yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Di tengah konflik semakin parah, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk terus bertahan. Tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Cahaya lampu menyorot lembut di depan rumah-rumah. Keluarga Yaseer berjalan beriringan menuju kerumah mereka. Bersyukur mereka tak menemui penjajah selama perjalanan mereka.
Rumah satu dan lainnya menjadi pemandangan mengharukan bagi mereka. Walau ada beberapa yang tampak kosong, di tandai dengan pekarangan yang kotor tak terurus.
Masjid yang biasa di pergunakan untuk sholat berjamaah Yaseer sudah nampak, itu berarti sudah dekat. Mereka mampir untuk sholat Maghrib dan isya di masjid itu sekaligus mengobati rasa rindunya akan kampung nya yang sudah lama mereka tinggal.
" Kita sholat dulu ya." Kata ummi lalu berbelok masuk ke pekarangan masjid.
Anak-anak nya mengikuti langkah ummi nya. Mereka berwudlu dan melaksanakan sholat Maghrib dan isya yang tertunda berjamaah.
Laila bahkan sampai menitikkan air mata karena keharuan nya bisa kembali ke kampung nya utuh bersama anak-anak. Hania dan Yaseer tampak berkaca-kaca merasakan hawa rindu yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
****
" Alhamdulillah... Kita sudah berada di kampung kita. Semoga kedepan nya lebih baik lagi ya." Harap Laila di depan anaknya setelah selesai berdzikir.
" Iya, semoga engga ada lagi usir mengusir di kampung kita." setuju Hania.
" Kabar Umma Husni bagaimana mi?" Tanya Abia seketika teringat akan tetangga nya itu.
" Oh iya ya, ummi juga sudah lama tidak menghubungi beliau." Jawab ummi sambil mengeluarkan ponsel nya dari tas kecil nya.
Laila menyalakan ponselnya namun hanya layar gelap saja. " Yah ponsel ummi mati, baterai nya habis mungkin."
" Iya udah mi, kita pulang aja yuk." Ajak Hania.
" Iya. Yuk, aku udah ngantuk." kata Abia yang sudah menguap beberapa kali.
" Hmm... Yuk. Bismillah..."
****
Pekarangan rumah sudah di depan mata, seperti bayangan mereka, halaman kotor, rumput yang tumbuh tak beraturan. Tanaman banyak yang kering dan mati.
" Alhamdulillah... " Gumam Laila pelan mengusap wajah nya.
" Kenapa mi?" Hania heran dengan respon ummi nya.
" Halaman kita tak terawat. Alhamdulillah..." Dengan senyum bahagia Laila bersegera masuk ke pekarangan rumah nya.
Hania dan Abia hanya merasa heran melihat perbuatan ummi nya. " Halaman yang tak terawat, berarti rumah ini masih rumah kita..." Terang Yaseer lalu berjalan menyusul ummi nya.
" Owh... Iya ya. Alhamdulillah..." Hania dan Abia kompak mengusap wajah bersyukur.
Laila membuka pintu utama setelah membuka kunci nya. Udara pengap dan bau apek menyerbu penciuman mereka. "Jangan masuk dulu mi, biar udara nya keluar dulu." Saran Yaseer.
Mereka menunggu beberapa menit sambil mengumpulkan sampah dan lainnya yang bisa diberesi dengan cepat.
" Udah dulu, yuk masuk." Ajak ummi nya pada anak-anaknya.
Udara pengap, bau apek dan debu langsung menyerbu penciuman mereka. Seketika batuk dan bersin tidak bisa di hindari. Mereka memasuki rumah yang gelap dan berdebu tebal.
" ya Allah... Ini kita tidur dimana mi? Dengan keadaan begini." Keluh Hania yang merasa tubuhnya sangat lelah.
" Mana lampunya mati semua lagi." Kata Yaseer setelah menyalakan saklar lampu di ruang tamu, dapur dan kamar.
" Kamar ummi lampunya Alhamdulillah masih nyala." Kata ummi setelah membuka pintu kamarnya dan menekan tombol saklar.
" Alhamdulillah...!" Seru Abia menghampiri umminya.
" eits, mau kemana, belum bisa masuk. Tuh lihat! Kasur nya masih di gulung, kita sapu dan bereskan dulu ya..."
" Hania ambilkan sapu ya," Tawar Hania beranjak ke tempat sapu berada.
" Tolong sekalian di sapu semua ya kak..." Titah Yaseer meledek.
" Yuk. Kamu yang ngepel semua nya ya." Balas Hania sinis.
Mata Yaseer melebar syok. Mengepel semua? Mengepel kamarnya saja ia tak pernah lakukan. Ah , dasar akak nya ini tahu saja kelemahan nya.
" Kok bengong. Ayo ambil alat nya...!" Ujar Hania meledek setelah selesai menyapu kamar ummi nya.
" Eeh... E itu. Ngepel nya besok aja ya kak, cape banget ini..." Ringis nya.
" Ok. sepakat!" Putus Hania acuh.
Eh...
Mereka beristirahat sementara di kamar ummi nya. Kasur yang tergelar cukup untuk tidur Laila dan dua anak perempuan nya. " Kamu di bawah ya dek" Titah Hania puas mengerjai adik nya.
" Iya deh. Lelaki harus kuat tahan banting. " Sindir nya lalu menggelar karpet yang tersimpan rapi di dalam lemari.
" Hehehe... Yang sabar ya kak..." Ujar Abia ikut menertawakan gerutuan kakak nya itu.
Yaseer mendelikkan mata nya kesal. Lalu tersenyum melihat bantal, ia langsung merebahkan tubuh lelah nya sambil berguling-guling meluruskan pinggang dan kaki nya.
" Aah... Masyaallah... Nikmat nya..." gumamnya pelan.
Krek..krek..
Ia memutar pinggang nya kanan dan kiri. Puas rasanya mendengar suara renyah itu. Setelah berdoa, tak butuh waktu lama untuk mereka terlelap.
Rasa lelah dan penat yang amat sangat membuat mereka tidur dengan lelap nya. Mandi? Makan? Lupakan saja. Kantuk lebih mendominasi. Asalkan sudah sholat, yang lain bisa di lakukan nanti.
****
Di barak militer penjajah.
" Bersiap untuk rencana esok!" Seru pemimpin rapat.
"Siap laksanakan !" Jawab peserta rapat kompak.
Para tentara militer itu langsung membubarkan diri menyiapkan senjata dan kendaraan.
" Kita lihat pertunjukan kembang api besok haha....!" Kata semangat salah satu tentara akan rencana mereka.
" Kita balas perbuatan mereka pada anggota kita. Mereka sudah membunuh dua rekan kita dan membuat cacat dua lainnya." Tatap kosong penuh kebencian.
" Show time... Haha...."
****
Duar....duar...
Ledakan beruntun memekak kan telinga di waktu fajar. Para warga yang baru terbangun untuk sholat shubuh panik berlindung.
"Hasbullah.... "
happy reading 💪
happy Ied Mubarak
komen baik nya ditunggu ya.