NovelToon NovelToon
Reany

Reany

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aerishh Taher

Selama tujuh tahun, Reani mencintai Juna dalam diam...meski mereka sebenarnya sudah menikah.


Hubungan mereka disembunyikan rapi, seolah keberadaannya harus menjadi rahasia memalukan di mata dunia Juna.

Namun malam itu, di pesta ulang tahun Juna yang megah, Reani menyaksikan sesuatu yang mematahkan seluruh harapannya. Di panggung utama, di bawah cahaya gemerlap dan sorak tamu undangan, Juna berdiri dengan senyum yang paling tulus....untuk wanita lain.

Renata...
Cinta pertamanya juna
Dan di hadapan semua orang, Juna memperlakukan Renata seolah dialah satu-satunya yang layak berdiri di sampingnya.

Reani hanya bisa berdiri di antara keramaian, menyembunyikan air mata di balik senyum yang hancur.


Saat lampu pesta berkelip, ia membuat keputusan paling berani dalam hidupnya.

memutuskan tidak mencintai Juna lagi dan pergi.

Tapi siapa sangka, kepergiannya justru menjadi awal dari penyesalan panjang Juna... Bagaimana kelanjutan kisahnya?


Jangan Lupa follow penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aerishh Taher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Reany

Reani berdiri di depan jendela besar lantai dua. Segelas air di tangannya tak berkurang setetes pun. Jemarinya melingkar di bibir gelas, dingin kaca merambat ke kulit, tapi ia tidak peduli.

Sudah dua hari ia kembali ke sini, mansion pribadi yang ia beli setelah mengetahui Juna mengkhianatinya.

Dan dua hari itu berjalan begitu lancar dan tenang.

Ponsel di meja bergetar.

Nama Gerald menyala di layar.

Reani menoleh sebentar, lalu meraih ponsel itu. Gerakannya tenang, tanpa ragu, seolah ia sudah tahu isi panggilan ini sejak awal.

“Ada apa?” tanyanya begitu sambungan terhubung.

Suara Gerald terdengar dari seberang—rendah, terkendali. “Aku sudah coba semua jalur, sangat sulit mencari siapa dalang di belakang Renata… tak satupun petunjuk.”

Reani mengalihkan pandangan ke pantulan dirinya di kaca jendela. Wajah itu datar menatap balik bayangan dirinya di kaca itu.

“Hm,” gumamnya singkat.

Di seberang, Gerald melanjutkan, “Kalau begitu, apa langkah selanjutnya? Apa yang harus kulakukan pada Renata?”

Hening....

Reani tidak langsung menjawab. Ia meletakkan gelas air ke ambang jendela dengan gerakan pelan. Bunyi kaca menyentuh marmer terdengar jelas di ruangan yang terlalu sepi.

“Biarkan dia,” ucap Reani akhirnya.

Nada suaranya datar, tapi tegas. Tidak terdengar seperti keputusan mendadak—lebih seperti sesuatu yang sudah lama ia simpan.

Gerald tidak menyela.

“Aku akan mengurusnya nanti,” lanjut Reani. “Aku sudah punya rencana.”

Di ujung sana, Gerald menarik napas pelan. Bukan ragu, melainkan membaca ulang situasi. “Kamu yakin?”

Reani menegakkan bahu. Tatapannya masih terkunci pada bayangan dirinya sendiri—sosok yang berdiri sendirian, tapi tidak goyah.

“Tentu,” jawabnya singkat.

Hening menyelimuti sambungan beberapa detik sebelum Gerald berkata, “Baik. Aku ikuti keputusanmu.”

Panggilan berakhir.

Reani mengakhiri panggilan itu terlebih dahulu lalu... menggulir daftar kontaknya perlahan.

Berhenti di satu nama

Zen

Kepercayaan keluarga Wijaya.

Direkomendasikan langsung, tapi bekerja untuk Reani—bukan atas nama keluarga mana pun.

Ia menekan tombol panggil.

Nada sambung terdengar sekali, dua kali, lalu terangkat.

“Reani,” suara Zen terdengar tenang, profesional. “Aku sudah menduga kamu akan menelepon.”

Reani bersandar di kursi teras. Kakinya menyilang, pandangannya lurus ke taman. “Bagaimana Tekno Air?”

“Stabil,” jawab Zen singkat. “Transisi berjalan mulus.”

Reani tidak langsung menanggapi. Ia mengamati dedaunan yang bergerak pelan tertiup angin.

“Juna,” katanya akhirnya. “Dia masih betah di sana?”

Zen terdiam sepersekian detik. Cukup singkat untuk dianggap profesional, cukup lama untuk berarti.

“Dia bekerja keras,” ujar Zen. “Terlalu keras, malah. Seperti orang yang takut kehilangan sesuatu.”

Sudut bibir Reani bergerak tipis. “Posisinya?”

“Masih manajer,” jawab Zen. “Tapi dia mulai gelisah. Popularitasnya turun. Beberapa klien mempertanyakan kredibilitasnya setelah kasus itu.”

Reani mengangguk pelan, meski Zen tak bisa melihatnya. “Bagus.”

Zen menangkap nada itu. “Kamu mau aku menekan?”

“Belum,” jawab Reani. “Biarkan dia merasa semuanya mulai berjalan stabil lalu.... Kita jatuhkan dia tanpa mampu bangkit kembali.”

Panggilan itu berakhir tanpa basa-basi.

Ia berdiri, melangkah masuk ke dalam mansion, mengganti pakaian dengan setelan sederhana—kemeja tipis berwarna gading, celana hitam lurus. Tidak berlebihan dan tidak mencolok. Cukup nyaman untuk berjalan tanpa tujuan.

Beberapa menit kemudian, mobilnya meluncur keluar dari gerbang besi.

Reani menyetir sendiri, jendela sedikit terbuka, membiarkan suara kota menyusup masuk.

Mall malam hari selalu memiliki ritme yang berbeda. Lampu-lampu etalase menyala terang, orang-orang berjalan tanpa saling mengenal, membawa hidup mereka masing-masing. Reani melangkah masuk dengan tenang, menyusuri lorong panjang tanpa benar-benar berniat berbelanja.

Ia berhenti di depan sebuah toko buk, tangannya sempat menyentuh punggung buku di etalase, tapi pikirannya melayang ke tempat lain.

“Reani?”

Suara itu membuatnya menoleh.

Seorang perempuan berdiri beberapa langkah darinya. Rambutnya diikat rapi, wajahnya tampak tegang, seolah sedang menimbang sesuatu sebelum berani mendekat.

“Anita,” ucap Reani, nada suaranya netral.

Sepupu Renata itu terlihat lebih kurus dari terakhir kali Reani mengingatnya. Bahunya kaku, tangannya saling menggenggam di depan tubuhnya.

“Aku—aku nggak nyangka ketemu kamu di sini,” kata Anita cepat, lalu terdiam. Ia menarik napas, seolah mempersiapkan diri. “Boleh kita bicara sebentar?”

Reani menatapnya beberapa detik. Tidak ada senyum, tidak ada penolakan. Ia hanya mengangguk kecil.

Mereka bergeser ke sisi lorong yang lebih sepi. Suara langkah orang-orang menjadi latar samar.

Anita menunduk. Pandangannya jatuh ke lantai marmer yang mengilap. “Aku mau minta maaf.”

Reani tidak menyela.

“Aku tahu hubungan Juna dan Renata… jauh sebelum semuanya terbuka,” lanjut Anita. Suaranya sedikit bergetar. “Aku tahu sebelum kamu tahu.”

Kata-kata itu jatuh di antara mereka, tanpa drama. Tanpa ledakan.

Reani menghela napas pelan. Bukan karena terkejut—melainkan karena kepastian kecil yang akhirnya mendapat bentuk.

“Untuk apa minta maaf,” Jawab Reani.

Anita mengangguk cepat. “Aku salah, aku tau itu.... Renata—dia bukan orang yang mudah dihadapi. Aku pikir… itu bukan urusanku.”

Reani menatap wajah Anita. Ia melihat penyesalan di sana, juga ketakutan yang terlambat. Tapi tidak ada simpati yang muncul di dadanya.

“Kamu benar,” ujar Reani pelan. “Itu memang bukan urusanmu, jadi tak perlu minta maaf.”

Anita mendongak, sedikit tersentak.

“Kenyataan nya kamu tetap memilih untuk diam dan berfikir itu bukan urusan mu.” lanjut Reani. “Jadi tak perlu minta maaf.”

Ungkapan Reani membuat Anita menggigit bibirnya.

“Aku minta maaf, Reani,” ulang Anita, kali ini lebih lirih. “Kalau aku bisa memutar waktu—”

“Sayangnya kamu tidak bisa dan aku juga tidak bisa,” potong Reani halus.

Ia melangkah setengah langkah ke belakang, memberi jarak yang jelas.

“Terima kasih sudah jujur sekarang,” katanya. “Tapi aku sudah melewati fase berharap orang lain melindungiku.”

Anita menelan ludah. “Kamu… baik-baik saja sekarang?”

Reani menatap lurus ke depan, ke keramaian mall yang terus bergerak. “Aku baik,” jawabnya singkat. “Lebih dari yang kamu kira.”

Ia memberi anggukan kecil, lalu berbalik pergi.

Langkahnya tenang, tidak tergesa. Suara tumit sepatunya berpadu dengan hiruk-pikuk malam.

Di belakangnya, Anita tetap berdiri, menatap punggung Reani yang menjauh.

"Maaf." Lirih Anita.

bersambung.....

1
Soraya
mampir thor
Hagia Sophia
kuraaaangggg klo cuma 1 kakaaaaa
drpiupou: berapa jadinya kakak🤣
total 1 replies
Sri chandri Yani
Sangat bagus dan menarJalan ceritanya seru dan menegangkan tapi penuh misteri 🙏🏻
drpiupou: Terima kasih kakak sudah membaca 'REANY' tetap nantikan kelanjutan nya ya☺️
total 1 replies
murni l.toruan
Aku suka karyamu kakak Author...penasaran tingkat tinggi
drpiupou: Reani bakalan mulai membuka lembaran lama, secara perlahan. dan kuharap kamu masih ada bersama Reany.
total 1 replies
murni l.toruan
Rea mengamuk dengan tenang mengalahkan 10 orang pecundang
murni l.toruan
Keren banget...cewek yang tidak menye2
drpiupou
🤣takut dia sama roberto
Diyah Saja
wkkwwk kaburr mereka 🤣
Himna Mohamad
lanjut thoor,,,waww semakin kereen
drpiupou: Sebelumnya saya ucapkan terima kasih yang banyak, telah membaca REANY 🙏
total 1 replies
Himna Mohamad
ayo reyna,,ambil saham kmu,,itu hak kamu,,,biar bangkrut tuhh si juna
drpiupou: 🙏🙏🙏 jadi semangat update tiap hari🤭
total 1 replies
Himna Mohamad
kereen thoor,,biar si juna menyesal,,,jgn sampai reany n juna balikan lg yg kk authoor👍👍👍👍
drpiupou: iya kak tenang aja🤭
total 1 replies
Himna Mohamad
sdh baca thoor awal yg bagus thoor
Osie
juna n renata gali kuburan sendiri..goblok
drpiupou: dia pengen ngilang cepet kal🤣
total 1 replies
Osie
apes nasib rwani..7thn tinggal sejumlah eh g taunya saingan ma kebo...atau nikah siri tapi dikatakan nikah resmi sama juna?
Osie
maaf ada yg rancu kayaknya di bab ini..yg pertama bukannya keluarga juna tinggal di luar kota n miskin? trs kok bisa ibu nya juna ada dikota yg sama dan spti ibu ibu sosialita gitu...lalu bukannya ibu juna sdh tau renata hamil? kok malah spti yg baru tau.🙏
Osie
juna habislah kau..demi sampah kau buang berlian
Osie
juna nipu rea dgn pernikahan palsu daaann rea nipu juna dgn penyamaran jd gadis kismin..kereeen dah
drpiupou: 🤭 hahahaha
total 5 replies
Osie
wuuaaahhh daebak ini baru perempuan..no nangis nangis krn cinta palsu.👍👍👍👍👍
Osie
rea dari yg kubaca dia sosok wanita pintar tapi kok ya bisa dibodohi n di tipu juna selama 7 thn..hadeeehh demi cinta dikadlai lelaki..so rea sekarang saat nya kamu balas dendam n jgn ksh celah utk juna mendekati kamu lagi/Toasted/
drpiupou: Alhamdulillah si Rea udah sadar, walaupun agak telat🤣
total 3 replies
Osie
aku mampiiirr dan moga diakhiri cerita rea tdk balik jd istri juna..spek perempuan bodih bila ttp jd istri juna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!