NovelToon NovelToon
Cuz I'M Your Home

Cuz I'M Your Home

Status: tamat
Genre:Menjadi Pengusaha / Cintamanis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Hyeon Gee

Karena pertumbuhan anak laki-laki terkadang memang sedikit lambat dari anak perempuan. Dan tinggi 182 sentimeter setelah 20 tahun berlalu, sudah lebih dari cukup untuk tidak membuat malu pemilik tinggi 160 sentimeter dengan kecentilannya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyeon Gee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 (END)

Kenangan itu indah, saat kita menikmatinya dengan ikhlas…2008

Dari        : Rumah ^^

Cha, sibuk, gak? Boleh kuajak jalan nanti malem?

Ke           : Sagarraaa

Gak. Oke. Jemput jam berapa?

Dari        : Rumah ^^

Jam tujuh boleh?

Ke           : Sagarraaa

Boleh. Mau ke mana emang?

Dari        : Rumah ^^

Dudukan gak modal. :D

Tepian aja, makan bakso.

Ke           : Sagarraaa

LOL? Okee..jemput ya.

Dari        : Rumah ^^

Iyaaa…

“Palek bakso yang biasa gak ada ini. Adanya mie ayam? Mau?” tanya Garra.

“Gas aku, sih,” ujar Echa.

Saling diam beberapa saat, menikmati makanan masing-masing dengan pemandangan Sungai Mahakam serta lampu yang cukup terang dari bawah Jembatan Mahakam Tenggarong.

“Kamu gak cape bolak-balik Samarinda-Tenggarong?” tanya Echa disela makannya.

“Gak. Udah mau dua tahun ini. Awalnya susah juga. Tapi, jaraknya cuma satu jam. Di bawa santai,” sahut Garra usai meneguk habis minumannya.

“Jam berapa kamu berangkat dari rumah?”

“Awal-awal jam setengah enam subuh. Lama-lama ngaret jadi jam enam.”

“Ada rumah, kan, di Samarinda?”

“Adaaa. Tapi, aku males. Hehe…”

Diam cukup lama, sejenak Garra hanya memperhatikan sekitar yang ramai dan menunggu Echa menyelesaikan makannya.

“Kenyang?” tanya Garra setelah mengembalikan mangkuk pada penjual.

“Hmm…lumayan. Hahaha…”

Lagi, mereka diam sampai Echa mengerutkan kening.

“Jadi, kita ngapain? Gini aja?” tanya Echa bingung.

Sontak Garra pun tertawa geli.

“Kenapa?” tanya Echa kesal.

“Pertanyaanmu rancu,” ujar Garra.

“Otakmu yang ngeres.”

“Hahaha…ya, ngapain. Cuma mau ajak jalan. Makan. Diem. Udah.”

“Ada yang mau kamu ceritain, kah?”

Lagi, mereka diam.

“Aku putus, Cha,” ujar Garra datar.

“Udah kuduga.”

“Lah? Kok bisa?”

“Seorang Sagarra Rinoto Tan berani ngajak cewe lain jalan pas masih punya pacar? Gampar mukaku kalo dia sanggup ngelakuin hal kaya gitu,” omel Echa.

“Lho? Kenapa jadi gak berani? Hahaha…”

“Halah…ketahuan, Gar. Sudah sempet kelahi ditelepon kemaren, pasti gara-gara aku,” sahut Echa sinis.

“Hahahaha…gak, Cha. Walaupun jujur dia memang sempet nuduh aku selingkuh sama kamu. Tapi, tetep aku bela diri. Padahal sendirinya selingkuh. Pacebuk bikin dua, satu pacaran sama aku. Yang satu sama Tristan. Dikunci pula.”

“Haaa…”

“Kenapa?” tanya Garra yang akhirnya melihat Echa tampak melamun.

“Orang-orang, kok, pada punya tenaga buat selingkuh sampe gak ketahuan? Giliran dibales, berasa paling korban. Padahal yang bales pun selingkuhnya baru dua hari. Mereka selingkuh setahun gak ada yang ngerepotin.”

“Hahahaha…nyindir diri sendiri, nih. Tapi, awal putus kamu gimana?”

“Nangiss laaah...” sahut Echa bangga dan sempat membuat Garra tersenyum geli, “pacar pertama, Brooo. Nangis terus. Semingguan, tuh, nangis.”

“Terus?”

“Terus, diam. Nyoba fokus belajar aja. Ngalihin pikiran ke hal-hal yang aku suka.”

“Hmm…” ujar Garra sembari mengangguk pelan, “ngomong-ngomong, kamu punya mimpi gak, sih, Cha?” tanyanya serius.

“Mmm…mimpi? Tiap malem aku gak mimpi? Bagus berarti pikiranku, ya. Bersih,” ujar Echa tak kalah serius.

“AHAHAHAHA…bodo betul, Cha, eh. Astagaaaa…bukan itu maksudku.”

Kening Echa berkerut menyaksikan Garra tertawa sampai menengadah sesaat saking gelinya.

“Apa pula?” omel Echa.

“Hahaha…gak bukan itu maksudku. Kaya apa, ya? Sesuatu yang mau kamu gapai tapi, bukan cita-cita.”

“Oooh, paham, nih, aku. Aku mau jadi istri Siwon Super Junior boleh gak, sih?”

“Cha, aku, gak mau ketawa. Betulan ini aku nahan. Aku berusaha ngehargain yang kamu mau capai. Tapi, itu agaaak…”

“Apaaa? Kamu mau kaya Indra juga, mau ngomong, “jangan mimpi ketinggian, nanti jatohnya sakit.”. HAH? Masih dendam aku sama omongannya,” omel Echa kesal.

“Hahahaha…gak, Cha. Aku lebih keee…mmm, lucu aja umur segini udah mikirin kawin. Masih sekolah, Cha. Pacaran aja dulu sama Siwon kalo bisa,” ujar Garra berusaha serius.

“Iiih, Siwon ganteng taau. Berotot. Idol Korea. CEO. Terlalu sempurna memang kalo untuk manusia. Kaya gak bisa digapai.”

Melihat Echa yang tampak tersenyum sipu, seakan membayangkan Siwon yang bisa ia gapai sambil melihat ke langit pun membuat Garra diam dan menatapnya dalam.

“Kamu cantik, Cha. Pasti bisa,” ujar Garra seraya tersenyum tulus.

Segera, Echa menatapnya dengan tatap mencurigakan.

“Kamu suka sama aku, kah? Mudah kali muji.”

Mendengar pertanyaannya, Garra pun langsung mendorong jidatnya menjauh dan mengalihkan pandangan kearah lain hingga membuat Echa tertawa puas.

“Gar, Gar, Sagarra. Haaa…aku mending ngehayal punya Siwon daripada harus ngelangkahi batas yang bukan buatku,” ucap Echa yang kini terlihat menatap kosong sekitarnya dengan senyum tipis.

“Ada orang yang kamu suka? Orang Tionghoa?” tanya Garra ragu.

“Tipeku memang yang putih-putih sipit kaya Siwon. Gak Siwon juga gak apa-apa, yang penting masih satu rumpun. Sayang sama aku lebih dari aku ke dia. Itu udah lebih dari cukup. Karena kalo tangki sayangnya lebih besar ke aku, bahkan liat aku cemberut pun dia gak bakal tega. Apalagi nyakitin. Iya, gak?” jelas Echa sembari tersenyum riang, “haaa…jauh masih. JAAAAUUUUH. Sempat aku salto-salto manjat tebing,” teriak Echa yang membuat Garra kembali tertawa sesaat.

“Tapi, Cha?”

“Apa?” sahut Echa yang sudah merubah posisi berbalik melamun melihat aliran Sungai Mahakam yang cukup tenang.

“Kalo aku yang jadi kaya Siwon. Kamu mau?” tanya Garra yang terdengar serius.

“AHAHAHAHA…jadi Idol Korea, gitu?” ujar Echa yang sempat tertawa keras.

“Ya, apa aja yang mendekati. Mau gak?”  sahut Garra yang masih berusaha serius.

“Hahaha…tau, ah.”

“Tapi, kamu bilang suka sama Tionghoa.”

“Emang temen Tionghoa-ku cuma kamu. Hahahaha…dah, ah. Pulang, yok. Kamu cukup jadi temen deket aja. Gak usah ngadi-ngadi nyaingin Siwon.”

Hanya senyum tipis yang Garra tunjukkan sambil melangkah mengiringi langkah Echa dan lalu merangkulnya.

“Cha, kalo kita pacaran, aku ngerangkul kira-kira gini, ya? Hahaha…”

“Heh! Biar gini-gini, centillah aku dikit. Tinggiku cuma 158, kamu 163, hampir sama taau..aku mau yang tingginya 170 ke atas. Biar kalo pas jalan pake heels, aku gak lebih tinggi. Terus kalo dah nikah, aku ciumnya bisa sambil dongak-dongak. Hahaha...”

“Hahahah…dasar cewe mesum.”

Karena pertumbuhan anak laki-laki terkadang memang sedikit lambat dari anak perempuan. Dan tinggi 182 sentimeter setelah 20 tahun berlalu, sudah lebih dari cukup untuk tidak membuat malu pemilik tinggi 160 sentimeter dengan kecentilannya…

1
Amiera Syaqilla
beautiful story💕
goyangi13: thank u 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!