NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Tiara dan Yuda masuk berkat koneksi Joni, sehingga mereka memandangnya dengan penuh rasa hormat. Tiara melangkah ke dalam aula dan mulai mengagumi perhiasan batu mulia dan giok mahal yang dipajang. Semakin ia melihat, semakin panas hatinya. Sebuah gelang giok saja bisa seharga ratusan juta rupiah! Mengingat gajinya yang kecil, Tiara bersumpah dalam hati, “Aku harus jadi nyonya kaya!”

​Yuda tidak berminat melihat perhiasan. Tujuannya adalah mencari jaringan bisnis baru. Namun, tanpa perkenalan dari Joni, tak seorang pun pengusaha besar mau meliriknya. Setelah berkali-kali dicuekin, ia kembali ke sisi Tiara dengan lesu.

​“Mas Yuda, perhiasan di sini mahal sekali!” seru Tiara. “Patung Buddha dari giok itu saja harganya sepuluh miliar! Orang biasa kerja seumur hidup pun tidak akan sanggup membelinya.”

​“Barang-barang ini memang mainan orang kaya,” jawab Yuda dengan nada pahit. “Mereka datang ke sini bukan murni mau belanja, tapi mau jualan relasi.”

​“Ada apa, Mas Yuda?” Tiara melihat Yuda mengerutkan kening sambil menatap ke ujung aula.

​“Menurutmu… orang itu… apakah itu Arga?”

​“Mas Yuda, pasti salah lihat. Mana mungkin si miskin Arga itu ada di sini—eh…” Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Tiara melihat Arga di kejauhan, sedang tertawa dan berbincang akrab dengan Hadi Setiawan dan Bagus Mahendra.

​Seketika, mata Tiara terbelalak lebar. Wajahnya memucat, dan hatinya terasa sangat sesak seolah baru saja menelan pil pahit.

​Namun, ketika pandangannya menangkap sosok Sherly di dekat Arga, Tiara seketika merasa tahu apa yang sedang terjadi.

​Pasti Arga bisa masuk karena dibawa oleh Sherly. Jika tidak, mana mungkin seorang pengangguran atau pekerja serabutan sepertinya punya kualifikasi untuk menghadiri pameran berkelas ini?

​Tetapi meskipun Sherly yang membawanya, mengapa orang-orang di sekitarnya—para taipan itu—memperlakukan Arga dengan sikap penuh hormat? Didorong rasa penasaran yang membuncah, Tiara mendekati salah satu tamu dan bertanya pelan.

​"Permisi Pak, siapa pria muda itu? Kenapa semua orang mengerubunginya?"

​"Wah, dia luar biasa!" jawab orang itu dengan nada kagum. "Katanya, dia adalah titisan Kanjeng Ratu Kidul. Dengan mengandalkan ilmu primbon dan perhitungan kuno, ia mampu meramal masa depan. Karena itu, saham apa pun yang ia beli akhir-akhir ini pasti langsung Auto Reject Atas (ARA). Benar-benar ngeri kemampuannya!"

​Mendengar itu, sudut bibir Tiara berkedut menahan tawa sinis. Titisan Kanjeng Ratu Kidul? Omong kosong yang dilebih-lebihkan sampai ke langit!

​"Baiklah, akan kuungkap kebohonganmu di depan semua orang!" batinnya.

​Dengan wajah penuh ejekan, Tiara melangkah ke arah Arga dan dengan kasar memotong pembicaraan Arga yang tengah berbincang akrab dengan Hadi Setiawan dan Bagus Mahendra.

​"Oh? Bukankah ini Arga?" katanya lantang, suaranya melengking di antara denting gelas kristal. "Kenapa kamu juga ada di sini?"

​Ucapan itu segera menarik perhatian tamu-tamu VIP di sekitar mereka. Hadi Setiawan dan Bagus Mahendra mengernyit, menatap Tiara dengan tidak senang, lalu menoleh ke arah Arga. Sementara itu, Arga hanya menatap Tiara dengan pandangan datar dan dingin.

​"Masih mau pura-pura jadi orang berkelas di sini?" Tiara berteriak sekeras-kerasnya, seolah ingin seluruh gedung mendengar. "Semuanya! Kalian semua telah ditipu oleh pria ini!"

​"Dia sama sekali tidak paham soal ramalan atau primbon! Apalagi soal titisan Kanjeng Ratu Kidul, itu cuma bualan murahan!" lanjut Tiara. "Beberapa tahun ini dia cuma pengangguran serabutan! Beberapa hari lalu dia kebetulan menempel pada wanita kaya, makanya dia punya kualifikasi masuk ke sini!"

​"Dia hanyalah pecundang, gembel rendahan! Kalian semua adalah tokoh besar—jangan sampai tertipu oleh orang macam ini!"

​Semakin memikirkan bagaimana Arga berkali-kali membuatnya malu dan kehilangan uang, amarah Tiara kian meledak. Ia menatap Arga dengan hina, berharap melihat rasa takut di wajah pria itu.

​"Arga, biasanya kamu cuma membual di depan teman-temanmu. Sekarang kamu berani datang ke acara sebesar ini untuk menipu para tokoh besar. Apa sebenarnya maumu?"

​Arga menatap Tiara yang bertingkah seperti orang kesurupan itu dengan wajah tenang, lalu berkata datar, "Tiara, apa kamu ingin diusir keluar untuk yang kedua kalinya?"

​Tiara tertegun sejenak, teringat kejadian di diler tempo hari, lalu mendengus meremehkan. "Haha, Arga, jangan kira aku takut hanya karena kamu berlindung di balik punggung Sherly! Aku beri tahu kamu, sekarang aku adalah wanita Joni Hartono!"

​"Bahkan Sherly sendiri tidak bisa berbuat apa-apa padaku! Apalagi kamu—pria tampan palsu yang sok berkuasa!" Ia menatap Arga dari atas ke bawah. "Orang tuamu itu cuma petani miskin di desa, dan darah rendahan itu mengalir di tulangmu! Sekalipun kamu pakai jas mahal hasil dibelikan wanita kaya, tetap saja tidak bisa menutupi aroma kemiskinanmu!"

​Namun, Arga sama sekali tidak marah. Ia bahkan menggeleng pelan sambil tersenyum tipis, seolah melihat tingkah laku yang menggelikan. Reaksi itu membuat Tiara merasa seakan tinjunya menghantam kapas—tidak ada dampak sama sekali.

​"Tiara, ada apa ini?"

​Pada saat itu, seorang pria paruh baya berwibawa berjalan mendekat. Dialah Joni Hartono. Aura Joni sangat kuat; dengan cerutu di tangan, ia melangkah mantap. Para bos di sekitarnya segera menyapa dan memberi jalan. Bahkan Hadi dan Bagus ikut maju untuk menyapa formal.

​"Pak Joni, apakah Anda pernah mendengar tentang 'Anak Indigo' titisan Ratu Kidul?" tanya Tiara sambil tertawa sinis.

​"Tentu," jawab Joni santai. "Katanya orang itu sangat sakti. Bisa meramal masa depan dan bikin saham terbang tinggi."

​"Ha! Orang sakti itu—ya dia ini!" Tiara menunjuk Arga. "Kami sudah kenal lama. Dia itu gembel, gajinya dulu tidak sampai 2 juta per bulan, bahkan tidak sanggup bayar mahar! Terus dia ketemu putri Keluarga Gunawan, barulah bisa masuk ke sini. Aku khawatir dia menipu para bos besar, jadi aku bongkar kedoknya!"

​"Putri Keluarga Gunawan? Sherly?" Mata Joni Hartono langsung berbinar. Ia melihat sosok anggun Sherly di tengah kerumunan. Tentu saja Joni mengenalnya. Sejak lama ia menaruh minat pada Sherly, namun Keluarga Gunawan terlalu kuat.

​Melihat Joni, sepotong ingatan dari masa depan muncul di benak Arga.

​Joni Hartono—dijuluki "Si Tangan Dingin" oleh para spekulan. Di kehidupan sebelumnya, Joni memulai dari nol sebagai pengumpul barang bekas. Dalam tiga tahun, ia menghasilkan 50 miliar dari spekulasi komoditas. Setelah itu, ia mendirikan perusahaan investasi yang sukses melantai di bursa.

​Namun kemudian, ia nekat terjun ke industri teknologi yang tidak ia pahami. Semua investasinya gagal total. Akhirnya, Joni melakukan perjudian terakhir dengan berspekulasi pada pasar emas internasional—dan hancur oleh pemain besar dunia. Ia kehilangan segalanya, kembali jatuh miskin menjadi pemulung.

​Dan alasan Arga mengingatnya begitu jelas adalah karena... pria ini akhirnya meninggal akibat penyakit kelamin yang parah!

1
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!