sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
...
Axelle mendengus mendengar ucapan arsen barusan, drama apa lagi yang di bikin si Valerie itu.
"ck.. gue suruh pulang aja ngambek! gitu doang padahal" ucap axelle, dia tau pasti Valerie ngambek, tapi dia lagi pusing kemarin, makanya dia gampang jengkel dan ngusir adek nya itu
"kayak gak tau aja lo bang gimana dia.. mending cepetan bujuk de bang! sebelum rumah lo di jadiin kandang kuda" ucap arsen
Arsen sampe pusing dan gak bisa keluar main semalam cuma gara gara Valerie tantrum ngadu sama mommy nya, alhasil mommy anna itu mengancam arsen kalau gak nemenin Valerie, bakal di bakar koleksi Figur Karakter "Legend" & Edisi Terbatas nya sama mommy anna itu.
Axelle memijat pelipisnya yang berdenyut. Bayangan Mommy Anna yang sedang memegang korek api di depan rak figurin kesayangan Arsen benar-benar horor yang nyata. Mau tidak mau, demi kedamaian keluarga dan keselamatan koleksi adiknya, Axelle harus turun gunung menjinakkan si Tuan Putri.
"Minggir lo, Arsen. Biar gue yang urus si bocil kematian itu," gumam Axelle sambil melangkah menuju kantin khusus kelas satu, tempat di mana Valerie biasanya mendekam kalau lagi mogok makan.
Benar saja, di meja paling pojok, Valerie sedang duduk bersedekap dengan wajah ditekuk 45 derajat. Tidak ada makanan di depannya, hanya ada satu botol air mineral yang bahkan belum dibuka. Di sekelilingnya, murid-murid kelas satu tidak ada yang berani mendekat karena aura "Senggol-Bacok" yang memancar dari keluarga Xander itu.
Axelle menghela napas panjang, lalu berjalan mendekat. Dia berhenti tepat di samping Valerie, tapi adiknya itu tidak menoleh sedikit pun.
"Val," panggil Axelle pelan.
Hening.
"Valerie Queena Xander, lo mau mogok makan sampe Bandung salju?" tanya Axelle lagi, kali ini nadanya sedikit melunak.
Valerie mendengus keras. "Pulang aja sana ke apartemen tikus lo itu, Kak Axel! Nggak usah peduliin gue! Biar aja gue pingsan kelaperan!"
Axelle memutar bola matanya. Drama kelas kakap. Dengan gerakan pasrah, Axelle berjongkok di samping kursi Valerie—sebuah pemandangan langka yang bikin seisi kantin menahan napas. Axelle, singa sekolah yang paling ditakuti, rela menekuk lututnya demi seorang gadis.
Axelle mengeluarkan sebuah es krim Cornetto rasa Black & White kesukaan Valerie yang tadi sempat ia beli di minimarket depan. "Nih. Makan. Gue minta maaf udah ngusir lo kemarin. Gue lagi pusing, bukan karena benci lo."
Mata Valerie melirik es krim itu, lalu melirik kakaknya. "Janji nggak bakal ngusir lagi?"
"Iya, janji. Tapi jangan tantrum ke Mommy Anna lagi, kasihan koleksi Arsen hampir jadi abu," ucap Axelle sambil menyodorkan es krim itu lebih dekat.
Valerie akhirnya meraih es krim itu dengan senyum kemenangan kecil. "Ya udah, dimaafin. Tapi nanti sore temenin aku beli tas baru!"
"Iya, dasar bocah pajak," gerutu Axelle sambil mengacak rambut Valerie.
Di sudut kantin yang lain, mata Vanya menyipit tajam. Tangannya meremas kotak susunya hingga penyok. Di sampingnya, Sherly, anggota gengnya yang paling hobi memanaskan suasana, menyenggol lengan Vanya.
"Liat tuh, Van. Gila ya? Si Axelle yang dinginnya kayak es kutub, rela jongkok-jongkok cuma buat bujuk si 'Bubub'-nya itu," kompor Sherly sambil berdecak. "Kayaknya status mereka beneran spesial deh. Axelle nggak pernah tuh segitu usahanya ke cewek lain, bahkan ke lo dulu pun nggak pernah kan?"
"Diem lo, Sher!" bentak Vanya. Hatinya panas bukan main. Baginya, melihat Axelle selembut itu ke cewek lain adalah penghinaan terbesar.
Begitu Axelle berdiri dan melambaikan tangan untuk kembali ke kelasnya, Vanya langsung berdiri. "Ayo. Kita kasih pelajaran ke anak kelas satu yang nggak tahu diri itu."
Vanya, Sherly, dan satu temannya lagi berjalan angkuh menghampiri meja Valerie. Vanya menggebrak meja Valerie, membuat es krim di tangan gadis itu hampir terjatuh.
"Heh, anak baru!" bentak Vanya. "Gak usah kegatelan ya lo jadi cewek. Mentang-mentang cantik, lo pikir lo bisa seenaknya narik-narik perhatian Axelle sampai dia harus jongkok di depan lo?!"
Valerie mendongak tenang. Dia tidak kaget, tidak gemetar, bahkan tidak berhenti menjilat es krimnya. Dia menatap Vanya dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan yang sangat persis dengan gaya daddy nya kalau lagi merendahkan musuh bisnisnya.
"Lo... siapa ya?" tanya Valerie polos, tapi menusuk.
"Gue Vanya! Mantan terindah Axelle! Dan gue nggak suka liat cewek manja kayak lo kegatelan sama dia!" seru Vanya dengan nada tinggi.
Valerie meletakkan es krimnya pelan, lalu berdiri. Meski dia kelas satu, postur tubuhnya yang modis membuatnya terlihat sepadan dengan Vanya.
"Oh... mantan toh? Pantesan," Valerie tertawa renyah, tawa yang bikin Vanya makin naik darah. "Kak, dengerin ya. Kalau Kak Axel milih buat jongkok di depan gue, itu karena gue berharga. Bukan kayak Kakak yang kayaknya... terlalu banyak dandan buat nutupin rasa minder?"
Valerie mendekat, menatap wajah Vanya dengan teliti. "Duh, Kak... itu make up tebel banget. Kakak mau sekolah atau mau sirkus jadi badut? Bedaknya retak tuh di bagian hidung, kena keringat emosi ya?"
"LO—!" Vanya mengangkat tangannya, hendak menampar.
Tapi dengan gesit, Valerie menangkap tangan Vanya. Cengkeramannya kuat, khas orang yang biasa latihan bela diri sejak kecil. "Jangan coba-pake tangan lo buat nyentuh gue kalau lo masih mau sekolah di sini dengan tenang. Mending Kakak balik ke kelas, benerin dandanannya. Soalnya, daripada mantan terindah, Kakak sekarang lebih kelihatan kayak badut yang lagi mental breakdown."
Valerie melepaskan tangan Vanya dengan sentakan kasar, lalu duduk kembali dengan tenang. "Pergi sana. Lo ganggu waktu makan es krim gue."
Vanya mematung, wajahnya merah padam menanggung malu karena seisi kantin sekarang gantian menertawakannya. Si Bayi Macan benar-benar menunjukkan taringnya.
.
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁