NovelToon NovelToon
Legenda Manik Penciptaan

Legenda Manik Penciptaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Light Novel
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Slycle024

Di bawah bayang-bayang aturan feodal-kultivasi, di mana jenius dari kalangan bawah pada akhirnya akan terkubur, Chen Yuan memilih mengamati.

Mengetahui bahwa sang ibu angkat telah dimanipulasi dan bahkan menganggapnya, pecahan kesadaran anak kandungnya sendiri, ia memilih untuk membayar hutang budi itu—bukan dengan darah, tetapi dengan memainkan peran untuk melindungi dan memperbaiki kehidupan saudaranya.

Di dunia yang kejam dan penuh kepentingan, ia memilih mencoba lagi untuk merasakan arti ketulusan, bukan pertukaran.

Demi membuatnya bahagia dan mampu berdiri di dunia ini, ia bahkan mencoba berbagai cara untuk meningkatkan eksistensinya.

Namun semua itu hanyalah awal.

Di balik semua itu, misteri tentang dirinya sendiri sangat rumit, apalagi segala sesuatu di sekitarnya.

Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang ingin mencoba lagi–bukan untuk kekuasaan, melainkan untuk menemukan arti kehidupan yang tak sempat ia miliki.

Kelanjutan World of Cultivation: Aimless Journey

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slycle024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Binglan'er untuk pertama kali

Sebelum matahari terbit, Tetua Mo telah memanggil puluhan praktisi yang hampir menyelesaikan tugas sekte mereka. Kebanyakan dari mereka memiliki kultivasi paling rendah di Alam Jiwa.

Di antara kerumunan itu, Chen Yuan berdiri dengan tenang menggunakan identitas samaran Xia Yuanhong. Wajahnya tampak biasa saja, tanpa menunjukkan emosi apa pun.

Ketika matahari mulai terbit di ufuk timur, sebuah kapal terbang besar perlahan muncul di langit, turun dengan megah di depan mereka.

Tetua Mo turun, diikuti oleh delapan orang di belakangnya—empat pria dan empat wanita. 

Kemudian, ia mulai memperkenalkan mereka.

Singkatnya...

Empat pria itu adalah Xia Tian (Alam Jiwa) dengan aura stabil dan megah. Disampingnya berdiri Xia Wuyan (Alam Genesis Inti) yang memancarkan tekanan jauh lebih kuat. Dua pria paruh baya di  belakang mereka adalah pengawal dengan kultivasi Alam Kelahiran Jiwa, membuat kehadiran dua pria muda itu sangat menekan.

Di sisi kanan, ada Binglan’er (Alam Genesis Inti) yang memancarkan aura dingin dan anggun. Di belakangnya berdiri seorang pelayan pribadi dengan kultivasi Alam Kelahiran Jiwa.

Tatapan Chen Yuan tiba-tiba membeku. 

Di antara keempat wanita, ada seorang gadis dengan rambut keemasan yang sangat ia kenal dan satu wanita dengan mata merah delima bernama Yu Xinglan, master Binglan’er.

Xing’er… kenapa dia disini?

Yu Xinglan, Xinglan apa itu kamu?

Jantungnya berdegup keras dan ekspresi wajahnya langsung muram. Ia hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa.

Adiknya…

Tunangannya…

Dan kemungkinan teman lamanya, Xinglan.

Ia menarik napas pelan, wajahnya tetap tenang di luar, tetapi hatinya kacau dan penuh antisipasi.

Xia Wuyan… Xia Weilong…

Aku yakin kalian tahu bahwa tubuh target (Chen Yuan) telah diambil oleh Xia Yuanhong. Apa kalian pikir aku, Chen Yuan ini badut yang bisa kalian permainkan?

Jika bukan karena peringatan Bai, aku sudah membunuh kalian semua.

Di sisi lain, Tetua Mo masih melanjutkan apel pagi yang membosankan. Mulai dari aturan, tujuan misi, dan kata-kata penyemangat yang terasa hambar dan menjijikan.

Pada akhirnya mereka akan menuju Hutan Sungai Hitam siang hari ini, bukan sekarang hanya karena alasan tuan muda mereka kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang.

Para praktisi yang dipanggil tidak berani berkomentar dan kemudian diarahkan menuju platform pertarungan.

Bang!

Seorang praktisi Alam Jiwa terpental keluar dari platform setelah menerima tamparan dari Xia Tian. Bukan karena ia lemah, melainkan karena ia sengaja mengalah demi menghormati status.

“Membosankan,” gumam Xia Tian.

Ia melirik ke arah kursi di atas platform. Di sana duduk Chen Xing’er, Binglan’er, Xia Wuyan, dan para pengawal mereka. Tatapannya kemudian beralih ke arah kerumunan.

“Kalian semua penakut! Sampah!”

Kerumunan hanya bisa menahan amarah mereka. Otot wajah beberapa orang berkedut.

Dasar bocah yang hanya mengandalkan status…

Apa dia pikir dirinya benar-benar berbakat?

“Adik Tian,” sahut Xia Wuyan dengan nada santai, “kita harus menghemat energi. Kau tahu sendiri hutan belantara itu sangat berbahaya.”

“Tapi kenapa mereka terlalu lemah?” keluh Xia Tian. “Aku bahkan belum menggunakan setengah kekuatanku.”

“Bukan takut,” kata Xia Wuyan. “Lebih tepatnya… tidak ada keuntungan.”

Tatapannya kemudian beralih ke arah Xia Yuanhong—atau lebih tepatnya Chen Yuan. Senyumnya mengandung makna tersembunyi.

“Yuanhong, kudengar kau mengalami kemalangan akhir-akhir ini dan sedang membutuhkan sumber daya.”

Chen Yuan hanya mengangguk.

Senyum Xia Wuyan semakin dalam.

“Dengan pengalamanmu, seharusnya tidak sulit memberi arahan kepada Xia Tian. Bagaimana kalau—”

“Tidak ada keuntungan,” potong Chen Yuan dengan tenang.

Xia Wuyan tidak marah. “Seribu poin kontribusi, bagaimana?”

Chen Yuan menatapnya datar. “Ada lagi?”

Senyum Xia Wuyan berubah licik. “Tidak mungkin kau bertarung sambil bersembunyi di balik penyamaran, kan?”

Begitu kata-kata itu selesai diucapkan—BOOM!

Tekanan kuat alam kelahiran jiwa tiba-tiba menghantam Chen Yuan dan memaksanya kembali ke penampilan aslinya.

Sejenak… seluruh area menjadi sunyi.

Siapa yang tidak tahu bahwa Xia Wuyan mengincar Binglan’er dan ingin membunuh Chen Yuan? Akan tetapi sekarang, di hadapan tunangan dan adiknya sendiri, ia malah memamerkan tubuh Chen Yuan yang diambil alih oleh Xia Yuanhong.

Di kursi atas, Chen Xing’er dan Binglan’er membeku.

Mata jernih Chen Xing’er bergetar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.

“Ah-Yuan…”

Suaranya hampir tak terdengar.

Whoosh!

Tubuh Chen Xing’er melesat dan melompat turun dari platform dengan kecepatan tinggi. Rambut emasnya berkibar di udara saat ia mendarat ringan di depan Chen Yuan.

Jarak mereka hanya terpisah lima langkah.

Matanya memerah, dipenuhi emosi yang sulit disembunyikan.

“Ah-Yuan… benar-benar kamu…”

Suaranya bergetar.

Chen Xing’er menolak percaya bahwa Chen Yuan mati begitu saja. Ia bahkan membayar beberapa orang untuk mencari mayatnya.

Namun sekarang…

Tanpa berpikir panjang, ia melangkah maju dan membuka kedua tangannya, hendak memeluknya.

Deng!

Sebuah lapisan energi transparan tiba-tiba muncul di antara mereka.

Langkah Chen Xing’er terhenti. Tangannya menyentuh penghalang tak kasat mata itu, seolah menyentuh dinding kaca yang dingin.

Chen Yuan berdiri di balik penghalang tersebut. Wajahnya tetap tenang, tetapi matanya dalam dan tak terbaca. 

Whoosh!

Pada saat yang sama, sosok lain turun.

Jubah biru muda berkibar di udara ketika Binglan’er mendarat dua meter di belakang Chen Xing’er. Aura dingin langsung menyebar, seperti es yang membeku.

Ia menatap lurus ke arah Chen Yuan. Lebih tepatnya… menatap sesuatu yang berada di dalam tubuh Chen Yuan.

Beberapa saat kemudian, kesadarannya terdorong mundur. 

“Jiwa baru…” gumamnya dingin. “Tragedi Kota Yanxing… pasti ulahmu.”

“Xing’er, dia bukan Ah-Yuan. Kau harus tahu bahwa setelah memasuki Alam Kelahiran Jiwa, seorang praktisi masih bisa hidup selama ada wadah yang cocok.”

Chen Xing’er menoleh dengan bingung. “Apa maksudmu?”

Binglan’er tidak menanggapi.

Ia melangkah maju satu langkah dan melepaskan aura spiritual, membuat setengah platform membeku. Seketika itu juga, Chen Yuan terkurung dalam penjara es.

“Keluar dari tubuhnya. Sekarang.”

Chen Yuan akhirnya mengangkat pandangannya.

“Apakah ini kepedulian terhadap Chen Yuan… atau rasa bersalahmu?”

“Aku—”

“Beri aku waktu setahun. Setelah tubuhku dibentuk ulang, aku akan mengembalikan tubuh ini.” potong Chen Yuan.

Kata-katanya membuat wajah Chen Xing’er semakin pucat.

“Apa… apa yang kalian bicarakan?”

Tidak ada yang menjawabnya.

Binglan’er menekan kesadaran Chen Xing’er dan membuatnya pingsan. Ia melirik Chen Yuan lagi. 

“Baiklah! Jika kau berbohong… aku akan menghancurkan jiwamu.”

Setelah berkata demikian, ia pergi membawa Chen Xing’er yang pingsan.

Keheningan turun.

“Yuanhong, kau akan maju atau tidak?” 

Suara Xia Tian terdengar, memecah keheningan.

Chen Yuan naik ke tengah platform.

“Mari kita percepat. Aku bosan meladeni anak kecil.”

“Kau… berani sekali!” Xia Tian marah.

Ia melesat maju. Seketika tubuhnya diselimuti cahaya merah menyala, seperti manusia api.

“Hujan Burung Api!”

Puluhan burung api terbentuk dari Qi dan melesat menyerang dari segala arah. Melihat itu, Chen Yuan menggunakan teknik ‘Cermin Elemental.’ dan  sebuah kubah es terbentuk di sekelilingnya.

Boom! Boom! Boom!

Serangan burung api menghantam kubah tersebut. Ledakan demi ledakan menggema, sementara kabut uap dan serpihan es beterbangan, menutupi sebagian area platform.

“Sebentar lagi siang,” kata Chen Yuan dingin. “Mari kita akhiri.”

Sambil berkata demikian, Chen Yuan menarik pedangnya dan melakukan satu gerakan melingkar dengan memadukan seluruh Qi spiritual dan pembantaian. 

Qi pedang berwarna merah berkelebat, memotong kabut tebal yang menyelimuti arena.

Melihat itu, Xia Tian justru tersenyum.

Ia segera membentuk perisai api di depannya. Namun serangan Chen Yuan tetap memotongnya, memaksanya terus mundur.

“Vermilion—Bakar Dunia!”

Xia Tian meraung.

Ia memadatkan Qi menjadi seekor burung api raksasa yang berputar di udara, lalu melesat ke depan dengan panas yang menghanguskan.

Slash!

Serangan itu kembali terpotong oleh tebasan Chen Yuan.

Tubuh Xia Tian terpental mundur. Saat ia hampir jatuh dari arena, sebuah perisai energi lain tiba-tiba terbentuk di depannya dan menghancurkan sisa serangan Chen Yuan.

Kabut perlahan menghilang di tengah keheningan.

Semua mata tertuju pada dua sosok di tengah arena.

Chen Yuan berdiri dengan pedang di tangannya. Napasnya tampak berat, dadanya naik turun seolah-olah Qi spiritualnya telah hampir habis.

Di sisi lain, Xia Tian masih berdiri di dekat tepi arena. Wajahnya sedikit pucat, tetapi senyum kemenangan sudah muncul di bibirnya.

Chen Yuan menggeleng pelan.

“Hah… sepertinya sampai di sini saja.”

Ia menyimpan pedangnya. Qi yang mengelilingi tubuhnya perlahan memudar, seolah benar-benar telah habis.

Kerumunan langsung mulai berbisik.

“Dia kehabisan Qi!”

“Sudah kuduga. Bagaimanapun juga Xia Tian adalah jenius keluarga Xia.”

“Energi pedang tadi sangat kuat!.”

Chen Yuan tidak menanggapi. Ia hanya menarik napas panjang dan perlahan mengangkat kedua tangannya.

“Aku menyerah!!”

“Tuan muda Wuyan, jangan lupa kirim 1000 poin kontribusi. Kau tahu aku bahkan  berani menampar wanita di depan umum. Apalagi hanya menyebarkan sedikit rumor.”

Setelah berkata demikian, ia  berjalan santai menuruni platform.

Suasana menjadi sunyi.

Beberapa orang tampak terkejut, sementara yang lain justru merasa wajar. Mereka tahu meminta secara langsung tidak mungkin diberikan. 

Tapi… ini bisa dikatakan ancaman,  kan?

Namun di kursi atas, mata Xia Wuyan sedikit menyipit.

Sementara itu, Xia Tian sama sekali tidak menyadari kejanggalan,tetapi merasa diremehkan. “Berhenti,” katanya dingin. “Kau pikir aku akan membiarkanmu turun dari panggung begitu saja?”

Chen Yuan berhenti dan memiringkan kepala. “Tuan muda Xia! sebentar lagi kita akan berangkat ke Hutan Sungai Hitam. Apa kau tidak lelah?”

Tanpa menunggu tanggapan, ia pergi menuju menara spiritual.

Saat ini, di salah satu ruangan di menara spiritual, Chen Yuan yang sedang duduk bermeditasi perlahan membuka matanya. Ia kemudian mengeluarkan Manik Kehidupan. 

“Xue’er, bagaimana kabarmu? Bukankah lebih baik jika kamu mengikuti Xing’er?”

“Aku baik-baik saja! Tapi adikmu tidak bisa menyadari kehadiranku.” Suara Ling Xue’er terdengar dari dalam Manik Kehidupan. 

“Jadi kalian belum makan,” kata Chen Yuan, suaranya dingin. “Baiklah! Kali ini kita akan memanen kehidupan.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!