NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

Langkah Ben menghilang di balik pintu. Menyisakan keheningan yang terasa menekan.

Liora masih berdiri di tempatnya. Dadanya naik turun.

Sementara Saga..

diam.

Membelakanginya. Namun aura dingin itu… masih terasa kuat.

Tanpa peringatan. Saga berbalik.

Dan dalam satu gerakan cepat ia menarik Liora.

DEG!

“Sa—!”

Belum sempat protes, tubuh Liora sudah terangkat.

Didudukkan di atas meja dapur.

Tok!

Suara kecil saat tubuhnya menyentuh permukaan meja.

Liora kaget. Refleks ingin turun.

Namun,

kedua tangan Saga sudah berada di sisi tubuhnya.

Dan kakinya Mengurung. Membatasi ruang gerak.

“Turunin aku!”

Liora langsung berontak. Tangannya mendorong dada Saga. Namun tidak bergeser sedikit pun.

“Saga, aku bilang turunin—”

“Diam.”

Suara itu rendah.

Tajam. Membuat Liora berhenti sesaat.

Namun hanya sesaat.

“Aku bukan barang!” balasnya.

Matanya menatap marah. Tidak lagi sepenuhnya takut.

Saga menatapnya.

Dalam. Tidak berkedip.

“Ben tadi menyentuhmu.”

Ucapnya pelan.

Namun penuh tekanan.

“Itu karena aku mau jatuh!” sahut Liora cepat.

“Dia nolong aku!”

“Aku tidak peduli.”

Jawaban Saga datar. Dan justru itu yang membuat emosi Liora naik.

“Kamu yang gak masuk akal!”

Liora kembali mendorong.

“Kamu nyakitin orang yang gak salah!”

Namun..

Saga tidak bergeser.

Sedikit pun. Tangannya justru mencengkeram pergelangan tangan Liora.

Menahannya.

Tidak menyakitkan. tapi cukup kuat untuk menghentikan perlawanan.

“Kamu milikku.”

Kalimat itu keluar.

Tenang. Namun seperti palu.

Menghantam.

DEG.

Liora terdiam.

Sejenak.

Lalu, emosinya meledak.

“Aku bukan milik siapa-siapa!”

Bentaknya. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Dengar itu baik-baik!”

Namun Saga tetap menatapnya. Tanpa berubah.

“Selama kamu bersamaku—”

lanjutnya pelan,

“tidak ada yang boleh menyentuhmu.”

Liora menggeleng.

Frustrasi.

Marah.

Dan juga. tidak mengerti.

“Kamu gak bisa ngatur aku terus!”

Ia kembali berusaha turun.

Namun..

Saga lebih cepat. Ia mengangkat Liora lagi.

Dengan mudah. Seolah tubuh itu ringan.

“Lepasin aku!”

Liora memukul bahunya.

Berontak. Menendang sedikit. Namun tidak berhasil lepas.

Saga tidak bicara lagi. Langkahnya panjang.

Meninggalkan dapur.

Menuju kamar.

“Saga! Aku bilang turunin!”

Tidak ada jawaban. Hanya langkah yang tetap tenang.

Dan genggaman yang tidak melemah.

***

Brak!

Pintu kamar terbuka.

Lalu tertutup kembali. Liora langsung diturunkan di atas kasur.

Namun sebelum ia sempat bangkit. Saga sudah berada di depannya.

Menahan.

“Kamu makin berani.”

Ucapnya. Nada suaranya rendah.

Berbahaya.

Namun..

tidak meledak. Liora menatapnya. Napasnya cepat.

Tapi kali ini. ia tidak menghindar.

“Iya.”

Jawabnya.

Singkat.

Tegas.

“Aku gak mau terus dikekang.”

DEG.

Hening. Untuk beberapa detik. Yang terasa panjang.

Saga menatapnya.

Lama.

Seolah menilai. Seolah memikirkan sesuatu.

Lalu.

tangannya terangkat. Menyentuh dagu Liora. Mengangkatnya sedikit.

“Berani melawanku…”

bisiknya pelan.

Liora menelan ludah. Namun tidak mundur.

“Karena kamu keterlaluan.”

Balasnya.

Tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang bicara.

Namun suasana.. tetap tegang.

Berat.

Seolah, perang kecil baru saja dimulai. Bukan dengan senjata. Tapi dengan ego.

Dan perasaan. yang mulai berubah.

Saga akhirnya menarik tangannya.

Namun tidak pergi. Ia tetap di sana.

Dekat.

Terlalu dekat.

Seolah memastikan. bahwa Liora. tidak akan ke mana-mana.

Dan Liora. untuk pertama kalinya.

tidak hanya takut.

Tapi juga.

mulai melawan. Meski tahu lawan yang dihadapinya

bukan orang biasa.

Liora mencoba ingin turun lagi, Namun lagi-lagi saga menahannya. Dan mengukung liora di kasur..

" S-saga... lepas.."

" Tidak."

Liora terus berontak, Saga menahan kedua tangan liora di atas kepala Liora.

Saga menatap wajah liora lama.

Lalu...

CUP.

bibir hangat saga menyentuh bibir kenyal liora.

Mata liora membulat membesar, Lagi-lagi saga menciumnya. Ia ingin berontak namun tidak bisa karna tangannya masih di pengan saga dengan satu tangannya.

Saga kembali melumat bibir liora yang sekarang menjadi candunya. Setiap hari ia terus kepikiran dan ingin melakukan nya.

Tanpa henti saga menyesap dalam bibir liora, Ia menggiring bibir bawah liora agar terbuka. Saat bibir liora terbuka saga memasukkan lidahnya dan memainkan lidah liora , Bahkan mengabsen deretan gigi liora.

" Hmphhh...hh..."

Suara decapan dan sesapan saga terdengar nyaring di ruangan itu..

" Hmmphh...Saga..."

Saga terus melumat tanpa henti, satu tangannya mulai menyingkap baju yang liora pakai.. Hingga baju lliora terlepas.

Saga melepaskan ciumannya.. Ia menatap buah kembar milik liora yang masih terbungkus bra di depannya.

Jelas.

padat. Dan sangat menggoda.

Liora Masih mengatur napas, setiap ciuman yang saga berikan membuatnya hampir kehabisan nafas.

" Saga....hentikan!.."

" Sayangnya aku tidak bisa berhenti."

" Kam–"

Belum sempat dira melanjutkan kalimatnya , sudah di potong oleh ciuman saga..

Saga kembali memagut bibir dira yang sudah sedikit bengkak. Tak hanya di situ , perlahan bibir saga turun ke leher jenjang liora dan mulai menjilati dan menggigit- gigit kecil meninggalkan bekas.

" Ahh..." Tanpa sadar liora mulai terhanyut dengan permainan bibir saga.

Mendengar itu saga semakin terbakar gairah, bibir semakin turun hingga ke dada liora..

Ia mulai menjilati bagian atas dada liora.

" Ah..saga... hentikan..."

Saga tak menghiraukan suara liora. Ia mulai melepaskan pengait bra liora. hingga bra terlepas , saga melihat kagum ukuran milik liora.

Dan tak sabar menghisapnya.

" Apa....yang ingin kamu lakukan?"

" Diam dan nikmatilah."

Saga mulai menciumi bergantian buah kembar liora. Dan memasukkan salah satu puting ke dalam mulutnya.

Liora menahan napas.

Rasanya..

Saga terus menghisap kuat milik liora. Ia melepaskan tangan liora. Bukannya mendorong liora malah menarik kepala saga agar lebih dekat.

"Aah...saga..." d*s*h*n liora membuat saga terus menyesapnya kuat.

Liora mulai merasakan panas di tubuhnya. Ia mulai terbuai dengan permainan lembut saga.

Saga masih tak berhenti , Ia malah memasukkan puting satunya ke dalam mulutnya.

" Ahh....A-aku.."

Kemudian saga menghentikan aksinya.

Menatap wajah liora yang mulai terbakar gairah. Tak membuang waktu saga melepaskan kemejanya dan membuang ke sembarang arah.

Liora menelan ludah melihat otot perut saga.

" Kamu suka?" Saga meraih tangan liora dan menyentuhkannya ke otot perutnya..

Liora hanya terdiam.

Saga kembali mengukung liora dan melumat kembali bibir liora.

" Hmmph....."

Saga terus memainkan lidahnya dalam mulut liora. Hingga tangannya di bawah mulai menarik pelan celana liora.

Namun....

KRUKK! KRUKK!

Bunyi perut liora menghentikan aksi gila saga. Lalu menatap wajah liora yang memerah menahan malu.

" A–aku lapar..."

Saga menghela napas berat, Baru saja ia ingin penyatuan malah harus terhenti.

" Baiklah.. Pakai pakaianmu "

Liora menurut ia memakai pakaiannya kembali. Namun saat hendak memakai branya , langsung ditahan saga.

" Eh! gak usah di pakai"

" Kenapa?"

" Nurut saja ."

Datar. Penuh perintah. Liora akhirnya menurut tak memakai bra nya. Selesai berpakaian. liora beranjak keluar menuju dapur.

Saga mengikuti langkah liora dari belakang, bahkan saga tak memakai kemejanya kembali. hanya bertelanjang dada.

Membuat liora melangkah cepat.

Tiba di dapur.. liora mengambil bahan dalam lemari pendingin. Dan mulai memasak sederhana untuknya. sedangkan saga hanya memperhatikan bersandar di meja belakang liora.

"Perfect , body yang indah" batin saga sambil menyeringai.

Beberapa menit kemudian.

Makanan yang liora masak akhirnya selesai. Ia mulai meletakkan tumis ikan dengan wortel tomat, ayam goreng saus tomat brokoli. dan Ikan goreng di atas meja.

Liora duduk di salah satu kursi di susul saga yang duduk di sebelahnya.

" Kamu mau makan?"

" Ya. "

Liora mengambilkan piring untuk saga, Namun lagi-lagi di tahan.

" Kenapa?"

" Suapi kamu."

Liora mengedip - ngedipkan kedua matanya . Tak percaya.

" Kamu kan bisa makan sendiri"

" Tapi aku maunya di suapi!"

Liora mendengus dari pada membuang waktu makannya , Lebih baik menurut .

Mereka mulai makan dengan lahab, dengan saga di suapi liora persis anak kecil.

Suatu moment yang tak pernah saga lakukan selama 27 tahun hidupnya.

Ia tersenyum kecil menatap liora yang asik makan. tak ada yang menyadari perasaan itu terus berkembang.

.

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung........................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!