NovelToon NovelToon
CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kekasih misterius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kazuki Taki

𝐑𝐢𝐳𝐮𝐤𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚. 𝐡𝐚𝐫𝐢-𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚. 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚. 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuki Taki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 19 - PERINGKAT SATU DAN MALAM YANG SEDERHANA

Pagi itu, sekolah Rizuki tidak seperti biasanya.

Udara masih sama. Langit cerah tanpa awan. Bel masuk berbunyi tepat waktu. Namun ada sesuatu yang bergetar di koridor—sebuah kegaduhan halus yang tidak berasal dari suara, melainkan dari bisik-bisik.

Siswa bergerombol di depan papan pengumuman utama.

Beberapa berdiri kaku.

Beberapa menutup mulut.

Beberapa menatap angka-angka seolah tidak percaya.

Nama itu tertulis jelas.

RIZUKI.

Di baris teratas.

Dengan huruf tebal.

HASIL UJIAN YANG MEMBUAT SEKOLAH TERDIAM

“Ini… ini salah cetak, kan?”

Seorang siswa menelan ludah.

“Nilainya hampir sempurna di semua mata pelajaran.”

“Bukan cuma peringkat sekolah,” bisik yang lain, suaranya bergetar.

“Ini… peringkat satu nasional.”

Kepala sekolah berdiri beberapa langkah dari depan papan pengumuman, menatapnya lama. Tangannya bertaut di belakang punggung.

Ia sudah tahu hasil ini sejak dua hari lalu.

Namun melihat reaksi siswa-siswanya hari ini…

bahkan dirinya sendiri masih merasakan getaran aneh di dada.

Rizuki datang terlambat 15 menit pagi itu.

Bukan karena sengaja.

Ia hanya berjalan seperti biasa, membawa tas hitam sederhana, wajah tenang tanpa ekspresi berlebih.

Langkahnya terhenti saat melihat kerumunan.

Beberapa siswa menoleh.

Bisikan berubah menjadi sunyi.

seorang siswa sekelas nya berdehem.

“Rizuki…”

rizuki mendekat perlahan, membaca papan pengumuman tanpa reaksi berarti.

Matanya bergerak cepat. Melihat papan pengumuman Lalu—

“Oh.” Hanya itu. Ucapan singkat rizuki.

Satu kata pendek.

Tidak ada senyum lebar.

Tidak ada keterkejutan dramatis.

Tidak merasa sombong

Dan tidak merasa hebat.

Sorot matanya tenang seperti biasa.

Ia berbalik, hendak melanjutkan langkah , Kerumunan itu seakan lupa bernapas. Kerumunan itu melihat nya dengan sangat Heran

REAKSI SEKOLAH

“Dia… cuma bilang ‘oh’?” kata salah 1 siswa yang berdiri di samping rizuki saat rizuki melihat papan pengumuman sejenak tadi.

“Kalau aku, aku sudah teriak keliling kota.” sahut siswa yang lain nya.

Seorang guru mendekat, suaranya bergetar menahan kagum.

“Rizuki, selamat. Ini prestasi luar biasa.”

Rizuki mengangguk sopan.

“Terima kasih, Bu.”

Nada datar.

Sikap rendah.

Guru itu menghela napas panjang.

". Anak ini… benar-benar aneh." Ucap nya sambil mata yang mengikuti kepergian rizuki.

KEPALA SEKOLAH MEMANGGIL

Siang itu, Rizuki kembali dipanggil ke ruang kepala sekolah.

Namun kali ini suasananya berbeda.

Tidak ada teguran.

Tidak ada kekhawatiran.

Hanya dua cangkir teh hangat dan senyum yang jarang terlihat.

“Rizuki,” kata kepala sekolah pelan,

“saya sudah mengajar puluhan tahun.”

Ia berhenti sejenak.

“Kamu adalah salah satu siswa paling luar biasa yang pernah saya temui.”

Rizuki duduk tegak.

“Terima kasih, Pak.”

“Peringkat satu nasional,” lanjut kepala sekolah,

“itu bukan hanya soal kecerdasan. Itu soal disiplin dan karakter.”

Ia menatap Rizuki lekat-lekat.

“Kemana pun kamu melangkah setelah ini… jangan pernah kehilangan itu.”

Rizuki mengangguk.

“Saya akan mengingatnya.”

BERITA ITU SAMPAI KE VHIENA

Di sisi lain kota, Vhiena sedang membantu Ayu menyapu ruang tamu ketika ponselnya bergetar.

Notifikasi dari grup sekolah vhiena.

Judul berita terpampang di layar.

“SISWA SMA CAKRAWALA RAIH PERINGKAT 1 NASIONAL”

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Ia membuka berita itu.

Foto gedung sekolah Rizuki.

Nama Rizuki tercetak jelas.

Tangannya berhenti bergerak.

“Vhin?” panggil Ayu.

“Kamu kenapa?”

Vhiena menelan ludah.

“…nggak apa-apa.”

Namun dadanya terasa hangat.

Bangga.

Terharu.

Dan sedikit… rindu.

CHAT UCAPAN SELAMAT

Beberapa menit kemudian—

Vhiena:

“Selamat ya ki 😉”

Tidak ada embel-embel panjang.

Beberapa menit berlalu.

Rizuki:

“Terima kasih.”

Vhiena:

“Peringkat satu nasional itu… luar biasa.”

Rizuki duduk di bangku taman sekolah saat membaca pesan itu.

Angin berembus pelan.

Rizuki:

“Hanya angka.” Jawab nya datar.

Vhiena:

“Tapi aku tahu usaha di baliknya.”

Rizuki terdiam sejenak.

Rizuki:

“Makan malam nanti?”

Jantung Vhiena berdegup.

Vhiena:

“Berdua?”

Rizuki:

“Iya.”

Beberapa detik hening.

Vhiena:

“Aku mau.”

PERTEMUAN PERTAMA SETELAH SEKIAN LAMA

Sore menjelang malam.

Rizuki berdiri di halte saat pertama mereka saling mulai bicara.

Cuaca cerah hari ini.

Namun udara terasa sama seperti dulu—

sedikit canggung, sedikit hangat.

Vhiena datang, langkahnya melambat saat melihat Rizuki.

Mereka berhenti beberapa langkah terpisah.

Tidak langsung bicara.

Hanya saling menatap.

“Aku pikir… kamu akan berubah,” kata Vhiena pelan.

Rizuki menggeleng.

“Kamu juga tidak.”

Senyum kecil muncul di wajah Vhiena.

CAFE SEDERHANA

Mereka memilih cafe kecil di sudut jalan. Tidak jauh dari halte itu.

Tidak mewah.

Tidak ramai.

Lampu kuning hangat. Meja kayu sederhana.

Pelayan tersenyum ramah.

“Pesanan?”

“Kopi hitam, Dimsum” kata Rizuki.

“Teh hangat,” jawab Vhiena.

Mereka duduk berhadapan.

“Aneh ya,” kata Vhiena sambil mengaduk tehnya,

“kita jarang bertemu… tapi rasanya tidak jauh.”

Rizuki menatapnya.

“Karena kita tidak pergi.”

Vhiena tersenyum.

Mereka berbicara ringan.

Tentang ujian.

Tentang sekolah.

Tentang hal-hal kecil yang terlewat.

Tidak ada rahasia besar yang dibuka malam itu.

Hanya kehadiran.

MALAM YANG TENANG

“Terima kasih,” kata Vhiena saat mereka berdiri hendak pulang.

“Untuk malam ini.”

Rizuki mengangguk.

“Aku yang berterima kasih.”

Mereka berjalan menyusuri trotoar menuju rumah Vhiena.

Langkah pelan.

Bahunya hampir bersentuhan.

Saat tiba di depan rumah—

“Hati-hati pulang,” kata Vhiena.

Rizuki menatap rumah itu sejenak, lalu kembali padanya.

“Istirahatlah.”

PULANG SENDIRI

Rizuki berjalan kembali ke apartemennya sendirian.

Lampu kota menyala satu per satu.

Di tangannya, ponsel bergetar.

Vhiena:

“Aku senang malam ini.”

Rizuki berhenti sebentar, menatap layar.

Rizuki:

“Aku juga.”

Ia melanjutkan langkah. Tenang Namun pikiran nya kini sedang memikirkan sesuatu yang sedikit merasa menyesakkan.

Dan untuk pertama kalinya sejak lama—

merasa bahwa semua yang ia bangun, pelan-pelan, mulai menemukan tempatnya.

1
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Vhiena malu-malu kucing/Proud/
Tinggal bilang nunggu si dia apa ssh nya si?/Slight/
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧: Iyaa/Smirk/
total 2 replies
Andik Rifai
sukaa bangeeettt. biasanya tuh alur percintaan CEO sama orang biasa kan ntah di jodohin tapi ditolak ntah dramanya harus diculik, atau keluarga berantakan broken home dll. tp ini tuh mengalir damai tanpa banyak drama. ini real cowok dingin sih ga banyak bacot atau suka ngancem ceweknya. fav banget cerita ini.. btw aku cewek yaa
Kazuki Taki: terimakasih kk
total 1 replies
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Penyamaran yg bagus🙏😭

SMA kls 3, trnyta CEO😌
Kazuki Taki: 🥰❤, terimakasih kk
total 5 replies
Ananda Andin Angraini
Kebanyakan titik dan banyak lanjutan kata, alangkah baiknya jika d sambung jadi satu.

cnth
"Tuan Rizuki, maaf mengganggu! Saya lihat lampu masih menyala." kata Mira./Smile/
tapi tergantung masing-masing cerita sih, hehehe
Ananda Andin Angraini: Wokeh /Tongue//Facepalm/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
koreksi dkit ah
Kazuki Taki: koreksi di persilahkan kk 😀
total 1 replies
Ananda Andin Angraini
setinggi apa ya? /Shy/
Ananda Andin Angraini
/Doge/
Ananda Andin Angraini
berisik tapi ngangenin ya. /Joyful/
Ananda Andin Angraini
Untungnya bukan kata 'Y' doank /Facepalm/
Ananda Andin Angraini
"Mungkin." bisa iya, bisa tidak. /Chuckle/
Kazuki Taki: yang jelas iya, soalnya penasaran sama tu cwe🤭
total 1 replies
Kazuki Taki
sudahh kan 🤣
Ananda Andin Angraini
Tanda kutip kurang dan salah tempat kak, harusnya "Rizuki!" /Applaud/
Ananda Andin Angraini
Ah berharap pas dia jatuh d belakangnya ada Rizuki, /Proud/
Ananda Andin Angraini
iya nunggu ayank beb /Joyful/
Ananda Andin Angraini: hilal THR masih belum nampak /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
hmmm,
Ananda Andin Angraini
Da emnk bos muda. /Proud/
Ananda Andin Angraini
Singkat, jelas dan minta di lempar sendal. /Joyful/
Ananda Andin Angraini: Wah ternyata seperti itu /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
udah tanda2 nih Rizuki. /Proud/

kak skip titiknya /Whimper/
Ananda Andin Angraini
bagian akhir, kalau narasinya di satuin lebih baik kak. 🙏/Bye-Bye/
Ananda Andin Angraini
lebih menantang ya Vhin? /Grin/

Skip titiknya kak. /Bye-Bye/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!