NovelToon NovelToon
CAMPUS COUPLE

CAMPUS COUPLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:344
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Laila

Menjadi mahasiswa Arsitektur semester tiga dan aktif dalam kegiatan himpunan sudah cukup menguras energi Gea. Kehadiran Jay yang manis terasa seperti tempat peristirahatan di tengah penatnya kegiatan. Pertama kali menjalin kasih, Gea fikir akan berjalan mulus, penuh rasa menggelitik, dan menyenangkan. Namun, kisah romansanya tidak berjalan mulus seperti yang dia bayangkan.
Kecemburuan dan kekangan dari Jay terasa semakin menyesakkan. Kuliah di jurusan yang di dominasi oleh pria, Gea tidak bisa bebas berinteraksi dengan pria, bahkan dengan sahabat dan sepupunya sendiri. Membuat keretakan dan hubungan mereka pun harus kandas.
Saat Gea tidak berpikir untuk menjalin hubungan baru, atau membuka hatinya untuk orang baru, dia dipertemukan dengan seseorang yang menawarkan kenyamanan yang berbeda. Seseorang yang hadir tanpa menuntut.
Bisakah Gea melepaskan luka masa lalunya dan menyambut dengan utuh seseorang yang datang di waktu yang dia tak sangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Mula - Part 2

“Aster! *Tumbler*-nya ketinggalan!” teriak suara pria dari dalam mobil.

Gea yang merasa dipanggil segera berbalik, berlari ke arah mobil yang masih terparkir di depan lobi gedung Fakultas Teknik sambil tersenyum lebar.

“Thank you, Abangku,” katanya sambil berdiri di samping pintu kemudi dan menerima botol

tumbler berisikan jus cold-pressed campuran bit, apel, lemon, jahe dan kunyit buatan ibunya.

“Kebiasaan,” ucap si kakak, “nanti balik jam berapa?”

“Sore deh kayaknya, Bang. Mau ngumpul sama anak-anak acara.”

“Ya udah, nanti kabarin, ya.”

“Iya, Abang. Udah sana pergi, aku bentar lagi kelas,” ucap Gea, dibalas decakan gemas dari sang kakak yang tak lupa mencubit pipinya sebelum melajukan mobil keluar dari area kampus.

“Hai, Jay,” sapa Gea saat melihat Jay yang baru saja tiba.

“Hai. Tadi itu Abang kamu?” tanya Jay yang sempat melihat Gea berbincang saat dia memarkirkan motor.

Gea menganggukkan seraya mereka berjalan beriringan menuju kelas.

“Gimana keadaan kamu? Udah enakan?”

“Udah,” jawab Gea menyengir lebar. “Lo udah bikin presentasi buat nanti?”

“Udah, dong. Ngebut semalem,” jawab Jay sambil tertawa.

“Kebiasaan lo. Pasti gak tidur lagi ya semalem?”

“Tidur bentar, tadi abis subuh.”

“Jangan dibiasain, ah.”

“Iyaaa,” Jay mengusak gemas rambut Gea.

Tindakan sederhana itu sukses memberikan rasa menggelitik yang manis di perut Gea.

Sesampainya di kelas yang ada di lantai empat, Gea langsung bergabung bersama Nindy

dan Risa yang sudah sampai lebih dulu, sedangkan Jay memilih duduk bersama teman-temannya.

“Karin mana?” tanya Gea sambil mengeluarkan laptop dari tas ranselnya.

“Baru sampe depan kampus katanya,” jawab Risa santai.

“Buset, tumben si ibu kesiangan. Naah, panjang umur yang diomongin!” celetuk Gea saat Karin

muncul di ambang pintu dengan napas terengah-engah.

“Ngomongin gue apaan kalian?” tanyanya santai sambil berusaha mengatur napas.

“Lo tumben siangan, Rin,” kata Gea.

“Ada job baru kah?” tanya Risa penasaran.

“Tadi ke pagi gue mesti ke kantor agensi dulu. Kebetulan dapet proyek iklan buat brand lokal baru. Makanya tadi pagi-pagi banget mesti fitting baju dulu di kantor agensi,” jawab Karin sambil

mengeluarkan laptopnya.

“Keren banget si Ibu Model sibuk kita ini,” puji Nindy sambil menyenggol lengan Karin

dengan bahunya. “Tapi lo gak bakal bolos rapat himpunan sore nanti, kan? Bisa diamuk ketua pelaksana kita kalau kekurangan orang.”

“Enggaklah, aman. Jadwal gue sengaja dikosongin demi rapat entar,” sahut Karin santai. “Lagian, masa gue tega ngebiarin Gea pingsan sendirian di kampus?” sahut Karin santai, lalu melirik ke arah barisan meja pria. “Bisa diamuk sama pawangnya nanti gue kalau gak ikut jagain lo, Ge.”

“Pawang apaan sih, Rin!” potong Gea dengan pipi yang mendadak terasa hangat.

...****************...

“Udah jadian belom, sih?” tanya seorang perempuan bernama Ria.

Yang ditanya hanya tenang menyantap ketoprak sebagai makan siangnya.

“Lama deh lo, Jay,” cibir Putri.

“Keburu nyantol ama yang laen itu si Gea,” kali ini Adam ikut bersuara.

“Lo gak tau, kan, anak HI juga ada yang deket sama gebetan lo?” timpal Dion.

Alis Jay langsung berkerut, antara bingung dan tidak tahu soal berita itu. “Sotoy lo,” ucapnya

santai, berusaha menutupi rasa penasarannya.

“Yeh, dikasih tau juga. Kasih tau, Put,” kata Adam.

“Gue juga liatnya pas awal semesteran kemaren di kantin.”

“Paling temennya si Karin. Semua anak kampus juga kenal sama dia,” balas Jay, masih mencoba berpikiran positif.

“Yeh, gebetan lo juga banyak yang kenal dan demen tau,” tambah Ria, sukses membuat Jay

menatap lekat. “Dari awal semester juga banyak yang deketin dia, sampe ada yang nembak. Tapi

emang gak ditanggepin aja sama Gea,” lanjutnya.

“Kok lo tau?” tanya Jay menyelidik.

“Tembok kampus berbicara, Bro,” ucap Ria santai diikuti gelak tawa yang lain.

Jay sebenarnya sadar, tak sedikit pria di kampusnya yang membicarakan Gea. Dengan

paras cantik nan manis, kepribadiannya yang supple dan easy going memang menjadi magnet tersendiri bagi kaum adam. Berbeda dengan Karin yang terlihat untouchable dengan parasnya yang cantik yang tegas hingga membuat pria segan, atau Nindy dengan resting bitch face-nya yang membuat orang asing sungkan untuk menyapa atau Risa yang manis tapi sudah memiliki kekasih.

“Nah, si Gea ini pernah kelihatan makan berdua sama cowok HI yang *famous* itu. Siapa

namanya, Dam?” tanya Putri mencoba mengingat.

“Leon… Lion gitu deh namanya. Lupa gue juga.”

“Lyon,” ralat Ria. “Apa mesti gua tanyain nih ke Gea, sebenernya dia naksir apa enggak sama elo, Jay?” pancing Ria jahil.

Jay terdiam, mencoba mengingat-ingat pria yang namanya terdengar familier itu. “Yang mana, sih,

anaknya?”

“Ck, *jealous*,” goda Dion, memicu tawa meledek dari teman-temannya saat melihat muka Jay yang mendadak kusut.

Tanpa babibu, Ria langsung membuka akun media sosialnya dan mencari sebuah nama, lalu

menyodorkan ponselnya ke hadapan Jay. “Ini, si Lyon.”

“Ini cowoknya?” tanya Jay mengambil alih ponsel Ria, lalu mulai men-scrolling akun bernomor

pengikut ribuan tersebut.

Di antara deretan foto di feed, tatapan Jay terkunci pada dua atau tiga foto yang menampilkan sosok Gea yang sedang tersenyum bersama pria itu.

“Makanya, buruan deh lo gerak,” kompor Adam lagi, “saingan lo Lyon soalnya. Berat yang ini,

Bro” tambahnya santai, membuat isi kepala Jay makin penuh.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!