Mati di tangan suami sendiri,membawa dendam yang membara di hati.
Tak hanya di hianati oleh suami, namun ternyata, sahabat dan adik tiri nya pun ikut terlibat.
Di saat ia merasa ini adalah akhir yang kejam.
namun ternyata, dia mendapatkan kesempatan kedua.
untuk mengubah hidup nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kisah masalalu part 2
Setelah meninggal nya kedua orang tua Hani, membuat Hani menjadi murung.
Dan Bayu sebagai suami terlihat begitu sibuk dengan pekerjaan di kantor.
Perut Hani semakin membesar, dan usia kandungannya telah memasuki usia 9 bulan.
Saat itu hani berinisiatif untuk mengirimkan makan siang untuk sang suami, tetapi ternyata, ia mendapatkan, sebuah kenyataan yang amat sangat menyakitkan.
Dari dalam ruangan Bayu terdengar sura perempuan lai.
"Sayang, bagaimana apakah wanita bodoh itu, sudah mau menandatangani semua perpindahan harta?"
Tanya Laura, dari dalam ruangan Bayu.
"Sabar sayang, aku masih menunggu waktu yang pas, untuk meminta Hani, menandatangani surat itu."
"Setelah dia menandatangani semua nya, maka kita tinggal menyingkirkan nya saja.'
"Seperti kamu menyingkirkan Kedu orang tuanya!!!"
Suara Bayu, terdengar juga.
Hani mengintip sedikit, ke dalam ruangan kerja Bayu, di sana Hani melihat, Bayu dan Laura tengah berhubungan intim.
Hani menahan tangisnya, di luar ruangan.
Ternyata semua pria sama saja, bahkan Bayu adalah manusia yang lebih menyeramkan dari pada Andrew.
Bayu bagaikan Monster yang sesungguhnya.
Tak sengaja Hani menjatuhkan Rantang yang ia bawa, membuat Kegiatan Laura dan bayu terhenti.
"Siapa di sana?"
Teriak bayu dari dalam ruangan.
Hani segera berlari keluar kantor, dan Bayu memeriksa di luar ruangan.
Dan Dia tidak menemukan seorang pun yang berada di tempat itu.
Tetapi Batu menemukan sebuah rantang makan yang isinya telah berhamburan di lantai.
Jadi Bayu bisa menebak, siapa orang yang baru saja mengintip, dan mendengar semua pembicaraan nya pada Laura.
Batu menyisir rambutnya kebelakang, menggunakan jari nya.
Sungguh sangat berbahaya jika Hani mengetahui semua kebusukan nya.
Ia harus memastikan Apakah Hani memiliki bukti akan ke jahatan nya atau tidak.
Sedang kan Hari terus berlari menjauh hi kantor peninggalan orang tua nya.
Dengan tertatih Hani menemui pengacara keluarga nya.
Dan meminta sang pengacara menjadi kan anak dalam perut nya, sebagai satu-satunya pewaris nya.
Awal nya sang pengacara sangat bingung, padahal Hani memiliki suami, tetapi kenapa Hani tidak memberikan sedikit pun, harta kekayaannya pada sang suami.
Dan kenapa Hani harus membuat surat wasiat ini.
Padahal Hani masih berdiri tegak di hadapannya, tanpa luka dan tanpa sakit.
Hani mengatakan alasan nya tidak meninggalkan harta untuk suaminya, karena takut jika dia meninggal, harta peninggalan nya akan habis oleh suami nya, dan anaknya akan terlantar.
"Sebenarnya apa yang terjadi hani?"
"Aku sudah menganggap mu seperti anak sendiri, kenapa kamu tak ingin terbuka pada ku?"
Tanya sang pengacara, mulai curiga, dengan gelagat aneh putri dari sahabat baik nya.
Akhirnya Hani tak kuasa menahan tangisnya, dan menceritakan semua yang terjadi pada hidup nya.
"Kurang ajar!!!" "Pria breng**k itulah yang membunuh kedua orang tua mu?"
Kata sang pengacara, ikut murka mendengar semua cerita Hani.
"Maka dari itu om, tolong aku, aku merasa hidup ku pun sudah tak lagi aman."
"Aku tak ingin anak ku kelak ketika lahir hidup terlunta-lunta!"
"Sudah cukup, ia tidak di akui oleh ayah kandung nya sendiri, jangan sampai, ia lahir lalu di buang, atau di musnahkan oleh orang-orang berhati iblis itu."
Pinta Hani memohon.
"kamu tenang saja, Om akan urus semua itu untuk mu, sekarang juga."
Kata sang, pengacara.
Lalu segera mengurus berkas-berkas wasiat tersebut.
yang isinya.
Menyatakan bahwa semua hak waris atas harta peninggalan Hani, hanya bisa di waris kan oleh Anak hani, setelah hani berusia 17 tahun.
Dan, jika Hani meninggal sebelum anak nya lahir, maka semua harta di wariskan pada adik angkat nya Prasetyo.
Namun jika Gani meninggal setelah anak tersebut lahir, maka semua harta peninggalan hani di serahkan pada Prasetyo untuk sementara, sampai Anak hani menikah.
Begitu lah, usi surat wasiat tersebut.
Dan langsung di tanda tangani oleh Hani, saat itu juga.
Surat wasiat tersebut segera di serahkan pada notaris, untuk mengesahkan surat tersebut.
Gani akhirnya bisa bernafas lega, setelah semua nya selesai.
Tak lupa, hani meminta Prasetyo untuk keluar dari kemiliteran dan meminta pras untuk menjaga nya.
Hani beralasan ia takut bahwa mungkin kematian orang tua nya adalah hasil dari rencana seseorang.
Dan dirinya bisa jadi target selanjutnya.
Setelah mendengar alasan hani, Prasetyo dengan patuh meninggalkan militer, dan bergegas untuk menemui Hani.
Namun ia harus melaksanakan tugas terakhir nya di militer terlebih dahulu.
Hani pulang sudah Sangat larut, dan teryata di ujung tangga Bayu telah menunggu nya.
Tubuh gani sempat gemetar karena takut.
Nam bayu melihat itu, jadi bayu bisa menyimpulkan bahwa Hani telah mendengar semua nya.
"Sayang kamu dari mana saja?"
Kata bayu, dengan langkah mendekati Hani.
Tubuh hani reflek mundur, menghindari Baju.
Dan kecurigaan Bayu semakin besar.
"Ternyata kau telah mendengar, apa yang seharusnya kamu tidak dengar ya sayang!"
Kata bayu, menyeringai dan terus menghampiri Hani.
"Apa yang kau inginkan, Baji**an?"
teriak hani, terus mundur, hingga Hani terpeleset, dan terguling dari tangga.
Karena suara yang sangat keras para pekerja di rumah itu pun segera keluar, dan sang kepala asisten rumah tangga di rumah itu.
Ketika melihat Hani yang jatuh dari tangga dan berlumuran darah, segera melarikan Hani kerumah sakit.
Sedangkan Bayu, langsung ber akting, seolah dia baru keluar dari kamar, dan baru mengetahui apa yang terjadi pada Hani.
Namun para pekerja itu tentu tidak mempercayai Bayu, mereka mendengar sendiri bahwa Hani sebelum jatuh berteriak tentang Baji**an.
Siapa lagi jika bukan Bayu.
Namun tentu saja mereka hanya seolah mempunyai semua yang bayu lakukan.
Karena takut pada Bayu.
Hani di larikan ke rumah sakit, untung lah bayi nya dapat di selamatkan, melalui persalinan Caesar.
Sedangkan keadaan Hani sendiri, semakin kritis.
Prasetyo datang ketika ke adaan Hani di ambang kematian.
Dengan menggenggam tangan Prasetyo.
Hani mengatakan permintaan terakhirnya.
"pras...adik ku, kaka hanya minta tolong."
"Tolong jaga anak kaka, karena anak kaka perempuan maka kaka beri nama."
"Cessie Aretha Wilson, tolong jaga cessie untuk kaka, jaga dia seperti dia adalah anak kandung mu sendiri."
"Dan jauhkan Cessie dari B,a,y,u."
Kata Hani semakin lirih, dan akhirnya tak lagi bersuara,
Tangan nya tergeletak, wajah nya memucat, matanya terpejam dan tak akan pernah terbuka kembali,dan tubuh nya mendingan.
Prasetyo menangis histeris, baru saja dia memiliki seorang keluarga, namun harus berpisah seperti ini.
Andai saja dia bisa pulang lebih cepat.
mungkin kakak angkatnya akan selamat.
Dan Prasetyo berjanji pada diri nya sendiri, akan menjaga Cessie sepenuh hati.
Dan Prasetyo curiga, ini semua ada kaitannya dengan Bayu, suami kakak angkatnya itu.
namun pras tidak memiliki bukti apa-apa.
Flashback end
andrew katanya org kaya tpi pikiranya begokkkkkk
buat supaya cassie tau thor itu perbuatan andrew yg udh buat lova ngejauh bhkan minta pisah ma cassie 😤😤😤
semoga baik sih
Cessie terlalu lamban.