NovelToon NovelToon
Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir / Anak Lelaki/Pria Miskin / Dokter Ajaib / Pendamping Sakti
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Remake dari karya berjudul Emas yang belum lama di rilis dan karya teman penguasa berlengan satu yang sudah di drop.

Kisah seorang pria yang selalu di hina akibat dia hanya memiliki satu lengan. Dia di khianati istri yang sewaktu smp di tolongnya sampai mengorbankan lengannya. Mertua dan iparnya menganggap dia sampah karena dia sering di pecat karena kondisi nya.

Dia sempat berpikir mengakhiri hidupnya dan di tolong, dia mendapat lengan bionik karena kebetulan dan sempat mau di bunuh oleh selingkuhan istrinya, namun di saat kondisinya sudah kritis, lengan bionik nya malah menolongnya dan memberinya kekuatan untuk mengubah nasib. Bagaimanakah kisah perjalanan hidup baru nya ?

Genre : Fiksi, fantasi, drama, komedi, supranatural, psikologi, menantu terhina, urban.

100 % fiksi, murni karangan author. mohon like dan komen nya ya kalau berkenan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Akhirnya sampai kepada giliran Mark dan Amanda, mereka langsung mengatakan pada customer service kalau mereka ingin membuka dua rekening, pertama atas nama Amanda dan kedua, rekening baru atas nama Mark yang akan di pakai untuk menaruh sebagian uang Mark yang saat ini berada di dalam dimensional storage. Beberapa saat kemudian, setelah proses pembuatan rekening selesai, keduanya keluar dari bank.

Begitu di depan, Mark menoleh melihat ruang ATM yang berada tepat di sebelah pintu keluar lobi bank, kondisi di dalam ruang sedang sepi karena masih pagi dan ada banyak mesin ATM berderet memanjang di dalam dan kosong. Mark menoleh melihat Amanda,

“Kamu tunggu di sini bentar ya, aku mau mindahin dana dulu, pinjem buku nya ya, agar bisa lihat nomor rekening nya,” ujar Mark.

“Iya, jangan lama lama ya mas, ini bawa aja,” balas Amanda sambil memberikan buku tabungan baru nya.

Mark langsung masuk ke dalam ruang, dia langsung berdiri di mesin paling ujung kemudian membuka layar hologram untuk mentransfer. Sementara itu, di luar, Amanda duduk di tepi tangga menunggu Mark dengan sabar, tiba tiba “trek,” Amanda melihat seorang wanita berdiri di sebelahnya, dia mendongak ternyata Vania sudah selesai dan keluar dari bank kemudian berdiri di sebelah Amanda sambil melihat ke bawah.

Amanda berdiri lalu dengan sopan dia menyapa Vania yang memperhatikan dirinya dari atas ke bawah kemudian ke atas lagi,

“Kamu istri pak Markus ya ?” tanya Vania angkuh.

“I..iya betul bu,” jawab Amanda sopan.

“Pak Markus kerja apa ?” tanya Vania langsung ke inti nya.

“Suami saya dokter bu,” jawab Amanda.

“Oh wow, dokter ya ? di rumah sakit mana ?” tanya Vania.

“Um....rumah sakit internasional Dirgantara bu,” jawab Amanda sopan.

“Hmm rumah sakit terbesar di kota ini ya, hebat ya suami mu,” ujar Vania dengan nada sedikit sombong.

“I..iya, mas Mark memang hebat,” balas Amanda yang walaupun bangga namun berusaha menutupi nya.

“Tapi...kok istrinya kayak gini ? kamu ga di urusin sama dia ya ? atau emang ga bisa mengurus diri ?” tanya Vania ketus sambil terus melihat Amanda yang seakan akan berada di bawah nya.

Amanda kaget mendengar pertanyaan Vania, raut wajahnya langsung berubah sesaat namun tidak lama kemudian kembali tersenyum.

“Tidak kok bu, mas Mark sayang sama saya,” balas Amanda dengan suara sedikit gemetar menahan isi hatinya.

“Hmm...benarkah ? (melihat ke arah ruang ATM dan melihat Mark berdiri di dalam) oh saya mau ke ATM dulu ya, permisi,” balas Vania yang langsung berjalan melewati Amanda.

Amanda berbalik menatap Vania dari belakang, wajahnya nampak merona merah entah menahan geram atau malu. Sementara di dalam,

[Transfer ke dua rekening masing masing 500 juta, sudah selesai tuan.]

“Ok Aisha, makasih,” ujar Mark di kepalanya.

“Hai,”

Mark menoleh, dia melihat Vania berdiri di mesin ATM di sebelahnya, Mark sedikit menjulurkan kepalanya ke samping untuk melihat Amanda di luar ruangan dan sedang menatap ke dalam dengan wajah yang kaku. Matanya kembali melihat Vania yang sepertinya sengaja menonjolkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, tepat di sebelahnya,

“Ada apa ya ?” tanya Mark mulai waspada.

“Tidak, tadi saya tanya sama mba nya di depan, bapak dokter ya ?” tanya Vania tersenyum manis.

“Iya ? kenapa ya ?” tanya Mark bingung mendengar pertanyaan Vania.

“Ah tidak pak dokter, saya mau sedikit lebih mengenal anda, boleh kita bertukar nomor ? sebab terkadang suami saya membutuhkan dokter untuk penyakitnya,” ujar Vania genit.

“Hah...suami lo gue, lagian udah mantan kaleeee,” ujar Mark dalam hati. “Ehem, maaf tapi saat ini saya tidak bawa kartu nama,” ujar Mark sopan walau dia tidak memiliki kartu nama.

“Tadi saya dengar dari mbak nya, katanya dokter praktek di rs internasional Dirgantara ya ?” tanya Vania basa basi.

“Hmm...saat ini belum, tapi akan,” ujar Mark singkat dan dingin.

“Dokter spesialis apa ?” tanya Vania lagi.

“Saya....umum (semuanya bukan dokter umum biasa, lagian ngapain sih manusia ini nanya nanya),” jawab Mark mulai risih dan terganggu.

Vania mendekatkan wajahnya ke wajah Mark. “Wajah dokter mirip suami saya loh,” ujar Vania tersenyum menggoda.

“Hah...di..dia sadar kalau yang berdiri di depannya, mantan suami nya ? aku ketahuan ?” tanya Mark di dalam hati karena panik.

Ketika raut wajah Mark mulai berubah, “blak,”  tiba tiba pintu ruang ATM di buka, Amanda masuk dan langsung merangkulkan tangannya ke lengan Mark.

“Udah mas ?” tanya Amanda.

“Udah, yuk ke dalem lagi bentar,” jawab Mark mengajak.

Ketika mereka mau berjalan melewati Vania, tiba tiba Vania menghalangi mereka, dia membuka tasnya dan mengeluarkan smartphone nya, dia membuka casing smartphone nya dan mengambil selembar kartu nama kemudian memberikan nya pada Mark.

“Hubungi saya ya mas,” ujar Vania sambil melirik kepada Amanda dan tersenyum sinis.

“Saya pegang saja kartu namanya jika di perlukan nanti, terima kasih,” ujar Mark yang berpikir agar cepat selesai urusan dengan Vania.

Tapi belum sampai kartu nama itu sampai di tangan Mark, Amanda sudah menyambarnya dan memegangnya sambil merangkul lengan Mark.

“Iya, makasih ya bu (menoleh melihat Mark) yuk mas,” ajak Amanda.

“Heh...tau diri dong, kasian suami lo terpaksa sama bini kayak lo yang dekil dan kampungan,” hina Vania langsung yang kesal karena kartu namanya di rebut oleh Amanda.

Tangan Amanda di lengan Mark gemetar, Mark yang mendengar ucapan Vania yang terkesan menghina Amanda, langsung mengambil kartu nama di tangan Amanda dan mengembalikan nya kepada Vania,

“Tolong ya bu, jangan kasar terhadap istri saya, dia istri pilihan saya, ini saya kembalikan kartu namanya,” ujar Mark dengan nada tenang namun dingin.

“Gitu ya, ya sudah (maju mendekati Mark dan mengambil kartu namanya, kemudian menaruh kartu namanya di kantung kemeja Mark) ok sudah ya, sampai ketemu lagi dokter,” ujar Vania berbalik melangkah keluar ruang ATM.

Mark mengambil kartu namanya dan langsung merobeknya, kemudian dia membuangnya di tempat sampah, dia menoleh melihat Amanda yang gemetar.

“Udah, ga apa apa,” ujar Mark.

“Ma..maaf mas,” balas Amanda gemetar.

“Kenapa minta maaf, kamu ga salah, yuk ke dalam dulu bentar, abis itu pulang,” balas Mark.

“Aku kesel mas,” balas Amanda mulai menitikkan air mata.

“Sama, aku juga kesel, ada ya perempuan kayak gitu (ternyata Vania kayak gitu di luar, sip aku jadi tau sekarang),” ujar Mark sambil mengelus kepala Amanda.

Akhirnya mereka keluar dan masuk ke dalam sekali lagi untuk mencetak buku rekening mereka yang baru saja di buat. Setelah selesai, Mark meminta Amanda melihat jumlah yang di transfernya untuk di berikan kepada Suriwati. Mata Amanda langsung membulat,

“Hah...banyak amat mas ?” tanya Amanda kaget.

“Ga apa apa, biar emak sama Dika ga susah,” jawab Mark.

“Makasih ya mas, aku benar benar berterima kasih,” balas Amanda sambil memeluk bukunya dan menitikkan air mata dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Nah kamu pegang buku ini, tolong atur keuangan kita ya,” ujar Mark memberikan buku tabungan atas nama dirinya.

“Iya mas, aku akan hati hati pakainya,” ujar Amanda semangat lagi.

Keduanya berjalan keluar, selagi berjalan, “bwuuung,” sebuah layar hologram muncul di depan Mark yang menampilkan daftar barang di dimensional storage nya.

************************************************************

Dimensional storage :

1.     2.050.000.000 R – 1.000.000.000 R = 1.050.000.000 R

************************************************************

Mark tersenyum, kemudian dia melangkah keluar sambil merangkul Amanda di sebelahnya yang kedua tangannya masih memeluk dua buku tabungan di dadanya.

“Apa mau Vania ? berani betul dia merendahkan istri ku, awas dia, lagipula dia ngapain ke bank ? memang dia punya rekening ?” pertanyaan dan kegeraman muncul di benak Mark akibat pertemuannya dengan Vania secara kebetulan yang membuat perasaan negatifnya muncul.

1
Syari Andrian
double2 up donh
TUAN AMIR
next
Syari Andrian
Next
Syari Andrian
Nyesal gak kamu vania? Hufh keqnya enggak😑😑😑
Syari Andrian
Keren banget idenya bikin cerita thor…
Syari Andrian: Sama2
Mobs Jinsei: makasih dan makasih support nya kak/Pray/
total 2 replies
Syari Andrian
Next seru
Syari Andrian
Astaga…😬😬😬
Syari Andrian
Akhhhh knapa jadi aku yang nge bayangin….
Syari Andrian
Waaah identitas baru.. berarti lajang dong awokawoak
Syari Andrian
Jangan sulit2 ancamannya ya kasian MC nya
Syari Andrian
Banka kamu akan menyesal di kemudian hari 😪😪
WHITE FIRE
lanjut author aku tunggu updatenya
Mobs Jinsei: Siap kak
total 1 replies
WHITE FIRE
lanjut author aku tunggu
allowble_ranger
lanjut jadi penasaran
Mobs Jinsei: Siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!