Lulu gadis tomboy putri dari keluarga miskin yang dijodohkan dengan seorang pangeran dari keraton jogjakarta, sebagai balas budi keluarga kerajaan atas jasa almarhum Ayahnya yang telah menyelamatkan nyawa putra mahkota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 31 #Keraton Solo
Sesampainya di Pendopo utama rombongan kerajaan disambut dengan tari gambyong sebagai ucapan selamat datang. Mereka berjalan menuju tempat pertemuan melewati red carpet.
Lulu tampak gemetaran saat berjalan diatas red carpet, ia berjalan sangat pelan sambil mengangkat sedikit kainnya. Sengaja ia melakukan itu agar memudahkannya berjalan karena ia merasa sangat grogi kali ini.
Keringat dingin mulai membasahi wajahnya ditambah badannya yang mulai terasa dingin, pandangannya mulai berkunang-kunang.
"jangan sekarang!, jangan pingsan dulu" batin Lulu sambil meremas-remas jemarinya yang mulai berkeringat.
Kali ini ia sudah tak dapat menahan rasa pening dikepalanya karena sanggul yang ia kenakan, ditambah pandangannya yang mulai kabur, ia mulai oleng dan mendadak tubuhnya ambruk. Beruntung Damar langit yang berada dibelakangnya segera menangkapnya. Lulu membulatkan matanya mencoba menatap tangan yang kini merangkulnya, Damar Langit hanya menatapnya lekat. Wajahnya yang pucat serta keringat dingin yang membasahi wajahnya membuat Damar segera mengeluarkan sapu tangan dan menyekanya lembut.
Lulu segera bangun dari pelukannya, ia mencoba berdiri dan berjalan, belum beberapa langkah ia berjalan ia mulai hilang keseimbangan lagi. Damar yang mengetahui hal itu segera mengulurkan tangnnya.
"jadikanlah lenganku sebagai penguatmu, genggamlah dan melangkahlah bersamaku" kata-kata indah itu mendadak keluar dari mulut damar Langit.
Lulu tak mampu lagi menahan rasa haru atas perhatian Damar Langit kepadanya, Ia segera meraih lengan damar langit mengenggamnya dan melangkahkan kakinya bersamanya. Semua mata kini tertuju kepada mereka yang berjalan begitu mesra melintasi red karpet.
"terima kasih Damar " kata Lulu sambil melepaskan genggaman Damar Langit
Damar Langit hanya tersenyum sambil membalikan badannya menatap lekat kearahnya membuat Lulu tak mampu membalas tatapannya. Ia hanya menundukan kepalanya, ketika Damar mulai menggenggam erat tangannya lagi.
"tak perlu berterima kasih kepadaku, karena itu sudah menjadi tanggung jawabku untuk selalu melindungimu calon ratuku" kata Damar sambil tersenyum manis
Lulu segera mendongakan wajahnya, tak percaya dengan apa yang ia dengar, ia mencoba menatap Damar yang masih tersenyum kearahnya
" benarkah yang ia katakan " batin Lulu
*Plook...Plook...Plook !!
Terdengar suara gemuruh tepuk tangan hadirin yang berada dilingkungan keraton.
Lulu segera melepaskan tangannya dan mencari kursi kosong, namun belum sempat ia menarik kursi didepannya Damar Langit sudah menarikkan kursi untuknya terlebih dahulu. Ia mempersilahkannya duduk disampingnya.
Setelah acara selesai Rombongan kerajaan segera kembali kedalam mobil dan bergegas untuk pulang. Lulu mendapati mobil yang ia tumpangi sudah penuh terisi, terpaksa ia mencari mobil yang lain yang masih kosong. ia melihat sebuah mobil yang belum meninggalkan keraton, ia bergegas menuju ke mobil itu.
"Wah beruntungnya, mobil ini masih kosong, berarti tidak banyak orang yang akan ikut mobil ini " kata Lulu pelan
Lulu segera masuk dan duduk didalamnya.
"apa kita masih lama?" tanya Lulu kepada sopir Kerajaan.
"tunggu sebentar lagi nona" jawabnya ramah
Lulu segera melepas selop yang sedari tadi dipakainya, ia melihat kakinya yang lecet karena tak terbiasa memakai selop setinggi itu.
"huufftt, sakit sekali!!" kata Lulu sambil meniup kakinya yang lecet
Tak berapa lama kemudian seseorang masuk kedalam mobil, dan mobilpun segera melesat meninggalkan area keraton.
Damar langit terkejut melihat Lulu ada dimobilnya, ia segera menarik bahu Lulu yang masih menunduk memegangi kakinya yang lecet.
"bukanya kau harusnya ikut rombongan yang mulia ratu, kenapa ada disini?" tanya Damar Langit heran
"mobilnya penuh, jadi aku disuruh mencari mobil lain, hanya mobil ini yang tersisa" jawab Lulu dengan wajah yang memelas
"apa aku tidak boleh ikut denganmu?" kata Lulu lagi
" baiklah kalau begitu" jawab Damar Langit dingin
Lulu terkejut melihat perubahan sikap Damar yang berubah menjadi dingin, berbeda dengan saat ia berada didalam keraton Solo.
Mereka hanya terdiam selama diperjalanan. Mobilpun akhirnya berhenti dihalaman keraton Arjowinangun. Damar Langit segera turun dan berlalu meninggalkannya. Lulu berjalan telanjang kaki karena sudah tak kuat menahan sakit kakinya. Sambil menenteng selopnya, Ia berjalan perlahan menuju kekamarnya.
Sesekali ia berhenti sambil meringis menahan perih dikakinya. Damar Langit menoleh kearahnya, dilihatnya Lulu yang sedang meringis kesakitan sambil menenteng selop milikya.
Tanpa aba-aba Damar segera menggendong tubuh Lulu membawanya menuju kekamarnya.
" diih, apa-apan si lo!, turunin gak!" teriak Lulu
Damar hanya terdiam, Dia tak menghiraukan teriakan Lulu, ia terus melangkahklan kakinya. Akhirnya ia benar-benar menurunkan Lulu tepat didepan Kamarnya.
Lulu kemudian menyenderkan badannya dipilar depan kamarnya dengan tatapan yang masih tak percaya dengan kelakuan Damar yang berubah-rubah.
Damar langit melangkahkan kaki mendekatinya, ia kemudian meletakan tangannya disamping Lulu, tentu saja Lulu mendadak panik.
"apa lagi yang mau ia lakukan" kata Lulu dalam hati sambil menyipitkan matanya
Damar langit mulai mendekatkan wajahnya sambil terus menatap kearahnya, membuat Lulu semakin gugup.
"jangan macem-macem lo, atau kau mau merasakan pukulanku lagi " ancam Lulu
Damar Langit hanya tersenyum sambil meletakan telunjuknya dibibir Lulu.
"sssstttt" kata Damar
Lulu menyipitkan matanya menatap kearah damar Langit yang mulai mendekatkan bibirnya, hendak mencium Lulu.
Sementara tak jauh dari tempat mereka, tampak Ganendra menatap mereka dengan tatapan yang penuh rasa cemburu, yang bersarang dihatinya dan menyisakan pilu yang teramat dalam.