"Apa kau tau, sebenarnya aku adalah istri pertama Aldan, dan kau adalah madu ku Aura" ujar Vega.
Aura terkejut dengan fakta yang di berikan Kakak ipar palsunya itu, selama 2 tahun mereka hidup bersama ternyata Aura membiayai kehidupan istri pertama suaminya. aura tidak bisa membalas perkataan Vega karenya tubuhnya sangat lemah berbicara pun sangat kesulitan.
"Aura apa kau tau kenapa kamu bisa selemah ini? kamu bisa selemah ini Karen obat ini, selama 2 tahun aku memberikannya kepada mu perlahan - lahan sampai kamu mati secara perlahan. dan Seseorang yang sangat membantu ku adalah!!"
seseorang masuk ke dalam kamar aura dan itu adalah Virsa Asisten nya di perusahan ternyata dia seorang penghianat.
"Apa wanita itu sudah mati sayang?" tanya Aldan
"Dia sedang sekarat sayang" balas Vega
di detik - detik kepergiannya semua orang yang dia anggap baik muncul dan menertawakan kepergiannya.
"Tuhan beri aku kesempatan sekali saja, dan membalas semua perlakuan mereka terhadap ku....."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Tut!!
Sambungan telepon langsung Aura putus tanpa menunggu balasan Vega
"Hahahhaha rasain tuh gatel - gatel kan sebadan badan. Mpok Mira idenya keren juga bisa punya ide beli baju di pasar loak gak di cuci lagi" ucap Aura sembari tertawa bahagia
**
Akhhhhh.....
"Si*lan awas kau Aura" amuk Vega
Semua orang yang ada di rumah sakit melihat aneh kepada Vega dan yang lainya.
"Jangan marah - marah di sini ayo kita pulang. Kamu juga harus istirahat ayo" ucap rianti
"Aldan bawa Vega kita pulang sekarang" lanjut rianti
"Sayang ayo pulang, kita bicarakan lagi di rumah. Malu di liatin orang lain, kamu juga kan harus Istirahat" ucap Aldan dengan lembut.
"Tapi badan aku gimana?" tanya lesu Vega
"Kan ini udah berobat, kata dokter juga kamu belum parah dan bisa sembuh dengan cepat" jawab Aldan menenangkan Vega.
"Ayo kita pulang" lanjut Aldan
Vega pun menurut dan langsung berjalan keluar dari rumah sakit dan langsung pulang.
1 Bulan Kemudian
Akhhhhhh....
"Sakittt" teriak Vega
Wajah Vega dan bagian tubuh Vega sangat mengerikan banyak benjolan seperti kutil namun cukup besar dan terasa sangat sakit gatal panas membuat Vega kewalahan menahan rasa sakitnya.
"Aku mau ke rumah sakit sayang aku gak kuat" rengek Vega
"Ck kan kamu baru kemarin ke rumah sakit sayang, masa mau ke sana lagi. Dokter kan udah kasih obatnya kamu belum minum obatnya ya" balas Aldan
"Udah sayang, kamu kan liat tadi. rasa sakit nya sumpah aku gak kuat" ucap Vega
"Yaudah kamu sama Virsa aja ke rumah sakit nanti aku nyusul. Sekarang aku kan mau ke pengadilan" balas Aldan
"Kamu besok aja lah ke Sana nya jangan sekarang, sekarang kamu anter aku dulu ke rumah sakit" rengek Vega
"Gak bisa lah. Kan jadwalnya udah di tentuin sekarang" balas Aldan
"Kamu kenapa sih kan si Aura yang gugat kamu kalo mau cepat ya kamu jangan ke pengadilan" kesal Vega
"Aku mau ke pengadilan mau minta hak Gono gini kalo Menang kan uangnya bisa buat kamu berobat ke luar negeri" balas Aldan
Vega pun terdiam setelah Aldan memberitahukan hal itu kepada Vega, dia akan meminta hak Gono gini kepada Aura.
"Yaudah kalo gitu nanti kamu langsung ke rumah sakit ya. Dan aku mau di rawat di rumah sakit aja, aku lebih enak di rumah sakit aja" balas Vega
"Iya iya, terserah kamu aja" balas Aldan
"Aku berangkat dulu ya. Aku kabarin lagi nanti" lanjut Aldan
Vega pun hanya mengangguk lesu melihat aldan yang meninggalkan dirinya.
1 Jam Kemudian
Aldan sudah sampai di pengadilan dan saat dia masuk ke gedung pengadilan di sana juga sudah ada Aura dengan pak Brama pengacara keluarga Aura.
Aura yang sedang memainkan Handphone nya tidak sadar jika Aldan masuk ke dalam gedung dan berjalan ke arahnya.
"Non, kenapa Aldan datang? Bukanya dia ingin cepat selesai?" tanya Brama
Aura pun langsung melihat ke arah Aldan dengan tatapan aneh dan terkejut.
"Lo kenapa datang ke sini? Bukanya Lo gak akan Dateng biar proses nya cepet selesai" tanya ketus Aura
"Lo juga bakal tau nanti di ruangan mediasi" jawab Aldan
"Gajelas banget Lo. Mending Lo pergi deh biar cepet proses perceraian nya, gue udah enek liat muka Lo yang so ganteng" ketus Aura
"Pak tanyain bisa di percepat gak? Kalo gak bisa kita cari pengadilan lain" emosi Aura
"Sebentar saya tanyakan dulu" jawab pak Brama
"Kalo orang kaya gini sombong so paling berkuasa" balas sindir Aldan
"Ya memang gue kaya sombong, jadi gak cocok sama cowo miskin. kalo Lo kaget liat beginian pantes kalo miskin terus" balas telak Aura
"Lo si-"
Ssstt....
"Itu fakta Lo miskin itu fakta!!! kalo bukan karena gue mana mampu Lo kuliah jadi lebih baik Lo diem" lanjut Aura
Aldan mengepalkan tangannya dengan kuat saat melihat Aura kalau saja dia bukan di gedung pengadilan Aura sudah dia tampar.
"Non. Silahkan masuk" ucap Brama
30 Menit Mereka Dalam Ruangan Mediasi.
"Orang gila mana yang minta harta Gono gini tapi gak ngasih apa - apa gila Lo" sindir Aura
"Jaga yang ucap Lo. Gue selalu kasih uang bulanan sama Lo tapi Lo boros jadi abis Mulu tuh duit" balas Aldan bohong dia tidak pernah memberi uang sepeser pun kepada Aura
"Helooooo..... Duit yang mana yang Lo maksud hah. Oh tenang jangan kaget semua bukti riwayat TF udah gue punya, jadi Lo mau apa lagi" balas Aura
"Kata Lo ada harta bersama Lo punya harta darimana? Tinggal aja Lo masih numpang di rumah gue, mobil gue yang beliin. Adek ibu Lo aja gue yang tanggu sekarang duit Lo kemana hah. Ke langit!!!" lanjut sindir Aura.
1 jam proses mediasi Aura dan Aldan hanya saling menyindir dan tidak ada yang mau kalah.
Dan Setalah itu mereka keluar dari ruangan mediasi.
"Dasar gak tau diri gak tau malu.. Minta harta Gono gini emang Lo nyumbang apa miskin" balas emosi Aura.
Heh....
"Jaga ya mulut Lo. Dari tadi Lo hina - hina gue, gue bisa tuntut Lo pencemaran nama baik ya" balas Aldan dengan wajah yang sudah memerah.
"Silahkan aja. Tapi gue juga bisa laporin Lo ke polisi dengan pasal penipuan, Lo udah tipu gue berapa lama Aldan eh bukan Lo aja ya istri, ibu, adek - adek Lo kan tipu semua tuh gue bisa laporin mereka semua. 1 tahun mah bisa itu masuk penjara, walupun 1 tahun tetep kan namanya mantan narapidana" ucap Aura dengan senyum jahat
"Kalo Lo persulit jalan persidangan dengan pikiran Lo yang bisa dapat harta Gono gini, gue akan laporin Lo semua ke penjara bukan Lo doang tentunya jadi siap siap aja" balas Aura dengan senyum jahatnya.
dah tahu sibangsat tu ada dlm bilik bawa sekali yg dikehendaki oleh keluarga sibangsat sedih