NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:61.6k
Nilai: 5
Nama Author: Muliana95

Erina, gadis pekerja keras yang selalu mengedepankan gaya. Dia dijodohkan dengan seorang pengusaha sukses. Namun, apa jadinya jika sang pengusaha mempunyai pujaan hati lainnya?
Mampu kah, Erina menjalin rumah tangga dengan tantangan meluluhkan hati suaminya, agar hanya melihat dirinya seorang?
Yuk ikuti kisahnya!
Terimakasih ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus Terang

Seraya memegangi perutnya. Erina meringis merasakan kran di perutnya.

Suci yang melihat itu, langsung mendekati Erina. Saat melihat keringat dingin di dahi Erina, sontak kepanikan pun, muncul pada Suci.

"Tolong ... Tolong panggilkan Ervin, serta siapkan mobil." teriak Suci menggelegar.

Mendengar teriakan Suci, beberapa orang langsung mendekat.

Beruntung, sepupu Ervin ada disana. Dia langsung menuntun Erina memasuki kamar, untuk segera berbaring.

"Tarik napas ,,, apa yang kamu rasakan?" tanyanya lembut.

"Aku hanya merasakan kram, perutku terasa sangat keras." ungkap Erina.

"Baiknya, kita ke rumah sakit. Untuk, mengetahui keadaan mu dan bayi." ujarnya.

Ervin memasuki kamar dan mendekati Erina. Jelas, raut wajah kecemasan terlihat jelas di wajahnya.

Mendengar penjelasan Karin, sepupunya. Ervin langsung mengangkat tubuh Erina untuk di bawa ke mobil, yang sudah di siapkan.

Sampai di rumah sakit, Erina yang ditemani oleh Ervin menjalani beberapa pemeriksaan.

"Hanya kontraksi palsu. Mungkin, akibat stres ataupun lainnya." ujar Karin. Kemudian menuliskan beberapa jenis obat untuk Ervin tebus di apotik. "Tapi, untuk hari ini, lebih baik kamu di rawat saja ya? Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan." terangnya lagi.

Erina langsung menatap ke arah Ervin. Jelas, kata menginap membuatnya takut. Trauma rumah sakit, masih melekat di jiwanya. Namun, karena tadi keadaannya gak memungkinkan, makanya dia mau dibawa ke sana. Apalagi, calon anaknya adalah yang utama. Karena dia gak mau, cabang bayinya kenapa-napa.

Ervin yang paham kekhawatiran isterinya, langsung menggenggam erat tangan Erina. Seolah-olah mengatakan ada dia disana, dan Erina di larang untuk takut.

Belinda dan Herman, menunggu diluar dengan cemas. Begitu juga dengan Suci. Tak henti-hentinya kata-kata makian keluar dari mulutnya.

Begitu Karin keluar, Belinda langsung mendekati keponakannya dan bertanya dengan beberapa pertanyaan, yang membuktikan jika ia sangat khawatir.

"Hanya kecapean, dan mungkin dia stres. Jadi, untuk hari ini, biarkan dia dirawat disini." ujar Karin menjelaskan pada Belinda.

"Syukur lah ..." lirih Belinda mengusap dadanya.

kemudian, Belinda dan lainnya langsung masuk, setelah mendapatkan izin dari Karin. Tentu saja dibatasi, agar tidak mengganggu istirahat pasien.

"Nak ... Kamu gak apa-apa?" tanya Belinda berjalan cepat ke arah ranjang Erina.

Raut wajah kekhawatiran terlihat begitu jelas. Begitu juga dengan Herman, walaupun dia tidak memeluk menantunya, dia pun memancar kekhawatiran.

"Kata Karin, dia harus menginap disini semalam. Untuk memantau keadaannya dan bayi." terang Ervin.

"Tapi ..."

"Aku disini, aku akan berada disini, untuk menemanimu." bisik Ervin, karena mengerti ketakutan Erina.

Suci yang masih berada di luar. Dia menduga, jika Erina merasa kram akibat ulah tunangan Irfan. Dan dia berjanji akan membuat perhitungan pada Irfan nantinya.

Masih dalam keadaan menahan emosi, Uzair datang bersama dengan Ima. Reflek, Suci membenarkan rambutnya.

Sejak di acara tadi, diam-diam Suci memang curi-curi pandang pada Uzair. Namun, lelaki itu terlalu dingin untuk disentuhnya.

"Erina baik-baik saja." ungkap Suci, sebelum Ima atau Uzair bertanya. "Dia, hanya mengalami kram, akibat stres dan kecapean." jelasnya lagi.

Uzair, mangut-mangut. Kemudian, Suci mengajak Ima untuk masuk ke dalam, karena beberapa keluarga inti lainnya telah keluar. Termasuk, kedua orang tua dari Karin.

Begitu melihat kedatangan Suci, senyum di wajah Erina langsung terbit.

Akhir-akhir ini, kehadiran Suci bisa membuat mood Erina membaik. Dan Erina juga bisa merasakan ketulusan Suci, untuk menjadi sahabatnya.

"Aku akan memberikan pelajaran wanita itu. Jadi, kamu tenang saja ya." celetuk Suci, saat mendekati Erina.

Ervin, yang berada disamping Erina langsung menoleh ke arah Suci. Berharap, jika Suci bisa menjelaskan perkataannya tadi.

Tanpa memperdulikan gelengan dan mata Erina yang hampir keluar. Suci menjelaskan setiap perkataan yang keluar dari tunangannya Irfan.

"Kamu tenang saja. Biar aku yang membalasnya. Bila perlu, aku akan membuat usaha Irfan bangkrut. Apalagi, perusahaanya baru merintis. Jadi, itu bukan sesuatu yang sulit aku lakukan." jelas Suci.

Ervin mengangguk, mempercayai perkataan Suci.

Tak butuh waktu lama. Suci langsung menyuruh asisten dari papanya untuk membatalkan kesepakatan kerjasama dengan Irfan.

Tentu saja Irfan tidak terima, apalagi perusahan pak Akri sudah menandatangani kontrak. Akan tetapi, perusahan Akri lebih memilih membayar pinalti yang tidak seberapa pada perusahaan Irfan.

Irfan yang mendesak, ingin mengetahui alasan kenapa kontraknya di batalkan, langsung terkejut.

Apalagi, saat tahu jika Erina sempat di larikan ke rumah sakit akibat ulah tunangannya.

"Pak, tolong jangan batalkan kontrak kita. Aku berjanji akan mencampakkan jalang itu. Aku akan membuatnya menyesal. Tapi, tolong bujuk pak Akri untuk tidak membatalkan kesepakatan ini." bujuk Irfan dengan nada memohon.

"Maaf pak, kami tidak menerima penyesalan di belakangan. Apalagi, ini perintah langsung dari Bu Suci. Jadi, baik pak Akri atau siapapun itu, tidak punya kuasa untuk menolaknya." ujar asisten Akri.

Irfan di tinggal dengan keadaan yang tertunduk lesu. Dia langsung meremas ujung jasnya akibat terlalu kesal dengan ulah tunangannya.

Di kontrakan lainnya. Celine, tunangan dari Irfan sedang menikmati cemilan favoritnya. Dia sangat puas sudah mengeluarkan semua uneg-unegnya.

Celine merupakan salah satu teman sekelas Erina saat di bangku SMA dulu. Ia, sempat merasa iri dengan Erina.

Bagaimana tidak? Selain dari segi kepintaran. Erina juga mempunyai banyak teman. Berbeda dengannya yang selalu di kucilkan.

Bahkan, beberapa teman kelasnya sempat mem-bully Celine akibat kebodohan dan juga kemiskinan dalam hidupnya.

Rasa bencinya pada Erina semakin mengakar. Kala Erina membela dan juga melindunginya. Karena baginya, Erina melakukan hal itu hanya untuk pencitraan, bukan karena kasihan.

Dan sekarang, lagi-lagi Erina berada di atasnya. Padahal, dia sudah mengubah beberapa bagian di wajahnya. Bahkan, jika soal kecantikan, Erina jauh di bawahnya.

...🍁🍁🍁...

"Boleh aku tanya sesuatu?" bisik Suci pada Ima yang sedang duduk di sudut ruangan di kamar Erina.

Ima menganggukkan kepalanya. Menunggu pertanyaan dari Suci.

"Ustad Uzair ... Apakah, sudah memiliki calon?" tanya Suci masih berbisik.

Suci memang tahu, jika Uzair belum menikah. Karena tempo hari, dia sempat menanyakan tentang Uzair pada Belinda.

"Dia jomblo dari lahir." balas Ima, juga berbisik-bisik. "Anda menyukainya?" tanya Ima.

Rona merah jambu langsung terlihat di pipi putih Suci. Tanpa menunggu jawaban dari Suci pun, Ima sudah tahu jawabannya.

"Mau, aku lamar kan? tanya Ima.

Sontak Suci terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Ima.

Orang-orang yang masih berada di kamar langsung melihat kearah keduanya.

" Maaf, kami permisi dulu." pamit Ima menundukkan kepalanya. Begitu juga dengan Suci.

Begitu sampai diluar dan melihat Uzair yang duduk sendiri. Ima langsung mendekati abangnya.

"Abang, seseorang melamar mu, padaku." ujar Ima, terus terang. Karena Ima terlalu menyukai sikap juga pembawaan Suci.

Dan Ima yakin, jika Suci adalah sosok yang sangat cocok untuk abangnya.

Suci langsung membelalakkan matanya, begitu juga dengan Uzair yang langsung menoleh padanya.

1
Ebyline Lian
👍👍
Senja
smoga aja ervin cpt tahu kalo clara tdk sebaik yg ervin kira
Oma yeni*🦋
Alhamdulillah kelar baca satu novelmu . Makasih atas atensi saling support nya 🙏
Oma yeni*🦋: wkwkwkkw,, ya begitulah /Facepalm/
total 4 replies
Oma yeni*🦋
novel yang bagus thor, keren sekali 🥰🌹
Oma yeni*🦋
senang lihat uzair dan suci bahagia
Oma yeni*🦋
betul pakkkk aku setujuuu
Oma yeni*🦋
ya tuhan,,, untung kalian ada di dunia novel. kalo dunia nyata aku pengen jitak jadinya /Facepalm/
Oma yeni*🦋
lagian buk, ajarin anakmu yg bener,, ya begitulah jadinya /Shame/
Oma yeni*🦋
lagian,, kerja aja Napa??? kerja yg bener
Oma yeni*🦋
waduuhhh,, jatuh miskiinn si bapak
Oma yeni*🦋
baru mau kaya udah kena semprot/Facepalm/
Roshamilia
agak tidak logik..baru abis Umrah ..minuman anggur kan haram
MULIANA 💦: Kan ada versi halalnya /Smile/
total 1 replies
Oma yeni*🦋
ibunya stres,, udah gila /Panic/
Oma yeni*🦋
jujur sekali kamu uzair, beda sama yg lain /Grin/
Oma yeni*🦋
Aamiin
Oma yeni*🦋
apa daya, kami terlanjur lihat foto cwo ganteng yg bertebaran di sosmed /Shy/
Oma yeni*🦋
yg fokus sholatnya paka ustad /Grin/
Oma yeni*🦋
apa harusnya begitu? Oma jadi bingung nih
Oma yeni*🦋
🌹🌹🌹semangat ya thor
Oma yeni*🦋
ITS okey Ervin, kan baru kenal dulunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!