NovelToon NovelToon
Mak Comblang Cilik

Mak Comblang Cilik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Genius
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Keisya Mahardika hanya punya satu keinginan sederhana, yaitu memiliki seorang mama.

Sayangnya, ayahnya, Arya Mahardika, adalah CEO dingin yang lebih mencintai pekerjaannya daripada urusan hati. Sampai suatu hari Keisya bertemu Alya di kantor ayahnya, wanita baik hati yang langsung ia pilih menjadi calon mamanya.

Sejak saat itu, dimulailah berbagai misi rahasia sang mak comblang cilik untuk mendekatkan mereka berdua.

Di balik rencana-rencana kecil yang lucu dan menggemaskan, perlahan dua hati yang sama-sama terluka mulai saling menemukan.

Tapi apakah cinta bisa benar-benar tumbuh dari ulah seorang anak kecil?Atau justru sang mak comblang cilik harus menerima bahwa tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Alya tidak tahan lagi. Wajahnya sudah memerah padam, detak jantungnya berdetak begitu kencang hingga terasa di telinga. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berbalik cepat dan berlari keluar dari ruangan Arya. Pintu terbuka lebar, lalu terayun di belakangnya.

Brak……!

Pintu tertutup cukup keras karena dorongannya yang tergesa-gesa. Alya terus berlari menyusuri koridor lantai eksekutif dengan napas yang sudah mulai ngos-ngosan. 

Beberapa karyawan yang kebetulan lewat menoleh heran melihatnya, tapi ia tidak peduli. Yang ada di pikirannya hanyalah menjauh sejauh mungkin dari pria itu.

Sesampainya di dekat lift, Alya menekan tombol berulang kali dengan jari yang gemetar. Napasnya masih terengah-engah. Ia menyandarkan punggung ke dinding, menutup wajah dengan kedua tangan, dan menggigit bibirnya kuat-kuat.

“Dia mesum sekali…” gumam Alya pelan, suaranya serak karena napas yang belum tenang. Pipinya masih terasa panas. Bayangan tatapan Arya yang mengamati tubuhnya dari atas ke bawah terus muncul di kepalanya. 

Ucapan Arya terdengar sangat menggoda dan membuatnya semakin malu.

Ting

Lift akhirnya terbuka. Alya buru-buru masuk dan menekan tombol lantai kerjanya. Begitu pintu tertutup, ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. 

Tapi rasa malu dan sesuatu yang lain, sesuatu yang hangat dan menggelitik di dadanya masih sulit hilang.

Ia menatap bayangannya di dinding cermin lift. Baju baru yang dibelikan Arya masih terasa sangat pas di tubuhnya, dan itu justru membuatnya semakin sadar akan apa yang baru saja terjadi. Alya menutup wajahnya lagi, menggeleng pelan.

“Gila… benar-benar gila,” gumamnya sekali lagi, masih dengan napas yang belum sepenuhnya stabil.

Sementara itu di dalam ruang CEO yang luas dan mewah, suasana justru sangat kontras dengan kekacauan di koridor barusan. Arya masih berdiri di dekat meja kerjanya. Begitu pintu tertutup di belakang Alya, ia terdiam sejenak… lalu tiba-tiba tertawa.

Tawa itu keluar pelan dulu, lalu semakin keras. Arya menunduk, satu tangan memegang tepi meja, tangan lainnya memegangi perutnya yang mulai terasa kram. Bahunya naik-turun hebat. Jarang sekali pria itu tertawa lepas seperti ini, tanpa beban, dan penuh kesenangan.

“Dia sangat lucu…” ucap Arya di sela-sela tawanya, suaranya serak karena terlalu asyik.

Ia tertawa lagi sampai harus duduk di kursi eksekutifnya. Kepala terlempar ke belakang, mata menyipit, dan sudut bibirnya terangkat lebar. Bayangan wajah Alya yang memerah padam, cara dia buru-buru menutupi dadanya, lalu berlari keluar dengan langkah panik terus terulang di kepalanya. Semakin diingat, semakin lucu.

Arya mengusap sudut matanya yang sedikit basah karena tertawa terlalu keras. Ia menghela napas panjang, masih tersenyum lebar sambil menatap pintu yang baru saja ditutup Alya. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ruang CEO yang biasanya dingin dan serius terasa lebih hidup.

Ia bersandar di kursi, masih sesekali terkekeh pelan. “Alya, kamu benar-benar membuat hari ini jauh lebih menarik,” gumamnya pelan, senyumnya belum juga hilang.

Di luar sana Alya masih berusaha menenangkan diri, sementara di dalam ruangan ini Arya masih menikmati kemenangan kecilnya menggoda perempuan yang perlahan berhasil membuatnya tertawa seperti ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ceklek……

Pintu ruang CEO terbuka pelan. Tony masuk dengan langkah tenang, wajahnya serius seperti biasa. Ia berdiri di depan meja Arya yang sedang fokus menatap layar laptop.

“Tuan, ada pihak sekolah yang ingin bertemu dengan Anda,” ucap Tony sopan. “Kepala sekolah Harapan Bunda datang langsung. Beliau membawa beberapa orang tua murid juga. Mereka bilang ingin membicarakan keputusan penghentian dana dan masalah Nona Keysa.”

Arya tidak langsung menjawab. Matanya tetap tertuju pada layar laptop, jari-jarinya masih mengetik cepat. Suasana di ruangan terasa dingin dan tegang. Setelah beberapa detik, ia berbicara dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun.

“Usir saja. Saya tidak mau bertemu mereka,” ucap Arya tegas. Suaranya rendah, tapi penuh penolakan yang jelas. “Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Keputusan sudah final.”

Tony mengangguk sekali. “Baik, Tuan.”

Tanpa banyak tanya, ia berbalik dan keluar dari ruangan. Pintu tertutup pelan di belakangnya. 

Arya masih tetap fokus pada pekerjaannya, seolah kedatangan pihak sekolah sama sekali tidak berarti baginya.

Di ruang tunggu lantai eksekutif, kepala sekolah dan beberapa orang tua murid sudah duduk dengan wajah tegang. Begitu melihat Tony kembali, mereka langsung berdiri.

Tony berdiri tegak di depan mereka, ekspresinya netral namun tegas. “Tuan Arya sedang sibuk dan tidak mau diganggu. Beliau tidak bersedia menerima pertemuan hari ini. Mohon maaf, Anda semua dipersilakan kembali.”

Kepala sekolah terlihat kaget. “Tapi… kami sudah datang jauh-jauh. Setidaknya izinkan kami berbicara sebentar. Kami ingin menjelaskan dan mencari jalan tengah”

Tony mengangkat tangan, menghentikan pembicaraan. “Saya sampaikan apa adanya. Tuan Arya tidak ingin bertemu. Keputusan mengenai penghentian dana dan status sekolah sudah final. Tidak ada ruang untuk negosiasi lebih lanjut.”

Suasana di ruang tunggu langsung hening. Orang tua murid saling pandang, sementara kepala sekolah hanya bisa mengatupkan bibir. Tony memberi isyarat singkat kepada satpam yang berdiri di dekat lift, lalu berbalik meninggalkan mereka.

Pihak sekolah akhirnya terpaksa turun tanpa sempat bertemu Arya.

“Jadi… benar-benar tidak mau bertemu?” tanya salah satu ibu murid dengan suara gemetar.

“Kami sudah datang jauh-jauh. Anak-anak kami juga sudah diminta keluar sekolah. Paling tidak Tuan Arya mau mendengar penjelasan kami.”

Tony tetap berdiri tegak, ekspresinya tidak berubah. “Saya sudah sampaikan keputusan Tuan Arya. Tidak ada pertemuan hari ini. Mohon pengertiannya.”

Kepala sekolah menghela napas panjang, mencoba tetap tenang. “Kalau begitu, bisakah kami menyampaikan surat resmi atau permintaan maaf tertulis? Kami benar-benar menyesali kejadian yang menimpa Nona Keysa. Kami siap bekerja sama untuk mencari solusi"

Tony mengangkat tangan, menghentikan pembicaraan. “Surat boleh ditinggalkan di resepsionis. Tapi saya tidak bisa menjamin Tuan Arya akan membacanya. Keputusan penghentian seluruh dana dan kerja sama sudah final. Silakan kembali.”

Tidak ada ruang untuk bernegosiasi. Satpam yang berdiri di dekat lift sudah siap mengantar mereka turun. Akhirnya, kepala sekolah dan para orang tua terpaksa meninggalkan gedung dengan wajah kecewa. Di dalam lift yang turun, suasana hening. Hanya terdengar napas berat dan bisikan-bisikan kecewa.

Sementara itu di ruang CEO, Arya masih fokus menatap layar laptopnya. Ia sama sekali tidak terganggu. Di benaknya, yang paling penting saat ini hanyalah Keysa. Sekolah yang tidak mampu melindungi putrinya tidak layak lagi mendapat dukungan darinya.

Beberapa menit kemudian, Tony kembali masuk ke ruangan. “Sudah selesai, Tuan. Mereka sudah turun.”

Arya hanya mengangguk singkat tanpa mengalihkan pandangan dari laptop. “Bagus. Kalau mereka datang lagi, usir saja. Tidak perlu dilaporkan ke saya.”

“Baik, Tuan.”

1
reza indrayana
😷😷😷😷
reza indrayana
Malas malas malas Malaaassss.... mMmOOochh baca lagii... 😡😡😡
reza indrayana
males banget bacanya.. tidak suka dengan tokoh zelia nichh... 😡😡😡
reza indrayana
setelah Arya dan Alya tidak jadi menikah males banget bacanya walau ada celotehan Keysa & Zara tapi di scilfol- sctola aja nich.. males banget baca tentang Arya & zelia yang gampang bermain panas tanpa ada ikatan... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
jangan zelia sudah biasa dengan banyak lelaki... 🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡😡
reza indrayana
kenapa kisahnya jadi begini.., jadi males baca lanjutannya... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️
reza indrayana
Bestiè datang malah di silahkan hanya tidak bawa makanan kesukaanmu Key... 😍😍
reza indrayana
Ko' tidak ada yg menjaga Keysa., 🤔🤔
Ariany Sudjana
kamu menyesal yah Alya ? dulu dikasih kesempatan untuk jadi nyonya bos, di sia-siakan, malah balik ke mantan suami. dulu naik mobil mewah, sekarang naik mobil tua 😂😂🤣🤣 tapi Arya untung besar tuh, dapat perawan, bukan janda seperti kamu
Lisa: oo ternyt Alya balik ke mantan suaminya..ngapain juga aplg dia udh tau klo mantan suaminya g prnh ngasi nafkah eh skrg diulangi lg..
total 2 replies
Ariany Sudjana
bocil aja paham, kalau mereka harus menikah dulu, baru bisa buat adik 😂😂🤣🤣
reza indrayana
air mata vebar- benar mengalir tanpa sadar nichh ... 😭😭😭
reza indrayana
keponakan itu sama setara dengan anggapan anak karena masih ada hubungan darah sekandung dengan orang tua yang melahirkan..begitupun Keysa ke Arya..walau bukan darah daging tapi darah mama Keysa sumbernya sama dari aliràn darah yang sama dari kedua orang tua mereka yaitu Oma Margaretha dn Suaminya (Opa alias papanya Arya ) .
reza indrayana
Makin seru aja nich cerita... 😥😥💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
sedih nichh.. air mata meleleh tak terasa...
semoga Keysa baik- baik saja... 😥😥😥
reza indrayana
Semoga kuka Key tidak parah... dan tidak fatal dn segera sembuh.. ( visi misi keduamu bersama Zara belum di agendakan Key.., jangan-jangan ountynya Zara di jodohkan dengan Om Tony nichh . )🥰🥰🥰
merry yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
reza indrayana
Sedih dengan keadaan Key nichh.., sebenarnya mama kenapa... apakah meninggal waktu melahirkan Key... 🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
tentang Mamanya Keysa belum muncul nich...
reza indrayana
semoga di segerakan keinginan Keeyy... 🥰🥰🥰💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
langsung di tembak di TKP nich Keeyy... 😍😍😍
reza indrayana
Ini yang bikin menghibur para readers... 😍😍😍
Semangat melebihi Pejuang 45 Keeyy... 🥰🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!