NovelToon NovelToon
Kemuning Si Anak Haram

Kemuning Si Anak Haram

Status: tamat
Genre:Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Soehardi

Kemuning seorang gadis kecil murid sekolah dasar di desa yang cukup makmur. Dia diasuh oleh kakek dan neneknya.

sehari-hari dia sering dibully oleh teman-temannya di sekolah karena lahir tanpa ayah dan ibunya adalah bekerja sebagai TKW di Korea Selatan.

Ibunya pulang dalam keadaan hamil tanpa suami. Setelah melahirkan beberapa bulan kemudian ibunya kembali bekerja di Korea dan sejak saat itu Kemuning tumbuh besar dalam pengasuhan kakek dan neneknya.

Bagaimana Kemuning menghadapi bullian dari teman-temannya? Bagaimana nasib Kemuning di masa depan dengan labelnya sebagai anak Haram?

ikuti keseruan kisahnya hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Soehardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31 Ibu dan Kemuning berbelanja oleh-oleh

Pagi itu kejutan ibu dan ayah Kemuning sudah di rumah. Ibu memasak masakan Indonesia nasi uduk, ayam goreng, oseng tahu dan sambal tomat. Serta dadar yang diiris tipis untuk taburan nasi uduk.

Kemuning belum mandi sudah berlari memeluk ibunya. Hari ini dia bangun agak kesiangan. Dia terbangun karena mencium bau yang familiar di desanya. Bau masakan nenek. Saat baru membuka matanya dia mengira dia sudah berada di desanya dan ini cuma mimpi ternyata bau itu bukan mimpi dia cepat-cepat bangkit dan berlari keluar. Ternyata ibunya sedang masak nasi uduk.

Kemuning cepat-cepat mandi dan berganti pakaian. Rambutnya dari dulu hingga sekarang tidak berubah tetap diikat satu dibelakang.

Dia memeluk ayahnya dan ibunya lalu duduk disebelah paman Jun untuk sarapan.

Bau harum kopi buatan nenek yang diseduh ibunya untuk dirinya sendiri membuatnya makin rindu kampung halamannya. Tapi dia harus bersabar sampai saatnya pulang nanti.

Pagi itu dia makan lahap sekali sampai tambah dua kali.

“Ibu kalau nasi uduknya masih ada sisain buat Kemuning ya. Nanti kalau lapar Kemuning masih mau.” Pintanya.

“Lho hari ini kan kita mau berbelanja oleh-oleh nak, lusa kita akan pulang.” Kata ibunya.

“Kalau begitu masukkan di kotak makan saja bu, biar nanti siang Kemuning makan nasi uduk saja. Ibu yang makan di restoran.” Jawabnya.

“Ya sudah terserah kamu saja.” Kata ibunya.

Selesai makan mereka berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan. Kemuning ingat sepupunya Ayu harus dibawain oleh-oleh, juga Fajar, Gendis dan Tiara.

“Ibu Kemuning ingin beli oleh-oleh untuk Ayu, Tiara dan Fajar juga adiknya.”

“Baiklah kalau teman-temanmu bagaimana kalau kita belikan tas sekolah lengkap dengan alat tulisnya?”

“Jangan bu, pasti mereka sudah beli karena sebetulnya kan sekolah sudah dimulai. Mereka ingin punya jam tangan asli dari Korea kayak punya Kemuning.”

“Baiklah ayo kita beli,” kata ibunya.

Mereka membeli beberapa jam tangan yang lagi ngetrend saat itu untuk sepupu dan teman Kemuning. Lalu untuk Gendis yang sudah mulai sekolah dibelikan Tumbler lucu dan sepatu beserta kaos kakinya juga baju-baju lucu untuknya.

Untuk nenek dan kakek mereka membeli vitamin herbal dan ginseng Korea yang terkenal bagus untuk kesehatan.

Paklek Agus dan istrinya dibelikan jam tangan couple.

Akhirnya mereka selesai belanja oleh-oleh lalu ibunya Kemuning membeli kimbab dan soda.

“Ayo nak kita makan di taman.” Ajak ibunya.

Mereka berjalan ke arah taman dan duduk dibangku taman.

“Kenapa kita tidak makan di restoran saja Bu?” Tanya Kemuning.

“Kita tidak boleh membawa makanan dari luar nak kalau masuk di restoran. Kita harus makan makanan yang dijual di restoran itu.”

“Kita makan piknik di taman karena kau membawa nasi uduk dari rumah. Tidak apa-apa kita makan di taman. Banyak juga kok orang yang juga makan di taman kayak kita. Tuh lihat.” Kata ibunya sambil menunjuk pasangan anak usia sekolah yang makan sandwich dan soda di taman itu.

Kemuning kemudian membuka bekalnya dan mulai makan.

“Ibu dan ayah akan melakukan resepsi pernikahan di desa kita. Harabeoje dan Haemoni juga akan ikut kita.” kata ibunya.

“Horee…. Akhirnya pulang. Apakah saudara kandung ayah dan anak-anaknya akan ikut juga bu?” tanyanya sambil menyuapkan sesendok penuh nasi dengan oseng tahu. Lalu menggigit sedikit paha ayamnya.

“Tidak mereka tidak ikut. Hanya Harabeoje dan Haemoni saja yang ikut. Sesampainya disana mungkin untuk sementara kamu tidur dirumah lek Agus ya nak. Kamarmu untuk Harabeoje dan Haemoni.” Kata ibunya.

“Iya tidak apa-apa ibu. Apakah Harabeoje dan Haemoni akan suka tinggal didesa kita bu. Mereka orang yang kaya raya. Kemuning khawatir mereka tidak kerasan tinggal di desa kita.”

“Jangan khawatirkan itu. Rata-rata para turis betah tinggal di negara kita walaupun pedesaan. Kau sudah lihat sendiri kan ayahmu dan paman Jun setiap tahun selalu berlibur di desa kita. Mereka tidak pernah bosan berkunjung.”

“Iya bu, Kemuning kadang-kadang ikut mereka berjalan keliling kampung ada saja yang membuat mereka heran, melihat pisang tanduk yang lupa dipanen dan matang di pohon saja difoto. Lalu aku petik dua biji satu aku berikan ke ayah satu untuk paman Jun. Mereka terkejut dan ketakutan Kemuning akan ditangkap polisi.” cerita Kemuning.

Ibunya tertawa terbahak-bahak mendengar cerita anaknya. “Terus bagaimana kelanjutannya nak?”

“Kemuning bilang pake bahasa isyarat tidak apa-apa. Ini boleh diminta kok masih punya teman Kemuning. Terus Fajar datang dan malah memberikan satu tandan yang matang untuk kami bawa pulang. Mereka mau membayarnya tapi Fajar menolak. Akhirnya kami pulang dan nenek bikin pisang goreng dan itu pertama kalinya mereka makan pisang goreng Bu.”

“Lalu pohon pepaya nenek yang di belakang tumbuh tidak terlalu tinggi tapi berbuah banyak dan ada satu yang masak pohon. Mereka berfoto dengan pohon pepaya dengan berbagai gaya bu.”

Lagi-lagi ibunya tertawa terbahak-bahak. Ceritanya apa lagi nak?

“Pernah juga mereka ikut Kemuning dan Fajar mbolang ke hutan mencari buah sukun ada yang matang di pohon dan yang masih mentah kami bawa pulang. Karena Kemuning bisa berbahasa inggris ya Kemuning bilang this is breadfruit. Yang matang kami buka dan minta mereka mencicipi. Mereka suka sekali Bu. Begitu pulang nenek menggoreng nya dan mereka makan sukun sampai tidak mau makan malam karena kekenyangan.”

Tidak terasa udara makin dingin ternyata tanpa terasa hari sudah sore saatnya mereka pulang. Ibu Kemuning mengajak Kemuning minum coklat panas di cafe sambil makan kue.

1
falea sezi
g suka dengan sifat ibunya kemuning dr awal emank gatel murahan keluar dr agama demi laki ya harus nya laki nya yg ikut qm oon😓
falea sezi
🤣🤣 yaelah demi laki di belain murtad pantes anak mu kecewa 😓
falea sezi
🤣🤣 emaknya gatel sibuk honeymoon anak g betah diem aj pantes hamil di luar nikah😒
falea sezi
beom agama nya apa
falea sezi
manggil santi kok g sopan g pake mbk😒 si agus
falea sezi
gimana nasib pernikahan agus😓 bangke bgt adek nya inah😓
Wanita Aries
wahh cari masalah ma kemuning
Wanita Aries
kerennn thorr
Wanita Aries
kapok tuh
Wanita Aries
lanjut
Wanita Aries
kasian jg kemuning di gebleng bgtu
Wanita Aries
wahh kemuning byk temannya
Wanita Aries
bahagia selalu kemuning
Wanita Aries
lanjut thor
Wanita Aries
kok gtu kluarga ayah kemuning
Wanita Aries
gk sabar nunggu nikahan santi sama beom pst seru
Wanita Aries
haredang euyy ttngga julid
Wanita Aries
wah senangnya kemuning ketemu ayahnya
Wanita Aries
wahh bntr lg kemuning SMP
Wanita Aries
haduh gk brenti2nya bully2an
Sri Wahyuni: begitulah jmn now. ga didesa ga dikota sama.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!