satunya lagi, berambut biru kehitaman dengan kulit kuning langsat.

“Entahlah, itu nama pemberian Ayahku.” Jawab Zhao.

“Bagaimana kau bisa sekuat itu? ngomong-ngomong nama ku Yu Bai yang mendapat peringkat tiga.” Ujar si rambut coklat.

“Namaku Xin Juan yang mendapat peringkat dua.” Ujar si rambut biru gelap.

“Aku selalu berlatih dengan Ayahku, aku selalu merasa tidak berkembang dan lemah. Tapi setelah bertanding kemarin ternyata aku sekuat itu, aku pun terkejut sampai merasa sedang di bohongi.” Jawab Zhao.

“Memangnya kau tidak punya teman?.” Tanya Bai.

“Tidak.” Jawab Zhao polos.

“Kau pasti anak manja, tapi anehnya kau kuat.” Ujar Juan.

“Aku tidak paham apa yang kau bicarakan.” Zhao heran.

“Meskipun kita teman satu kamar, kita tetap harus bersaing menjadi lulusan terbaik. Jadi jangan berharap kami akan mengalah, meskipun kau kuat bukan berarti kami tidak bisa mengejarmu.” Ucap Juan dia sangat ambisius.

“Sejak awal aku memang tidak mengalah, karena itu aku lulus dalam tiga detik.” Zhao sombong dengan wajah polos.

“Eerrr…. ekhem, apa oleh-oleh yang kau bawa? aku berasal dari wilayah gurun jadi aku membawa makanan khas daerah sana, ini adalah daging asap yang sangat lezat.” Ucap Bai mencairkan suasana.

“Wahh pasti enak, boleh aku mencicipi nya? Ibu ku pemilik pabrik sosis daging sapi keju, jadi aku membawanya hanya tinggal di goreng saja.” Zhao terlihat lapar.

“Apa? kau bukan pangeran?.” Juan mengernyit.

“Bukan.” Jujur Zhao.

“Tapi kenapa tingkah mu seperti pangeran? pakaian yang kau kenakan juga terbuat dari kain mahal.” Juan terlihat tidak senang, mungkin dia memandang kasta.

“Apa? padahal aku tidak melakukan apa-apa, ini pakaian yang di buat khusus oleh Ibuku sebagai hadiah karena adikku sudah lahir.” Zhao bingung.

“Ehhh adikmu lahir tapi kenapa kau yang dapat hadiah?.” Bingung Bai.

“Ibu bilang hadiah ini dari adikku, Ayahku menjelaskan jika sebenarnya Ibu takut aku merasa iri dengan adikku karena itu memberikan aku hadiah atas nama adikku. Padahal tanpa hadiah pun aku tidak mungkin iri dengan adik.” Zhao tersenyum menyentuh hanfu nya.

“Keluargamu saling menyayangi ya aku jadi iri, berapa usia Ayahmu?.” Bai sangat penasaran.

“Ayahku 25 tahun.” Jawab Zhao.

“APAA??.” Kaget Bai dan Juan.

“Hmm? kenapa kalian terkejut?.” Zhao jadi ikutan kaget.

“Ayahmu seumuran dengan Kakakku, bagaimana bisa Ayahmu masih begitu muda memangnya kau umur berapa? dan adikmu juga umur berapa.” Juan benar-benar syok.

“Aku 10 tahun, adikku baru lahir satu bulan yang lalu.” Jujur Zhao.

“Tidak, sebenarnya aku sudah 14 tahun. Seharusnya kalian lebih sopan padaku dasar anak-anak tidak sopan.” Batin Zhao.

“J-jadi orangtua mu seorang pedagang sukses ya, jika ada waktu aku ingin main ke tempatmu.” Bai sangat ramah.

“Lalu kalian siapa? kenapa hanya aku saja yang di tanya.” Celetuk Zhao.

“Ahahahahaha aku Yu Bai pangeran ke sembilan dari Kekaisaran Yu, itu daerah gurun pasir di seberang timur sana.” Ucap Yu dengan ramah.

“Sembilan? Ayahmu memiliki anak banyak, pasti Ibu mu selalu kesakitan kan? Kemarin Ibuku kesakitan saat melahirkan adikku.” Zhao turut prihatin.

“Ehh itu aku tidak tahu, Ayahku memiliki satu permaisuri dan delapan selir. Aku putra ke dua dari Permaisuri, Kakakku yang seharusnya menjadi pewaris tahta sudah meninggal karena perang.” Ucap Bai.

“Selir itu apa? dan Kakakmu meninggal? kau pasti sangat sedih kan.” Zhao turut sedih.

“Hahahah kau bercanda ya? Selir itu istri yang tidak sah dengan kata lain Ayahku punya 9 Istri dan Sepuluh anak. Aku tidak begitu sedih karena tidak terlalu dekat dengan Kakakku.” Bai bercerita tanpa beban.

“A…a..apa.” Zhao merasa tersesat, dia sangat syok sampai tidak bisa berkata-kata.

“Kau aneh, memangnya Ayahmu tidak punya selir? semua laki-laki pasti memiliki selir. Kakakku saja sudah memiliki 4 selir meskipun belum menemukan calon istri sah nya.” Juan mengira Zhao pick me.

“Kau pangeran juga?.” Zhao bertanya dengan serius.

“Ya, aku pangeran ke empat dari kekaisaran Xin.  Berada di sisi utara daerah padang rumput, di sana sangat dingin dan berangin.” Ucap Jian.

“Tapi… Ayahku tidak memiliki selir dan dia mengatakan akan memberikan dunia ini untuk Ibukku.” Ucap Zhao.

“Pfttt Ahahahahahahaa, dasar polos. Kau percaya dengan bualan seperti itu?.” Juan dan Bai tertawa terbahak.

“Memangnya kenapa? Ayahku tidak mungkin menyakiti Ibuku karena dia mencintai kami.” Zhao jadi sedih.

“Ya\~ya\~ aku berdoa semoga kau tidak kecewa di masa depan.” Juan kembali ke tempat tidurnya.

“Emm jangan pikirkan ucapannya, dia memang terkenal bermulut pedas dan sedikit sombong. Kau tidak perlu khawatir, mungkin Ayahmu memang setia pada Ibumu. Kita tidak bisa menyamakan semua orang kan?.” Bai merasa tidak enak hati karena Zhao terlihat sedih.

“Ya… ayo makan malam bersama.” Ajak Zhao.

“Baiklah, aku akan menghangatkan daging asap milikku.” Ucap Bai dengan semangat.

1
ClarissWu
semangat A'thor💪💪
Season 2 aku tunggu❤
Dewiendahsetiowati
ditunggu season ke 2 nya
Chauli Maulidiah
mosok ziang mati Thor..?

mosok ceritane Podo Karo Yuwen biyen? reinkarnasi maneh .
Wiecipa Wicipha
suka ...../Rose//Heart//Good/
aria
lanjut
ClarissWu
suka Zhao😭❤
Dewiendahsetiowati
cerita menikahi sistem sesi 2 kok dihapus ya thor
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu sesi ke 2
Astrid Fera
kak ini SMA kyg sebelah ya
Astrid Fera: dif''zo
total 2 replies
Eka Haslinda
wo ow.. kamu ketahuaannn 🤣🤣
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!