"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.
Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Percintaan itu berakhir setelah Dilara kelelahan karena stamina Leon itu begitu kuat, dan dia tidak bisa lagi mengimbangi nya.
Namun Leon tetap bersyukur karena dia tau istrinya benar-benar wanita baik-baik yang masih lugu dan polos dalam hal percintaan karena usianya yang juga masih sangat muda darinya.
Usia Dilara saat ini baru dua puluh empat tahun, sementara Leon sudah tiga puluh dua tahun.
Keduanya terlihat sangat serasi, perbedaan usia delapan tahun itu itu justru membuat keduanya tampak serasi dan kedewasaan Leon terlihat dari cara dia bersikap selama ini.
Saat ini keduanya tengah mandi bersama, Leon tidak pernah membiarkan Dilara begitu saja setelah percintaan berakhir.
Leon bahkan dengan penuh kelembutan membantu istrinya mandi hingga selesai lalu berpakaian bersama tentunya masih dengan sentuhan penuh kerinduan yang sering mereka lakukan seperti saat ini.
Leon dan Dilara kini turun untuk menemui kedua orang tuanya Dilara yang kini tengah menunggu mereka di meja makan, karena ini adalah jam makan malam.
Tidak hanya ada Alfaro dan juga Embun tapi juga ada Adam dan juga Alexa yang kini terlihat tenang, mungkin Alexa sudah mengkonsumsi obat.
"Kalian sudah datang mommy sudah masak makanan entah Leon suka atau tidak tapi Dilara sangat menyukai ini, tapi jangan khawatir ada banyak pilihan kok."ucap Embun sambil tersenyum manis.
"Adam apa kau sudah memecat koki rumah kenapa ibu mertua ku yang harus berusaha payah untuk menyiapkan semuanya in?"ucap Leon.
"Maaf nak, mommy yang berinisiatif sendiri."ucap Embun yang kini merasa bersalah.
"Tidak apa-apa mom, aku hanya tidak habis pikir kenapa mereka membiarkan tuan rumah bekerja keras sementara mereka disini hanya berpangku tangan tapi tetap digaji."ucap Leon.
"Yank mommy senang masak dan aku tidak suka dimasakin orang lain jadi sudah jangan dijadikan masalah, kamu bisa mencicipi makanan nya siapa tau suka..."ucap Dilara.
"Honey aku ingin makan yang itu."ucap Alexa menunjuk kearah piring milik Alfaro.
Sementara Leon hanya menghela nafas panjang kemudian berkata."Alexa dimeja ini ada banyak makanan jadi jangan buat masalah."ucap Leon.
"Ambilah jika kamu mau, saya bisa makan yang lain."ucap Alfaro yang tidak ingin ada masalah saat mereka akan makan.
"Yank kamu mau ini."ucap Dilara yang kini dengan sabarnya mengambilkan makan untuk suaminya yang hanya mengangguk pelan.
Ada tiga menu makanan yang Dilara ambil mesin dalam porsi kecil dan di letakkan di hadapan Leon yang kini tersenyum manis pada Dilara."Thanks babe."ucap Leon.
"Hmm..."lirih Dilara yang kini mengambil makanan favoritnya.
"Princess mommy dan daddy akan kembali malam ini, kasihan kakak mu disana sedang kerepotan."ucap Alfaro yang kini mulai menyendok makanan tersebut.
"Tapi dad, aku masih kangen kalian."ucap Dilara yang tidak ingin ditinggal pergi.
"Princess mommy dan daddy bisa kembali kapan saja bukan."ujar Alfaro lagi.
"Ah baiklah, tapi jangan lupa beri kabar setiap hari dad, mom."ucap Dilara dengan berat hati.
"Kenapa tidak tunggu besok pagi saja dad, bukankah kalian menggunakan jet pribadi."ujar Leon yang kini melirik kearah Adam memberikan isyarat untuk segera menyiapkan semuanya termasuk hadiah yang ia sudah siapkan.
Adam pun mengangguk pelan, tidak lama setelah makan malam selesai Alfaro dan Embun pun bersiap untuk berangkat ditengah Isak tangis putrinya yang kini enggan untuk berpisah dengan kedua orang tua tercinta nya itu.
"Sayang mommy punya kejutan untuk mu, tapi jangan menangis lagi ya?"ucap Embun.
"Apa itu mom"ucap Dilara yang terlihat sangat penasaran.
"Daddy Hugo ternyata masih hidup dan dia akan segera datang untuk menemui kalian berdua, Damian sendiri yang akan menjemput nya."ucap Embun yang kini membuat Dilara semakin menangis sesenggukan karena rasa syukur yang teramat sangat saat mendengar ayah angkatnya masih hidup dan itu adalah sebuah keajaiban baginya.
"Mommy aku ingin segera pulang untuk bertemu daddy."ucap Dilara.
"Tentu sayang tapi alangkah baiknya kalau tunggu suamimu ada waktu luang agar kalian bisa menikmati waktu bersama."ucap Embun.
"Honey kita akan berkunjung saat daddy mu tiba nanti."ucap Leon yang kini tersenyum pada ketiganya.
"Terimakasih boy, ini adalah pertemuan pertama setelah hampir dua belas tahun mereka berpisah. Hugo adalah pria yang sangat baik dia begitu menyayangi putra-putri ku."ucap Alfaro.
"Kami adalah teman baik sejak mommy pindah ke Paris."ucap Embun.
"Hmm... sepertinya istriku begitu menyayangi nya."ujar Leon lagi.
"Sangat karena dia juga daddy yang begitu sayang pada Dilara dan Damian."balas Embun.
"Ah sudah siap, ayo suamiku kita pamit dulu."ucap Embun yang kini melirik kearah Alfaro yang sedari tadi mendekap putrinya itu.
"Princess daddy dan mommy pulang dulu ya, kamu jaga diri baik-baik disini. Ingat jangan sedih dan tetap patuhi perintah suami."ucap Alfaro.
"Gak mau dad, aku mau ikut pulang bersama kalian aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri."ucap Dilara yang kini justru malah memeluk erat sang daddy seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal pergi.
"Sayang mommy tidak pergi jauh, mommy dan daddy selalu ada untuk mu hmm... jadi jangan menangis lagi ok,"ujar Embun.
"Leon... mommy titip Dilara tolong jaga dia dan jangan pernah sakiti dia, jika dia ada salah kamu bisa memberitahu dia dengan baik-baik dan ajari dia jika dia belum bisa menjadi istri yang sempurna bagimu. Karena sejatinya putri mommy hanya bisa menerima perlakuan lembut , dia tidak bisa dikasari atau dibentak"ucap Embun.
"Mommy tenang saja Leon akan menjaga nya dengan sangat baik."balas Leon.
Dilara pun akhirnya beralih ke pelukan sang mommy, lalu Leon karena mereka berdua sudah ditunggu oleh jet pribadi yang kini sudah siap untuk lepas landas.
"Mommy... daddy."ucap Dilara yang kini hanya bisa melihat kepergian keduanya.
"Dilara pun langsung dibawa masuk kedalam kamar karena Leon tidak ingin istrinya terus menangis.
"Honey ayolah kita bisa bertemu mereka nanti setelah aku punya waktu luang."ucap Leon yang kini mendekap erat istrinya itu.
"Tapi kamu tidak tau Yank rasanya begitu sedih aku tidak pernah jauh dari mereka kecuali setelah menikah."ucap Dilara.
"Hmm... aku janji setelah anak kita hadir nanti, kita akan segera kesana agar kita bisa menikmati liburan kita bersama anak kita."ucap Leon.
"Janji?"ujar Dilara.
"Tentu honey."balas Leon.
Mereka pun akhirnya tidur bersama, sementara di luar sana Adam baru kembali dari bandara setelah memastikan semuanya aman.
...🪵🪵🪵...
Satu bulan telah berlalu, sejak hari itu Leon tidak lagi berpergian ke luar negeri, saat ini ada asisten pribadinya yang lain yang mengurus bisnis tersebut.
Dan kabar gembira pun Leon dapatkan dari istrinya yang saat ini tengah berbadan dua, ditambah lagi kehamilan Dilara tidak hanya satu janin melainkan ada tiga janin.
Dan kini Leon menjadi pria yang paling beruntung, dia bahkan sangat over protective terhadap istrinya itu.
Setiap hari Leon sendiri yang akan memastikan bahwa istrinya mengkonsumsi makanan bergizi tinggi, dan setiap hari dirinya akan meladeni istrinya yang sedang ngidam meskipun Dilara menginginkan makanan dari negara tempat kedua orang tuanya tinggal dulu.
Leon akan memerintah Adam untuk membeli atau mencari semua itu, dan kini Dilara tengah menginginkan rujak buah yang pernah ia lihat di internet.
Dengan cepat pria itu berbelanja buah dan segala per-bumbuan rujak tersebut, dengan bantuan pelayan atau rekan bisnis nya meskipun itu benar-benar butuh effort tapi Leon tidak pernah menyerah untuk itu.
Dia sendiri menikmati makanan tersebut, entah karena menular atau memang dia suka dengan makanan yang tidak pernah ia makan seumur hidupnya itu.
"Darling ternyata ini tidak buruk."ucap Leon yang kini merasakan sensasi pedas asam manis dari rujak tersebut.
"Sayang sepertinya kamu berbakat dalam meracik makanan."ucap Dilara.
"Aku pernah sekolah memasak karena di keluarga ku seluruh skill harus dimiliki oleh calon pewaris agar dia bisa bertahan hidup ditengah kerasnya persaingan bisnis di dunia ini."ucap Leon serius.
"semoga mereka juga seperti mu sayang kamu begitu smart."ucap Dilara sambil mengusap rahang kokoh milik suaminya itu.
"Seperti ku dan kamu tentunya honey, aku ingin diantara ketiga mereka ada Dilara junior yang sangat menggemaskan seperti mu."ucap Leon yang kini mengecup bibir istrinya dengan penuh kelembutan.
"Apa aku menggemaskan?"ucap Dilara bertanya.
"Tentu saja honey, kau begitu sempurna untuk ku."ucap Leon.
"Thanks my husband."ucap Dilara yang kini menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
Mereka larut dalam kebahagiaan, tanpa mereka sadari seseorang yang sedari tadi melihat kebahagiaan itu dari sudut ruangan lainnya tengah merencanakan sesuatu.
Dia tidak akan pernah membiarkan kebahagiaan itu berlangsung lama karena bahagia itu hanya miliknya seorang.
"Tunggu sampai sampai hari itu tiba nanti, aku akan pastikan kau tidak akan pernah bisa tersenyum lagi perempuan jalang."ujarnya.
Sementara itu di kediaman Alfaro saat ini, Hugo telah tiba di sana, dia melepas rindu pada putranya Damian meskipun rasanya masih kurang karena tidak ada Dilara di sisi mereka.
Dilara yang awalnya akan berkunjung saat kedatangan Hugo kini tidak bisa terlaksana karena dia sedang hamil muda dan dilarang berpergian jauh karena rentan keguguran.
Hugo pun harus puas dengan melakukan video call meskipun ada tangis kerinduan yang tidak pernah bisa hilang saat ini.
Dan satu hal yang membuat Hugo bisa bertahan hidup dari kekejaman penjara menakutkan itu adalah kedua anak nya yang sangat ia cintai dan sayangi meskipun mereka tidak lahir dari dirinya. Tapi mereka lahir dari jiwa nya.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk berkunjung ke tempat Dilara saat perayaan kehamilan itu diadakan.
"Tuan Anderson sendiri sudah menyiapkan pesta perayaan kehamilan menantunya itu dan kabarnya menghabiskan dana satu triliun untuk pesta tujuh hari tujuh malam tersebut.
Leon sendiri sebenarnya tidak setuju dengan itu, tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan sang daddy karena biar bagaimanapun itu adalah ungkapan kebahagiaan seorang kakek untuk cucunya.
Bukan uang yang menjadi alasan untuk Leon tidak menyetujui hal itu, karena uang itu tidak ada apa-apanya untuk dirinya dan keluarganya. Namun dia tidak ingin Dilara dalam keadaan bahaya mengingat yang hadir di dalam pesta nantinya tidak semua orang baik.
Leon memiliki banyak saingan bisnis di luaran sana, dan mereka tidak jarang ada yang berbuat nekad saat ada kesempatan.
Maka dari itu, Leon sudah menyiapkan semuanya dengan penuh perhitungan, lagipula Dilara tidak terlalu suka dengan keramaian. Jadi dia menyiapkan seseorang untuk menggantikan Dilara di pesta hari kedua dan seterusnya.
Adam pun kini tengah bekerja keras untuk menyiapkan semuanya itu, termasuk pengamanan ketat untuk melindungi nyonya muda nya itu.
Nyawa Dilara adalah nyawanya, karena jika sampai terjadi apa-apa pada Dilara maka nyawanya juga akan terancam punah. Itulah Adam meskipun digaji sangat tinggi dan memiliki fasilitas yang sama dengan Leon tapi tidak pernah membuat pria itu merasa puas karena jauh dibalik semua itu ada bahaya yang mengancam nyawa nya.
Kali ini dia tidak ingin terjadi kesalahan, bahkan saat makan saja dia tetap fokus pada ponselnya hingga Dilara meminta nya untuk fokus pada makanan nya Adam barulah mengikuti permintaan tersebut.
Karena permintaan Dilara juga perintah baginya.
Sampai saat ini semua aman terkendali hingga saat persiapan itu berjalan sembilan puluh persen, Adam masih terlihat tidak baik-baik saja.
Dia harus bisa mengendalikan Alexa yang kini tengah menjalani perawatan khusus untuk persiapan pesta nanti, tidak hanya itu dia sudah harus memastikan topeng kulit sintetis itu benar-benar cocok dengan wajah Alexa atau tidak.
Hari ini Dilara sudah bersama Hugo dan keluarga nya termasuk Damian yang juga merindukan adik tercinta nya itu, tepat di sebuah ruangan khusus yang Leon siapkan kebersamaan mereka pun berjalan dengan penuh haru serta kebahagiaan, namun ada satu hal yang membuat Hugo saat ini tidak bisa menahan diri yaitu. Alexa yang sejak kedatangannya terlihat sangat mencurigakan di mata Hugo yang sudah lama berbaur dengan berbagai penjahat kelas kakap.
"Siapa dia princess?"ujar Hugo yang kini melirik kearah dinding kaca yang menampakkan Alexa dan Adam.
"Yang mana dad?"tanya balik Dilara.
"Wanita itu?"ucap Hugo.
"Dia Alexa."jawab Leon yang kini melirik kearah Alexa yang terlihat tengah bertengkar dengan Adam.
"Jauhkan dia dari putriku, atau aku yang akan melenyapkan nya."ucap Hugo yang kini membuat semua orang merasa kaget.
"Ada apa memangnya dad?"tanya Damian.
"Dia wanita berbahaya, aku tidak ingin sampai terjadi apa-apa pada putriku dan calon cucuku nantinya atau aku akan menghabisi semua orang yang ada di sekitar rumah ini."ancam Hugo dengan tatapan mata tajam dia terlihat menakutkan.
"Daddy tenang saja, ada dia dan suamiku siapapun tidak akan pernah bisa menyakiti ku."ucap Dilara.
"Daddy tidak mau kamu ikut muncul di pesta sebelum semuanya dipastikan aman, karena daddy yakin akan ada banyak orang licik didalam nya."ucap Hugo tegas.