NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali

Linda menghembuskan nafas lelah. Tubuhnya sangat pegal - pegal. Banyak laporan akhir bulan yang harus dia kerjakan. Ia melirik jam di ponselnya dan waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Apa anak - anak sudah tidur?

Wanita itu masuk ke dalam kamarnya dan mendapati anak - anaknya terlelap di ranjangnya. Yaampun lucu sekali mereka saat tidur begini. Gumam Linda di dalam hati mengecup bergantian pipi mereka.

Linda segera masuk ke kamar mandi dan membasahi tubuhnya yang penat dengan air dingin lalu memakai jubah tidurnya. Ia berjalan ke dapur sebentar dan bertanya keberadaan Darren kepada pelayan di rumah itu.

"Tuan sedang berada di ruang kerjanya."

Linda mengangguk mengerti, ia tidak mencari Darren tetapi segera masuk kembali ke kamarnya dan ikut berbaring di sebelah Denis. Saat tidur bersama seperti ini, Vira sangat ingin disamping Darren karena Vira sangat dekat dengan Ayahnya.

Linda tersenyum kecil, ia hanya senang Darren bisa menjadi sosok Ayah yang baik bagi anak mereka meskipun dia bukanlah suami yang setia.

Wanita itu tidak mau memikirkan apa pun lagi, asalkan Darren mencintai anak - anaknya itu sudah cukup. Linda segera ikut tidur karena tubuhnya memang sangat lelah.

Di ruangan kerja yang kedap suara milik Darren William tampak layar ponselnya menampilkan seorang wanita yang tengah berbincang hangat dengannya. Wanita itu bernama Diana Angkasa yang telah menjadi istri sah Rendy Chandra.

Wanita berambut pirang itu nampak curhat dengan pandangan mata yang sedih karena suaminya Rendy sangat dingin terhadapnya. Ia beruntung memilki Darren yang sangat memperhatikannya.

Darren semakin mencintai wanita yang tengah bervideo call bersamanya, meski tidak bisa dimiliki secara langsung tapi Diana selalu ada di hatinya dan akan selalu menjadi cintanya.

"Apa kamu mencintai Linda?" tanya Diana diseberang telepon.

"Aku hanya mencintai kamu Diana." jawab Darren tersenyum lembut yang bahkan Linda pun tidak pernah mendapatkan senyuman itu.

Setelah cukup lama berbincang - bincang, Darren beranjak menuju kamarnya. Disana dia melihat ada tiga orang yang sudah terlelap. Sejak kapan Linda sudah pulang? Gumam Darren duduk di pinggir kasur menatap wajah lelap Linda. Tanpa sadar dia mengecup dahi Linda dan ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Vira.

-Masa Kini -

Darren tersenyum tipis mengingat kenangan hangat dia bersama Linda dan kedua anak mereka. Dia ingin kembali ke masa itu, mengulang semuanya dan membalas cinta Linda. Kenapa aku tidak kembali di hari pernikahanku bersama Linda saja? Sehingga aku bisa membahagiakan dia sejak awal kita bersama. Apa ini karma untukku? Rasanya sangat sesak dan sakit sekali. Aku benar - benar pria yang bodoh. Gumam Darren.

-Villa Chandra -

Linda terbangun saat matahari sudah sangat tinggi. Tubuh polosnya sangat lengket dengan keringat malam. Rendy sangat liar dan tidak membiarkan ia tidur.

Pemandangan di sebelahnya adalah wajah lelap Rendy yang masih di dalam mimpi. Tunangannya itu bahkan terlihat tampan saat sedang tidur.

Linda sedikit menunduk dan mengecup singkat bibir Rendy, namun ia tertahan dan Rendy membuka matanya.

"Sayang apa kamu sengaja menggodaku lagi?" ucap Rendy mendekatkan wajahnya.

Linda tersenyum, "Apa kamu tidak suka?"

Rendy ikut tersenyum nakal, dia bangun dan menindih Linda, " Mana mungkin aku tidak suka. Aku sangat menyukainya jika itu kamu Linda." jawab Rendy kembali membawa miliknya yang sudah ikut bangun untuk bekerja kembali.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya Linda dan Rendy telah kembali muncul di sekolah. Linda sampai lebih dulu, saat ia akan masuk ke kelasnya tanpa sengaja berpapasan dengan Darren William.

Hal itu membuat Linda kembali terkejut lagi, sejak kapan Darren bisa ada di sekolah yang sama dengan dirinya?

"Ah.. Anda yang di pasar malam itu kan? Bagaimana keadaan nona? Saya sungguh minta maaf karena tidak sengaja menabrak nona saat itu." ucap Darren setengah membungkuk.

"Oh. Iya tidak apa - apa. Maaf saya menangis tiba - tiba. Saya hanya mengingat beberapa hal yang membuat saya sedih. Terimakasih sudah khawatir." jawab Linda tersenyum meski ia sebenarnya masih terkejut.

Darren tersenyum lembut. "Saya Darren William. Saya baru pindah dari kemarin." ucap Darren mengulurkan tangannya.

Linda yang mengerti menerima uluran tangan itu sedikit ragu, "Saya Linda Angkasa. Selamat bergabung di sekolah kami." jawab Linda.

Tepat dari arah belakang Linda muncul Rendy yang segera menarik tangan Linda dan mengganti dengan tangannya. "Saya Rendy Chandra, tunangan Linda Angkasa." ucapnya menarik Linda mendekat kearahnya dan menatap Darren dengan wajah kesal.

"Huh? Rendy bukannya kamu harus keruangan osis? Awas Damian jadi ngamuk kamu belum datang." ucap Linda yang kali ini terkejut dengan kemunculan Rendy.

"Aku sudah dari sana sayang." jawab Rendy.

"Maaf mengganggu, bisa tolong lepaskan tangan saya?" celetuk Darren.

Hal itu membuat Rendy spontan melepas tangannya dan membuat Linda tertawa.

"Astaga aku bahkan tidak sadar tangan kalian masih saling menggenggam." sahut Linda sembari tertawa.

"Jangan meledek begitu sayang." ucap Rendy menarik gemas kedua pipi Linda.

Pemandangan itu membuat Darren terluka. Dia berpura - pura tersenyum. "Salam kenal ya. Semoga kita bisa menjadi teman yang akrab." ucap Darren membuat Rendy mengernyitkan alisnya.

"Akrab sama aku kan bukan sama tunanganku?" kata Rendy membuat Linda memijat sebelah pelipisnya.

"Posesif banget sih pak ketua." celetuk Silvi yang muncul di belakang mereka. " Lagi pula kenapa kalian ngobrol di pintu kelas sih? Apa gak bisa sambil duduk aja?" sambung Silvi menarik Linda dari Rendy.

"Linda. Gimana kabarmu? Kemarin kalian serempak gak sekolah, kemana sih? Bulan madu ya?" goda Silvi memeluk Linda.

Wajah Linda menjadi merah yang memberi jawaban dari pertanyaan Silvi. Hal itu tentu saja membuat Darren menahan nafas dan mengepalkan tangannya. Liburan berdua? Apa yang sudah terjadi di antara mereka?

"Rendy apa yang terjadi setelah pasar malam itu?" tanya Silvi sangat penasaran.

"Ah Silvi bukan apa - apa kok." jawab Linda menahan malunya.

"Itu privasi." jawab Rendy yang juga memalingkan wajah merahnya membuat Darren menjadi tau apa yang terjadi.

Sudah sejauh mana mereka berdua? Tapi saat malam pengantin itu, aku orang pertama yang mendapatkan Linda. Gumam Rendy dalam hati.

"Linda.. Apakah ketua tidak membiarkan kamu tidur?" tanya Silvi kembali menggoda Linda.

"Astaga Silvi berhenti bertanya begitu." jawab Linda menahan malunya.

"Sudahlah jangan buat Linda semakin merah. Ayo kita duduk." sahut Rendy menarik Linda membawanya duduk di kursi mereka.

"Eh aku masih kangen Linda tau." kata Silvi mengekori mereka berdua meninggalkan Darren dengan segudang pikirannya.

Darren menatap interaksi mereka. Pemandangan dimana dia pertama kalinya melihat Rendy Chandra begitu posesif terhadap lawan jenisnya. Dulu saat menikahi Diana, pria itu tidak sehangat itu. Bahkan Rendy terang - terangan mengabaikan Diana. Jadi Rendy adalah tunangan Linda yang direbut Diana? Kejam sekali ternyata wanita itu. Gumamnya dalam hati dan kembali duduk di kursinya.

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!