NovelToon NovelToon
Tanda Cinta Sang Kumbang

Tanda Cinta Sang Kumbang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Kutukan
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Di kedalaman hutan yang sunyi, di mana wabah asing pernah merenggut segalanya, Alexandria Grace hidup sendirian—seorang gadis yang selamat karena kekuatan muda yang masih membara.

Hutan adalah rumahnya, kesunyian adalah temannya, sampai suatu hari ia menemukan seekor macan kumbang yang terluka, terperangkap dalam jebakan manusia. Rasa iba mengantarnya merawat makhluk itu dengan setia, tak menyadari bahwa ia sedang membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar pertolongan.

Saat luka sembuh dan ikatan tak terlihat mulai terjalin, malam musim kawin membawa kejutan yang mengubah segalanya, sosok binatang yang ia kenal berubah menjadi pria dewasa yang memancarkan aura misterius, dan tanda yang pernah ia rasakan kini menjadi janji cinta beda dunia yang tak terelakkan—meskipun dunia di sekitar mereka siap untuk menolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16: Desa Oakhaven dan Wajah-wajah Ramah

Saat Leonard dan Alexandria menuruni bukit menuju desa Oakhaven, suasana yang damai semakin terasa jelas. Udara di sini terasa lebih hangat, dan aroma makanan lezat serta kayu bakar yang menyala mulai mengiringi langkah mereka.

Rumah-rumah di desa ini dibangun dari kayu pohon perak yang kuat dan batu alam yang berwarna keemasan, dengan atap dari dedaunan besar yang kedap air dan berkilauan seperti pelangi saat terkena cahaya bulan.

Mereka memasuki desa melalui gerbang kayu kecil yang terbuka lebar, tanpa ada penjaga—bukti bahwa desa ini masih menjadi tempat yang aman dan penuh kepercayaan. Beberapa penduduk yang sedang berkeliaran di luar rumah berhenti sejenak, menatap wajah Leonard dengan tatapan yang penuh kebingungan, seolah mengenali wajahnya namun tidak yakin.

"Kamu... kamu mirip sekali dengan..." seorang wanita tua yang sedang menyiram tanaman di depan rumahnya terdiam sejenak, matanya memejamkan lalu membuka kembali dengan tatapan kagum.

"Yang Mulia Leonard? Putra Mahkota kita?"

Leonard tersenyum lembut, mengangguk dengan hormat. "Ya, Bibi. Aku adalah Leonard. Aku kembali."

Kata-kata itu seperti kilat yang menyambar desa. Dalam sekejap, suara bisik dan kegembiraan menyebar cepat. Penduduk mulai keluar dari rumah masing-masing, mengelilingi Leonard dan Alexandria dengan wajah yang penuh harapan dan emosi. Beberapa di antaranya menangis haru, sementara yang lain tersenyum lebar dengan mata yang berbinar.

"Yang Mulia Leonard hidup! Dia benar-benar hidup!" teriak seorang pria muda dengan suara riang, lalu berlari menjelajahi desa untuk memberitakan kabar gembira itu.

Seorang lelaki tua yang tampak sebagai pemimpin desa mendekat dengan langkah yang agak lambat namun penuh kehormatan. Rambut dan jenggotnya sudah beruban, tapi matanya masih tetap tajam dan penuh kebijaksanaan. Ia berdiri di depan Leonard, lalu dengan sopan menekuk badan sedikit sebagai penghormatan.

"Yang Mulia Leonard," ucap lelaki tua itu dengan suara yang kuat dan jelas.

"Kami sudah lama menantikan hari ini. Kami selalu percaya bahwa Anda akan kembali untuk menyelamatkan Eldoria dari kediktatoran Valerius."

"Pak Mentari," balas Leonard dengan penuh rasa hormat, kemudian membujuk lelaki tua itu untuk tidak menekuk badan.

"Tolong jangan sungkan dengan kehormatan itu. Saya bukan lagi pangeran yang tinggal di istana. Saya adalah seorang pejuang yang kembali untuk mengambil kembali hak rakyat atas kebebasan."

Lelaki tua itu tersenyum hangat, lalu menatap Alexandria yang berdiri di samping Leonard dengan tangan yang saling menggenggam.

"Dan siapa wanita cantik yang menemani Anda, Yang Mulia?"

"Ini Alexandria," kata Leonard dengan bangga, lalu menoleh ke arah kekasihnya dengan tatapan lembut yang hanya untuknya sendiri.

"Alex... dia adalah orang tersayangku, dan sumber kekuatan ku."

Alexandria merasa wajahnya sedikit memerah karena perhatian dari semua orang, tapi ia tetap tersenyum dengan anggun dan mengucapkan salam kepada penduduk desa.

"Salam kenal, semuanya. Saya senang bisa datang ke desa yang indah ini dan bertemu dengan teman-teman baik Leonard."

Penduduk desa menyambut Alexandria dengan hangat. Mereka bisa merasakan aura baik dan cinta yang ada di dalam dirinya, serta melihat betapa eratnya hubungan dia dengan Leonard. Tidak ada satu pun dari mereka yang meragukan bahwa wanita ini adalah orang yang tepat untuk menemani putra mahkota mereka.

Pak Mentari mengundang Leonard dan Alexandria untuk tinggal di rumahnya, sebuah rumah kayu besar yang hangat dan penuh dengan perabotan kayu yang indah. Mereka duduk di ruang tamu yang hangat karena tungku yang menyala, dan segera ada makanan dan minuman yang disajikan—buah-buahan manis yang hanya tumbuh di Eldoria, sup sayuran yang hangat, dan minuman dari getah pohon yang menyegarkan.

Saat mereka makan dan berbincang, Leonard bercerita tentang perjalanannya, tentang kutukannya yang membuatnya tinggal di dunia manusia selama bertahun-tahun, dan tentang bagaimana ia bertemu dengan Alexandria serta bagaimana cinta mereka mampu memecahkan sebagian dari kutukan itu. Penduduk desa mendengarkan dengan penuh kagum dan haru, terutama saat mereka mendengar bagaimana Alexandria selalu berada di sisi Leonard dan tidak pernah menyerah padanya.

"Kamu adalah malaikat yang dikirimkan untuk menyelamatkan kita, Nona Alexandria," ucap Bibi Marwen, wanita tua yang pertama kali mengenali Leonard, dengan mata yang berkaca-kaca.

"Tanpa kamu, mungkin Yang Mulia Leonard tidak akan pernah bisa kembali ke sini."

Alexandria tersenyum rendah. "Saya hanya melakukan apa yang benar, Bibi. Saya cinta Leonard dengan sepenuh hati, dan saya akan melakukan apa saja untuk membantunya."

Setelah makan malam dan percakapan yang panjang, Pak Mentari mengantar mereka ke sebuah kamar yang disiapkan khusus untuk mereka. Kamar itu kecil namun nyaman, dengan tempat tidur yang empuk dan jendela besar yang menghadap ke langit ungu Eldoria dengan dua bulan yang bersinar.

Setelah Pak Mentari pergi dan meninggalkan mereka berdua sendirian, Leonard menutup pintu kamar dengan lembut, lalu menoleh ke arah Alexandria dengan senyum manis. Ia berjalan mendekat, lalu mengambil tangan wanita itu dengan lembut.

"Kamu hebat sekali, Alexandria," kata Leonard dengan suara yang penuh rasa kagum.

"Lihat saja bagaimana mereka menyukaimu. Mereka bisa merasakan betapa baik hatimu."

Alexandria tersenyum, lalu menarik Leonard agar duduk bersama-sama di tepi tempat tidur.

"Mereka adalah orang-orang yang baik, Leonard. Mereka benar-benar mencintaimu dan menantikan kembalimu. Itu membuat hatiku hangat."

Mereka terdiam sejenak, menikmati keheningan kamar yang hanya dipecahkan oleh suara angin yang bertiup lembut melalui jendela. Leonard menatap wajah Alexandria yang diterangi cahaya bulan perak dan bulan keemasan, dan rasa cinta yang meluap-luap di hatinya membuatnya ingin menyapa kekasihnya dengan cara yang lebih pribadi.

"Alex..." panggil Leonard pelan, hanya untuk didengar olehnya saja. Mata nya penuh kasih sayang yang mendalam.

Alexandria menoleh, menatapnya dengan senyum yang lembut dan penuh pengertian. "Leo..." balasnya dengan nada yang sama, nama kesayangan itu keluar dari bibirnya dengan begitu alami, seperti yang sudah mereka lakukan ribuan kali sebelumnya.

Leonard menariknya lebih dekat, membungkus tangan besarnya di sekitar pinggang Alexandria.

"Kau tahu kan, Alex? Di dunia ini, di Eldoria, aku merasa seperti aku bisa melakukan apa saja selama kamu ada di sisiku. Kau membuatku kuat, membuatku merasa lengkap."

"Dan kamu membuatku merasa hidup, Leo," bisik Alexandria, menyentuh pipi Leonard dengan lembut.

"Sebelum aku bertemu denganmu, hidupku terasa seperti hanya sekadar menjalani hari-hari saja. Tapi sekarang... sekarang aku merasa seperti aku punya tujuan, punya orang yang benar-benar mencintaiku apa adanya."

Leonard menundukkan wajahnya, menyatukan bibirnya dengan bibir Alexandria dalam ciuman yang lembut dan penuh cinta. Ciuman itu tidak tergesa-gesa, tidak penuh hasrat yang liar, melainkan ciuman yang penuh rasa syukur dan janji—janji bahwa mereka akan selalu bersama, melalui suka dan duka.

Saat mereka melepaskan ciuman, mereka tetap saling menatap, dengan tangan yang saling menggenggam dan tubuh yang saling bersandar. Langit di luar jendela semakin indah, dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip dan dua bulan yang tampak semakin dekat.

"Kita akan berhasil, kan?" tanya Alexandria pelan, sedikit merenung tentang perjuangan yang akan datang melawan Valerius. "Kita akan bisa mengembalikan kedamaian di Eldoria?"

Leonard mengangguk dengan yakin, lalu mencium dahi Alexandria dengan lembut.

"Ya, kita akan berhasil, Alex. Karena kita tidak sendirian lagi. Sekarang kita punya desa ini, punya orang-orang yang setia. Dan yang paling penting, kita punya satu sama lain."

Mereka pun berbaring di tempat tidur yang empuk, dengan tubuh mereka saling bersandar dan tangan yang tetap saling menggenggam. Malam di Eldoria terasa lebih damai dari biasanya, dengan suara nyamuk kecil yang bersuara merdu dan angin yang berbisik di antara dedaunan pohon.

Sebelum tidur menjemput mereka, Leonard mengucapkan kata-kata terakhir yang membuat hati Alexandria terasa hangat dan tenang.

"Selamat malam, Alex-ku. Aku cinta kamu lebih dari segala sesuatu di dunia ini dan dunia lain."

"Selamat malam, Leo-ku," balas Alexandria dengan senyum manis di wajahnya. "Aku cinta kamu sampai akhir zaman."

Mereka tertidur dengan tenang, merasa aman dan terlindungi di desa yang ramah itu. Mereka tahu bahwa esok hari akan membawa tantangan baru, bahwa jalan untuk mengalahkan Valerius masih panjang dan penuh bahaya.

Tapi di malam itu, di dalam kamar kecil yang hangat itu, mereka hanya menikmati kedekatan satu sama lain dan kebahagiaan yang mereka rasakan—bahagia karena akhirnya bersama di dunia yang benar-benar menjadi milik mereka berdua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!