NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

"mahi..!" panggil eko, pria kemayu dalam circlenya itu sudah duduk diatas motornya.

"ayo..makan siang!"

Mahiya melihat ponsel, baru pukul 11 sih, janjinya dengan kael tadi jam 2.

"ntar selesai makan, aku anterin ke rumah sakit!"

Mahiya mengangguk, dia udah nangkring di motor eko, tetiba sebuah mobil berhenti di depan mereka.

Eko udah jejeritan kek kuntilanak keguguran, mahiya juga udah pengen ngereog.

Dari dalam mobil hitam mewah itu, keluar seorang pria tampan. Eko jejeritan lagi, kali ini jerit-jerit kecentilan.

Mahiya turun dari motor eko, tangannya menepuk pundak eko lembut.

"ko kamu duluan aja!"

Eko memicing heran menatap mahiya yang kelihatan serius.

"siapa cyinnn?"

"kakak iparku" sahut mahiya singkat, sembari meninggalkan eko menghampiri pria itu yang ternyata gerard.

"kak.." sapa mahiya sopan, agak heran ngelihat kakak iparnya ada di depan kampus.

Gerard tersenyum tipis, pria itu mengamati mahiya.

"kamu mau kemana tadi?"

"makan siang kak, bareng teman"

Gerard manggut-manggut, tetiba pria itu kembali ke mobilnya.

"ayo kita makan siang"

Mahiya menaikkan alisnya sebelah, gadis itu heran. Kok ujug-ujug abangnya kael ini nongol di kampusnya, dan ngajak makan siang.

"aku ingin bicara denganmu, mahiya"

Sepertinya gerard paham, kalau mahiya kebingungan karena kedatangannya, mana nih cewek cengar-cengir lagi.

Wajah pria itu memerah salah tingkah, melihat ekspresi mahiya yang manyun-manyun imut, gerard memutar tubuhnya menuju ke mobil, sekali lagi dia mengajak mahiya.

"buruan mahiya!"

"ehh..iya kak!" sahut mahiya tergeragap, setengah berlari mengikuti.

Di dalam mobil mahiya kebingungan dan canggung, gerard abangnya kael jauh lebih dingin dari adiknya.

jadinya mahiya serba salah, mau ngajak ngomong takut di kira sok akrab, nggak di ajak ngomong mahiya udah kek penonton bayaran salah acara.

"ehh, anu...kak"

Mahiya bingung sebenarnya mau nanya apa, tapi daripada kek nonton pertandingan tennis, sunyi. Mau nggak mau mahiya sok akrab deh.

"kak gerard, mau ngomong apa?"

Pria tampan super dingin itu cuman menoleh sebentar, udah tuh melengos lagi.

Seketika mahiya gondok, emang enak dikacangin. Berasa nggak diperduliin mahiya ikutan fokus menatap jalanan.

"kak gerard bolos yah?"

Gerard menoleh kaget, matanya memicing menatap mahiya yang tetap fokus menatap jalanan.

"apa maksudmu bolos?"

Mahiya menoleh sekilas,

"jam segini udah keliaran, bolos kan?"

"hhhhh" dengus gerard tak percaya, sepertinya istri kael ini agak aneh.

"aku boss di kantor, gimana ceritanya aku bolos!"

"heummmm.." mahiya manggut-manggut sok paham, bibirnya manyun-manyun nyebelin.

"berarti kalau boss boleh bolos yah kak?"

Gerard nggak jadi dongkol, wajah mahiya yang menatapnya sambil kedip-kedip sok imut kek lampu sein mobil itu, membuatnya membuang muka, gerard menahan tawanya.

Hati pria itu merasa nyaman, entah mengapa dia sangat menyukai mahiya.

"jadi pengen kak" celetuk mahiya, gerard menoleh lagi, wajah tampan yang biasanya terlihat dingin, kali ini cerah sumringah.

"pengen apa?"

"kepengen jadi boss"

Segaris senyum terlihat di bibir pria dingin itu, sambil markirin mobil, wajah gerard masih kelihatan menahan senyum.

Mata mahiya jelalatan, kagum iya, salut iya. Bayangin keluarga laksana yang termasuk 10 orang terkaya di indonesia, bisa-bisanya memiliki kepribadian merakyat semua.

Hobby makan di rumah makan sederhana, jujur mahiya kagum.

Mahiya keluar dari mobil, sebelum mesinnya mati sempurna, gerard sampai terperangah sambil geleng-geleng kepala, apa gadis itu kelaparan sampai nggak sabaran begitu.

Mahiya berjalan lambat, sengaja sih sambil nungguin gerard.

Mahiya melirik ke sebelahnya, gerard menyejajari langkah kakinya, mahiya tersenyum tipis.

"kakak biasa makan di sini?" tanya mahiya begitu mereka duduk, saat pelayan menulis pesanan.

Gerard mengangguk tipis, sembari tersenyum.menyerahkan pesanan mereka kepada pramusaji.

"dulu.." jawabnya singkat, mata gerard menatap mahiya.

"dengan seseorang"

Mahiya manggut-manggut sok paham, dugaan dia pasti waktu masih pacaran dengan irene.

"kamu nggak dijemput kael?"

Gerard tiba-tiba bertanya, saat mulai menikmati pesanan mereka, mahiya yang sedang asyik mengunyah, cuman ngangguk, mulutnya terlihat penuh.

"tapi nanti kak jam 2 siang" jawabnya setelah mendorong makanannya dengan seteguk air putih.

"tadi kak gerard bilang ada yang mau di omongin denganku, emang apaan kak?"

Mahiya menatap kakak iparnya itu sedikit penasaran, mahiya agak deg-degan sebenarnya, siapa tahu gerard mendengar ucapannya tempo hari, dan kini abangnya kael itu datang ingin menanyakan kebenarannya.

Gerard meneguk air minumnya sesaat, tubuhnya tegak sempurna, menatap mahiya penuh tanya.

"apakah kamu dan kael saling mencintai?"

"deghhh..."

Mahiya tersentak kaget, perasaannya mulai nggak enak, sepertinya gerard mulai mencurigai pernikahan mereka, mana masih seumur jagung lagi, duhh cepat amat ketahuannya.

"kenapa kak gerard nanya kek gitu?"

Mata gerard semakin tajam, mencoba menelisik ke mata mahiya yang mulai terlihat gelisah.

"aku cuman kepengen tahu!"

"ahhh..." senyum mahiya mengembang lebar, menunjukkan gigi kelincinya, gerard sampai terperangah.

Pria tampan dingin itu terpesona, ternyata mahiya sangat cantik, buru-buru gerard mengatupkan mulutnya.

"kalau kami nggak saling mencintai, buat apa kami menikah kak?heheheh, pertanyaan kak gerard lucu deh, emang kak gerard menikahi kak irene tanpa cinta?"

Suara tawa mahiya terdengar dipaksakan, sebenarnya gadis itu sedang merasa deg-degan dan nggak enak hati, mahiya melirik, menatap gerard yang masih menatapnya tanpa kedipan.

Mahiya tercekat, pria di hadapannya itu tiba-tiba menganggukkan kepalanya.

"ya.., aku menikahi irene, tanpa cinta"

Mahiya cengo, terdiam seribu bahasa, nggak tahu mau ngomong apa. Lidahnya terasa kelu, mahiya susah payah menelan salivanya yang terasa menyangkut di tenggorokan.

"aku mendengar ucapan kamu tempo hari mahiya.."

Mahiya mendelik kaget, air minum yang baru masuk ke mulutnya muncrat, membasahi wajah gerard yang mengamatinya.

"maaf kak, maaf"

Mahiya menyodorkan tissu yang gerard sambut dengan santai, wajah mahiya memucat, gadis itu terlihat gugup.

"berapa banyak kael membayarmu?"

"membayar?" tanya mahiya dengan kerutan di keningnya.

"he-um, untuk pernikahan palsu kalian"

Mahiya semakin memias, kepalanya celingukan takut ada yang mendengar, gerard yang mengamatinya tahu kalau mahiya sedang gelisah.

"kak gerard sepertinya salah dengar deh" mahiya masih berusaha mengelak, walau wajah gugupnya nggak bisa nutupi sama sekali, gadis itu tertawa sumbang.

Gerard menatap lekat istri adiknya itu, dia tahu mahiya gugup. Gerard rasanya pengen bertanya lagi, tapi wajah gelisah mahiya membuatnya iba.

"kamu nggak usah takut, aku nggak akan cerita pada siapapun. Tapi mahiya, pernikahan itu bukan permainan, jangan sampai kamu terjebak nantinya"

Mahiya berjalan di belakang gerard lesu, kepalanya menunduk. Dia nggak tahu mau ngomong apa tadi, mau mengelak pun rasanya nggak mungkin, abangnya kael itu sudah tahu tentang pernikahan palsu mereka itu.

Gerard memang berjanji akan merahasiakan dari keluarga, tapi kenapa rasanya mahiya kek ketahuan mencuri, malu.

"kael.."

Mahiya mendongak, seruan gerard barusan, mengagetkannya.

"gerard, mahi"

Mahiya memiringkan tubuhnya, dia berada dibelakang gerard.

Kael sedang makan dengan seseorang, mahiya mengerutkan keningnya, bukankah itu clarissa.

"kalian ngapain?"

Kael menatap penuh selidik, menatap bergantian antara gerard dan mahiya.

"kamu ngapain sama clarissa di sini?"

Gerard balik nanya, wajah pria tampan dingin itu, kelihatan nggak suka menatap adiknya.

Kael bangkit dari duduknya, wajahnya berubah, rahangnya menegang marah.

"apa yang kamu lakukan dengan istriku di sini?"

"hhhhhh.." dengus gerard kasar, senyumnya terlihat sinis.

"sudah punya istri, tapi masih makan sama mantan pacar"

Kael tersinggung, mendengar dengusan dan ucapan gerard barusan. Tangannya terulur, hendak menyambar tangan mahiya, tapi kael kalah cepat. Gerard sudah lebih dulu mencekal tangan mahiya, dan menariknya. Berlalu dari depan kael yang blingsatan nggak karuan.

Kael sudah hampir berlari mengejar gerard dan mahiya, keburu tangannya di cekal clarissa.

"kita belum bicara kael.."

"lain kali saja claa.."

Kael tetap berlari mengejar, tapi sayang, mobil gerard sudah berlalu dan hanya meninggalkan asap kendaraannya saja.

Bersambung..

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!